Senin, Oktober 18MAU INSTITUTE
Shadow

Manhaj

MANHAJ DIFAA’AN PERSATUAN ISLAM; IKHTIAR MENGAWAL UMMAT DARI PENYIMPANGAN ‘AQIDAH (Materi Webinar PDKPI Bidang Dakwah PP Persatuan Islam)

MANHAJ DIFAA’AN PERSATUAN ISLAM; IKHTIAR MENGAWAL UMMAT DARI PENYIMPANGAN ‘AQIDAH (Materi Webinar PDKPI Bidang Dakwah PP Persatuan Islam)

Manhaj, tasqafah, Uncategorized
MANHAJ DIFAA'AN PERSATUAN ISLAM; IKHTIAR MENGAWAL UMMAT DARI PENYIMPANGAN 'AQIDAH (Materi Webinar PDKPI Bidang Dakwah PP Persatuan Islam)Oleh:Teten Romly Qomaruddien A. Dustur Rabbani Sudah menjadi sunnatud da'wah, apabila ummat dihadapkan pada problematika dan tantangan, maka melakukan antisipasi terhadap keduanya adalah sebuah keniscayaan. Tak terkecuali dalam menghadapi semakin maraknya ajaran atau gerakan destruktif yang dapat mengancam kemurnian 'aqidah ummat. Jadi, tulisan ini tidak bermaksud berlebihan dalam merespon semuanya itu, melainkan bentuk keterpanggilan jiwa dalam turut serta menjunjung tinggi agama (ri'aayatud diin), dan melindungi ummat (himaayatul ummah) dari berbagai rongrongan yang dapat menyimpangkan 'aqidahnya. Ada banyak pijakan dalil yang dapat mengua...
BAHAIYYAH; SINKRETISME GLOBAL YANG TAK BOLEH DIABAIKAN

BAHAIYYAH; SINKRETISME GLOBAL YANG TAK BOLEH DIABAIKAN

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
BAHAIYYAH; SINKRETISME GLOBAL YANG TAK BOLEH DIABAIKANOleh:Teten Romly Qomaruddien Tidak termasuk orang lebay, apabila seorang Muslim merasa aneh atau menilai ganjil (syadz) ketika mendengar atau menyaksikan pidato resmi saudaranya, terlebih atas nama institusi negara yang di dalamnya ada ucapan selamat menunaikan hari raya ajaran tertentu, yang bukan termasuk bagian dari agama-agama resmi yang ada. Jangankan untuk mengucapkan selamat terhadap suatu keyakinan yang belum jelas keabsahannya, terhadap agama yang nyata-nyata sudah diakui keberadaannya sekalipun, masih terjadi perdebatan teologis yang tidak bisa dianggap angin lalu. Demikian pula dengan isi pidato viral Menteri Agama Yaqut Chalil Qaumas terkait perayaan Nawruz kaum agama Bahaiyyah. Karena menyangkut persoalan penting...
TIGA PINTU PENDEKATAN MEMAHAMI AJARAN AGAMA

TIGA PINTU PENDEKATAN MEMAHAMI AJARAN AGAMA

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
TIGA PINTU PENDEKATAN MEMAHAMI AJARAN AGAMAOleh:Teten Romly Qomaruddien A. Pengantar Sebagaimana yang telah masyhur di kalangan para ulama. Di antaranya, agama didefinisikan sebagai berikut: وضع إلهي يدعو أصحاب العقول إلى قبول ما هو عند الرسول صلى الله عليه وسلم "Ketetapan Ilahi yang mengajak orang-orang yang memiliki akal untuk menerima wahyu yang diterima oleh Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam" (As-Syarief 'Ali bin Muhammad al-Jarjani, Kitaabut Ta'riifaat, tp. tahun: hlm. 105) Dalam Al-Qur'anul Kariem, suatu ketetapan keyakinan disebut dengan kata diinun, atau millatun. Sekalipun tampak sama, namun memiliki makna yang berbeda. Apabila dihubungkan dengan sesuatu yang wajib dipatuhi, itulah diinun. Sedangkan terkait dengan pengelompokkannya disebut millatun. Ad
MENUJU TAUHID YANG MENYATUKAN DAN MENGGERAKKAN (Ikhtiar Memotret Peta Manhaj ‘Aqiedah Persatuan Islam)

MENUJU TAUHID YANG MENYATUKAN DAN MENGGERAKKAN (Ikhtiar Memotret Peta Manhaj ‘Aqiedah Persatuan Islam)

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
MENUJU TAUHID YANG MENYATUKAN DAN MENGGERAKKAN (Ikhtiar Memotret Peta Manhaj 'Aqiedah Persatuan Islam)Oleh:Teten Romly Qomaruddien A. Pengantar Bermula dari sebuah ungkapan bernada wasiat bagi rekan-rekan muda di lingkungan jam'iyyah: "Ke depan, Persatuan Islam harus sudah memiliki rumusan-rumusan baku dalam pelbagai permasalahan 'aqiedah. Sifat dan karakteristik ahlus sunnah wal jamaa'ah yang disepakati dalam perspektif jam'iyyah menjadi sangat penting adanya, hal ini harus segera diwujudkan di mana ummat sangat membutuhkan pengetahuan tentang perbedaan antara ahlus sunnah dengan firqah-firqah lain yang semakin menjamur. Apa yang dilakukan oleh ulama-ulama lain dengan beragam temuannya bagus juga untuk diambil faidahnya". Demikian disampaikan langsung oleh K.H. Abdul Lathif Muc...
AGAMA; ANTARA AD-DÎN DAN AL-MILLAH

AGAMA; ANTARA AD-DÎN DAN AL-MILLAH

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
AGAMA; ANTARA AD-DÎN DAN AL-MILLAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Belakangan ini merebak kembali ungkapan "Semua ajaran agama benar". Pandangan ini pun beranak pinak, melahirkan pandangan-pandangan turunannya; di antaranya ungkapan "Tidak dibenarkan menyalahkan pandangan keagamaan orang lain" atau "Tidak benar menilai salah atau keliru terhadap pandangan agama atau keyakinan orang lain". Dan paling terbaru, adalah perkataan "Islam itu bukan agama, melainkan ketundukkan, kepasrahan, keadilan dan persamaan; tidak ada istilah kafir, fasiq, munafiq dan musyrik". Ungkapan-ungkapan tersebut, tentu sangat ganjil dan rancu, karena tidak ada seorang penganut agama mana pun yang akan membenarkan semua keyakinan, melainkan pasti berpegang pada satu-satunya keyakinan yang dianutnya sebagai
MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA

MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA

Aqidah, Manhaj
MEMAKNAI FANATISME BERAGAMA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membaca liputan Beritaislam.org (8 Oktober 2019) di mana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, agama hadir untuk memanusiakan manusia dan menjaga harkat martabat manusia. Namun, kata Menag, agama dapat melahirkan fanatisme yang berlebihan jika tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang baik. “Nah, dari fanatisme ini dapat melahirkan sikap ekstremisme,” kata Lukman dalam diskusi dan peluncuran buku "Moderasi Beragama" di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (8/10). Pernyataan tersebut, mengingatkan penulis pada kumpulan tulisan yang disebut-sebut M. Dawam Rahardjo sebagai Nurcholish Madjid Memorial (dalam Pengantar). Tulisan yang terdiri dari 24 artikel itu, berkenaan dengan bahasan Islam peradaban, fanatisisme d
KULIAH PEMIKIRAN ISLAM BERSAMA PROF. DR. ALI GARISYAH

KULIAH PEMIKIRAN ISLAM BERSAMA PROF. DR. ALI GARISYAH

Manhaj, Uncategorized
KULIAH PEMIKIRAN ISLAM BERSAMA PROF. DR. ALI GARISYAH* Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bagi aktivis dakwah tahun 1980an, siapa yang tidak mengenal Prof. Dr. Ali Garisyah (tertulis dalam ejaan Arabnya: علي جريشة). Penulis sendiri mengenali tulisannya tahun 1988 - 1990an selagi masih di Madrasah Aliyah. Ingat beliau, ingat salah satu karyanya Manhajut Tafkîr al-Islâmy walaupun karya beliau sudah tentu bukan ini saja. Buku asli yang diterbitkan tahun 1986 oleh penerbit Wahbah Mesir ini, diterjemahkan Salim Basyarahil dari Gema Insani Press Jakarta tahun 1989. Pemikir yang lahir tahun 1935 ini, sebenarnya seorang ahli hukum dengan beberapa jabatan keahlian yang dijalaninya (baik sebagai dosen, hakim dan asisten Jaksa Agung). Karena kekritisannya, beliau harus mengalami penjara militer Me
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj, Uncategorized
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-4) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Fikratut Taqrîb Bainal Adyân wa Kamâlur Risâlah al-Khâtimah Setelah penulis buku kecil ini (Syaikh Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy rahimahullâh) memaparkan latar belakang mengapa beliau menuliskan goresan pena yang ringkas ini, dilanjutkan pembahasan terkait bahwa Islam adalah sejatinya ad-dîn, beliau pun menguraikan dengan jelas bahwa Islam merupakan agamanya seluruh para Nabi dan Rasul. Selain itu, penulis pun menegaskan, para Nabi dan Rasul memiliki agama yang sama (yakni al-Islâm) sekalipun tata cara bagaimana mereka beribadah (syarâ'i) berbeda-beda. Sebagai bahasan pamungk
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-3) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ittihâd ad-Dîn wa at-Ta'addud as-Syarâ'i Dengan memetik kalam Allah 'azza wa jalla dalam firmanNya: "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepadaNya)." (QS. As-Syûra/
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-2) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Inna ad-Dîna 'inda Allâhi al-Islâm Sebagaimana kalam Allah 'azza wa jalla: "Sesungguhnya agama di sisi Allah itu adalah Islam" (QS. Âlu 'Imrân/ 3: 19) Setelah menampilkan ayat tersebut, Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy hafizhahullâh memberikan beberapa catatan penting sebagai berikut: Pertama; Agama yang disyari'atkan (ad-dînul masyrû') di sisi Allah 'azza wa jalla hanya Islam, adapun selainnya merupakan produk manusia(shun'ul basyar)  dengan segala bentuknya, seperti halnya berhala-berhala dengan keragaman jenisnya. Kedua; Tanda agama para Rasul Allah itu adalah me
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Aqidah, Manhaj
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian 1) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bahaya Seruan Taqrîb Bakda tahmid, Dr. Abdul Azîz bin Abdillah al-Humaidy hafizhahullâh menjelaskan beberapa point penting dalam kutaibatnya yang berjudul: "Ad-Dînus Samawy Huwal Islâm; Agama Langit itu adalah Islam" sebagai berikut: Pertama; Islam sebagai agama langit merupakan perkara yang sudah jelas (amrun wâdhihun lidzâtihi) dalam kitâbullâh dan bentangan sunnahNya. Kedua; Adanya berbagai upaya dengan melakukan pendekatan-pendekatan (bias ilmiah) yang menggiring pada "perbandingan agama-agama" antara Islam dengan agama lainnya. Ketiga; Agama Allah adalah agama yang sat
MA’RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA “KEKAFIRAN” BERFIKIR

MA’RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA “KEKAFIRAN” BERFIKIR

Aqidah, Manhaj
MA'RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA "KEKAFIRAN" BERFIKIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada banyak pertempuran yang kita kenal akhir-akhir ini, di antaranya: perang opini, perang proxy, perang cyber dan perang terminologi (ma'rakah musthalahât). Perang opini; Lebih pada bagaimana menciptakan gambaran (tashawwur) sesuatu, baik berupa kesan (image) atau pencitraan dalam mengunggulkan satu kelompok dan memojokkan kelompok lain. Perang proxy;  Lebih pada peperangan dengan penggunaan pihak lain (biasa disebut pihak ketiga) untuk menghancurkan lawannya dengan berbagai cara yang mungkin dan tidak diketahui secara terbuka. Perang cyber; Lebih pada peperangan yang "tidak kentara" kerusakannya secara fisik, namun bisa dirasakan lebih pada pengrusakkan sistem dan data
TERPAPAR AKAL LIAR TERHEMPAS TANPA BIMBINGAN WAHYU

TERPAPAR AKAL LIAR TERHEMPAS TANPA BIMBINGAN WAHYU

Aqidah, Manhaj
TERPAPAR AKAL LIAR TERHEMPAS TANPA BIMBINGAN WAHYU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada banyak hal yang menjadi sebab, mengapa akal bisa menyimpang dan hati bisa berpaling. Siapa pun orangnya dapat terpapar akal fikirannya (termasuk kita) apabila akal dibiarkan liar. Bukan sekedar dapat merusak orang lain, melainkan dirinya pun bisa hancur dan binasa karenanya. Sebagaimana disimpulkan para ulama Rabbani yang mu'tabar, bahwa "Pandangan yang benar dipengaruhi cara berfikir yang lurus dan berfikir yang lurus dipengaruhi akal yang sehat dan selamat, demikian pula pandangan yang salah dipengaruhi cara berfikir yang keliru dan cara berfikir yang keliru dipengaruhi oleh akal yang rusak". Karena itulah, liarnya berfikir dan binalnya intelektual bisa saja terjadi pada siapa pun apabila akalnya dib...
HUBUNGAN ILMU, AGAMA DAN FILSAFAT

HUBUNGAN ILMU, AGAMA DAN FILSAFAT

Aqidah, Manhaj
HUBUNGAN ILMU, AGAMA DAN FILSAFAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada yang mengatakan bahwa antara ilmu, filsafat, dan agama memiliki hubungan. Namun demikian, tidak menafikan terhadap pandangan bahwa satu sama lain merupakan "sesuatu" yang terpisah; di mana ilmu lebih bersifat empiris, filsafat lebih bersifat ide, dan agama lebih bersifat keyakinan. Menurut Muhammad Iqbal dalam Recontruction of Religious Thought in Islam sebagaimana dikutip Asif Iqbal Khan (2002), “Agama bukan hanya usaha untuk mencapai kesempurnaan, bukan pula moralitas yang tersentuh emosi. Bagi Iqbal, "Agama dalam bentuk yang lebih modern, letaknya lebih tinggi dibandingkan puisi. Agama bergerak dari individu ke masyarakat. Dalam geraknya menuju pada realitas penting yang berlawanan dengan keterbatasan manusia. A
KULIAH ‘AQIEDAH DAN MANHAJ; MENUJU TAUHIED YANG MENGGERAKKAN

KULIAH ‘AQIEDAH DAN MANHAJ; MENUJU TAUHIED YANG MENGGERAKKAN

Aqidah, Manhaj
KULIAH 'AQIEDAH DAN MANHAJ; MENUJU TAUHIED YANG MENGGERAKKAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Madrasah Ghazwul Fikri Pusat Kajian Dewan Da'wah, hari selasa, tertanggal 29 Sya'ban 1439 H./ 15 Mei 2018 kembali menyuguhkan sajiannya menyongsong Pra Ramadhan 1439 H berupa bedah buku karya aktivisnya. Paparan ringkas (mulakhash) yang diberi judul Kuliah 'Aqiedah dan Manhaj ini terdiri dari 27 materi bahasan yang menitik beratkan pada permasalahan teologis dan kaitannya dengan persoalan kontemporer (mu'aashirah) yang terjadi saat ini. Sebagaimana disampaikan dalam pengantar, penulisan ini dilakukan guna menghidupkan kembali tradisi intektual yang pernah dirintis generasi sebelumnya, di mana "babad alas" yang telah dilakukan mereka, tidak terputus di tengah jalan dan redup, bahkan mati tidak ...
error: Content is protected !!