Jumat, November 15News That Matters

Bulan: Desember 2018

MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

Tarbiyah
MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA Seputar Talaqqi Syaikh Banyak yang bertanya, apakah yang dimaksud dengan manhaj talaqqi dan bagaimana konsep menuntut ilmu yang seharusnya di era sekarang?. Ada yang mewajibkan tetap mesti talaqqi, bahkan tidak sedikit yang "mengharamkan" dan tidak mau mengambil ilmu kalau bukan karena talaqqi atau "sembarangan" mengambil ilmu kepada orang yang tidak bertalaqqi. Ada pula yang menilai, bahwa talaqqi merupakan methode yang pernah ada dalam sejarah intelektual Islam. Apabila dikaitkan dengan perkembangan hari ini, tentu saja pemaknaan terhadap metode ini menjadi berkembang. Secara maknawi, talaqqi memiliki pengertian "saling bertemu", maksudnya mengambil ilmu langsung dari guru. Dik...
KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID

KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID

Aqidah, Uncategorized
KEMBALI KEPADA AQIDAH TAUHID Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Allah 'azza wa jalla berfirman dalam kalamNya: ... يَقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُه ُ... "Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya." (QS. Al-A'raaf/ 7: 59, 65, 73, 85) Seruan tersebut disampaikan oleh Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Syu'aib dan para Nabi 'alaihimussalaam lainnya kepada kaumnya masing-masing. Demikian pula Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam; 13 tahun lamanya menyeru kaumnya di Makkah, mengajak bertauhid dan meluruskan aqiedah mereka. Hal ini dilakukan semata-mata karena tauhid merupakan asas utama dalam menegakkan agama (iqaamatud dien). Sungguh para penyeru da'wah (du'aat) hendaknya mengutamakan "da'wah Tauhid" dan membenahi
KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama

KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama

Tsaqofah
KRITIK ULAMA MU'TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa'ad bin Hariz al-Zar'iy ad-Dimasqi Abi Abdillah Syamduddin lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah putra seorang 'alim yang menjadi dewan kurator (al-Qayyim) Madrasah Damsyiq di Jauziyyah. Karena itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Beliau lahir di desa Zar'i (propinsi Huran) tanggal 7 Shafar 691 H./ 1292 M. dan wafat pada malam Kamis, 23 Rajab 751 H./1350 M. Kepiawaiannya dalam hal ilmu tidak diragukan lagi. Menurut Syaikh Bakar bin Abdillah Abu Zaid dalam karyanya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah; Hayaatuhu, Atsaaruhu, Mawaariduhu, lbnu Qayyim telah menulis buku sebanyak 96 buku. Di an...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-6) Seperti menyelam di telaga ... segenap hurup basah dalam utas do'a Lindap di celah lidah ... dalam nafas menghela harap Senyap di sayup riak ... dengarkan kalimat qalbu yang tak pernah dapat ditampung halaman buku Hidup adalah nafas ... mengubah udara yang kita hirup ... menjadi rasa syukur seumur hidup Alhamdulillaah 'alaa kulli haal ... Sepanjang rinai ... Ceruk matamu memilin kenang Sembari sesekali mengetuk pintu yang berkarat di garis ufuq ini ... cerita berakhir sudah Pohon rindang berbisik geligahi telinga Meraba rasa Memilih aksara di genang rindu Kusukai suara hujan menderai renyah dawaimu Merdu merayu ... Violin selalu temani temaram jiwa Tak usahlah beranjak di beranda ini kawan Tak usahlah tanganmu ge...
KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA

Uncategorized
KIAT PRAKTIS MEMELIHARA KETEGUHAN BERAGAMA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Zaman Fitnah adalah zaman yang penuh dengan ujian, malapetaka, huru-hara, kegaduhan, hingga serangan dahsyat pemikiran. Bertubi-tubinya deraan yang menghantam, bisa mengakibatkan terjadinya banyak kegundahan dan keraguan, termasuk meragukan cara pandang beragama. Suasana yang tidak dapat dipungkiri, zaman pancaroba terkadang bukan hanya membiaskan akal sehat, namun dapat mengikis dinding-dinding keyakinan. Merobohkan bangunan nalar, dan bahkan menghempas jauh dari nurani tersembunyi sekalipun. Mana pandangan biasa dan mana hasil ijtihad, begitu sulit dipilih dan dipilah, dicerna dan ditangkap maknanya, terlebih bagi mereka yang mengabaikan ilmu. Maka dengan berpegang pada ilmu itulah menjadi salah satu kia...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-5) Samudera adalah tampian hati Saat jiwa berserak menapak lara Bukankah peluk wibawa Memberi kharisma yang berbeda Di saat membuih amarah Jadilah samudera Melapang ... melenggang Seperti lanscap yang tak digiring ombak murka Damainya ada di genggaman ... tenangnya ada di naluri Piranti kasih ... saling menyayang Tanggalkan semua lukamu dalam lirih Kuntum membuka pagi Membiarkan sisa hujan tadi malam Membaur embun Menari riak ... Hidup butuh kehidupan Mengeja saat mengaji hari Berharap ada bunga yang bisa dipetik Bisikan bisu nurani Tentang rindu ... Sepikul gumam ... Sejinjing tali batin ... Setandan doa ... Kupikir ini indah Ada saat memilah Jeda terkadang amuk rasa Di tuas karat pintu yang pernah t...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-4) Ketukan itu membuat ritme indah mendawai sukma ... aku ingin rinai kembali damaikan hati Merintis lagi sepenuh kebeningan jiwa ... riuhnya indah mainkan nada Aku ingin pulang ke ranah lama ... saat kasih sayang penuh merengkuh jiwa Aku ingin panggilan itu ... membersamai sahabat dalam pengabdian yang sangat Aku hanya rindu itu ... ketulusan mengabdi yang hakiki Ranahku .... kini aku datang kembali ... Allaahumma ikhtimnaa bil husni .... wakhtimnaa bis shaalihaati Ngarai mengapit alur sungai menuju muara Sauh mengayuh sampan menuju tepian nan tak berujung Jauh di ufuk ... kentara jelajah batas pandang dalam bias mulai menjingga Menderai kabut ... menyaput mega ... menghalau galau di batas senja Gelisah yang menggeligah ....
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

Tarbiyah
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Secercah Iftitah Renungan Sejarah "Sungguh telah berlalu pengalaman ummat sebelum kalian; maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat yang dialami oleh orang-orang yang suka mendustakan." (QS. Ali Imraan/ 3: 137) Firman Allah 'azza wa jalla yang mulia ini mengisyaratkan pada kita bahwa dalam perjalanan (sunanun, bentuk jamak dari sunnatun) kita ini tidak lepas dari pembabakan sejarah. Ada generasi terdahulu (mutaqaddimien), ada pula generasi belakangan (muta'akhirien) atau kontemporer (mu'aashirien). Dalam bahasa para ulama, ada generasi salafiyyien, ada pula generasi khalafiyyin. Artinya adalah ada generasi masa silam dan ada ju...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3)

Uncategorized
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-3) Jentikkan lentera itu ... sahabat Goresanku adalah riuh nadiku dalam ujud tak kentara Terkadang persahabatan butuh pengorbanan ... butuh pengertian ... butuh kesan yang mendalam Goresanku adalah untaian kata yang asah mata hati agar tak lagi berkarat Kuingin hidup lebih bermakna tak hanya menunaikan apa yang sudah tertulis ... Ada rasa warnai labirin hidup yang penuh liku Jentikkan lentera itu ... bahwa hidup butuh kehidupan Ada sahabat yang faham akan harapan ... Ada sahabat pilin indahnya piranti ... Bahwa kasih sayang bukanlah hal yang ma'ashi ... jika dihidupkan ruh tazkiyah di dalamnya ... Ada sahabat jinjing tali batin ... bahwa semua butuhkan perjuangan untuk dapat memahami ... tidak takut ada cela di semua sela ...
AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

Tsaqofah
AL-'IBRATUL 'UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Secara umum, Al-Qur'an telah membentangkan betapa Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam seorang manusia yang memiliki keagungan akhlaq (khuluqin 'azhiem) yang dengannya itulah mengantarkan dirinya memiliki keteladanan yang paripurna (uswatun hasanah). Allah 'azza wa jalla berfirman: وانك لعلى خلق عظيم "Dan sesungguhnya engkau [Muhammad] memiliki akhlaq yang agung" (QS. Al-Qalam/ 68: 4) لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة ... "Sesungguhnya pada diri Rasulullaah ada suri tauladan yang baik bagimu ... " (QS.Al-Ahzaab/ 33: 21) Banyak tafsir dalam memaknai suri tauladan Rasulullaah, baik dari sisi pedoman hidup (minhaajan, manhajan), kesungguhan dalam men
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-2)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-2) Kuketuk pintu berkarat usang Tuasnya geregas memamah waktu Kuingin hanya sekedar suara yang lama tak kudengar Sahabat lama yang sudah tak pernah ada kabar Baiknya tak kentara dalam nafas sengalmu Kawan ... berapa jeda kan kau hapus jejak itu dalam sua Rindu bayangmu kawan Ruhmu selalu mengembara di benak Rindu mewarna semua sedan yang menyembab Kawan ... jangan lupa kita pernah bertali kelindan Menjinjing batin yang menali setandan harap Aku rindu hilang bertahun-tahun lalu Jangan, kau usai ... Untuk semua sahabat yang pernah menambat dulu Tak kan pernah usang persahabatan kita Kawan, di manakah ... Siapa pun dirimu ... Ruh kita bertemu sudah ... kami butuh hadirmu ... (Diadaptasi Oleh: TenRomlyQ dari "Jentikan Jema...
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

Hikmah
BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-1) Seperti selaksa cahaya Ia datang tanpa dipaksa Seperti seantero jagat melanglang angan Ia pun datang tanpa dirunding Hanyasanya Saat hati bicara Tak butuh kata dan aksara Diam saja cukup menjadi saksi Ada banyak tanya Tak ada jawab Ada banyak rasa Tak ada firasat Bahwa ... hidup butuh kehidupan Dalam resonanse harmoni Berdoa sajalah Sejatinya peluh kan sirna dengan sendirinya Karna kita punya sumber mata air jiwa Yang kan meluruh semua noda Dalam doa segala doa Pertanyaan yang hiba memaksa untuk menulis Ada kata yang singgah di benak Kekuatan cinta dan rasa percaya Dari teman sebaya Mengingat hati ... mata ... jiwa ... saling bicara Untuk mengubah peduli menjadi cinta sejati Saat menikmati kesadaran batin...
AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA

AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA

Uncategorized
AKU INGIN MENJADI ANSHAAR JUGA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Menjadi penolong agama Allah, merupakan cita-cita semua orang beriman; mulai zaman para Nabi terdahulu, hingga Nabi akhir zaman. Mulai dari para shahabat, taabi'ien, hingga manusia-manusia pilihan yang hidup setelah mereka. Mereka disebut Hawaariyyuun, terkadang disebut juga Ashhaabun, atau mereka pun terkadang dipanggil Anshaar. Ketiga-tiganya saling terkait, hal ini menggambarkan betapa mereka itu orang-orang bersih dan terpilih (akhlasha wa ikhtayara), di samping berjiwa penolong (naashir) dan menjunjung tinggi pertemanan (shaahib). (Lihat: Ibrahim Musthafa dkk., Al-Mu'jamul Wasieth, tp. thn: hlm. 205). Dalam QS. As-Shaff/ 61: 14 Allah 'azza wa jalla berfirman: "Wahai orang-orang beriman, jadilah kalian penolon...
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

Tsaqofah
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR'AN, BIBLE DAN SEJARAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Tepatnya tahun 1418 H., 22 tahun yang lalu, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jakarta Raya bersama Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI) Jakarta menyelenggarakan Seminar Sehari terkait Sejarah Kelahiran Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam. Adapun para pemateri yang dihadirkan, tiga da'i senior Dewan Da'wah yang piawai di bidangnya; Rifyal Ka'bah, MA. (Pakar Studi Islam, waktu itu belum Prof. Dr.), KH. Drs. Ramly Nawai (Kristolog, Dosen senior IAI Al-Ghuraba Jakarta) dan KH. Drs. Moh. Nabhan Husein (Dosen senior LPDI Jakarta, Pendiri Majlis Tafsir Indonesia). Kini ketiganya, telah berpulang ke rahmatullaah. Semoga Allah 'azza wa jalla menempatkan mereka pada maqaaman mahmuudan-...
BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

AKHBAR NEWS!
BUKU "MEMULIAKAN BENDERA TAUHID" DIBEDAH Menyongsong Reuni 212 pada hari Ahad, 2 Desember 2018, Madrasah Ghazwul Fikri menggelar bedah buku. Sebagai Keynote Speak, KH. Abdul Wahid Alwy, MA. (Musyrief Mafatiha Dewan Da'wah) menyebutkan bahwa: "Tidak ada persoalan di dunia ini, melainkan kembali pada Laa ilaaha illallaah." Sementara Drs. H. Syamsul Bahri Ismail, MH. (Sekretaris Mafatiha) yang mewakili Tim Penulis menuturkan: "Kedudukkan liwaa' dan raayat mesti didudukkan dalam bab tersendiri seperti halnya para fuqaha menuliskan bab-bab fiqih." Hal ini menunjukkan betapa urgentnya bab ini. Sedangkan KH. Dr. Jeje Zainuddin (sebagai Pembanding) memaparkan temuannya, "Bahwa liwaa' dan raayat, bisa bermakna haqiqi dan majazi; yakni fisik bendera dan makna lain seperti halnya komitmen da...

This site is protected by wp-copyrightpro.com