JUM’AH DAN RELAKSASI DZULHIJJAH; UPAYA PULIHKAN STAMINA IBADAH

JUM’AH DAN RELAKSASI DZULHIJJAH; UPAYA PULIHKAN STAMINA IBADAH
Oleh:
H.T. Romly Qomaruddien, MA.

Hari jum’ah kembali menyapa, dengan rutinitas ibadah di dalamnya ia datang tepat waktu mengajak kita semua untuk merunduk, bermunajat, bertadabbur dan menghadap Rabbul ‘Aalamiin.

Sebagaimana sabda Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wa sallam yang menuturkan: “Antara shalat yang satu dengan shalat lainnya (shalat fardhu), antara jum’ah yang satu dengan jum’ah lainnya, antara ramadhan yang satu dengan ramadhan lainnya dan antara ‘umrah yang satu dengan ‘umrah lainnya dapat menghapus kesalahan selama tidak terjerumus dosa-dosa besar” (HR. Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anh)

Alangkah utama dan mulianya amal-amal tadi, termasuk amalan jum’ah yang tengah kita bincangkan. Hal ini sudah diketahui banyak para ulama dan dikuatkan nash-nash lainnya: “Siapa yang mandi (pada hari jum’at), kemudian datang menghadiri tempat berjama’ah, Lalu melakukan shalat (sunnat) semampu yang ia dapat hingga imam selesai dari khutbahnya, dan ia pun shalat bersamanya (bersama imam), maka ia akan diberi ampunan antara jum’ah dengan jum’at yang akan datang dan ditambah tiga hari” (HR. Muslim no. 1424 dari shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anh).

Dzulhijjah dengan keutamaan hari-harinya; amalan sepuluh hari awwal, shaum ‘arafah, shalat ‘iedul adhha, penyembelihan hewan qurban hingga tiga hari setelahnya (tasyrieq) dan rangkaian ibadah haji dengan segala ikhtilaf syar’i yang ada di dalamnya membuat jum’ah kali ini lebih terasa sebagai relaksasi untuk mengukuhkan kembali amalan ummat dan menyejukkan hati kaum Muslimin dalam menjalankan syari’atNya.

Keagungan bulan ini, masih dapat kita rasakan di mana dzikrullaah di tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah berupa alunan Allaahu Akbar … Allaahu Akbar … Laa Ilaaha illallaah … Wallaahu Akbar … Allaahu Akbar … Walillaahilhamd … masih terdengar bersahut-sahutan di mesjid-mesjid bakda shalat fardhu mengagungkan betapa besarnya Allah ‘azza wa jalla, tiada sekutu bagiNya dan segala pujian hanya diserahkan untukNya.

Semoga jum’ah yang mulia ini, semakin menambahkan berkah dan maghfirahNya, serta menjadi upaya dalam memulihkan stamina ibadah kita terhadapNya … Allaahumma faqqihnaa fied diin … Aamiin yaa Mujiebas saailiin.
________

Penulis adalah: Pengasuh Kajian di www.madrasahabi-umi.com

Print Friendly, PDF & Email
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by wp-copyrightpro.com