Jumat, November 15News That Matters

Bulan: November 2018

APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH

APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH

Parenting
APAPUN PROFESI KITA BEKERJA ADALAH IBADAH DAN AMANAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. A. Iman dan Amal Shalih Landasan Profesionalisme Kerja 1. Mendapatkan kemenangan yang nyata Dalam al-Qur’an kita jumpai bimbingan dan arahan seperti ini: فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmatNya. Itulah kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Jatsiah/ 45: 30). 2. Dipuji Allah 'azza wa jalla sebagai khairul bariyyah Manusia beriman dan bekerja dengan baik, sehingga melahirkan banyak karya besar yang bermanfaat bagi sesamanya. Mereka itulah "sebaik-baiknya makhluq." إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُو
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

Da'wah
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Terwujudnya sebuah tujuan (maqaashid), sangat tergantung kepada perantara tujuan itu (wasaail). Dalam logika da’wah, di dalamnya mengandung pengertian: “Keberhasilan sebuah usaha da’wah sangat ditentukan oleh strategi fiqih da’wah itu sendiri.” Sekalipun bukan harga mati, paling tidak mendorong bagi pelaku da’wah untuk melakukan persiapan yang lebih maksimal agar tujuan da’wah dapat tercapai tanpa menafikan kehendak (iraadah) yang Maha Kuasa. Makanya, diperlukan peningkatan kemampuan untuk memahami segala perbedaan tingkatan aqal, karakter, wawasan dan lainnya, terutama mengenai pribadi da’i sebagai subjek da’wah dan kehidupan da’wah itu sendiri sebagai objeknya.(Fathi Yakan, Al-Istii'aab fî Hayaatid D
USTADZ AHMAD NAJIYULLAH YANG ADINDA KENAL

USTADZ AHMAD NAJIYULLAH YANG ADINDA KENAL

AKHBAR NEWS!
USTADZ AHMAD NAJIYULLAH YANG ADINDA KENAL Oleh: Ketua Bidang Pendidikan dan Ilmiah KM-LPDI Jakarta Tepatnya tahun 1993-1994, adinda masih duduk di semester 2 Lembaga Pendidikan Da'wah Islam (LPDI) Jakarta, sebuah masa yang adinda rasakan banyak kenangan manisnya. Walau sedikit ada pengalaman pahit, namun kenangan manisnya jauh lebih banyak in syaa Allah. Sebuah masa yang sedang-sedangnya dahaga jiwa membutuhkan hikmah, yaitu ilmu dan pengalaman di mana menyadap ilmu para senior menjadi kebutuhan yang diburu. Dengan mengucap rasa syukur, adinda masih dipertemukan dengan muharrik-muharrik da'wah yang luar biasa semangatnya (tanpa menyebutkan satu persatu). Barisan senior yang tidak asing lagi, hampir ustadz-ustadz yang terlibat mengajar di kampus perjuangan Kramat dengan spesifikasi ...
MENGAWALI DAN MENGAKHIRI HIDUP DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAAH

MENGAWALI DAN MENGAKHIRI HIDUP DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAAH

Aqidah
MENGAWALI DAN MENGAKHIRI HIDUP DENGAN LAA ILAAHA ILLALLAAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Tauhied dan Alam Rahim Sejak anak manusia diproses dan dicipta; mulai dari air hina yang memancar, kental dan bercampur (maain mahienin, maniyyin tumnaa, nuthfatin amsyaajin), berproses menjadi segumpal darah ('alaqah), berubah menjadi daging (mudhghah), lalu Allah 'azza wa jalla menjadikan daging membungkus tulang (fakasaunaal 'izhaama lahman), dan berlanjut diciptakan yang lainnya teriring ditiupkannya ruh di alam rahim seraya menyodorkan pertanyaan tauhied "Apakah Aku ini Tuhan kalian?" Semua manusia (di alam rahim) menjawabnya: "Benar, Engkau adalah Tuhan kami." Firman Allah 'azza wa jalla dalam QS. Al-A'raaf/ 7: 172 وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُ
SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR’ANIC PARENTING: “MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK”

SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR’ANIC PARENTING: “MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK”

Tarbiyah
SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR'ANIC PARENTING: "MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK" Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Alhamdulillaahil ladzie bini'matihi tatimmus shaalihaat ... wa ba'du: Gembira rasanya, dalam kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam rangka membincangkan satu pembahasan, "proyek raksasa" yang sangat penting. Mengapa sangat penting? Karena kita akan menyiapkan anak-anak kita benar-benar sebagai anak yang layak hidup di zamannya. Marilah kita berpikir 10, 20, 30, 40 bahkan 50 tahun ke depan. Akankah anak-anak kita mampu menjadi pemimpin? Pemimpin bagi dirinya, pemimpin bagi lingkungan keluarganya, pemimpin bagi masyarakatnya, pemimpin bagi bangsanya dan pengawal bagi agamanya. Al-Qur'an yang mulia, banyak mengisyaratkan adanya berbagai...
RUUHUL JIHAAD; ‘IBRAH MENUMBUHKAN GHAIRAH AKTIVIS SHAHABAT RASUL

RUUHUL JIHAAD; ‘IBRAH MENUMBUHKAN GHAIRAH AKTIVIS SHAHABAT RASUL

Tsaqofah
RUUHUL JIHAAD; 'IBRAH MENUMBUHKAN GHAIRAH AKTIVIS SHAHABAT RASUL Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Kita mulai dengan penggalan qisshah aktivis mujaahid shahaabat 'Abdurrahman bin 'Auf radhiyallaahu 'anh yang menuturkan ceritanya, menurutnya: “Aku pernah berada di suatu barisan dalam perang Badar, tiba-tiba dari samping kanan dan samping kiri ada dua anak muda. Aku merasa tidak begitu nyaman dari keduanya, tiba-tiba salah satu dari keduanya berbisik padaku dengan merahasiakannya dari orang lain. Wahai paman, perlihatkanlah padaku yang mana Abu Jahal itu? Saya pun (kata 'Abdurrahman) spontan menjawab: Wahai anak saudaraku, apa yang akan engkau lakukan kepadanya? Ia menjawab: Saya telah berjanji kepada Allah, jika saya melihatnya, maka saya akan membunuhnya atau saya mati untuk itu. Dem

This site is protected by wp-copyrightpro.com