Rabu, September 30MAU INSTITUTE
Shadow

Da’wah

DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

Da'wah, Tarbiyah, Uncategorized
DU'ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Waktu terus melaju, zaman semakin berubah. Perkembangan demi perkembangan semakin dapat dirasakan, betapa kemajuan ini bukanlah tanpa resiko, melainkan menuntut adanya konsekuensi yang harus segera dilakukan seiring dengan perubahan yang ada. Sebuah zaman, kini sudah hadir di depan mata. Yakni sebuah era yang menjadikan ummat manusia bisa terlindas dan ditinggalkan, apabila kurang sigap menyikapinya. Kurang fokus, tidak perhatian, enggan melibatkan dalam kancah perubahan ini, bisa berakibat fatal karenanya. Itulah sebuah era yang para ahli abad ini menyebutnya dengan disrupsi (disruption era). Guru besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, salah satu tokoh yang mempopuler
MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam)

MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam)

Da'wah, tasqafah, Uncategorized
MANUSIA MAKHLUK KOMUNIKATIF (Kado Pengantar Mastama Komunikasi Penyiaran Islam) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi fithrah, setiap manusia yang dilahirkan pasti memberi isyarat dengan tangisan. Yakni, tangisan yang ditunggu-tunggu oleh semua yang tengah menanti kelahiran sang buah hati dengan penuh cemas, haru dan berujung rasa bahagia. Tak jarang pihak keluarga merasa gundah, ketika sekian lama menunggu, namun tangisan bayi tak kunjung terdengar. Kalau pun sudah lahir tak bersuara pula, maka Mak Paraji atau pun Bidan yang membantu kelahirannya, akan sedikit menepuk-nepuknya agar jabang bayi bisa menangis. Sama halnya dengan akhir kehidupan manusia, maka tidak ada yang jauh lebih penting untuk ditinggalkan terakhir kalinya, selain dari kalimah thayyibah dan ungkapan wash...
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, tasqafah, Uncategorized
MERDEKA ITU INDAH NAMUN TIDAK MUDAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Luapan rasa gembira bagi seluruh anak bangsa di mana pun adalah sesuatu yang wajar dan tidak salah, karena keinginan hidup merdeka adalah fithrah insâniyyah setiap jiwa manusia. Terlebih, bagi mereka yang telah turut merasakan pahit getirnya penjajahan. Manusia dicipta dan dilahirkan ke muka bumi, pada dasarnya benar-benar murni bersih dan memiliki hak merdeka. Namun semua itu bisa berubah, hak menikmati hidup merdeka bisa terganggu dan bisa saja tidak berpihak pada dirinya, ketika banyak unsur-unsur lain yang menghalanginya. Kondisi ibu yang mengandung, bapak yang seharusnya menjaga, apabila keduanya tidak stabil dapat berpengaruh pada putera mereka yang akan lahir nanti. Demikian pula dengan lahirnya sebuah bangs
RISÂLAH ‘IEDUL FITHRI VIRTUAL 1441 H. Tema Khutbah: “KEMBALI KE FITHRAH; MENAFSIR PANDEMI MENALAR ZAMAN”

RISÂLAH ‘IEDUL FITHRI VIRTUAL 1441 H. Tema Khutbah: “KEMBALI KE FITHRAH; MENAFSIR PANDEMI MENALAR ZAMAN”

AKHBAR NEWS!, Da'wah, Uncategorized
RISÂLAH 'IEDUL FITHRI VIRTUAL 1441 H. Tema Khutbah: "KEMBALI KE FITHRAH; MENAFSIR PANDEMI MENALAR ZAMAN" Oleh: Teten Romly Qomaruddien إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ... من يهد الله فهو المهتدى ومن يضلل فأولئك هم الخاسرون ... أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ... نصلى ونسلم على رسول الكريم وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ... وبعد Ma'âsyiral Muslimîn A'azzakumullâh Kembali alunan takbir, tahlil dan tahmid menghiasi bumi dan menggema menambah hiasan jagat raya, seolah tidak peduli apa yang tengah terjadi dan tidak terpengaruh dengan riuhnya berbagai kemusykilan yang ada. Suaranya menggelagar menembus tingginya langit dan tajam menghunjam menembus kedalaman dasar bumi. الله أكبر الله أكبر لا إله إل
DA’WAH HARUS TETAP MELANGKAH WALAU DI TENGAH MUSHIBAH

DA’WAH HARUS TETAP MELANGKAH WALAU DI TENGAH MUSHIBAH

Da'wah, Uncategorized
DA'WAH HARUS TETAP MELANGKAH WALAU DI TENGAH MUSHIBAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara sekian nasihat Pak Natsir (sebutan akrab dan familiar Allâhu yarhamh Mohammad Natsir) terkait zaman, beliau seringkali mengingatkan dengan ayat berikut ini: إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ ٱلْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُۥ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ "Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang
KULIAH FALSAFAH ILMU BERSAMA GURU KAMI KH. ABDUL WAHID ALWI, MA. RAHIMAHULLÂH (Sebuah Pengantar Buku)

KULIAH FALSAFAH ILMU BERSAMA GURU KAMI KH. ABDUL WAHID ALWI, MA. RAHIMAHULLÂH (Sebuah Pengantar Buku)

Buku, Da'wah
KULIAH FALSAFAH ILMU BERSAMA GURU KAMI KH. ABDUL WAHID ALWI, MA. RAHIMAHULLÂH (Sebuah Pengantar Buku) Disarikan oleh: Teten Romly Qomaruddien Alhamdu lillâhi Rabbil 'âlamîn ... Hamdan katsîran thayyiban mubârakan fîhi ... Hamdan yalîqu bijalâlihi wa 'azhîmi sulthânih nahmaduhu wa nasta'înuhu wa nastaghfiruhu wa na'ûdzu billâhi min syurûri anfusina wa min sayyi'âti a'mâlinaâ ... Man yahdihillâhu falâ mudhilla lahu wa man yudhlilhu falâ hâdiya lahu .. Wa ba'du: Di antara kenikmatan dan kemuliaan yang Allah 'azza wa jalla curahkan untuk hamba-hambaNya adalah berupa kenikmatan diberikannya petunjuk akan kebenaran di sisiNya. Siapa yang mendapatkan hidayahNya, maka tidak ada seorang pun yang mampu menyesatkannya. Siapa pun yang memilih jalan kesesatan (hingga ia tersesat), maka tida
AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB

Da'wah
AGAR BERSIKAP ADIL MENILAI DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHÂB Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahaya faham "Wahabiyyah" kembali muncul ke permukaan; Hal ini lebih disebabkan pada semakin kuatnya dorongan dari luar yang tidak menginginkan dakwah tauhid ini ada, juga disebabkan biasnya sejarah sosok Syaikh Muhammad bin Abdul Wahâb sebagai tokoh pemula yang sudah banyak dikaburkan. Tidak terkecuali, perilaku dakwah di lapangan yang kurang bijak, seringkali menisbatkan dengan membawa nama besar tokoh tauhid tersebut. Agar kita bersikap adil dalam menilainya, maka mengetahui kembali selayang pandang hidupnya, adalah sebuah keniscayaan. Kondisi Nejd Abad XII H./ XVIII M. Nejd adalah daerah terpencil di pedalaman Arab Saudi, daerahnya tandus dan tidak banyak diperhatikan orang. Walau
KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN

KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN

Da'wah, Hikmah
KULIAH KEUMMATAN BERSAMA PROF. DR. IR. H. A.M. SAEFUDDIN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jelang shaum 'arafah dan 'iedul adhha, bahkan sampai hari-hari tasyriq 1440 H kali ini, qaddarallâh penulis berkesempatan dapat menyimak kuliah zhuhur dan perbincangan-perbincangan kecil yang disampaikan Ayahanda fiellâh Pak AM. Saefuddin di Masjid Al-Furqan Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, tepatnya markaz Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. Da'i yang aktivis kampus IPB sejak mudanya ini, kini mendapat amanah sebagai Ketua Pembina Dewan Da'wah Pusat bersama tokoh-tokoh lainnya yang sezaman. Kalau beliau sedang ada dan tidak keberatan memberikan taushiyah, beliau pun kerap kali memberikan taujihnya dengan ciri khas "sentilan-sentilun" yang cukup menarik dan mengena terkait perkembangan keummatan.
ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

Da'wah, Uncategorized
ISTIQOMAH DALAM DA'WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN "PANCAROBA" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah bukan karena kegigihan para Nabi dan Rasul, maka agama tauhîd tidak akan pernah berdiri tegak di muka bumi. Kalaulah bukan karena kerja keras generasi emas, maka mutiara sunnah tidak akan pernah kita dapatkan dalam kehidupan. Kalaulah bukan karena da'wah dan tarbiyah para penyeru keduanya, maka ummat pun akan kehilangan pijakan dan kompas hidupnya. Semua itu bermuara pada satu kata universal yang mengokohkan dan menyimpan banyak harapan di sepanjang kehidupan. Itulah Istiqomah. Karenanya, jawaban Rasûlullâh shalallâhu 'alahi wa sallam sangat tepat, ketika seorang shahabat bertanya kepada dirinya terkait amalan mulia yang yang sangat luar biasa dahsyatnya. Perkara ini pern
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Da'wah
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien   Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

Da'wah
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Hammad bin Salamah radhiyallaahu 'anh pernah bercerita: "Ada seorang laki-laki yang menjual seorang budak, dia berkata kepada pembelinya; tak ada cacat pada diri budak ini, melainkan suka memfitnah. Sang pembeli mengabaikan pemberitahuan tersebut, ia pun tetap membelinya. Beberapa hari bersama majikannya, budak ini pun mulai menebar kebiasaannya. Si budak mendatangi isteri majikannya seraya berkata; Sesungguhnya suamimu tidak menyukaimu, bahkan akan menjadikanmu seorang budak. Apakah engkau ingin agar ia mencintaimu? Wanita itu menjawab; ya. Sang budak pun berkata padanya; ambillah sebilah pisau kecil dan potonglah rambut bagian dalam janggut suamimu saat tertidur. Dalam waktu yang sama, si budak mendatangi m...
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM

Da'wah
DA’WAH; ANTARA FIQHUL WAAQI’ DAN FIQHUL AHKAAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Terwujudnya sebuah tujuan (maqaashid), sangat tergantung kepada perantara tujuan itu (wasaail). Dalam logika da’wah, di dalamnya mengandung pengertian: “Keberhasilan sebuah usaha da’wah sangat ditentukan oleh strategi fiqih da’wah itu sendiri.” Sekalipun bukan harga mati, paling tidak mendorong bagi pelaku da’wah untuk melakukan persiapan yang lebih maksimal agar tujuan da’wah dapat tercapai tanpa menafikan kehendak (iraadah) yang Maha Kuasa. Makanya, diperlukan peningkatan kemampuan untuk memahami segala perbedaan tingkatan aqal, karakter, wawasan dan lainnya, terutama mengenai pribadi da’i sebagai subjek da’wah dan kehidupan da’wah itu sendiri sebagai objeknya.(Fathi Yakan, Al-Istii'aab fî Hayaatid D
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

Da'wah
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK NTB Puluhan mobil datang berombongan di kawasan itu, ada apakah gerangan? Rupanya mereka adalah rombongan yang hendak berziarah ke kawasan Desa Bayan di Lombok Utara. Rasa ingin tahu pun muncul, apa yang selama ini tanda tanya besar pun sedikit terjawab. Sebuah tulisan tentang budaya Sasak di Pulau Seribu Masjid, kurang lebih 15 tahun lalu pun teringat kembali. Oohh ini yang namanya komunitas "Islam Wetu Telu", gumamku. Diantar ustadz muda energik, al-faqier pun menyempatkan untuk melihatnya. Setiba di tempat, ternyata di lokasi sudah ramai dipadati para peziarah. Dengan membungkukkan badan, mereka pun jongkok sembari melantunkan do'a yang beragam, di samping ada pula yang mengikuti komando rombongannya. Bila dahulu, komunitas ini ide...
“FALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN”; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

“FALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN”; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

Da'wah
"FALAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN"; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA ________ RISALAH 'IEDUL ADHHA 1439 H. Bersama: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallaah, Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar, Walillaahilhamd   Ikhwaani fied diin a'azzakumullaah ... Kita berkumpul di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, seakan semua menjadi saksi betapa rendah dan hinanya kita di hadapan Pencipta yang Maha agung dan Maha perkasa. Patut disyukuri, atas kasih dan sayangnya Alloh 'azza wa jalla pula sampai saat ini kita semua berada dalam nikmat Iman, Islam dan Ihsan, yaitu kenikmatan hidup di bawah lindungan anugerah Alloh dengan bimbingan kehaniefan ajaranNya. Namun demikian, kenikmatan terse
MENGGAPAI ISTIJAABAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan dan Mengedepankan Kelapangan)

MENGGAPAI ISTIJAABAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan dan Mengedepankan Kelapangan)

Da'wah
MENGGAPAI ISTIJAABAH DI HARI 'ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan dan Mengedepankan Kelapangan) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Selayang Pandang ‘Arafah Itulah nama sebuah bukit sekitar 25 km dari Mekkah. Tempat ini menjadi sangat penting bila dikaitkan dengan ibadah haji, sehubungan dengan wukuf di tempat itu. Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Al-Hajju ‘Arafah", artinya "Haji adalah ‘Arafah". (HR. Ahmad dan Ashhaabus Sunnan). Bahkan riwayat lain menyebutkan, Rasulullah bersabda : “Tidak ada hari yang ketika itu Allah lebih banyak membebaskan hamba dari (siksa) neraka selain hari ‘Arafah, dan sungguh ia telah dekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat, seraya berfirman : Mâ arâda hâulâi (apa yang mereka kehendaki?)". (HR. Muslim). Bukit ‘Ara

This site is protected by wp-copyrightpro.com