Senin, Desember 9News That Matters

Bulan: Juni 2019

“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

Tarbiyah
"NYOROG ELMU ATIKAN" (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Hari-hari bulan syawwal masih diselimuti suasana mudik dan nuansa lebaran, namun qaddarallâh hampir di semua desa yang di situ ada lembaga pendidikan (madrasah, pesantren) diramaikan pula dengan Haflah Imtihan (berupa hiburan rakyat yang ditampilkan anak-anak santri dalam rangka perpisahan dan taujih umum untuk masyarakat). Di antara taujih umum kali ini, senior kami Kang Atip cukup menarik perhatian. Di samping sudah sangat lama teu pendak, rasanya sangat penting pula untuk turut serta nyipuh ilmu pangaweruh nyuprih pangarti bersama beliau. Di antara mutiara yang dapat kami ringkaskan dari pemaparannya adala
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-3) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ittihâd ad-Dîn wa at-Ta'addud as-Syarâ'i Dengan memetik kalam Allah 'azza wa jalla dalam firmanNya: "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepadaNya)." (QS. As-Syûra/
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-2) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Inna ad-Dîna 'inda Allâhi al-Islâm Sebagaimana kalam Allah 'azza wa jalla: "Sesungguhnya agama di sisi Allah itu adalah Islam" (QS. Âlu 'Imrân/ 3: 19) Setelah menampilkan ayat tersebut, Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy hafizhahullâh memberikan beberapa catatan penting sebagai berikut: Pertama; Agama yang disyari'atkan (ad-dînul masyrû') di sisi Allah 'azza wa jalla hanya Islam, adapun selainnya merupakan produk manusia(shun'ul basyar)  dengan segala bentuknya, seperti halnya berhala-berhala dengan keragaman jenisnya. Kedua; Tanda agama para Rasul Allah itu adalah me
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

Uncategorized
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak akan ada seorang anak bangsa mana pun yang rela mendengarkan atau menyaksikan bangsanya sendiri berada di tepi jurang kehancuran. Sebaliknya, anak bangsa mana pun akan dibuat senang karenanya, apabila mendengar dan menyaksikan, bahkan merasakan bangsanya ada dalam limpahan keberkahan, kemakmuran, kesejahteraan, damai, aman dan tentram ... Gemah ripah loh jinawi tata tengtrem kertaraharja ... baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafûr. Cerminan negeri bermartabat, sangat tergantung pada masyarakatnya yang bermartabat pula dan masyarakat yang bermartabat sangat ditentukan oleh anak bangsanya yang bermartabat pula. Hubungan harmonis ini akan lebih dapat dirasakan apabila dibangun di atas sinergisitas antara para
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

Hikmah, Uncategorized
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam 
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Aqidah, Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian 1) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahaya Seruan Taqrîb Bakda tahmid, Dr. Abdul Azîz bin Abdillah al-Humaidy hafizhahullâh menjelaskan beberapa point penting dalam kutaibatnya yang berjudul: "Ad-Dînus Samawy Huwal Islâm; Agama Langit itu adalah Islam" sebagai berikut: Pertama; Islam sebagai agama langit merupakan perkara yang sudah jelas (amrun wâdhihun lidzâtihi) dalam kitâbullâh dan bentangan sunnahNya. Kedua; Adanya berbagai upaya dengan melakukan pendekatan-pendekatan (bias ilmiah) yang menggiring pada "perbandingan agama-agama" antara Islam dengan agama lainnya. Ketiga; Agama Allah adalah agama yang sat
MEMETIK BAHAGIA DI BULAN PENUH CINTA

MEMETIK BAHAGIA DI BULAN PENUH CINTA

Hikmah
MEMETIK BAHAGIA DI BULAN PENUH CINTA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahagia dan cinta merupakan dua perbuatan hati (af'âlul qulûb) yang saling berkoneksi. Ekspresi kepuasan batin yang sulit disembunyikan dan ungkapan rasa senang yang tidak bisa dihalang. Bermula dari proses cinta dan berakhir dengan menggapai bahagia. Bila diibaratkan pasangan, shaum dan kebahagiaan merupakan pasangan yang ideal dengan segala pernak pernik ujian di dalamnya; mulai dari menahan rasa lapar dan haus yang sangat, berpantang dari segala keinginan dan dorongan kesenangan, hingga harus menekan gelora dan ledakan syahwat jiwa. Semuanya berjalan dan mengalir laksana air seiring dengan kesabaran dan kegigihan diri hingga berhasil memetik hasilnya. Suatu saat kelak, buah kesungguhan itu, akhirnya akan menjadi in
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

Uncategorized
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI'AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam tradisi Sunda ada istilah "hahampuraan" atau "silih hapunten", di mana setiap lepas menunaikan ibadah shaum ramadhan yang ditutup dengan lebaran, kaum Muslimin saling meminta maaf satu sama lain. Tentu saja hal serupa terjadi pula di tempat-tempat lain di pelosok Nusantara ini. Negeri elok zamrud khatulistiwa, tidak sekadar menyimpan keragaman hayati, melainkan populis budhaya yang bhineka dan berbagai kearifan lokal (local wisdom) yang banyak jumlahnya. Sebelum masuk ramadhan, diawali dengan "kuramasan" (berkeramas) dan "rantangan" (saling mengirim makanan khas dengan tentengan rantang). Lalu diakhiri dengan lebaran yang diramaikan dengan makanan khas "kupat" (ket
TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran)

TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran)

Fiqh Ikhtilaf
TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, di mana penduduknya (waktu itu) memiliki dua tradisi hari raya (yang biasa mereka rayakan), di dalamnya mereka bermain-main dengan gembira, maka beliau bersabda: "Sungguh Allah 'azza wa jalla telah mengganti untuk kalian dengan hari raya yang lebih baik dari dua hari raya itu, yakni hari raya adhha dan hari raya fithri." (HR. Abu Dâwud dan an-Nasâ'i dari shahabat Anas radhiyallaahu 'anh dalam Bulûghul Marâm, hadits no. 482) 'Iedul Fithri Tiba Setiap orang yang mengaku beragama dan memiliki peradaban, biasanya mempunyai hari yang diagungkan atau hari raya dengan masing-masing keragaman ritualnya. Di hari itu pemeluknya
BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya)

BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya)

Fiqh Ikhtilaf
BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Selalu ada hikmah di balik peristiwa dan senantiasa ada pelajaran dari sebuah kejadian. Demikian pula perbedaan hari raya, baik 'iedul fithri atau pun 'iedul adhha. Semua itu, tidaklah membuat kita harus berputus asa atau pun menimbulkan sikap acuh terhadap persoalan agama apalagi mengabaikannya. Kalau pun ada sikap gundah seperti ini sangatlah wajar terjadi pada keumuman kaum Muslimin dengan berbagai faktor dan alasan tentunya, di antaranya: Pertama; Adanya harapan yang sangat tinggi di mana kaum Muslimin dapat menunaikan hari raya secara bersama-sama sehingga tidak mengurangi kebahagiaan di hari kemenangan itu, sebahagian sudah berbuka sementara yang lain masih shaum. Kedua; Tidak sem
FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI

FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI

Fiqh Ikhtilaf
FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Definisi dan Hukum Zakat fithri adalah zakat badan yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan berupa makanan pokok sebanyak satu sha' (2,5 kg atau 3,5 liter). Mulai diperintahkan kepada Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam pada tahun ke-2 H. Hukumnya wajib berdasarkan keterangan banyak hadits, di antaranya: "Rasûlullah shalallâhu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri satu sha' kurma atau gandum atas hamba sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa dari orang Islam." (HR. Al-Bukhâri 3/ 473 No. 1511 dan Muslim 2/ 677 No. 984 dari 'Abdullah bin Umar radhiyallâhu 'anh) Adapun penyebutannya, para ulama lebih condong dengan sebutan zakat fithri, karena dikaitkan dengan mi
YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

Hikmah
YANG "BERSAING" KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah dimaklumi, di samping ramadhan sebagai bulan berkah; bulan yang sarat nilai tarbiyah, tazkiyah dan bulan penuh spirit dan semangat juang (rûhiyah, jihâdiyah), juga ramadhan menjadi bulan yang menjadi faktor penggerak (driving factor) dalam beragam amal kebaikan. Di antara amalan yang dilipat gandakan itu adalah memperbanyak shadaqah dan infaq (taktsîrus shadaqât wal infâq), karena itu pula ramadhan menutup aktivitas amaliahnya dengan seruan mengeluarkan sebahagian harta berupa makanan pokok (tha'âmul adamiyyin) secara kolosal berupa zakat fithri, yaitu zakat badan yang dikeluarkan setiap Muslim (baik laki-laki atau perempuan, dewasa atau anak-anak, bahkan anak yang masih

This site is protected by wp-copyrightpro.com