Rabu, Juni 23MAU INSTITUTE
Shadow

MENSYUKURI RAMADHAN DI TAHUN KEDUA COVID-19

MENSYUKURI RAMADHAN DI TAHUN KEDUA COVID-19
Oleh:
Teten Romly Qomaruddien

Tanpa terasa bulan Rajab ketemu Rajab, bulan Sya’ban ketemu Sya’ban, dan bulan Ramadhan ketemu Ramadhan. Semua itu bukanlah perjalanan pendek bagi usia sebuah wabah, melainkan rentang waktu yang cukup panjang. Di mana sudah lebih dari satu tahun kita diuji, satu tahun pengalaman mengembara, dan satu tahun pula pelajaran yang dapat diambil.

Satu tahun diuji; Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa wabah yang menimpa ummat manusia, atau ujian yang menimpa suatu kaum, hanya ada pada buku atau lembaran-lembaran cerita yang dibaca. Atau obrolan cerita seru dari lisan ke lisan. Untuk kali ini tidak, justeru Allah ‘azza wa jalla menurunkannya pada dunia nyata yang semua kita ada di dalamnya. Berapa banyak sanak saudara yang telah tiada? Berapa banyak orang sakit yang masih terbaring? Berapa banyak kepala keluarga yang kehilangan mata pencaharian? Berapa banyak pasangan yang lebih memilih untuk berpisah karena desakan keadaan? Berapa banyak anak didik yang ngak mau belajar? Berapa banyak aktivitas keagamaan menjadi terhenti? Dan masih banyak tentunya, perkara-perkara lain yang menunggu jalan keluarnya.

Satu tahun pengalaman mengembara; Ya benar, satu tahun kita berpengalaman mengahadapi itu semua; mulai dari pengalaman isolasi mandiri, hingga karantina massal. Pengalaman bekerja dari rumah, hingga rapat virtual. Dari belajar daring, hingga zoom meeting. Dari ikhtiar menghindari penularan, hingga bagaimana mencari jalan keluar. Juga masih banyak pengalaman-pengalaman lain yang tidak mungkin ditumpahkan dalam coretan.

Satu tahun mengambil pelajaran; Sungguh, sangat banyak sekali temuan dan pelajaran yang bisa diambil; mulai dari olah raga cegah corona, hingga bagaimana mengelola perasaan kegundahan. Dari ketertinggalan penggunaan digital, hingga menjadi kebiasaan penggunaan yang ketagihan. Dari kajian tatap maya internal, hingga webinar internasional. Dari wisuda rumahan, hingga ‘aqad-nikah tanpa gebyarnya walimahan. Sebagian pengalaman-pengalaman ini, menjadi saksi sejarah betapa perubahan benar-benar tengah terjadi dalam perjalanan hidup kita.

Tak terkecuali, pengalaman sosio-religius yang kita rasakan mengalami banyak perubahan pula; mulai dari sekedar mushafahah dengan cukup isyarat tangan di dada, hingga tangan mengepal. Dari posisi shaf berjarak, hingga mengganti jum’atan dengan shalat zhuhur di rumah. Dari pembatasan shalat berjamaah, hingga pembatasan shalat tarawih berjamaah. Dari anjuran shalat hari raya di rumah, hingga ditawaqufkannya pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Sungguh menjadi pengalaman unik yang sempat menghiasi perjalanan hidup ini.

Kini kita disadarkan, sekaligus dihantarkan pada bulan mulia Ramadhan babak kedua di era wabah. Sudah tentu, penglamaan satu tahun ke belakang akan menjadi pengalaman berharga untuk kita syukuri sembari menata cara yang lebih baik dalam perjalanan rihlah diiniyyah dan rihlah dunyaawiyyah berikutnya.

Akhirnya, tak ada yang lebih pantas dan layak kita haturkan selain kita panjatkan rasa syukur, di mana Ramadhan telah tiba tepat pada waktunya sesuai dengan qudrah dan iradah Allah ‘azza wa jala dengan membawa berbagai paket istimewa kemanfaatan dan kemashlahatan.

Allaahumma ahillahu ‘alainaa bil amni wal iimaan was salaamati wal Islaam Rabbii wa Rabbukallaah hilaalu rusydin wa khairin
“Yaa Allah … Anugerahkan hilal untuk kami, hilal yang membawakan rasa aman dan menambahkan ghairah iman, hilal yang menjadikan kami diselimuti kedamaian dan semangat ke-Islaman … Tuhanku dan Tuhanmu wahai rembulan, adalah Allah … Semoga hilal yang datang, adalah hilal yang membawa petunjuk dan kebaikan.”


*) Ditulis bakda zhuhur, selepas menyimak diskusi group Forum Mubahatsah Bandung seputar “Hikmah dari Kontroversi Penentuan Hilal Ramadhan 1442 H.” (@Pusdiklat Dewan Da’wah; Setiamekar Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat 17510, hari Selasa, 13 April 2021)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!