Jumat, November 15News That Matters

Bulan: Desember 2017

KH. Abdul Wahid Alwy, MA : “Membicarakan Ghazwul Fikri Minimalnya tidak Lepas dari Lima Hal!”

KH. Abdul Wahid Alwy, MA : “Membicarakan Ghazwul Fikri Minimalnya tidak Lepas dari Lima Hal!”

Da'wah
Keynote speak dipaparkan Al-Ustadz KH. Abdul Wahid Alwy, MA. (generasi abang, Musyrief Majelis Fatwa & Pusat Kajian Dewan Da'wah). Menurutnya, membicarakan ghazwul fikri minimalnya tidak lepas dari lima hal; mengetahui sejarahnya (taarikh), mengetahui karakternya (thabie'at), mengetahui ragam dan bentuknya (anwaa'), bagaimana cara menghadapinya (kaifa nuwaajihuhu) dan siapa yang siap menghadapinya (junuudul muwaajahah). Forum yang dipimpin langsung oleh H.T. Romly Qomaruddien, MA. (Ketua Bidang Ghazwul Fikri) ini, mendapat tanggapan dan curah gagasan dari sejumlah tokoh senior (kibaar) seperti halnya Dr. H. Abdullah Hehamahua (generasi abang, mantan Ketua KPK), H. Zhahir Khan (generasi adik, Kristolog), H. Mohammad Zubaidi, MA. (generasi adik, Da'i di sejumlah negara Eropa), KH. Abb...
PERCAKAPAN ANTAR GENERASI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DA’WAH GLOBAL

PERCAKAPAN ANTAR GENERASI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DA’WAH GLOBAL

Uncategorized
PERCAKAPAN ANTAR GENERASI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DA'WAH GLOBAL;​ Demikian tema yang diusung Bidang Ghazwul Fikri dan Harakah Haddaamah Pusat Kajian Dewan Da'wah dalam kajian akhir tahunnya. "Madrasah Ghazwul Fikri" kali ini sedikit berbeda dengan biasanya, di samping mempertemukan ​tiga generasi terdahulu (generasi paman​, abang dan adik) juga diharapkan memantik api semangat forum nasi bungkus​ (cikal bakal Tim Ghazwul Fikri Dewan Da'wah sejak 1982 di Masjid Munawwarah Tanah Abang) ​ yang penting dicatat dengan tinta emas sejarah. Acara yang digelar hari senen, 29 Rabi'ul Awwal 1439 H./ 18 Desember 2017 ini melibatkan tidak kurang 50 undangan, sekalipun tidak dapat hadir semua. Beberapa tokoh yang semula bersedia hadir (semisal Prof. Dr. AM. Saefuddin (generasi paman), ustadz KH. S
“QUO VADIS HAM?” (Mendudukkan Pemahaman Mewaspadai Penyimpangan)

“QUO VADIS HAM?” (Mendudukkan Pemahaman Mewaspadai Penyimpangan)

Tsaqofah
"QUO VADIS HAM?" (Mendudukkan Pemahaman Mewaspadai Penyimpangan) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Selalu hangat untuk dibincangkan, selalu seksi untuk didiskusikan. Kehadirannya laksana pahlawan di atas pahlawan, menjadi kata tuntas untuk segala persoalan. Itulah Hak Asasi Manusia (HAM) yang sejak digelindingkannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tertanggal 10 Desember 1948 dan dikenal dengan Universal Declaration of Human Rights atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang disingkat DUHAM, telah menjadi juru penolong bagi sebahagian kalangan yang menginginkan untuk berlepas dari kemapanan. Dan prakteknya bisa menjadi kepentingan berstandar ganda (bukan sekedar digunakan untuk kepentingan positif, juga bisa pula digunakan untuk kepentingan negatif). Karenanya, perlu dic...
HAM Perspektif Islam

HAM Perspektif Islam

AKHBAR NEWS!
“HAM yang ada sekarang, lebih berpijak pada humanisme sekuler dan menjadi senjata kaum sekuler untuk mengobrak-ngabrik agama,” ujar Teten Romly Qomaruddien. Wartapilihan.com, Jakarta –Mantan Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat mengatakan, agama dapat menjadi destruktif atau konstruktif ketika dimasukkan ke dalam ranah politik. Menurutnya, agama tidak dapat digabungkan ke dalam politik, karena dapat melanggar hak asasi manusia dan memberikan diskriminasi kepada kelompok tertentu. “Misalkan, dalam hukum Islam bukan fiqih atau Al-Qur’an yang diformalkan ke dalam konstitusi, tetapi di ekstraksi menjadi Undang-Undang. Apabila kita hendak mengharamkan alkohol, bukan terletak pada hukum fiqihnya, tetapi alkohol yang tidak baik untuk kesehatan harus dikurangi. Bukan syariat Islam yang difor
Mendamaikan Perselisihan Ulama dan Umara

Mendamaikan Perselisihan Ulama dan Umara

Kebangsaan
MENDAMAIKAN PERSELISIHAN ULAMA DAN UMARA;  Itulah kesimpulan risalah 'Iedul Fithri 1438/ 2017 yang dipaparkan Allaahu yarhamh Bapak A.M. Fatwa di halaman Kampus Perbankan Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara Jakarta Pusat. Laki-laki kelahiran Bone (1939) yang dikenal dengan politisi senior ini termasuk aktivis kritis lintas zaman; mulai orde lama, orde baru hingga orde reformasi. Dedikasi politiknya dalam menyuarakan aspirasi ummat, ditunjukkannya dalam perjuangan orde-orde berikutnya di Gedung MPR-RI . Banyak karya yang diwariskannya, di samping pengalamannya yang malang melintang. Sekedar mengetahui pola pikirnya dalam bersiasat, dapat dipahami dari khutbah 'iedul fithri yang terakhirnya itu. Dengan mengambil tema: Belajar dari Perselisihan Ulama dan Umara pemilik nama Andi Mapetahang (A.M
KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF

KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF

Diraasatul Adyaan wal Firaq
KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Ada banyak aspek permasalahan [qadhaayaa], yang satu sama lain saling berkaitan dalam merubah tatanan ummat, di antaranya: 1) Aspek sosial-budhaya; salah satunya adalah maraknya kembali sekularisme, materialisme dan nativisme. 2) Aspek pendidikan; masih adanya pandangan dikotomik terhadap ilmu, antara ilmu dunia dan ilmu agama. 3) Aspek dakwah dan informasi; terjadinya rekayasa sosial, penggiringan opini dan perang media. 4) Aspek kejama'ahan dan ukhuwwah; belum optimalnya fungsi organisasi-organisasi Islam [jam'iyyah] sebagai kekuatan jama'ah yang mampu merakit, merekat dan meroketkan ummat. 5) Aspek politik; adanya penurunan kwalitas peranan politik Islam [as-siyaas...
INDONESIA BERSATU BELA PALESTINA

INDONESIA BERSATU BELA PALESTINA

AKHBAR NEWS!
INDONESIA BERSATU BELA PALESTINA,  Itulah tema besar rencana "Aksi Bela Palestina" yang digelorakan berbagai komponen ummat Islam yang siap digelar di Monas Ibu Kota Jakarta tertanggal 17 Desember 2017. Aksi besar berskala Internasional ini tidak menutup kemungkinan diikuti berbagai kalangan lintas profesi (mulai dari aliansi jawara, aliansi hukum, aliansi dokter, aliansi pengusaha, aliansi kemanusiaan dan lain-lain) di samping ormas-ormas Islam sebagai peserta pokoknya. Munasharah yang dimotori GNPF-Ulama, digaungkan oleh para tokohnya (KH. Bachtiar Natsir, Lc, MM. dan kawan-kawan) akan menjadi aksi terbesar di dunia sebagai dukungan terhadap Palestina dan bentuk penentangan atas kepongahan Donald Trump (Presiden USA) yang memutuskan sepihak terhadap Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel ...
RINDUKAN SUJUD DI SAJADAH AL-AQSHA

RINDUKAN SUJUD DI SAJADAH AL-AQSHA

Hikmah
RINDUKAN SUJUD DI SAJADAH AL-AQSHA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Dalam sebuah pertemuan ketika mabit di Mina [hari tarwiyah] tahun 2003, kafilah haji Dhuyuuf Khaadimul Haramain as-Syarifain mendapatkan pelayanan tambahan di mana setiap titik kumpul disiapkan guide [muthawwif] dari para ulama yang ditugaskan langsung oleh Kementrian Agama Kerajaan Saudi Arabia.   Di antara khidmatnya, adalah secara bergiliran ulama-ulama yang terdiri dari para dosen dan pengurus lembaga-lembaga ke-Islaman yang ada di dua tanah suci itu memberikan taujieh-taujiehnya; terutama menyangkut pelaksanaan ibadah haji, keutamaan-keutamaan amal dan pentingnya menjaga kemabruran haji.   Di sela-sela halaqah, sering kali sang muthawwif yang ulama itu memberikan kesempatan be...
BANI ISRAIL, AHLUL KITAB, IBRANI, YAHUDI DAN ZIONIST

BANI ISRAIL, AHLUL KITAB, IBRANI, YAHUDI DAN ZIONIST

Tsaqofah
BANI ISRAIL, AHLUL KITAB, IBRANI, YAHUDI DAN ZIONIST Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Sungguh fenomenal dan sangat menguras perhatian dunia, apabila mencermati sepak terjang bangsa yang satu ini dari zaman ke zaman. Banyak hal dari 'tingkah polahnya' yang menyebabkan bumi ini semakin panas, ideologi perang yang selalu dikobarkannya membuat bumi ini berdarah-darah, tak terkecuali tempat-tempat suci seperti Baitul Maqdis di Jerussalem Palestina yang tidak pernah sepi dari arogansi bangsa terkutuk ini. Noam Comsky [pengamat terorisme internasional], dengan jujur menyebut mereka sebagai "maling teriak maling". [Lihat: "Pirates and Emperors; International Terorism Real in the World", ed. terj. 1991]   Al-Qur'an mengisyaratkan, sungguh bangsa yang pernah dihinakan ...
KEBERKAHAN NEGERI SYAM DAN “BUMI PERJANJIAN TUHAN”

KEBERKAHAN NEGERI SYAM DAN “BUMI PERJANJIAN TUHAN”

Tsaqofah
KEBERKAHAN NEGERI SYAM DAN "BUMI PERJANJIAN TUHAN" Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Tidak ada yang menyangsikan, negeri Syam adalah negeri keberkahan yang ada di muka bumi. Kebaikan negeri ini menjadi symbol kebaikan penduduk bumi, keburukan negeri ini menjadi symbol keburukan penduduk bumi pula.   Negeri yang meliputi Palestina, Syria, Libanon dan Yordania dikenal sebagai bumi para nabi [diyaarun nabiyyien], tempat berkumpulnya orang-orang mulia dan ahli ilmu [markazul fudhalaa was shaalihien], tempat berkumpulnya manusia [maudhi'ul khasyr], negeri pertahanan [bilaadur ribaath] dan kiblat pertama kaum Muslimin [maudhi'ul qiblat]. Demikian Syaikh Shalih al-Munajjid memaparkan dalam kutaibatnya Thuubaa Lis Syaam.   Menurut para ahli Tafsir, inilah m...
AGAR CINTA TIDAK BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Narasi Cinta Bagi Baginda Nabi yang Mulia)

AGAR CINTA TIDAK BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Narasi Cinta Bagi Baginda Nabi yang Mulia)

Tarbiyah
AGAR CINTA TIDAK BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Narasi Cinta Bagi Baginda Nabi yang Mulia) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Setiap tiba bulan Rabi'ul Awwal, di sebahagian negeri berpenduduk Muslim (terutama di Asia Tenggara) penyambutan akan hari kelahiran Nabi akhir zaman sangat meriah. Apabila ditanya mengapa hal itu dilakukan? Maka jawabannya adalah: "karena kami mencintai Rasulullaah shalallaahu 'alahi wasallam".   Sungguh jawaban yang luar biasa, di mana kecintaan terhadap seseorang yang dicintai melahirkan sikap yang sangat penuh perhatian. Terlebih-lebih Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam mengisyaratkan: "Al-mar'u ma'a man ahabba; seseorang itu akan berkumpul (di hari kiamat) bersama yang dicintainya" (HR. Bukhari 6169 dan Muslim 2640 dari Ibnu Mas'ud ...
KHAATAMUN NABIYYIIN; KEIMANAN YANG DIGUGAT (Jawaban Bagi yang Meyakini Adanya Nabi Bayangan)

KHAATAMUN NABIYYIIN; KEIMANAN YANG DIGUGAT (Jawaban Bagi yang Meyakini Adanya Nabi Bayangan)

Aqidah
KHAATAMUN NABIYYIIN; KEIMANAN YANG DIGUGAT (Jawaban Bagi yang Meyakini Adanya Nabi Bayangan) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Pro dan Kontra masalah Ahmadiyah, kini mencuat kembali. Sekte keagamaan yang telah dihukum murtad dan keluar dari Islam oleh Organisasi Konfrensi Islam (OKI) tahun 1985, juga sebelumnya Fatwa Internasional Liga Muslim Dunia tahun 1974 dan dikembangkan oleh Majma’ Fiqih al-Islami tahun 1975 yang menyebutkan Ahmadiyah adalah agama di luar Islam. Bahkan di negara asalnya (India dan Pakistan), Ahmadiyah ditempatkan dalam kelompok minoritas non muslim, lalu fatwa tersebut diikuti negara-negara muslim lainnya, tak terkecuali di Indonesia yang diikuti ormas-ormas Islam dan lembaga-lembaga lainnya, terutama Majlis Ulama Indonesia yang telah menegaskan ke
AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN

AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN

Aqidah
AJARAN AGAMA; ANTARA YANG MENGOKOHKAN DAN YANG MEROBOHKAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Bumi ini tak akan pernah sepi dari dua kondisi yang selalu berhadapan dan saling tarik menarik; antara yang mengibarkan bendera al-haq dengan bendera al-baathil, antara yang mengajak pada terang [an-nuur] dengan yang mengajak pada gelap [az-zhulumaat], antara yang menggiring pada petunjuk [ar-rusyd] dengan yang mengajak pada kesesatan [al-ghayy], antara yang memenangkan barisan Alloh [hizbullaah] dengan yang memenangkan komplotan syaitan [hizbus syaithaan] atau antara yang mendukung kelompok kanan [ashhaabul yamiin] dengan yang mendukung kelompok kiri [ashhaabus syimaal]. Demikian Alloh Jalla Jalaaluh menuturkan bentangan ayat-ayatNya.   Sunnatullah ini diisyaratkan Ras...
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

Kebangsaan
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN Notulen: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Senang rasanya dapat menyaksikan kekompakkan semua elemen ummat Islam dari berbagai ormas dan gerakan dakwah dapat hadir dalam menyokong komitmen kebangsaan MUI dan responsif atas keprihatinan terhadap berbagai masalah keummatan dan kebangsaan. Dalam bingkai dasar negara Pancasila dan NKRI, tanggung jawab terhadap agama (mas'uuliyah dieniyyah) dan tanggung jawab kebangsaan (mas'uuliyah wathaniyyah) sudah terpenuhi di dalamnya sebagai pengejawantahan hiraasatud dien wa siyaasatud dunyaa, artinya bagaimana nilai-nilai agama dapat dipelihara dan urusan-urusan dunia dapat diatur dengan baik. Demikian pula dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika, bahwa kemajemukan yang baik adalah kemajemukan yang berjalan di atas kese...
DARI BEDAH BUKU “SETENGAH ABAD DEWAN DA’WAH” UNTUK UMMAT DAN BANGSA

DARI BEDAH BUKU “SETENGAH ABAD DEWAN DA’WAH” UNTUK UMMAT DAN BANGSA

Da'wah
DARI BEDAH BUKU "SETENGAH ABAD DEWAN DA'WAH" UNTUK UMMAT DAN BANGSA Moderator: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Bedah buku bertajukkan "Setengah Abad Dewan Da'wah Berkiprah Mengokohkan NKRI" digelar di aula Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Tiar Anwar Bachtiar, (Doktor sejarah UI, PP. Persatuan Islam) sebagai penulis buku tersebut menuturkan: "untuk meluruskan sejarah di tanah air, perlu adanya penulisan historiografi dakwah" agar ummat dan bangsa mengenal peran dan sepak terjang para pendahulu yang sesungguhnya agar tidak menciderai sejarah, di mana perjuangan mereka sangat nyata dalam "memperkasakan" NKRI. Menurut H. M. Fu'ad Nasar (pemerhati dakwah Baznas), "gerak dakwah Dewan Da'wah tidak bisa dilepaskan dari tokoh-tokoh pendirinya yang Masyumi", yang dengan gigih dan cerd...

This site is protected by wp-copyrightpro.com