Jumat, November 15News That Matters

Bulan: Mei 2019

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

Tarbiyah
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam ber
KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH PERADABAN RISALAH 'IEDUL FITHRI 1440 H. "MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH" (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ikhwâni fid dîn A’azzakumullâh ... Saudara-saudara … kaum muslimin yang berbahagia, Patut disyukuri di pagi yang cerah ini, diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan Takbir, Tahlil dan Tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah ‘Azza wa Jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia da
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN?

Hikmah
ADA APA DENGAN USIA 40 TAHUN? Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Umur geus aya nu ngatur, napas geus aya nu ngalas ..." Demikianlah petuah orang toea doeloe warga priangan ketika mereka menasehati siapa pun yang dicintainya dalam mengingatkan usia. Nasihat ini mengingatkan kita pada bentangan sabda baginda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam dalam hadits-hadits peringatannya, baik peringatan baik atau peringatan buruk (al-wa'd wal wa'îd). Di antara sekian peringatan, adalah terkait kisaran usia ummat manusia, yakni ummat Rasûlullâh itu sendiri. Beliau bertutur: أعمار امتي ما بين ستين و سبعين و أقلهم لا يجوز ذلك "Usia ummatku dalam kisaran 60 hingga 70 tahun tidak melebihi dari usia itu." (HR. Al-Bukhâry dan Ibnu Mâjah dari shahabat Abu Hurairah radhiyallâhu 'anh) Lal
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

Tarbiyah, Uncategorized
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tiada bulan yang lebih mulia selain bulan ramadhan; Bulan yang sejak diturunkannya kewajiban shaum benar-benar memiliki panduan apik dengan karakteristik seruannya yang khas. Karena keunggulannya itu, maka bulan ini pun diberi gelar induknya semua bulan (sayyidus syuhûr). Diawali dengan panggilan baik nan indah (husnun nidâ) يا أيها الذين آمنوا yang menunjukkan bahwa objek yang diseru, bukanlah manusia sembarangan, melainkan orang-orang beriman. Berikutnya disodorkankan pula penggalan informasi pengalaman perjalanan ummat masa lampau yang juga sama-sama menunaikan shaum, terwujud dalam kalimat كما كتب على الذين من قبلكم. Lalu ayat pembuka ini pun ditutup dengan kalimat penutu
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

Tarbiyah
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah tak ada aral melintang, dalam hitungan hari dan jari kita, dua hari ke depan kita akan kembali dipertemukan dengan tamu yang sangat hebat (haibah). Yakni tamu agung ramadhan yang telah banyak mengantarkan kaum Muslimin ke gerbang kemenangan dan kejayaannya sepanjang bentangan sejarah. Tamu agung itu, selalu datang tepat waktu, selalu sesuai dan menemukan momentumnya. Hadir di tengah-tengah ummat yang menantikannya, selalu dirindukan kehadirannya. Sungguh tamu yang agung, tamu yang membawa multi kemanfaatan dan multi kemashlahatan. Fîhi manâfi' wa fîhi mashâlih, demikian Ar-Râghib al-Ashbahany melukiskan dalam _Al-Mufradat_-nya. Inilah hakikat sabda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihiwa sallam yang menuturkan
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

Tarbiyah
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Shaum adalah kata Arab yang mengandung makna amsaka (artinya: bertahan). Maksudnya "Menahan makan dan minum dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan diiringi niat." (Ibrâhim Musthafa, Mu'jamul Wasîth, hlm. 529) Dikatakan pula, maknanya berhenti. Apabila dikatakan shâma ar-rîh (artinya: angin itu berhenti), shâmat as-syams (matahari berhenti di tengah-tengah), atau shâma al-fars (kuda itu enggan melakukan perjalanan). Termasuk makna shaum, adalah berhenti bicara sebagaimana dijelaskan Al-Ashbahâny dalam Mufradât-nya. Dalam pengertian syara', Imam As-Shan'any menuturkan: "Menahan diri dari makan dan minum serta bersebadan di siang hari dan lain-lain sesuai pertimbangan syara' (
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

Tarbiyah
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara keberkahan ramadhan, adalah spiritnya yang tidak lekas sirna dari ingatan dan punah begitu saja dalam catatan sejarah. Ada sederet data yang bisa dilacak dan fakta yang bisa menguatkan, betapa agungnya ramadhan, bulan penuh berkah yang memerdekakan dan membebaskan manusia dari segala bentuk penjajahan. Lintasan peristiwa sepanjang sejarah ramadhan, tidak sekedar terkait dengan wahyu-wahyu yang turun; baik Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an, bahkan shuhuf Ibrahim pun turun di bulan mulia ini. Demikian pula dengan turunnya kewajiban shalat lima waktu, shaum wajib ramadhan dan zakat fithri, terjadi berdekatan di bulan ini juga. Terlebih berbagai peristiwa heroik yang membuat jiwa ini selalu bergelora. Adapun beberap...
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam melakukan kajian apa pun, mengedepankan landasan teologis dan ideologis merupakan pendekatan yang harus dijadikan pijakan. Terlebih dalam mengkaji dan meneliti sebuah ajaran atau gerakan pemikiran. Di antara ayat Al-Qur'an yang sering dijadikan pijakan adalah: “Dan Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.”(QS. Al-An’âm/ 06: 153) Al-Hâfizh Imam Ibnu Katsir menukilkan riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Mas’ud radhiyallâhu 'anh yang menceritakan bahwa Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam membuat garis lurus dengan tangannya, seraya berkata: “Had
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

Tarbiyah
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ramadhan kariem ... Ramadhan mubaarak ... Ramadhan syahrun 'azhiem ... Ramadhan bulan mulia Ramadhan bulan berkah Ramadhan bulan penuh keagungan. Ibnu Manzhur (seorang pakar bahasa), menguraikan bahwa kata "berkah" (barakat) sepadan dengan kata "birkah, artinya kolam" (birkat). Dari sekian nama-nama kemulian ramadhan, bulan berkahlah yang mewakili semuanya. Yang pertama mengandung makna "tetapnya anugerah/ kebaikan Allah" (tsubuutul khairil Ilaahy), sedangkan yang kedua bermakna "tempat bermuaranya air dari parit-parit" (maudhi'ul maa'i). Dikatakan ramadhan bulan berkah, laksana kolam yang mengalir padanya "parit-parit kebaikan", sehingga di situlah tempat berkumpulnya beragam kebaikan dan beragam...

This site is protected by wp-copyrightpro.com