Jumat, November 15News That Matters

Penulis: Abu Fahad

AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

Da'wah
AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahaya faham "Wahabiyyah" kembali muncul ke permukaan; Hal ini lebih disebabkan pada semakin kuatnya dorongan dari luar yang tidak menginginkan dakwah tauhid ini ada, juga disebabkan biasnya sejarah sosok Syaikh Muhammad bin Abdul Wahâb sebagai tokoh pemula yang sudah banyak dikaburkan. Tidak terkecuali, perilaku dakwah di lapangan yang kurang bijak, seringkali menisbatkan dengan membawa nama besar tokoh tauhid tersebut. Agar kita bersikap adil dalam menilainya, maka mengetahui kembali selayang pandang hidupnya, adalah sebuah keniscayaan. Kondisi Nejd Abad XII H./ XVIII M. Nejd adalah daerah terpencil di pedalaman Arab Saudi, daerahnya tandus dan tidak banyak diperhatikan orang. Walau
PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

Fiqih Kontemporer, Uncategorized
PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pengertian ulama Secara bahasa, kata ulama ('ulamâ`) merupakan bentuk jamak dari kata Arab 'alîm, artinya seseorang yang memiliki kualitas ilmu, pengetahuan, kearifan, sains dalam pengertian yang lebih luas. Dalam pengertian 'maha' (mubâlaghat), artinya sangat mengetahui (maka Allah bersifat 'Alîm). Menurut H.A.R. Gibb dan J.H. Kramers dalam Shorter Encyclopedia of Islam sebagaimana dikutip Dr. Rifyal Ka'bah, pemakaian kata ulama yang popular adalah bentuk jamak dari 'âlim, artinya yang memiliki pengetahuan, orang alim dan seterusnya. (Lihat: Krisis Ulama Sebagai Pewaris Para Nabi, 1988: hlm. 3) Dalam Al-Mu'jam al-Wasîth, dijelaskan bahwa al-'ilmu itu sendiri yang memberikan kualitas kepada 'ulama, di ma
SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

Tarbiyah
SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan Islam itu adalah agar manusia menggapai "kebahagiaan dunia" dan "kebahagiaan akhirat." Kedua-duanya bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan satu sama lainnya (antagonis), melainkan harus diseimbangkan dan diselaraskan, serta disikapi dengan adil. Baik kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat (sa'âdatud dârain), keduanya harus ditempuh dengan ilmu. Maka lahirlah apa yang disebut "ilmu dunia" dan "ilmu akhirat." Dengan ilmu dunia manusia dapat mengelola dan memelihara bumi dengan segala isinya, juga dengan ilmu akhirat manusia dapat mengetahui tujuan akhir hidupnya. Meminjam istilah Syaikh Abdurrahman Nâshir Sa'di, ilmu syar'i bersifat langsung tujuan
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

Tarbiyah
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Salah satu tantangan pendidikan Islam, adalah masih terjadinya dikotomi ilmu. Artinya, terjadinya pemisahan antara ilmu-ilmu dunia (‘ulûmud dunyâ) dengan ilmu-ilmu agama (‘ulûmus syar’i) yang saling menafikan satu sama lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terhadap kondisi ini, di antaranya hilangnya spirit atau semangat keagamaan, bahkan meragukan dan menganggap bahwa agama bukanlah jalan keluar untuk dapat selamat dari permasalahan duniawi dan juga diperkuat dengan adanya ketidakjelasan mengenai konsep kehidupan di akhirat kelak. Cara pandang semacam ini, jelas akan berpengaruh besar terhadap sikap seseorang dalam memandang ilmu. Di samping ilmu menjadi tidak utuh, juga menjadi bebas nilai. Untuk mengembalik
PETAKA AKHIR ZAMAN (Bencana Global, Krisis Teluk, Hingga Perang Armageddon)

PETAKA AKHIR ZAMAN (Bencana Global, Krisis Teluk, Hingga Perang Armageddon)

Aqidah
PETAKA AKHIR ZAMAN (Bencana Global, Krisis Teluk, Hingga Perang Armageddon) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagaimana dimaklumi, dalam Kitâbullah dan Sunnah nabiNya terdapat ayat dan hadits-hadits Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam yang cukup banyak mengenai berita fitnah atau “petaka akhir zaman.” Hal ini dapat dilihat dalam sejumlah karya para ulama ahli tafsir dan ahli hadits seperti An-Nihâyah fil Fitan wal Malâhim (Fitnah dan Bencana Akhir Zaman karya Imam Ibnu Katsîr), Imam Al-Bukhâri dan Muslim dalam Kitab Al-Fitnah, Imam Abu Dâwud dalam Al-Fitan wal Malâhim, Ibnu Mâjah dalam Ats-Tsawâbit fil Fitnah dan sejumlah kitab lainnya. Dari semuanya itu, para ulama memahami bahwa pengertian “fitnah” adalah: malapetaka, huru-hara, kekacauan, chaos, peperangan dan bencana, di samping
MENEMBUS ASA MENGGAPAI CITA (Hadiah Terindah Bagi yang Merasa Muda)

MENEMBUS ASA MENGGAPAI CITA (Hadiah Terindah Bagi yang Merasa Muda)

Hikmah
MENEMBUS ASA MENGGAPAI CITA (Hadiah Terindah Bagi yang Merasa Muda) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Semua kita tentu merasakan, usia muda adalah usia yang penuh dengan "cita rasa" kehidupan; harapan membentang, semangat menggelora, cita-cita menjulang dan lainnya. Menimba pengalaman dari sejarah, berbagai keberhasilan sebuah perjuangan tidak lepas dari keterlibatan para pemudanya. Dengan hadirnya tanggal 28 Oktober sebagai hari "Sumpah Pemuda" maka seyogianya yang harus kita ambil hikmah adalah semangat pengorbanan sebagai pelajaran berharga dari sosok-sosok pemuda zaman, terutama tokoh-tokoh muda Muslim berdikasi tinggi dalam khidmat mereka untuk agama dan bangsanya. Agar semangat tidak mudah pudar, asa dan harap senantiasa senyawa dalam jiwa, hendaknya generasi kini menyelami ka...
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

Tarbiyah, Uncategorized
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk membeda-bedakan antara ulama dan ilmuwan. Karena secara substantif, kedua istilah tersebut sama-sama menyebutkan tentang seseorang atau lebih yang menaruh perhatian terhadap dunia ilmu. Kesungguhan keduanya dalam menyingkap tabir ilmu pengetahuan, memiliki nilai yang sama. Adapun yang membedakan keduanya adalah dalam pengambilan sumber ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pandangannya, bahwa sumber ilmu itu dibagi menjadi dua bagian; ilmu yang dibatasi sumber pengambilannya (muhaddad) dan ilmu yang tidak dibatasi sumber pengambilannya (ghairu muhaddad). Yang pertama, hanya bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan yang kedua
MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA

MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA

Aqidah, Manhaj
MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membaca liputan Beritaislam.org (8 Oktober 2019) di mana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, agama hadir untuk memanusiakan manusia dan menjaga harkat martabat manusia. Namun, kata Menag, agama dapat melahirkan fanatisme yang berlebihan jika tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang baik. “Nah, dari fanatisme ini dapat melahirkan sikap ekstremisme,” kata Lukman dalam diskusi dan peluncuran buku "Moderasi Beragama" di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (8/10). Pernyataan tersebut, mengingatkan penulis pada kumpulan tulisan yang disebut-sebut M. Dawam Rahardjo sebagai Nurcholish Madjid Memorial (dalam Pengantar). Tulisan yang terdiri dari 24 artikel itu, berkenaan dengan bahasan Islam peradaban, fanatisisme d
MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM

MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM

Tsaqofah
MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ranah ilmiah, tidak dapat diintervensi oleh lembaga mana pun, termasuk lembaga keagamaan sekalipun. Reaksi semacam ini sebenarnya sudah lama disuarakan dalam berbagai sikap penolakkan dalam berbagai kasus "bencana keilmuan" sebelumnya di berbagai Perguruan Tinggi. Kasus disertasi UIN Jogjakarta yang mendapatkan teguran MUI Pusat menjadi salah satu contoh paling anyar. Dengan alasan, bahwa kampus memiliki otoritas keilmuan yang mandiri, maka lembaga tempat berhimpunnya ulama dan zu'ama pun tidak dibenarkan mengecamnya. Secara akademik, asal metodologinya benar, riset tidak bisa dikecam, mau riset topik apapun sah. Demikian, komentar-komentar yang berkembang di media yang balik menyalahkan MUI. Bahkan ti...
MULHIDÛN DAN DAHRIYYÛN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

MULHIDÛN DAN DAHRIYYÛN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

Aqidah
MULHIDÛN DAN DAHRIYYÛN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pertanyaan besar yang sering muncul di tengah-tengah kita, mengapa manusia bisa membelot dari jalan Tuhan? Bila dikatakan sebabnya karena kurang pengetahuan agama, bukankah belakangan gelombang demikian banyak diteriakkan oleh orang-orang yang mengaku beragama. Bila dikatakan karena kurangnya ilmu, justeru belakangan paham ini banyak didukung kalangan orang yang memiliki ilmu. Semua itu tentunya, tidak dapat dilepaskan dari cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang wajib dipahaminya. Mengapa manusia ada, siapa yang mengadakan. Mengapa alam dicipta, siapa yang mencipta dan untuk apa diciptakan. Lalu apa kewajiban manusia bagi Penciptanya, kewajiban sesama manusia dan bagaimana memperlakukan alam aga
HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA’WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku “Biografi Mohammad Natsir”)

HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA’WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku “Biografi Mohammad Natsir”)

Hikmah, Uncategorized
HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA'WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku "Biografi Mohammad Natsir") Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sedikit pengetahuanku tentang dirimu; selain bukan maqam dan zaman-nya bagi diri ini untuk membincangmu, namun perjalanan hidup juangmu begitu sangat menarik untuk dikenang oleh generasi mana pun jua. Termasuk aku yang sekedar tahu dari karya-karyamu, namun sempat melihatmu pada masa-masa akhir tahun 1993an dalam usia 84 tahun. Ketika wafatmu, masih sempat menyaksikan ribuan jamaah mengantarkan jenazahmu, dan aku pun turut serta mengiringkan ke tempat peristirahatan di TPU Karet Bivak Tanah Abang Jakarta Pusat. Ketika membicarakan negara, tak lengkap rasanya tanpa menyebut keterlibatan dirimu. Ketika membahas perjuangan ummat, hambar rasa...

AROMA “TALBÎS IBLÎS” DALAM PEMIKIRAN KAUM DIABOLIS (Tanggapan Santri Terhadap Prahara Intelektual Kita)

Uncategorized
AROMA "TALBÎS IBLÎS" DALAM PEMIKIRAN KAUM DIABOLIS (Tanggapan Santri Terhadap Prahara Intelektual Kita) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pandangan seseorang sangat ditentukan oleh cara berfikirnya, dan cara berfikir seseorang sangat ditentukan oleh akalnya. Karenanya, suatu pandangan akan benar apabila cara berfikirnya benar, dan cara berfikir yang benar sangat ditentukan oleh sehat dan selamatnya akal orang tersebut. Demikian pula dengan pandangan yang keliru, sangat dipengaruhi cara berfikirnya yang salah, dan cara berfikir yang salah sangat dipengaruhi oleh akalnya yang rusak. Sehat, selamat dan rusaknya akal seseorang sangat ditentukan oleh sejauhmana kepatuhan dan ketundukkannya pada wahyu Allah 'azza wa jalla. Ungkapan tersebut, sudah diisyaratkan para ahli ilmu terdahulu (semis
GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT

GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT

Tsaqofah
GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bulan Muharram, itulah nama bulan di antara 12 nama-nama bulan qamariyyah lainnya. Terlepas dari perdebatan bahwa Muharram adalah bulan tepatnya hijrah Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam dari Mekkah ke Madinah (Al-Manshurfûry berpendapat, hijrah terjadi pada awwal bulan Shafar), kerapkali bulan ini pun dijadikan landasan argumen di kemudian hari disebut-sebut sebagai bulan kebangkitan Islam. Sebenarnya, istilah "kebangkitan Islam" masih mengandung makna yang problematis; di mana Islam sebagai agama, memiliki makna yang senyawa dengan kebangkitan itu sendiri. Disebut "kebangkitan Islam" tidak berarti menunjukkan bahwa sebelumnya Islam dalam keadaan lemah dan tidak bangkit, melainkan menunjukkan kuali
Kuliah Pengantar Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

Kuliah Pengantar Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

Aqidah
Kuliah Pengantar Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran) Oleh : Teten Romly Qomaruddien Di antara tantangan kekinian yang sangat penting untuk dicermati adalah perang pemikiran. Peringatan dini, sebenarnya sudah diisyaratkan wahyu akan bahayanya perang ini. Segala usaha yang dikerahkan oleh mereka yang memusuhi Allah 'azza wa jalla dan rasulNya akan selalu ada di setiap zaman sebagai ujian dalam menakar laju dan mundurnya da'wah. Munculnya generasi yang sadar akan bahayanya, merupakan sebuah keniscayaan. Maka sebagai langkah awal, mengetahui apa dan bagaimana arus-arus perang pemikiran (tayyâr al-ghawil fikri) ini menjadi sebuah kemestian. Materi selengkapnya dapat di lihat di Kuliah Pengantar ghazwul fikri
DEWAN DA’WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI)

DEWAN DA’WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI)

AKHBAR NEWS!
DEWAN DA'WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI) Oleh: Teten Romly Qomaruddien (Anggota Pusat Kajian Dewan Da'wah) Untuk lebih sempurnanya UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang tengah digodok, Komisi VIII DPR RI menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para perwakilan Ormas-ormas Islam tingkat Pusat. Hadir dalam acara ini beberapa perwakilan dari PP. Muhammadiyah, PP. Persatuan Islam, PB. Nahdhatul Ulama, DPP Al-Irsyad, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, DPP Al-Washliyah, DPP Mathla'ul Anwar dan ormas lainnya. Mewakili pimpinan Dewan Da'wah, Pusat Kajian menyoroti beberapa hal yang dianggap penting di mana selama ini belum banyak tersosialisasikan dengan baik, pa...

This site is protected by wp-copyrightpro.com