Jumat, November 15News That Matters

Da’wah

AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

Da'wah
AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahaya faham "Wahabiyyah" kembali muncul ke permukaan; Hal ini lebih disebabkan pada semakin kuatnya dorongan dari luar yang tidak menginginkan dakwah tauhid ini ada, juga disebabkan biasnya sejarah sosok Syaikh Muhammad bin Abdul Wahâb sebagai tokoh pemula yang sudah banyak dikaburkan. Tidak terkecuali, perilaku dakwah di lapangan yang kurang bijak, seringkali menisbatkan dengan membawa nama besar tokoh tauhid tersebut. Agar kita bersikap adil dalam menilainya, maka mengetahui kembali selayang pandang hidupnya, adalah sebuah keniscayaan. Kondisi Nejd Abad XII H./ XVIII M. Nejd adalah daerah terpencil di pedalaman Arab Saudi, daerahnya tandus dan tidak banyak diperhatikan orang. Walau
KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN

KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN

Da'wah, Hikmah
KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jelang shaum 'arafah dan 'iedul adhha, bahkan sampai hari-hari tasyriq 1440 H kali ini, qaddarallâh penulis berkesempatan dapat menyimak kuliah zhuhur dan perbincangan-perbincangan kecil yang disampaikan Ayahanda fiellâh Pak AM. Saefuddin di Masjid Al-Furqan Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, tepatnya markaz Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. Da'i yang aktivis kampus IPB sejak mudanya ini, kini mendapat amanah sebagai Ketua Pembina Dewan Da'wah Pusat bersama tokoh-tokoh lainnya yang sezaman. Kalau beliau sedang ada dan tidak keberatan memberikan taushiyah, beliau pun kerap kali memberikan taujihnya dengan ciri khas "sentilan-sentilun" yang cukup menarik dan mengena terkait perkembangan keummatan.
ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

Da'wah, Uncategorized
ISTIQOMAH DALAM DA'WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN "PANCAROBA" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah bukan karena kegigihan para Nabi dan Rasul, maka agama tauhîd tidak akan pernah berdiri tegak di muka bumi. Kalaulah bukan karena kerja keras generasi emas, maka mutiara sunnah tidak akan pernah kita dapatkan dalam kehidupan. Kalaulah bukan karena da'wah dan tarbiyah para penyeru keduanya, maka ummat pun akan kehilangan pijakan dan kompas hidupnya. Semua itu bermuara pada satu kata universal yang mengokohkan dan menyimpan banyak harapan di sepanjang kehidupan. Itulah Istiqomah. Karenanya, jawaban Rasûlullâh shalallâhu 'alahi wa sallam sangat tepat, ketika seorang shahabat bertanya kepada dirinya terkait amalan mulia yang yang sangat luar biasa dahsyatnya. Perkara ini pern
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Da'wah
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien   Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

Da'wah
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Hammad bin Salamah radhiyallaahu 'anh pernah bercerita: "Ada seorang laki-laki yang menjual seorang budak, dia berkata kepada pembelinya; tak ada cacat pada diri budak ini, melainkan suka memfitnah. Sang pembeli mengabaikan pemberitahuan tersebut, ia pun tetap membelinya. Beberapa hari bersama majikannya, budak ini pun mulai menebar kebiasaannya. Si budak mendatangi isteri majikannya seraya berkata; Sesungguhnya suamimu tidak menyukaimu, bahkan akan menjadikanmu seorang budak. Apakah engkau ingin agar ia mencintaimu? Wanita itu menjawab; ya. Sang budak pun berkata padanya; ambillah sebilah pisau kecil dan potonglah rambut bagian dalam janggut suamimu saat tertidur. Dalam waktu yang sama, si budak mendatangi m...
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

Da'wah
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Terwujudnya sebuah tujuan (maqaashid), sangat tergantung kepada perantara tujuan itu (wasaail). Dalam logika da’wah, di dalamnya mengandung pengertian: “Keberhasilan sebuah usaha da’wah sangat ditentukan oleh strategi fiqih da’wah itu sendiri.” Sekalipun bukan harga mati, paling tidak mendorong bagi pelaku da’wah untuk melakukan persiapan yang lebih maksimal agar tujuan da’wah dapat tercapai tanpa menafikan kehendak (iraadah) yang Maha Kuasa. Makanya, diperlukan peningkatan kemampuan untuk memahami segala perbedaan tingkatan aqal, karakter, wawasan dan lainnya, terutama mengenai pribadi da’i sebagai subjek da’wah dan kehidupan da’wah itu sendiri sebagai objeknya.(Fathi Yakan, Al-Istii'aab fî Hayaatid D
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

Da'wah
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK NTB Puluhan mobil datang berombongan di kawasan itu, ada apakah gerangan? Rupanya mereka adalah rombongan yang hendak berziarah ke kawasan Desa Bayan di Lombok Utara. Rasa ingin tahu pun muncul, apa yang selama ini tanda tanya besar pun sedikit terjawab. Sebuah tulisan tentang budaya Sasak di Pulau Seribu Masjid, kurang lebih 15 tahun lalu pun teringat kembali. Oohh ini yang namanya komunitas "Islam Wetu Telu", gumamku. Diantar ustadz muda energik, al-faqier pun menyempatkan untuk melihatnya. Setiba di tempat, ternyata di lokasi sudah ramai dipadati para peziarah. Dengan membungkukkan badan, mereka pun jongkok sembari melantunkan do'a yang beragam, di samping ada pula yang mengikuti komando rombongannya. Bila dahulu, komunitas ini ide...
“FALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN”; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

“FALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN”; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

Da'wah
"FALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN"; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA ________ RISALAH 'IEDUL ADHHA 1439 H. Bersama: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallaah, Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar, Walillaahilhamd   Ikhwaani fied diin a'azzakumullaah ... Kita berkumpul di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, seakan semua menjadi saksi betapa rendah dan hinanya kita di hadapan Pencipta yang Maha agung dan Maha perkasa. Patut disyukuri, atas kasih dan sayangnya Alloh 'azza wa jalla pula sampai saat ini kita semua berada dalam nikmat Iman, Islam dan Ihsan, yaitu kenikmatan hidup di bawah lindungan anugerah Alloh dengan bimbingan kehaniefan ajaranNya. Namun demikian, kenikmatan terse
MENGGAPAI ISTIJAABAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan dan Mengedepankan Kelapangan)

MENGGAPAI ISTIJAABAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan dan Mengedepankan Kelapangan)

Da'wah
MENGGAPAI ISTIJAABAH DI HARI 'ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan dan Mengedepankan Kelapangan) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Selayang Pandang ‘Arafah Itulah nama sebuah bukit sekitar 25 km dari Mekkah. Tempat ini menjadi sangat penting bila dikaitkan dengan ibadah haji, sehubungan dengan wukuf di tempat itu. Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Al-Hajju ‘Arafah", artinya "Haji adalah ‘Arafah". (HR. Ahmad dan Ashhaabus Sunnan). Bahkan riwayat lain menyebutkan, Rasulullah bersabda : “Tidak ada hari yang ketika itu Allah lebih banyak membebaskan hamba dari (siksa) neraka selain hari ‘Arafah, dan sungguh ia telah dekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat, seraya berfirman : Mâ arâda hâulâi (apa yang mereka kehendaki?)". (HR. Muslim). Bukit ‘Ara
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) LAKUKAN PENELITIAN INDEKS RAWAN PEMURTADAN (IRP)

BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) LAKUKAN PENELITIAN INDEKS RAWAN PEMURTADAN (IRP)

Aqidah, Da'wah
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) LAKUKAN PENELITIAN INDEKS RAWAN PEMURTADAN (IRP) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan aksi pemurtadan di mana-mana, terutama tempat-tempat yang dinyatakan mendesak untuk dijadikan lahan pekabaran bagi mereka. Di antara yang paling populer, rancangan perpindahan agama yang dilakukan Doulos World Mission dengan proyek spektakuler yang disesuaikan dengan kondisi agama dan kebudayaan masyarakatnya. Yerikho 2000 di Jawa Barat, Karapan 2000 di Madura dan Jawa Timur, Andalas 2000 di Sumatera, Mandau 2000 di Kalimantan, Bajau Bungku 2000 di Sulawesi Tenggara, Cenderawasih 2000 di Irian Jaya, Sriwijaya 2000 di Riau dan lain-lain. Yang paling viral di media saat ini adalah beberapa tempat di Jawa Barat, sekali pun...
IKHTIYAAR SIYAASI KEPEMIMPINAN PRO UMMAT (Dari Ijtima’ Ulama Jakarta Hingga Mudzakarah 1000 Ulama Tasikmalaya)

IKHTIYAAR SIYAASI KEPEMIMPINAN PRO UMMAT (Dari Ijtima’ Ulama Jakarta Hingga Mudzakarah 1000 Ulama Tasikmalaya)

AKHBAR NEWS!, Da'wah, Uncategorized
IKHTIYAAR SIYAASI KEPEMIMPINAN PRO UMMAT (Dari Ijtima' Ulama Jakarta Hingga Mudzakarah 1000 Ulama Tasikmalaya) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Kembali ke kaidah awal, peran ulama sebagai garamnya negara (milhul bilaad) dan mercusuar pemerintahan (manaaratul hukkaam) kini diuji. Sejauh mana perannya dapat berfungsi dalam menegakkan agama dan mengawal negara dalam bingkai keummatan dan kebangsaan. Para pendahulu Republik ini, wa bil khushus "Bapak-bapak Muslim" telah menorehkan tinta sejarahnya, terlepas dari seberapa berhasil atau tidaknya sebuah perjuangan. Setidaknya, kini semangat itu masih menyala dan gayung sejarah pun masih bersambut dan seruan juangnya masih menyapa setiap elemen anak bangsa. A. Ijtima' GNPF Ulama Setelah berjuang tiga hari dua malam (27 - 29 Juli 201...
BADAI FITNAH DI TENGAH GELOMBANG MUSHIBAH

BADAI FITNAH DI TENGAH GELOMBANG MUSHIBAH

Da'wah
BADAI FITNAH DI TENGAH GELOMBANG MUSHIBAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. “Sesungguhnya akan terjadi fitnah (malapetaka) di hadapanmu bagai malam gelap gulita, seseorang di pagi hari masih dalam keadaan mukmin, di sore hari telah berubah menjadi kufur. Ia menjual agamanya karena menginginkan kehormatan dunia” (HR. Abu Dâwud, Kitâbul Fitan wal Malâhim, no. 4259 dan HR. Ibnu Mâjah, Bab At-Tatsbît fil fitnah, dari shahâbat Abu Mûsa al-Asy’ari radhiyallaahu 'anh, no. 3961). Demikianlah Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam mengingatkan ummatnya, di mana isyarah nubuwah yang beliau sampaikan dalam haditsnya yang mulia ini mengandung renungan yang sangat dalam dan perlu perhatian yang sangat serius. Pertama, akan terjadi badai fitnah yang sangat dahsyat menimpa kaum muslimin sepe
KH. E. ABDURRAHMAN; WAJAH DAN WIJHAH ULAMA NUSANTARA YANG MUTAFAQQIH FIED DIIN

KH. E. ABDURRAHMAN; WAJAH DAN WIJHAH ULAMA NUSANTARA YANG MUTAFAQQIH FIED DIIN

Da'wah
KH. E. ABDURRAHMAN; WAJAH DAN WIJHAH ULAMA NUSANTARA YANG MUTAFAQQIH FIED DIIN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Sudah tentu bukan maqamnya bilamana diri ini harus berbagi kisah sejarah tentang sosok Ustadz Abdurrahman. Demikian ustadz luhung pangaweruh ini akrab dipanggil (istilah saya ini mungkin semacam kyai khash atau ulama langitan dalam budaya pesantren-pesantren tradisional atau ulama kibaar dalam istilah lingkungan Al-Lajnah ad-Daaimah KSA atau Jabhatul 'Ulama Mesir). Di samping tidak pernah berguru dan bertemu walaupun masih sezaman, juga kurangnya literatur yang dimiliki dari karya-karya beliau dan kurangnya pesan kisah yang disampaikan kecuali sedikit saja yang bisa diketahui. Sekedar menakar pengetahuan tentang beliau ini, karya-karya yang sempat dibaca meliputi: Risala...
MENJADI KADER HAWAARIYYUN DAN ASHHAABUN (Goresan Pena Simpatik Aksi 242 Jam’iyyah Persatuan Islam)

MENJADI KADER HAWAARIYYUN DAN ASHHAABUN (Goresan Pena Simpatik Aksi 242 Jam’iyyah Persatuan Islam)

AKHBAR NEWS!, Da'wah
MENJADI KADER HAWAARIYYUN DAN ASHHAABUN (Goresan Pena Simpatik Aksi 242 Jam'iyyah Persatuan Islam) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Ketika agama mulai tercabik, ajarannya ternodai, penyerunya disakiti, bahkan dilenyapkan. Maka lahirnya "generasi pembela", adalah sesuatu yang dinantikan. Hawaariyyuun dan Ashhaabun, demikianlah Al-Qur'an dan Hadits Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam mengistilahkan. Dalam Al-Mu'jamul Wasith dijelaskan, hawaariy mengandung makna asal mubayyidhus tsiyaab (berpakaian putih bersih) atau akhlasha wa ikhtayara (bersih dan terpilih). Dalam arti lain, bersih dari cacat, di samping penolong (naashir) dan teman (shaahib). (Ibrahim Musthafa dkk,1392: hlm. 205). Para ahli tafsir klasik, ketika memberikan komentar terhadap QS. As-Shaf/ 61: 14 yang berbunyi: "...
DAKWAH DAN POLITIK

DAKWAH DAN POLITIK

AKHBAR NEWS!, Da'wah
DAKWAH DAN POLITIK;​ Dengan tema: "Pertarungan Ideologi dalam Dunia Dakwah di Tahun Politik"​, MUI menyuguhkan diskusi dengan menghadirkan 2 nara sumber dan mengundang seluruh perwakilan ormas Islam. Tengku Zulkarnaen di awal sambutan menuturkan: "Islam (dakwah) dan politik tidak bisa dipisahkan"​, tegasnya. Dr. Muharam Marzuki (Litbang Kemenag) menyebutkan, "Arus reformasi, demokratisasi dan pertarungan ideologi sangat mempengaruhi kontestasi dan eskalasi dakwah di tahun politik"​. Karenanya, sumber lain Dr. Ilyas Ismail (Pakar Komunikasi Penyiaran Islam) menegaskan: "Perlu adanya pembaharuan metode dakwah, di antaranya; dari orasi ke transformasi, konversi ke civilisasi, pemusatan perhatian da'i ke perhatian mad'u, benturan ke dialog, globalisasi ke internasionalisasi, oral ke o

This site is protected by wp-copyrightpro.com