Jumat, Februari 23MAU INSTITUTE
Shadow

AL-HUKMU ‘ALAL MUSAMMAA LAA ‘ALAL ISMI

AL-HUKMU ‘ALAL MUSAMMAA LAA ‘ALAL ISMI // Sebagaimana viral di media, di mana “logo Halal” berubah bentuk dan modelnya. Tanggapan berbagai sudut pandang pun tak bisa terelakkan; Mulai dari model tulisan yang dinilai tak sesuai kaidah khat, hingga bentuk logo yang terlampau dominan ras tertentu. Bahkan, kata حلال yang seyogianya tertera jelas [bayyin] malahan bisa berubah menjadi kata lain. Memang benar, unsur bagus sebagai cerminan penilaian fisik, atau unsur indah sebagai cerminan penilaian estetika. Keduanya belumlah memuaskan dahaga jiwa, apabila tanpa memenuhi unsur benar dan etika. Terlepas dari pro kontra, bagi seorang yang memegang prinsip iman, “substansi wajib didahulukan ketimbang label” karena agama membutuhkan kejelasan. Menetapnya hukum pada substansi barangnya, bukan pada merk atau label barangnya. Itulah makna lain dari kaidah al-hukmu ‘alal musammaa laa ‘alal ismi. Bagi seorang Muslim, label itu penting, karenanya tak patut kita mengatakan “Apalah artinya sebuah logo”.✍️☪️ (@TenRomlyQ)

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!