MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH

MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH;

Demikian tema FGD yang digelar Bidang Pengembangan Dakwah & Kajian Pemikiran Islam (PDKPI) PP. PERSIS, dengan menghadirkan Dr. Lathif Awaluddin (STAIPI Bandung) dan H.T. Romly Qomaruddien, MA. (Anggota DH/ Komisi ‘Aqiedah). Pemateri pertama menegaskan, bahwa tashawwuf sebagai disiplin ilmu substansinya adalah “memelihara kebersihan jiwa”, karena itu dirinya mengakui bahwa adanya neo sufisme, atau lebih populer dengan tashawwuf populis. Sementara pemateri kedua menuturkan, dalam pandangan ulama dan mayoritas peneliti, tashawwuf dalam perkembangannya cukup beragam; tashawwuf sunni, tashawwuf salafi, tashawwuf falsafi dan tashawwuf ‘amali. Namun demikian, baik istilah tashawwuf atau pun shufi , keduanya tidak memiliki kejelasan asal usulnya, bahkan beberapa ajarannya dinilai bukan dari ajaran Islam. Adapun sikap zuhud, wara’, akhlaq mulia dan amalan hati yang baik merupakan bagian dari tazkiyatun nafs. (TRQ, Masjid Viaduct, 29/12/18)

Print Friendly, PDF & Email
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by wp-copyrightpro.com