Rabu, Januari 19MAU INSTITUTE
Shadow

DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM

DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM// Istilah wasathiyyatul Islaam, merupakan musthalahat syar’i yang termaktub dalam kalam Allah ‘azza wa jalla [Lihat QS. Al-Baqarah/2: 143]. Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anh menjelaskan, bahwa Allah bertanya kepada Nabiyullah Nuh ‘alaihis salaam terkait risalah yang disampaikan pada ummatnya, dan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kelak menjadi saksinya. Demikian Imam Bukhari meriwayatkan [8/141, no.4487]. Adapun disematkannya ummatan wasathan terhadap ummat Rasul, merupakan anugerah atas kepercayaan Allah sebagai ummat pilihan yang adil dan seimbang. Diskursus berikutnya, kini istilah ini berkembang maknanya dengan beragam penafsiran. Yang jelas, para ulama memaknainya dengan karakteristik istiqamah di antara dua tarikan yang ujungnya sama-sama berlebihan. Di tengah-tengah antara sikap “keras” dengan “lembut”, sikap “literal” dengan “liberal”. Intinya, bersikap puritan tidak harus kaku, bersikap moderat tidak harus bebas.✒️☪️ (@TenRomlyQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!