Jumat, November 15News That Matters

Tarbiyah

SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

Tarbiyah
SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan Islam itu adalah agar manusia menggapai "kebahagiaan dunia" dan "kebahagiaan akhirat." Kedua-duanya bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan satu sama lainnya (antagonis), melainkan harus diseimbangkan dan diselaraskan, serta disikapi dengan adil. Baik kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat (sa'âdatud dârain), keduanya harus ditempuh dengan ilmu. Maka lahirlah apa yang disebut "ilmu dunia" dan "ilmu akhirat." Dengan ilmu dunia manusia dapat mengelola dan memelihara bumi dengan segala isinya, juga dengan ilmu akhirat manusia dapat mengetahui tujuan akhir hidupnya. Meminjam istilah Syaikh Abdurrahman Nâshir Sa'di, ilmu syar'i bersifat langsung tujuan
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

Tarbiyah
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Salah satu tantangan pendidikan Islam, adalah masih terjadinya dikotomi ilmu. Artinya, terjadinya pemisahan antara ilmu-ilmu dunia (‘ulûmud dunyâ) dengan ilmu-ilmu agama (‘ulûmus syar’i) yang saling menafikan satu sama lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terhadap kondisi ini, di antaranya hilangnya spirit atau semangat keagamaan, bahkan meragukan dan menganggap bahwa agama bukanlah jalan keluar untuk dapat selamat dari permasalahan duniawi dan juga diperkuat dengan adanya ketidakjelasan mengenai konsep kehidupan di akhirat kelak. Cara pandang semacam ini, jelas akan berpengaruh besar terhadap sikap seseorang dalam memandang ilmu. Di samping ilmu menjadi tidak utuh, juga menjadi bebas nilai. Untuk mengembalik
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

Tarbiyah, Uncategorized
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk membeda-bedakan antara ulama dan ilmuwan. Karena secara substantif, kedua istilah tersebut sama-sama menyebutkan tentang seseorang atau lebih yang menaruh perhatian terhadap dunia ilmu. Kesungguhan keduanya dalam menyingkap tabir ilmu pengetahuan, memiliki nilai yang sama. Adapun yang membedakan keduanya adalah dalam pengambilan sumber ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pandangannya, bahwa sumber ilmu itu dibagi menjadi dua bagian; ilmu yang dibatasi sumber pengambilannya (muhaddad) dan ilmu yang tidak dibatasi sumber pengambilannya (ghairu muhaddad). Yang pertama, hanya bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan yang kedua
KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH UDHHIYYAH RISÂLAH 'IEDUL ADHHA 1440 H. FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA Bersama: Teten Romly Qomaruddien Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Lâ Ilâha Illallâh, Wallâhu Akbar, Allâhu Akbar, Walillâhilhamd Ikhwânie fid dîn a'azzakumullâh ... Kita berkumpul di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, seakan semua menjadi saksi betapa rendah dan hinanya kita di hadapan Pencipta yang Maha agung dan Maha perkasa. Patut disyukuri, atas kasih dan sayangnya Allah 'azza wa jalla pula sampai saat ini kita semua berada dalam nikmat Iman, Islam dan Ihsan, yaitu kenikmatan hidup di bawah lindungan anugerah Allah dengan bimbingan kehanifan ajaranNya. Namun demikian, kenikmatan tersebut; damai dan sejahterany
“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

Tarbiyah
"NYOROG ELMU ATIKAN" (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Hari-hari bulan syawwal masih diselimuti suasana mudik dan nuansa lebaran, namun qaddarallâh hampir di semua desa yang di situ ada lembaga pendidikan (madrasah, pesantren) diramaikan pula dengan Haflah Imtihan (berupa hiburan rakyat yang ditampilkan anak-anak santri dalam rangka perpisahan dan taujih umum untuk masyarakat). Di antara taujih umum kali ini, senior kami Kang Atip cukup menarik perhatian. Di samping sudah sangat lama teu pendak, rasanya sangat penting pula untuk turut serta nyipuh ilmu pangaweruh nyuprih pangarti bersama beliau. Di antara mutiara yang dapat kami ringkaskan dari pemaparannya adala
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

Tarbiyah
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam ber
KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH PERADABAN RISALAH 'IEDUL FITHRI 1440 H. "MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH" (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ikhwâni fid dîn A’azzakumullâh ... Saudara-saudara … kaum muslimin yang berbahagia, Patut disyukuri di pagi yang cerah ini, diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan Takbir, Tahlil dan Tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah ‘Azza wa Jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia da
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah)

Tarbiyah, Uncategorized
BULAN AKAL SEHAT DAN BULAN BERSIH HATI (Memetik Hikmah Tarbiyah dan Tazkiyah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tiada bulan yang lebih mulia selain bulan ramadhan; Bulan yang sejak diturunkannya kewajiban shaum benar-benar memiliki panduan apik dengan karakteristik seruannya yang khas. Karena keunggulannya itu, maka bulan ini pun diberi gelar induknya semua bulan (sayyidus syuhûr). Diawali dengan panggilan baik nan indah (husnun nidâ) يا أيها الذين آمنوا yang menunjukkan bahwa objek yang diseru, bukanlah manusia sembarangan, melainkan orang-orang beriman. Berikutnya disodorkankan pula penggalan informasi pengalaman perjalanan ummat masa lampau yang juga sama-sama menunaikan shaum, terwujud dalam kalimat كما كتب على الذين من قبلكم. Lalu ayat pembuka ini pun ditutup dengan kalimat penutu
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT

Tarbiyah
BULAN BERKAH DAN MEMORI KEJAYAAN UMMAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah tak ada aral melintang, dalam hitungan hari dan jari kita, dua hari ke depan kita akan kembali dipertemukan dengan tamu yang sangat hebat (haibah). Yakni tamu agung ramadhan yang telah banyak mengantarkan kaum Muslimin ke gerbang kemenangan dan kejayaannya sepanjang bentangan sejarah. Tamu agung itu, selalu datang tepat waktu, selalu sesuai dan menemukan momentumnya. Hadir di tengah-tengah ummat yang menantikannya, selalu dirindukan kehadirannya. Sungguh tamu yang agung, tamu yang membawa multi kemanfaatan dan multi kemashlahatan. Fîhi manâfi' wa fîhi mashâlih, demikian Ar-Râghib al-Ashbahany melukiskan dalam _Al-Mufradat_-nya. Inilah hakikat sabda Rasûlullâh shalallâhu 'alaihiwa sallam yang menuturkan
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah)

Tarbiyah
ANTARA SHAUM DAN PUASA (Mengurai Makna Menempatkan Istilah) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Shaum adalah kata Arab yang mengandung makna amsaka (artinya: bertahan). Maksudnya "Menahan makan dan minum dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan diiringi niat." (Ibrâhim Musthafa, Mu'jamul Wasîth, hlm. 529) Dikatakan pula, maknanya berhenti. Apabila dikatakan shâma ar-rîh (artinya: angin itu berhenti), shâmat as-syams (matahari berhenti di tengah-tengah), atau shâma al-fars (kuda itu enggan melakukan perjalanan). Termasuk makna shaum, adalah berhenti bicara sebagaimana dijelaskan Al-Ashbahâny dalam Mufradât-nya. Dalam pengertian syara', Imam As-Shan'any menuturkan: "Menahan diri dari makan dan minum serta bersebadan di siang hari dan lain-lain sesuai pertimbangan syara' (
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

Tarbiyah
RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara keberkahan ramadhan, adalah spiritnya yang tidak lekas sirna dari ingatan dan punah begitu saja dalam catatan sejarah. Ada sederet data yang bisa dilacak dan fakta yang bisa menguatkan, betapa agungnya ramadhan, bulan penuh berkah yang memerdekakan dan membebaskan manusia dari segala bentuk penjajahan. Lintasan peristiwa sepanjang sejarah ramadhan, tidak sekedar terkait dengan wahyu-wahyu yang turun; baik Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an, bahkan shuhuf Ibrahim pun turun di bulan mulia ini. Demikian pula dengan turunnya kewajiban shalat lima waktu, shaum wajib ramadhan dan zakat fithri, terjadi berdekatan di bulan ini juga. Terlebih berbagai peristiwa heroik yang membuat jiwa ini selalu bergelora. Adapun beberap...
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN

Tarbiyah
MENANTI PAKET RAMADHAN MENGHARAP BINGKISAN LEBARAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ramadhan kariem ... Ramadhan mubaarak ... Ramadhan syahrun 'azhiem ... Ramadhan bulan mulia Ramadhan bulan berkah Ramadhan bulan penuh keagungan. Ibnu Manzhur (seorang pakar bahasa), menguraikan bahwa kata "berkah" (barakat) sepadan dengan kata "birkah, artinya kolam" (birkat). Dari sekian nama-nama kemulian ramadhan, bulan berkahlah yang mewakili semuanya. Yang pertama mengandung makna "tetapnya anugerah/ kebaikan Allah" (tsubuutul khairil Ilaahy), sedangkan yang kedua bermakna "tempat bermuaranya air dari parit-parit" (maudhi'ul maa'i). Dikatakan ramadhan bulan berkah, laksana kolam yang mengalir padanya "parit-parit kebaikan", sehingga di situlah tempat berkumpulnya beragam kebaikan dan beragam...
MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

Tarbiyah
MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA Seputar Talaqqi Syaikh Banyak yang bertanya, apakah yang dimaksud dengan manhaj talaqqi dan bagaimana konsep menuntut ilmu yang seharusnya di era sekarang?. Ada yang mewajibkan tetap mesti talaqqi, bahkan tidak sedikit yang "mengharamkan" dan tidak mau mengambil ilmu kalau bukan karena talaqqi atau "sembarangan" mengambil ilmu kepada orang yang tidak bertalaqqi. Ada pula yang menilai, bahwa talaqqi merupakan methode yang pernah ada dalam sejarah intelektual Islam. Apabila dikaitkan dengan perkembangan hari ini, tentu saja pemaknaan terhadap metode ini menjadi berkembang. Secara maknawi, talaqqi memiliki pengertian "saling bertemu", maksudnya mengambil ilmu langsung dari guru. Dik...
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

Tarbiyah
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Secercah Iftitah Renungan Sejarah "Sungguh telah berlalu pengalaman ummat sebelum kalian; maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat yang dialami oleh orang-orang yang suka mendustakan." (QS. Ali Imraan/ 3: 137) Firman Allah 'azza wa jalla yang mulia ini mengisyaratkan pada kita bahwa dalam perjalanan (sunanun, bentuk jamak dari sunnatun) kita ini tidak lepas dari pembabakan sejarah. Ada generasi terdahulu (mutaqaddimien), ada pula generasi belakangan (muta'akhirien) atau kontemporer (mu'aashirien). Dalam bahasa para ulama, ada generasi salafiyyien, ada pula generasi khalafiyyin. Artinya adalah ada generasi masa silam dan ada ju...
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

Tarbiyah
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pendahuluan Ada istilah yang mengemuka di kalangan orang-orang bijak terdahulu mengenai pendidikan. Kata mereka: “Didikan itu bukan dadakan”. Lalu ada lagi ungkapan lain mengenai pendidiknya, yaitu "Guru" yang mengandung arti (dalam nasihat Sunda) "digugu jeung ditiru", satu lagi adalah kata "Murid". Dikatakan murid, terkait dengan semangat belajar seseorang tanpa keterpaksaan. Sekalipun nampak kurang jelas asal usulnya, namun ada benarnya apabila diartikan seperti itu, di mana kata murid dalam bahasa arab merupakan isim fâ’il dari araada yuriedu iraadatan fahuwa muriedun (artinya: orang yang memilik kehendak belajar). Apabila direnungkan dari kata didikan, guru dan murid memang ketiga

This site is protected by wp-copyrightpro.com