Kamis, April 2MAU INSTITUTE

tasqafah

STAY AT HOME; KIAT AMAN PERTEGUH IMAN SAMBIL PERKUAT IMUN

STAY AT HOME; KIAT AMAN PERTEGUH IMAN SAMBIL PERKUAT IMUN

tasqafah, Uncategorized
STAY AT HOME; KIAT AMAN PERTEGUH IMAN SAMBIL PERKUAT IMUN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Gerakan tinggal di rumah, kini menemukan momentumnya. Bukan semata-mata karena menghindari kemadharatan, namun di dalamnya mengandung hikmah yang tidak kecil nilainya bagi kehidupan. Berarti benar apa yang diajarkan selama ini oleh agama yang mulia, di mana Al-Qur'ânul 'Azhîm menuturkan firman Allah 'azza wa jalla: وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَٰمِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَٰثًا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ "Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binat
KHALAFUN YES! KHALFUN NO! … MEMBERSAMAI MAHASISWA ITU PENTING

KHALAFUN YES! KHALFUN NO! … MEMBERSAMAI MAHASISWA ITU PENTING

AKHBAR NEWS!, tasqafah, Video Kajian
KHALAFUN YES! KHALFUN NO! ... MEMBERSAMAI MAHASISWA ITU PENTING Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara peran pokok mahasiswa Muslim itu, tidak lepas dari peran pemuda Muslim. Yang membedakan keduanya adalah fokus binaannya saja. Pemuda lebih mencerminkan komunitas umum, sedangkan mahasiswa objek binaannya lebih pada komunitas khusus dengan kampus sebagai basisnya. Adapun peran pokok yang dimaksud, tidak keluar dari empat perkara berikut: 1. Tajdîdu ma'nawiyyatil ummat; lahirnya sosok yang mampu melakukan pembaharuan mentalitas ummat. 2. Ba'tsul himmat fit tasâulât; lahirnya generasi yang mampu membangun jiwa kritis. 3. 'Anâshirul ishlâh; lahirnya komunitas yang mampu menjadi agen atau unsur-unsur perubahan. 4. Naqlul ajyâl; terjadinya gayung bersambut yang mampu melahirkan
AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

tasqafah, Uncategorized
AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sejarah mencatat, tegaknya bangunan jamâ’ah dan imâmah di masa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam merupakan sebuah bukti keberhasilan akan perjuangan dan pengorbanan manusia-manusia mulia yang mendapatkan bimbingan langsung dari seorang manusia teladan yang terpelihara (ma’shûm) dari berbagai kesalahan. Dia adalah Nabi akhir zaman yang seluruh kehidupannya patut dijadikan panutan. Banyak ayat menyebutkan, dalam kapasitasnya sebagai Rasûlullâh, beliau memiliki kewajiban-kewajiban pokok yang paling mendasar (sebagaimana pernah dibahas sebelumnya); di samping membangun peradaban manusia dengan akhlaq yang agung (shâlihul akhlâq, makârimul akhlâq), j
PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN ‘AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi)

PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN ‘AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi)

tasqafah, Uncategorized
PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN 'AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jatuh bangunnya penegakkan agama (iqâmatud dîn) dari masa ke masa senantiasa berjalan terus, seiring dengan lajunya semangat kaum Muslimin untuk tetap menjaga dan memelihara nilai agung ini; kerinduannya untuk dapat melaksanakan hukum syari’at merupakan dambaannya, hidup damai di bawah payung satu imâmah merupakan sesuatu yang diimpi-impikan. Mutiara indah yang pernah menghiasi ratusan tahun ke belakang, kini tinggal kenangan jatuh di atas tumpukan peradaban zaman yang semakin banyak mengalami perubahan. Akankah kaum Muslimin menemukan kembali jejak sejarah yang hilang itu? Bukankah Rasûlullâh shallallaahu 'alaihi wa sallam telah memberikan isyaratnya, bahwasanya kaum M

This site is protected by wp-copyrightpro.com