Kamis, Juni 20MAU INSTITUTE
Shadow

BERSIAP MENDULANG KHAZANAH ILMIAH DI DAARUL IFTAA’ AL-MISHRIYYAH

Oleh: Teten Romly Qomaruddien

Daarul Iftaa’ al-Mishriyyah, bukanlah lembaga asing di kalangan para pemburu ilmu dan peminat literasi. Lembaga fatwa internasional yang ada di kota Cairo ini, telah banyak memberikan pencerahan terhadap dunia Islam sejak 1895 berupa fatwa-fatwa hukum Islam dengan tema yang beragam; mulai ‘aqidah, syari’ah, mu’amalah, dan berbagai isu kontemporer, tentunya terlepas dari masih debatable-nya kesimpulan fatwa. Karenanya, bukanlah hal yang berlebihan apabila pada periode Syaikh ‘Ali Jum’ah ada gagasan untuk menyatukan fatwa global [mencakup seluruh dunia Islam].

Sejak Mufti pertama Syaikh Hasunah an-Nawawi hingga Syaikh Syauqi Ibrahim ‘Abdul Karim, tercatat tidak kurang dari 19 Mufti dengan berbagai disiplin keilmuan Islam. Pada masa Syaikh ‘Ali Jum’ah [sebelum pergantian], lembaga yang mengusung manhaj wasathiyah ini telah mengukir prestasi goresan tinta ilmiah tidak kurang dari 100 ribu fatwa keagamaan [sebagai jawaban atas pertanyaan ummat dari berbagai belahan benua].

Dengan kesungguhan dan ihtimaam para praktisinya serta didukung keilmuan yang mumpuni, membuat lembaga yang banyak melibatkan sejumlah ulama dan pemikir besar Mesir ini [termasuk Syaikh Muhammad ‘Abduh, Syaikh Hasan ath-Thawil, Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf, Syaikh Jaadul Haq ‘Ali Jaadul Haq, Syaikh Muhammad Sayyid Thanthawi, Syaikh Nashr Farid Wasil, hingga Syaikh Ahmad at-Thayyib], lembaga ini pun menjadi rujukan bergengsi [marja’] yang dinanti banyak kalangan.

Ibarat mutiara berkilau yang pancarannya mengundang rasa penasaran, dengan dibukanya lima Departemen [meliputi Departemen Fatwa, Departemen Riset Ilmiah, Departemen Pusat Pelatihan Fatwa, Departemen Pusat Penerjemahan, dan Departemen Komunikasi & Fatwa Digital/ Elektronik], serta Bidang-bidang khusus penunjang lainnya [seperti halnya Bidang Data dan lainnya] semakin membuat lembaga ini sangat berwibawa dan dirasakan perannya di dunia Islam. Terlebih model pemilihan seorang Mufti Agung kini melibatkan langsung ulama-ulama besar di lingkungan Al-Azhar as-Syarief [sekalipun hirarkinya di bawah Kementrian Kehakiman].

Dengan adanya Departemen yang membidangi Pusat Pelatihan Fatwa, secara terbuka lembaga ini memberikan kesempatan bagi siapa pun yang berminat untuk melakukan kerja sama sesuai dengan program yang ditawarkan. Beberapa NGO atau Ormas keagamaan di negeri-negeri Muslim pun menyambutnya.

Dalam rangka itulah Bidang Tarbiyah PP Persatuan Islam merespon kesempatan berharga ini dengan mengirimkan 27 kader-kadernya untuk mengikuti pelatihan selama satu bulan. Sebagaimana disampaikan Dr. Tiar Anwar Bachtiar, ini merupakan program pemula yang in syaa Allah akan ditindak lanjuti dengan pengiriman berkala secara berkesinambungan.

Mengikuti cara pendahulunya Allaahu yarhamh Dr. Mohammad Natsir [tokoh Persatuan Islam dan Pendiri Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia], pengiriman dimulai dengan mengirimkan para utusan berbasis Pesantren dari berbagai wilayah. Masih menurut Tiar Anwar Bachtiar, keikut sertaan asatidz pesantren di kancah internasional tidak berhenti sampai di Daarul Iftaa‘, melainkan sedang dijajaki pula kerjasama dengan pihak lain seperti halnya Daarul ‘Uluum [masih Mesir] dan Al-Lajnah ad-Daaimah Lil Buhuuts wal Fatwaa KSA.

Hadir dalam acara pelepasan kontingen pertama ini Dr. K.H. Jeje Zaenuddin, M.Ag. [Ketua Umum PP. Persatuan Islam] dan Dr. K.H. Haris Muslim, Lc., M.A. [Sekretaris Umum]. Juga tidak kalah menarik, suguhan kuliah pertama berupa taujih motivasi yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Akram as-Sakandari [Salah seorang alumnus Al-Azhar yang bertugas di Indonesia].

Benar apa yang dituturkan Imam Syafi’i rahimahullaah bahwa siapa pun di antara hamba Allah ‘azza wa jalla yang melakukan bepergian karena mengharap ridha-Nya, maka ia akan mendapatkan lima keutamaan; mendapatkan anugerah ilmu [‘ilmun], terlihatnya adab kepribadian [adaabun], terlepasnya kepenatan hidup [tafarruju hammin], menemukan mata pencaharian [iktisaabu ma’iisyatin], dan mendapatkan pertemanan yang baik [shuhbatu maajidin]. Semoga khazanah ilmu dan barakah amal, senantiasa menghiasi setiap perjalanan kita. Allaahumma faqqihnaa fid diin … Aamiin yaa Rabbanaa.

_____________

✍️ Penulis adalah: Anggota Komisi Pengkajian, Penelitian & Pengembangan MUI Pusat, Ketua Komisi ‘Aqidah Dewan Hisbah Persatuan Islam, Ketua Pembina LPPI Jakarta, serta Ketua Bidang Kajian & Ghazwul Fikri Dewan Da’wah (@Bandar Udara Abu Dhabi UEA, 01/ 01/ 2024).

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

  • Sri Haryanti

    Alhamdulillah..
    Selamat ya pak ustad..
    Semoga dilancarkan perjalanannya..
    Ilmu yang didapat kelak bisa menambah kekayaan intelektual buat pejuang” dakwah ditanah air untuk selanjutnya dibagikan kpd jemaah”…
    Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!