Rabu, Juni 23MAU INSTITUTE
Shadow

MENEMUKAN PETA JALAN KASIH SAYANG ALLAH YANG TAK BERTEPI

MENEMUKAN PETA JALAN KASIH SAYANG ALLAH YANG TAK BERTEPI
Oleh:
Teten Romly Qomaruddien

🏹📒💫 Secara matematis, hidup ini ibarat pertambahan (5 + 4 = 9), perkalian (3 x 3 = 9), pengurangan (10 – 1 = 9), dan pembagian (27 : 3 = 9). Beda angka dan beda caranya, tapi sama hasilnya. Demikian pula dengan nikmat yang Allah ‘azza wa jalla anugerahkan. Beda waktu, beda prosesnya. Namun, dengan RahmaanNya manusia diberikan “sama rata” ketika di dunia (apakah orang beriman, setengah iman, bahkan tak beriman sama sekali).

Ada 100 Rahmat, atau kasih sayang Allah yang diturunkan untuk segenap makhluqNya. 1 Rahmat saja, milyaran manusia dapat merasakan saling berkasih sayang satu sama lain; orang tua sama anak-anaknya, anak-anak sama orang tua mereka, suami sama isterinya, isteri sama suaminya, saudara sesama saudara lainnya, guru dan kyai, atau dosen sama murid, santri atau mahasiswanya, demikian pula sebaliknya.

Belum lagi, dengan sesama manusia pada umumnya. Jangankan sesama makhluq manusia, hewan sekalipun, seumpama singa sang raja hutan yang buas tiada tandingnya, masih diberikan kasih sayang untuk mendekap bayinya. Jadi, janganlah mudah berputus asa dari Rahmat Allah … Karena jalan Rahmat menuju anugerahNya begitu luasnya. Dari 100 Rahmat, baru satu saja yang dibagikan. Berarti ada 99 Rahmat lagi yang disediakan Allah di akhirat kelak. Itulah RahiimNya yang diperuntukkan bagi mereka yang beriman.

Wahai diri … Wahai jiwa … Janganlah engkau selalu bandingkan taqdirmu dengan taqdir orang lain, berbuatlah dirimu sebaik mungkin, nanti Allah tunjukkan hasil perbuatanmu. Hadapkan jiwamu sebersih mungkin, nanti kilauan berkahNya membalut jiwa-ragamu. Sekali lagi, berbuatlah sepenuh ketulusan iman, karena ingatlah … : “Bunga itu mekar, tak selamanya muncul secara bersamaan.”

Masih ingatkah kita nasihat orang-orang bijak? … Al-Hafizh Ibnu Qayyim pernah menuturkan: “Janganlah engkau larut dalam kesedihan yang tak berujung, karena kesedihan hanya akan melemahkan hati, dan membahayakan hasrat untuk berbuat kebaikan. Tidaklah perkara yang paling disenangi syaitan, melainkan mereka yang tenggelam dalam keterpurukkan. Karenanya, jangan lupa bahagia dan bergembiralah, serta iringi dengan berbaik sangka pada Allah ‘azza wa jalla.”

Yaa Rabb … Hidupkanlah hati-hati kami untuk senantiasa mengingatMu … Berikanlah rezeki berupa keteguhan agar kami senantiasa taat padaMu … Dan bukakanlah peta jalan kasih sayang agar kami mampu menempuh jalan hidayahMu … Aamiin … (@Ditulis sambil jalan ringan di tengah sinaran mentari pagi jelang dhuha; Jum’ah Mubaarakah, 12 Maret 2021 di kawasan Pusdiklat Dewan Da’wah Setiamekar, Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat)✍️☪️🌿

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!