Rabu, Juni 23MAU INSTITUTE
Shadow

ASYIKNYA MENYIMAK DISKUSI HANGAT MAHASISWA-MAHASISWIKU

ASYIKNYA MENYIMAK DISKUSI HANGAT MAHASISWA-MAHASISWIKU
Oleh:
Teten Romly Qomaruddien

Hari ini giliran tatap maya yang ketiga kalinya semenjak dimulainya perkuliahan semester baru 2021 (via zoom), bahagia rasanya berada di tengah-tengah penuntut ilmu yang begitu bersemangat. Mereka sudah menunggu 15 menit sebelum diriku masuk. Marhaban biwashiyyati Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Materi kuliahnya cukup merangsang selera, yaitu Falsafah Dakwah dan Studi Literasi Tokoh. Pembahasan seputar bagaimana menghadirkan da’i pemikir dan pejuang sebagaimana para tokoh dakwah yang memahami manhaj berfikir, mampu merumuskan konsep dakwah, dan piawai dalam memetakan dakwah lapangan berdasarkan qaidah-qaidah dakwah yang menghargai pengalaman masa lampau yang mulia (al-qudamaa wal fudhalaa), juga menjunjung tinggi nilai-nilai kekinian yang membekas dan mencerahkan (al-mu’atstsirah wal mustaniirah).

Disiplin terhadap nilai-nilai purifikasi tidak berarti harus menjadi jumud, dan terbuka terhadap wawasan kekinian dan berkemajuan tidak harus jadi liberal. Ketat berpegang pada turats tidak berarti rigid, terbuka dalam pemikiran tidak berarti menjadi liar. Itulah narasi yang bisa diambil dari arena selancar belajar kelas virtual ini.

Studi yang mengenalkan berbagai pola fikir, konsep dan strategi dakwah tokoh-tokoh lintas zaman; Mulai dari pola dakwahnya Imam madzhab yang empat, hingga muhyi atsaris salaf seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Al-Hafizh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dan sejumlah ulama sezaman menjadi sasaran kajian. Dari madrasah Syaikhul Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab, hingga era kebangkitan mu’aashiriin seperti Syaikh Muhammad Rasyid Ridha menjadi perbandingan.

Berikutnya berlanjut, mulai dari tokoh-tokoh era pergerakan sekaliber Sayyid Hassan Al-Banna (Mesir) hingga Muhadditsul ‘Ashr Muhammad Nashiruddin al-Albani (Yordania). Menyusul tokoh lainnya Sayyid Abul Hassan Ali al-Hasani an-Nadawy (India), Sayyid Abul A’la al-Maududy (Pakistan). Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Mufti Saudi Arabia), Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin (Saudi Arabia), Syaikh Prof. Dr. Yusuf Qaradhawy (Qathar), Syaikh Prof. Wahbah az-Zuhaily (Syria), Syaikh Prof. Ahmad ar-Raiysuni (Maroko), Syaikh Abdul Muhsin at-Turky (Rabithah al-‘Aalam al-Islaamy), Prof. Dr. Abdul Hamid Abu Sulaiman (Malaysia), Syaikh Prof. Dr. Musthafa Hilmy (Darul ‘Ulum Cairo), Syaikh Dr. Musthafa as-Siba’iy dan ulama-ulama dunia terkemuka lainnya.

Adapun tokoh-tokoh dakwah di persada negeri, tentu sangat prioritas dalam mengenalkan tsaqafah dakwah di belantara tanah air. Mulai dari tokoh pendiri ormas dakwah hingga para negarawan pejuang di negeri tercinta; HOS Cokroaminoto, K.H. Ahmad Dahlan, Syaikh Ahmad Surkati, Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari, K.H. Mohammad Zamzam, Tuan Ahmad Hassan, Dr. Mohammad Natsir, K.H. Mohammad Isa Anshari, K.H. E. Abdurrahman, K.H. Abdul Qadir Hassan, Al-Ustadz Abdul Hamid Hakim, Buya Hamka, Buya Zainal Abidin Ahmad. Demikian pula tokoh-tokoh ulama lain dari berbagai gerakan dakwah dan pemikiran yang belum disebutkan, termasuk para ulama pelanjut sesudah mereka.

Pertama, perkuliahan dibuka oleh host mahasiswa yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Berikutnya, paparan pemateri mahasiswa sebagaimana judul yang ditugaskan dan dilengkapi seorang pembanding. Setelah mendapatkan beragam tanggapan dari rekan-rekan lainnya, baru pengampu materi kuliah memberikan ulasan dan arahannya dengan berbagai penguatan literasi dan pengalaman.

Materi ini sangat penting diajarkan sebagai pewarisan nilai-nilai dakwah dan perjuangan, agar mahasiswa tidak kehilangan pegangan dan pijakan yang dapat menggiring pada “krisis keteladanan” yang tidak berkesudahan. Keteladanan adalah target capaian, kaderisasi tunas juang adalah keniscayaan yang wajib digelorakan. Risalah merintis, dakwah melanjutkan. Itulah komitmen yang wajib kita pegang. Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa


*) Tulisan ini digoreskan di perjalanan (Mayasari BT Bekasi-Rambutan) menuju Rapat Pimpinan STAIPI Jakarta selepas perkuliahan daring jam 09.00 s/d 11.00 WIB; Hari Selasa, tertanggal 30 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!