Minggu, Maret 3MAU INSTITUTE
Shadow

BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES

BELAJAR HIDUP DARI ES BATU DAN GUNUNG ES // Setiap sore kita menyaksikan, banyak orang berseliweran membawa es batu. Benda cair yang dipadatkan itu sering menjadi primadona, terlebih di bulan mulia Ramadhan ini. Sekalipun mengkonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan radang tenggorokan, atau penyakit lainnya. Namun, “rasanya kurang afdhal apabila berbuka shaum tanpa dibersamai minuman dingin”, ujar milenial. Ketika belum membeku, dia memang benda cair. Sesudah menjadi es, berubah menjadi padat dan keras, jadilah batu es, bahkan gunung es dalam skala cuaca berat. Masih ingatkah peristiwa tragis yang melegenda? Tenggelamnya kapal super mewah Titanic [15 April 1912] di Utara Samudra Atlantic yang menabrak gunung es. Selain karakternya yang bisa mencair dan bisa keras itu, pelajaran penting lainnya bagi kehidupan adalah “dipakai atau tidak dipakai”, ia akan tetap berkurang bobotnya. Itulah usia kita; dimanpaatkan maksimal atau kurang optimal, usia kita tetap akan berkurang. Semoga!! β€¦πŸ’«β˜ΊοΈπŸ’Ÿβœ’οΈ (@TenRomlyQ)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!