Jumat, April 19MAU INSTITUTE
Shadow

Da’wah

NYOROG ELMU PEMBENAHAN DIRI BERSAMA “ANAK JOHAR BARU” (Ta’ziyah Atas Wafatnya H. Soewardi Sulaiman)

NYOROG ELMU PEMBENAHAN DIRI BERSAMA “ANAK JOHAR BARU” (Ta’ziyah Atas Wafatnya H. Soewardi Sulaiman)

Da'wah, Hikmah, Tokoh, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Siapa yang tidak kenal sosok H. Soewardi Sulaiman? Pria Betawi tulen kelahiran Johar Baru 1948 ini; Selain dikenal "asal jeplak", sikapnya yang tegas terkesan "keras", wibawa dan pembawaan dirinya pun membuat ketar ketir orang yang mengajak bicara dengannya. Namun, dibalik sikap cadasnya itu, ternyata beliau memiliki jiwa lembut yang tersembunyi [al-'athiifah al-mustatiirah]. Beliau sering menuturkan sendiri, "Gue ini keliatannya aje keras, hati gue sebenarnya putih bersih seputih salju", ujarnya sambil terkekeh. Di sela-sela usianya yang telah memasuki 75 tahun, gelora semangatnya masih menggebu-gebu setiap kali diajak diskusi soal pentingnya kader perjuangan. Menurutnya, sumpah setia yang telah diikrarkan dalam "Bai'at Perjuangan" jam'iyyah untuk ...
MERENUNGKAN KALAM KENANGAN SANG MOTIVATOR DA’WAH

MERENUNGKAN KALAM KENANGAN SANG MOTIVATOR DA’WAH

Da'wah, Hikmah, Tokoh, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di sela-sela tilawah malam ke-27 ini, tiba-tiba teringat sosok tangguh yang sering memberikan nasihat dan motivasi dalam mengarungi samudera da'wah seiring dilaluinya bacaan Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 125 yang menyingkap pentingnya para da'i memahami pemetaan da'wah di lapangan. Waktu itu bulan Ramadhan di tahun 2020, benar-benar dihadapkan pada situasi "pageblug" yang cukup mencekam. Covid-19 telah mengubah suasana bulan mulia yang penuh ceria menjadi petaka yang menakutkan hingga tahun 2022 [sekalipun penetapan status berakhirnya pandemi tahun 2023]. Hampir setiap hari, selalu terdengar pengumuman berita kematian yang seakan bersahutan dari mesjid-mesjid sekitar. Sambil menunggu waktu zhuhur, dari kejauhan tampak ada mobil yang menepi ke arah...
JIHAAD, IJTIHAAD, DAN MUJAAHADAH DI BULAN PENUH KESUNGGUHAN

JIHAAD, IJTIHAAD, DAN MUJAAHADAH DI BULAN PENUH KESUNGGUHAN

Da'wah, sajak islam, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagai bulan yang penuh dengan kesungguhan, Ramadhan banyak menyuguhkan menu istimewa bagi para perindunya. Mulai dari amalan fardhu, hingga amalan sunnah, bahkan mustahab. Minimalnya kesungguhan menunaikan ibadah shaum di siang harinya, shalat qiyaamu ramadhaan di malam harinya dan tadarrus Al-Qur'an. Dari bangun sahur, hingga ifthaar di saat matahari terbenam. Semuanya dilakukan dengan penuh kesungguhan; berletih-letih, bersukar-sukar, penuh kegigihan, pengerahan segenap kemampuan, dan berusaha keras tanpa pamrih. Lahirnya istilah jihaad, ijtihaad, dan mujaahadah pun tidak dapat dilepaskan dari makna-makna yang telah disebutkan. Untuk menyebut "kesungguhan" seorang hamba Allah 'azza wa jalla atau ummat Rasul panutan dalam menjaga, mengawal dan...
HISAB, MUHAASABAH, YAUMUL HISAAB, HINGGA ILMU HISAAB

HISAB, MUHAASABAH, YAUMUL HISAAB, HINGGA ILMU HISAAB

Da'wah, Fiqh Ikhtilaf, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kata Hisaab merupakan istilah dalam Islam yang merujuk pada proses perhitungan atau penilaian Allah 'azza wa jalla atas amal perbuatan manusia. Dikatakan Allah itu syarii'ul hisaab, maknanya Dia-lah Allah yang Maha cepat penghitungannya. Dalam diksi hisaab, mengandung dua makna yang saling bertalian; yakni bilangan atau hitungan [al-'addu] dan perhitungan [al-muhaasabah]. Titik singgung keduanya, terletak pada bagaimana seseorang dapat menghitung dan menimbang amalan dirinya untuk dipertanggung jawabkan di hari perhitungan kelak atau alam hisab. Dalam hal ini, Allah 'azza wa jalla berfirman: وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl/ 16: 93). الْيَوْمَ ...
BELAJAR MENJADI TEMAN DAN PEMBISIK YANG BAIK

BELAJAR MENJADI TEMAN DAN PEMBISIK YANG BAIK

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada narasi yang telah popular di masyarakat, khususnya kalangan aktivis politik praktis, atau minimalnya simpatisan dari sebuah kendaraan politik. "Tidak ada pertemanan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi". Demikian kalimat ini sering muncul, terutama jelang perhelatan hajat demokrasi. Bagaimana Islam memandang persoalan ini? Sebagai ummat Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam tentunya hal ini menjadi sangat penting untuk dikritisi. Pertama; Dalam Al-Qur'anul Kariim digambarkan, bahwa pertemanan orang-orang bertaqwa itu abadi hingga hari akhir. Allah 'azza wa jalla berfirman: الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين "Pertemanan di hari itu [hari qiyamat] satu sama lain menjadi musuh, kecuali orang-orang bertaqwa." (QS. Az-Zukhruf/ 43...
MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

Da'wah, Kebangsaan, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pemimpin yang baik terlahir dari masyarakat atau warga yang baik, demikian juga masyarakat yang baik terlahir dari komunitas keluarga yang baik, dan keluarga yang baik cerminan dari pasangan yang baik. Semua kebaikan itu, tidak dapat dilepaskan dari sosok-sosok induk entitas manusia yang baik pula. Pemimpin [imaam], adalah sosok yang benar-benar mampu menjadi orang terdepan [amaam] dalam menata kebaikan. Lalu, untuk apa ia harus selalu di garda depan? Jawabnya, karena ia memiliki peran dan tanggung jawab mengatur urusan masyarakat yang dipimpinnya [ummat]. Pola seperti ini tentu saja bukan hal yang mudah terjadi begitu saja, melainkan ada harmoni yang telah terbina sebelumnya melalui proses yang disebut "berpasang-pasangan" [azwaaj]. Dari sinilah, b...
KALAM PERINGATAN DI TAHUN POLITIK; REKAMAN DIALOG YANG TIDAK PERNAH USANG

KALAM PERINGATAN DI TAHUN POLITIK; REKAMAN DIALOG YANG TIDAK PERNAH USANG

Da'wah, Kebangsaan, persatuan umat, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien 1500 tahun atau 15 abad bukanlah waktu yang pendek, melainkan bentangan jarak yang teramat panjang. Sungguh memukau dialog seorang shahabat bergelar Shaahibus Sirri [shahabat yang paling banyak menyimpan rahasia berita kenabian], yakni Hudzaifah bin Yaman radhiyallaahu 'anh yang banyak memantik Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk menjawab setiap kisi-kisi pertanyaan yang diajukan kepadanya. Sebagaimana dua guru besar ahli hadits [as-syaikhaan], yakni Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam Al-Jaami' as-Shahiih-nya, juga Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya yang merekam tanya jawab yang berbobot itu terkait kekuasaan dan zaman yang semakin tidak baik-baik saja. Hadits pertama, diceritakan oleh shahabat Nu'man bin Basyir radhiyallaahu...
TERIMA KASIH KAWAN, ENGKAU TELAH MENASIHATIKU…!!!

TERIMA KASIH KAWAN, ENGKAU TELAH MENASIHATIKU…!!!

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
TERIMA KASIH KAWAN, ENGKAU TELAH MENASIHATIKU ... !!! // Di sela-sela percaturan Whatsapp group, seorang shahib ilmiahku yang berinisial GN menghaturkan kiriman koleksi literasi terbarunya berupa dua kitab karya ulama yang disebut-sebut sebagai ulama hadits kontemporer. Nama 'alim yang dimaksud adalah Syaikh Mahmud Sa'id bin Muhammad Mamduh rahimahullaah [ulama bermadzhab Syafi'i dan berhaluan 'aqidah Asy'ariyah, lahir di Cairo 1372 H./ 1953 M. dari keturunan Turki dan Asyraf Husaini Mesir]. Yang menjadi percikan bara hikmahnya [tanwiirul miqbaas] adalah pesan singkat sang ahli ilmu kepada muridnya. "Hidup ini singkat, jangan habiskan dengan perkara yang tidak prioritas", tuturnya demikian. Terlepas dari silang pandangan manhaj yang dianutnya di kalangan para ulama, sari pati nasihatn...
LIMA PANGGILAN MEREKA YANG MESTI DIKETAHUI

LIMA PANGGILAN MEREKA YANG MESTI DIKETAHUI

Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien A. Bani Israil"Israil" atau biasa disebut "Israel", awalnya nama mulia berupa gelar berbahasa 'ibrani [israaiil: "kekasih Tuhan"] yang disandarkan kepada Nabiyullaah Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim 'alaihimus salaam. Dikatakan Bani Israil, berarti 12 anak keturunan Ya'qub dari empat istrinya. B. Ahlul KitabTidak kurang dari 31 kata ahlul kitaab dalam Al-Qur'an, yang menurut para ulama tafsir salaf seperti halnya At-Thabari, Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, dan lainnya memiliki makna bahwa mereka adalah Yahudi dan Nashrani. Bahkan keduanya, menurut As-Syafi'i rahimahullaah dari kalangan Bani Israil. C. 'IbraniSebutan ini lebih didasarkan pada komunitas orang-orang yang "menyebrang" sungai Eufrat di Iraq ['Aabir], atau dihubungkan dengan Ibrahim al-'Ibrani ...
SENI DAN ADAB BERAKTIVITAS

SENI DAN ADAB BERAKTIVITAS

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Hari ini dua orang sahabat senior mengirimkan postingan berharga; Yang pertama mengirimkan syair nasihat tentang pentingnya memberikan dukungan optimisme kepada sesama teman, dan yang keduanya berupa ungkapan emas seorang ulama kontemporer Timur Tengah terkait tercelanya sifat "ngarawu ku siku" alias senang memonopoli pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan rekan lainnya. Rupanya, kiriman sang sahabat saya Al-Akhil Kabiir Yono Sudiono ini terambil dari postingan www.hekams.com yang memuat banyak kalimat mutiara tokoh-tokoh dunia dan dialih bahasakan ke dalam Bahasa Arab, di antaranya Che Guevara [Pejuang Revolusi Cuba] sebagaimana dipetik. Tidak bermaksud untuk membenarkan ideologinya, namun dalam persoalan motivasi tentu tidak bisa kita abaikan b...
MULAAZAMAH KEPEMIMPINAN BERSAMA SANG “ANAK JOHAR BARU”

MULAAZAMAH KEPEMIMPINAN BERSAMA SANG “ANAK JOHAR BARU”

Da'wah, Tokoh, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Siapa yang tidak kenal sosok H. Soewardi Sulaiman? Pria Betawi tulen kelahiran Johar Baru 1948 ini, dikenal "asal jeplak". Selain karena sikapnya yang tegas terkesan "keras", wibawa dan pembawaan dirinya pun juga membuat ketar ketir orang yang mengajak bicara dengannya. Namun, dibalik sikap cadasnya itu, ternyata beliau memiliki jiwa lembut yang tersembunyi [al-'athiifah al-mustatiirah]. Di sela-sela usianya yang telah memasuki 75 tahun, gelora semangatnya masih menggebu-gebu setiap kali diajak diskusi soal pentingnya kader perjuangan. Menurutnya, sumpah setia yang telah diikrarkan dalam "Bai'at Perjuangan" jam'iyyah untuk mewakafkan diri, hendaknya dipegang teguh dengan penuh komitmen oleh semua aktivis dakwah. Karena itulah kata kunci kedisiplin...
SEMARAK KEMERDEKAAN YANG AMAN SYAR’I DAN AMAN NKRI

SEMARAK KEMERDEKAAN YANG AMAN SYAR’I DAN AMAN NKRI

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Beberapa hari ke depan, negeri ini genap 78 tahun. Setiap waktunya tiba, beragam pesta dan perlombaan pun digelar. Semua ini mengingatkan diri ini menerawang masa ke belakang ketika masih di bangku SD dan Sekolah Menengah, juga masa di Pesantren tentunya. Aneka lomba dan pentas ditawarkan, diri yang masih bocah ini pun mencoba mengambil peran sebagai anak bangsa; kalau lomba gambar lebih senang menggambar pahlawan pejuang yang ulama seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Tuanku Imam Bonjol atau Mohammad Natsir [bapak Mosi Integral, arsitek NKRI]. Kalau disuruh lomba peran, maka lomba pidato kemerdekaan dan drama perjuangan yang diambil. Dengan penuh penghayatan, lagu kebangsaan, pembacaan teks proklamasi dan pembukaan UUD 1945, serta do'a ...
HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN

HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN

Aqidah, Da'wah, Uncategorized
HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN// Untuk menyebut kata "sesat", terkadang Al-Qur'an menggunakan kalimat zayghun [condong pada kesesatan], ghayyun [jalan menuju kesesatan], dan dhalaalun [terperosok dalam kesesatan]. Memang benar, penyimpangan dan kesesatan itu terjadi, biasanya berawal dari rasa simpatik dan kecenderungan hati, diiringi dengan "mencoba-coba" untuk masuk, dan berakhir dengan ketergelinciran yang mapan. Selagi kita berada di bulan yang sarat inspirasi sejarah penuh semangat, yakni bulan mulia Muharram; Nampaknya "berhijrah" dari berbagai ragam keburukan, adalah suatu yang niscaya dilakukan. Tidak terkecuali berpindah posisi [intiqaal], meninggalkan suasana [tark], bergerak tempat [harakat], ataupun perubahan sikap [taghyiir] dari mencekam menjadi aman sentosa, dar...
“TAMAN SORGA DUNIA” ITU HALAQAH ILMU

“TAMAN SORGA DUNIA” ITU HALAQAH ILMU

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
"TAMAN SORGA DUNIA" ITU HALAQAH ILMU// Bagi rekan-rekan Kramat Raya 45, terlebih alumni Lembaga Pendidikan Da'wah Islam Jakarta [LPDI], sosok pria asal Sapekan Sumenep Madura bernama H. Heri Mulyadi Acok [lahir 1965] ini telah akrab di telinga. Berbekal pendidikan; mulai PPI Abu Hurairah Sapekan [1979], Ponpes Darul Falah Bogor [1985], LPDI [1988], hingga Strata 1 di Jakarta. Suami dari Ibu Darilah [seorang perawat RS], kini dikaruniai 5 orang anak. Pria yang bertugas sebagai TU LPDI dan melayani pembuatan tazkiyah calon mahasiswa luar negeri ini, hari ini [18/7] tampil memukau di Mimbar Kuliah Zhuhur Al-Furqan. Fasih, renyah, menyentuh, bernash, dan "menggedor qalbu". Dalam paparannya terkait "Keutamaan Majlis Ilmu dan Pentingnya Saling Menghargai", terbetik narasi: "Masjid sebagai r...
MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara sifat yang bisa merusak ajaran agama adalah mengikuti kehendak nafsu [ittibaa'ul hawaa], berburuk sangka kepada Allah 'azza wa jalla [suu'uz zhan billaah], dan berlebihan dalam memahami agama tanpa piranti ilmu [al-ghuluw fid diin]. Selain itu, sikap menyombongkan diri [takabbur] yang menyebabkan seseorang terbiasa menolak kebenaran [batharul haq], dan senang merendahkan orang lain [ghamthun naas]. Menarik untuk direnungkan, timbulnya beragam kegaduhan dan penyimpangan dalam beragama tidak lepas dari sifat yang telah disebutkan. Ketika akal pikiran dipertuhankan, menyangka bahwa Allah 'azza wa jalla memiliki banyak kelemahan sehingga menempatkan diri berhak untuk menafsirkan, kemudian memaksakan kehendak diri dalam menyimpulkan pemahaman a...
error: Content is protected !!