MUKHAYYAM SANTRI PESANTREN PERSATUAN ISLAM

MUKHAYYAM SANTRI PESANTREN PERSATUAN ISLAM

Kesibukkan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sudah mulai ramai dalam tiga sampai lima bulan belakangan ini. Secara maraton para “pendekar pendidikan” pun bersambung aktivitasnya untuk menyiapkan segala sesuatu yang menjadi persiapannya. Tak terkecuali Pesantren Persatuan Islam di mana pun berada di seluruh pelosok tanah air (baik pesantren besar, pesantren sedang dan pesantren kecil) dihadapkan dengan perhelatan yang ada.

Salah satu tradisi baik yang perlu dilestarikan adalah memberikan pembekalan (tazwied) dan penguatan (tautsieq) semangat mencintai ilmu, membentuk karakter, membajakan mental dan meluruskan cita-cita. Terutama bagi bagi pesantren yang telah memiliki tingkat Mu’allimien (‘Aliyah/ SLTA).

Sebagai contoh, perkemahan (mukhayyam) dua hari yang diadakan oleh Pesantren Persatuan Islam Banjaran Bandung di kawasan Situ Cileunca Pangalengan Bandung. Dengan amanah menyampaikan materi, penulis menyajikan: “Urgensi Bai’at Santri dalam Penguatan Jihad Tarbiyah”.

Untuk mengantarkan diskusi santri, beberapa kisi-kisi pun menjadi bagian tak terpisahkan untuk disiapkan agar semakin hangatnya medan pelatihan. Di antara kisi-kisi itu adalah sebagai berikut:

A. Makna Bai’at
1. Transaksi (mubaaya’ah)
2. Sumpah setia (iqraar)

B. Landasan Wahyu, Sierah Nabawiyyah dan Sierah Para Penakluk

C. Bagaimana Para Ulama dan Cerdik Pandai Menuntut Ilmu?

D. Ragam Bai’at;
1. Bai’at kepatuhan dan ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla
2. Bai’at perjuangan di jalan Allah ‘azza wa jalla
3. Bai’at khilaafah (kekuasaan)
4. Bai’at kesungguhan (termasuk bai’at santri/ siswa)

E. Urgensi Bai’at Santri
1. Meluruskan jarum niat dalam belajar (tautsiequn niyyat)
2. Memantikkan kesungguhan (tautsiequl mujaahadah)
3. Menguatkan cita-cita (tautsiequl himmah)
4. Pengokohan warisan nilai (tautsiequl qiemah)
5. Pemetaan aplikasi di lapangan (tautsiequl harakah wal ‘amal)

F. Syarah Bai’at Santri Pesantren Persatuan Islam (mengurai kembali tafsier bai’at yang secara rutin diikrarkan sebelum memulai pembelajaran):

1. Ubaayi’u ustaadzie; Aku berjanji (karena Allah ‘azza wa jalla) kepada guruku
2. An uthie’a ustaadie; Aku akan patuh taat kepada guruku
3. An abirra waalidayya; Aku akan selalu berbuat baik kepada kedua orang tuaku
4. An ajtahida biikhlaashin; Aku akan bersungguh-sungguh dengan dengan penuh ikhlas
5. An aqra’al qur’aana kulla yaumin ; Aku akan selalu membaca Al-Qur’an setiap hari
6. An laa akdziba; Aku tidak akan berdusta
7. An laa atakhaashama; Aku tidak akan bertengkar (atau menebar permusuhan)
8. An laa ahqira ahadan; Aku tidak akan merendahkan orang lain
9. An laa adkhina; Aku tidak akan merokok
10. An laa ubdiya zienatie illaa maa zhahara minhaa; Aku tidak akan menampakkan perhiasanku kecuali apa yang tampak
11. An atrukal fawaakhisa maa zhahara minhaa wa maa bathana; Aku akan meninggalkan perbuatan keji, baik yang tampak atau pun yang tersembunyi
12. Maa yakuunu min najwaa tsalaatsatin illaa huwa raabi’uhum; Tidaklah berkumpul tiga orang, melainkan Dia (Allah) yang keempatnya
13. Wa laa khamsatin illaa huwa saadisuhum; Dan tidaklah berkumpul lima orang, melainkan Dia (Allah) yang keenamnya
14. Wa laa adnaa min dzaalika wa laa aktsara illaa huwa ma’ahum ainamaa kaanuu; Dan tidaklah berkumpul lebih kecil atau lebih banyak dari itu, melainkan Dia (Allah) bersama mereka di mana saja mereka berada

G. Himmah Perjuangan dalam Tarbiyah
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullaah berkata: “Kalaulah ada jihad yang lebih dahsyat dari memanggul senjata di medan laga, mengusir musuh di medan tempur, itulah jihad tarbiyah yaitu belajar dan mengajarkan ilmu”. Demikian diungkapkannya dalam Miftaahu Daaris Sa’adah atau Kitaabul ‘Ilmi; Fadhluhu, Ahkaamuhu wa Adaabuhud”

H. Rabbie zidnie ‘ilman warzuqnie fahman … Allaahumma faqqihnie fied diin; Yaa Tuhanku tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah anugerah kepahaman … Yaa Allah pahamkan aku (dengan benar dan mendalam) dalam memahami agamaku. Aamiin *
______
✍ Penulis sampaikan dalam mukhayyam “Tazwiedu wa Tautsiequl Himmah” Pesantren Persatuan Islam Banjaran Bandung di Kawasan Situ Cileunca Pangalengan Jawa Barat (Senin pagi, 09/ 07/ 2018)

Print Friendly, PDF & Email
News Reporter

2 thoughts on “MUKHAYYAM SANTRI PESANTREN PERSATUAN ISLAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by wp-copyrightpro.com