Rabu, Desember 11News That Matters

Bulan: Agustus 2019

Kuliah Pengantar Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

Kuliah Pengantar Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

Aqidah
Kuliah Pengantar Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran) Oleh : Teten Romly Qomaruddien Di antara tantangan kekinian yang sangat penting untuk dicermati adalah perang pemikiran. Peringatan dini, sebenarnya sudah diisyaratkan wahyu akan bahayanya perang ini. Segala usaha yang dikerahkan oleh mereka yang memusuhi Allah 'azza wa jalla dan rasulNya akan selalu ada di setiap zaman sebagai ujian dalam menakar laju dan mundurnya da'wah. Munculnya generasi yang sadar akan bahayanya, merupakan sebuah keniscayaan. Maka sebagai langkah awal, mengetahui apa dan bagaimana arus-arus perang pemikiran (tayyâr al-ghawil fikri) ini menjadi sebuah kemestian. Materi selengkapnya dapat di lihat di Kuliah Pengantar ghazwul fikri
DEWAN DA’WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI)

DEWAN DA’WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI)

AKHBAR NEWS!
DEWAN DA'WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI) Oleh: Teten Romly Qomaruddien (Anggota Pusat Kajian Dewan Da'wah) Untuk lebih sempurnanya UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang tengah digodok, Komisi VIII DPR RI menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para perwakilan Ormas-ormas Islam tingkat Pusat. Hadir dalam acara ini beberapa perwakilan dari PP. Muhammadiyah, PP. Persatuan Islam, PB. Nahdhatul Ulama, DPP Al-Irsyad, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, DPP Al-Washliyah, DPP Mathla'ul Anwar dan ormas lainnya. Mewakili pimpinan Dewan Da'wah, Pusat Kajian menyoroti beberapa hal yang dianggap penting di mana selama ini belum banyak tersosialisasikan dengan baik, pa...
KENANGANKU BERTEMU ALLÂHU YARHAM AL-USTÂDZ JA’FAR UMAR THÂLIB

KENANGANKU BERTEMU ALLÂHU YARHAM AL-USTÂDZ JA’FAR UMAR THÂLIB

AKHBAR NEWS!
KENANGANKU BERTEMU ALLÂHU YARHAM AL-USTÂDZ JA'FAR UMAR THÂLIB; Tidak banyak perjumpaanku dengan sosok yang dikenal "Panglima Laskar Jihad" Ahlus Sunnah wal Jama'ah ini. Namun paling tidak, sejak aktiv belajar di LPDI Jakarta sudah sering baca tulisannya, bahkan pasca lulus pesantren sempat baca goresan pena-nya di Majalah Al-Muslimun Bangil Jawa Timur, Istiqomah Jogjakarta dan Majalah Salafy. Adapun yang terpatri dalam ingatan, beliau menulis "Kembali ke Salaf" (waktu itu belum begitu booming). Lalu baca lagi tulisan lainnya, "Makna Tajdid." Ada pula tulisan lebih panjang lagi: "Sejarah Penegakkan Syari'ah Islam di Indonesia" dari mulai zaman kesulthanan Islam di Nusantara, masa perang Paderi, hingga kemunculan organisasi-organisasi Islam Modernis. Al-Faqir pun sempat baca juga buku yang c
FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN

FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN

Uncategorized
FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Gerakan yang melakukan pemurnian ajaran agama (ashâlah, purifikasi) sering disebut puritanisme. Sebahagian lain menyebutnya dengan revivalisme, yaitu gerakan yang berusaha untuk menghidupkan kembali kepada pemahaman generasi awwal secara komprehensif dan totalitas (muhyi atsaris salaf, revivalisasi). Apabila ditambah dengan semangat pembaharuan (ishlâh, reformasi), maka itulah yang disebut sejatinya dengan tajdîd. Walau berbeda sejarah, namun ada kesamaan secara esensinya, pemikiran Barat pun mengalami pergolakan seperti itu, di mana kalangan Protestan yang mempertahankan injil secara literal (harfiyyah) menolak berbagai penakwilan. Menurut Dr. Muhammad 'Imârah (Pemikir Mesir yang
KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN

KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN

Da'wah, Hikmah
KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jelang shaum 'arafah dan 'iedul adhha, bahkan sampai hari-hari tasyriq 1440 H kali ini, qaddarallâh penulis berkesempatan dapat menyimak kuliah zhuhur dan perbincangan-perbincangan kecil yang disampaikan Ayahanda fiellâh Pak AM. Saefuddin di Masjid Al-Furqan Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, tepatnya markaz Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. Da'i yang aktivis kampus IPB sejak mudanya ini, kini mendapat amanah sebagai Ketua Pembina Dewan Da'wah Pusat bersama tokoh-tokoh lainnya yang sezaman. Kalau beliau sedang ada dan tidak keberatan memberikan taushiyah, beliau pun kerap kali memberikan taujihnya dengan ciri khas "sentilan-sentilun" yang cukup menarik dan mengena terkait perkembangan keummatan.
MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan)

MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan)

Kebangsaan, Uncategorized
MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien 74 tahun sudah, negeri ini diproklamirkan sebagai bangsa yang merdeka; Sebuah usia yang telah cukup memenuhi syarat untuk menjadi bangsa yang jauh lebih dewasa dan maju dalam keadilan dan kemakmuran sebagaimana layaknya bangsa-bangsa yang telah merdeka sejak lama. Agar tidak menjadi anak bangsa yang melupakan sejarahnya, atau generasi lupa diri akan "purwadaksi" pengorbanan masa lalu pendahulunya, merupakan sikap yang tepat apabila kita merenungkan bagaimana caranya agar kemerdekaan yang ada tetap terpelihara dan jangan sampai terampas kembali oleh pihak-pihak yang ingin merebutnya. Seperti halnya banyak disampaikan orang-orang bijak; "Api peradaban tida...
QURBAN DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Mengokohkan Tauhîd Menuju Keshalihan Sosial)

QURBAN DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Mengokohkan Tauhîd Menuju Keshalihan Sosial)

Fiqih Kontemporer, Uncategorized
QURBAN DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Mengokohkan Tauhîd Menuju Keshalihan Sosial) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagai agama yang rahmatan lil 'âlamîn, Islam tidak sekedar mengajarkan pada penganutnya akan pentingnya keshalihan peribadi saja (individual), melainkan keshalihan sosial yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian yang asasi. Di antara ajaran tersebut, adalah pelaksanaan qurban yang di dalamnya mengandung banyak nilai-nilai rabbani dan mausiawi sekaligus. Dustur Rabbâni sebagai landasan teologis dan realita ummat dalam kehidupan yang sebenarnya sebagai pijakan sosiologis menjadi bukti kuat bahwa keduanya tidak dapat dipisahkan. Allah 'azza wa jalla berfirman: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْ

This site is protected by wp-copyrightpro.com