Jumat, Februari 23MAU INSTITUTE
Shadow

Tokoh

ABU OBAIDA…ENGKAU MEMBUAT KAMI CEMBURU… !!!

persatuan umat, Tokoh, Uncategorized
ABU OBAIDA … ENGKAU MEMBUAT KAMI CEMBURU … !!! // Siapa yang tidak kenal sosok laki-laki Sang Penakluk Tel Aviv itu? Yaa … Abu Obaida atau "Abu 'Ubaidah", demikian namanya melambung ke seantero jagat dunia elektronik atau pun dunia maya. Sosok bertopeng sorban khas Mujahidin Palestina itu, sungguh telah menebar ketakutan musuh-musuh yang bersekongkol [muammaraat] terhadap para pembela qiblat pertama. Namanya tidak sekadar harum mewangi di kalangan manusia dewasa, melainkan para bocil di Timur Tengah khususnya. Dirinya menjadi idola ketika mereka merengek minta gadget orang tuanya karena ingin "nyetel" video sang jagoan "Thuufaan al-Aqsha" ini. Sampai-sampai kalangan remaja dan orang dewasa, mem-viralkan pasangan tentara penjajah Israel seperti pada gambar di atas. Tertulis padanya: Li...
MULAAZAMAH KEPEMIMPINAN BERSAMA SANG “ANAK JOHAR BARU”

MULAAZAMAH KEPEMIMPINAN BERSAMA SANG “ANAK JOHAR BARU”

Da'wah, Tokoh, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Siapa yang tidak kenal sosok H. Soewardi Sulaiman? Pria Betawi tulen kelahiran Johar Baru 1948 ini, dikenal "asal jeplak". Selain karena sikapnya yang tegas terkesan "keras", wibawa dan pembawaan dirinya pun juga membuat ketar ketir orang yang mengajak bicara dengannya. Namun, dibalik sikap cadasnya itu, ternyata beliau memiliki jiwa lembut yang tersembunyi [al-'athiifah al-mustatiirah]. Di sela-sela usianya yang telah memasuki 75 tahun, gelora semangatnya masih menggebu-gebu setiap kali diajak diskusi soal pentingnya kader perjuangan. Menurutnya, sumpah setia yang telah diikrarkan dalam "Bai'at Perjuangan" jam'iyyah untuk mewakafkan diri, hendaknya dipegang teguh dengan penuh komitmen oleh semua aktivis dakwah. Karena itulah kata kunci kedisiplin...
NGAJI TINGKAT TINGGI ALA PERDANA MENTERI

NGAJI TINGKAT TINGGI ALA PERDANA MENTERI

Da'wah, Tokoh, Uncategorized
NGAJI TINGKAT TINGGI ALA PERDANA MENTERI // Dalam perhelatan politik Malaysia, siapa yang tidak mengenal Dato' Seri Anwar Ibrahim. Sebuah tayangan singkat mengharukan dan membanggakan, di mana Sang Perdana Menteri menyerukan agar semua pimpinan, pejabat, majelis dan stafnya memanfaatkan waktu zhuhur sebagai "ajang tadzkirah" dengan cara membaca, memahami, menelaah, menghayati, dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an. Menurutnya, lahirnya generasi Qur'ani yang unik [jiilun Qur'aaniyyun fariidun] sebagaimana generasi awal Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam hanya bisa ditempuh dengan cara tersebut. Selain mampu memisahkan antara yang hak dan yang batil, juga akan mampu menilai mana yang ma'ruf dan mana yang munkar. Semoga!!! ... 💫☪️📒✒️ (@TenRomlyQ; "Ngabeubeurang Ramadhan", Safar Men...
SELAYANG PANDANG KATA SAMBUTAN

SELAYANG PANDANG KATA SAMBUTAN

Buku, persatuan umat, Tokoh, Uncategorized
Hamdan wa syukran lillaah ... Nahmadullaaha wa nasta'iinuhu wa nastaghfiruhu ... Nushallii wa nusallim 'alaa Rasuulihil kariim wa ba'du; Sejak pertemuan dengan adinda Rahmat Ramadhan, Lc., M.H. [putera ayahanda K.H. Amin Djamaluddin] di Madinah [KSA], Al-faqir menyarankan agar adinda segera menuliskan apa yang diketahui tentang ayahanda. Alhamdulillaah, setelah bahan mentah goresan adinda tersajikan dengan judul: Manhaj dan Prinsip Da'wah Ayahanda K.H. Amin Djamaluddin, Al-Faqir pun mengedit tulisan tersebut ketika disosialisasikan kembali saat satu hari setelah ayahanda Amin dipanggil ke haribaanNya. Tentu saja, sebagai keluarga, para jama'ah, para murid, para kader, bahkan ummat dan seluruh handai tolan sangat kehilangan sosok beliau. Lebih dari itu, kami masih sangat membutu...
LIQAA ‘AABIR; LIMA MENIT BERSAMA SANG KYAI

LIQAA ‘AABIR; LIMA MENIT BERSAMA SANG KYAI

Tokoh, Uncategorized
LIQAA 'AABIR; LIMA MENIT BERSAMA SANG KYAI // Di lingkungan MUI; khususnya DKI Jakarta dan PBNU, siapa yang tidak mengenal sosok ulama muda familiar dengan syair dan qashidah-nya yang memukau. Sang Kyai ini, tidak lain adalah K.H. Zulfa Musthofa yang sangat menguasai ilmu 'aruudh dan qawaaid fatwa. Tafaqquh fid diin-nya tidak diragukan lagi, di mana sanad keilmuannya bersambung kepada sejumlah masyaayikh di Nusantara. Tanpa direncanakan sebelumnya, Al-Faqir dipertemukan kembali di Bandara King 'Abdul 'Aziz Jeddah KSA setelah sebelumnya berjumpa dalam dua perhelatan ilmiah. Yang pertama di Hotel Santika TMII tentang Istinbaathul Ahkaam, yang kedua di Aula Masjid Istiqlal tentang "Kemanusiaan dan Ke-Islaman" dengan pembicara tamu Al-Habib 'Ali Zainal 'Abidin al-Jufri [Tokoh berfaham Sya...
PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRAN

PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRAN

Aqidah, Tokoh, Uncategorized
PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRANOleh:Teten Romly Qomaruddien Setelah mempertimbangkan layak dan tidaknya untuk ditulis, sepertinya tetap harus ditulis sekalipun terlambat. Tentu ditulis masih lebih baik, dibanding tidak sama sekali. Adapun pertimbangan terlambat menulis; Selain bukan maqam-nya untuk menggoreskan kata-kata tentang sang begawan sejarah ini, juga menghindari kekhawatiran penilaian "kurang piknik" dari sebagian besar pengagum pemikirannya, termasuk kerabat dari rekan-rekan diskusi [baik sesama alumni pesantren, insan kampus, juga komunitas digital]. Sebenarnya, al-faqir sendiri mengagumi dan banyak tercerahkan oleh paparan historiografi-nya yang sangat mumpuni dan memukau. Namun demikian, sebagai pemikir sejarah yang par excellence, tidak ...
TUAN AHMAD HASSAN, MOHAMMAD NATSIR, DAN MOSI INTEGRAL

TUAN AHMAD HASSAN, MOHAMMAD NATSIR, DAN MOSI INTEGRAL

sajak islam, Tokoh, Uncategorized
TUAN AHMAD HASSAN, MOHAMMAD NATSIR, DAN MOSI INTEGRAL // Presiden Soekarno bertutur kepada M. Natsir: "Saudara Natsir, sekarang negara ini saya serahkan padamu!". Dalam kondisi negara yang terpecah 16 negara bagian ini, Natsir bergegas menemui Gurunya Tuan A. Hassan, lalu menceritakan perjumpaannya dengan Soekarno. Sang Guru pun menanggapinya: "Ketika ka'bah roboh, hajar aswad terlepas terbawa banjir, suku-suku 'Arab hampir pecah berebut siapa yang lebih berhak memindahkan batu hitam itu. Tampillah pemuda Muhammad bin 'Abdillah (25 tahun) menjadi hakim perseteruan itu; "Siapa saja di antara suku 'Arab yang besok shubuh lebih dahulu datang ke area ka'bah, dialah yang lebih berhak memindahkan", ujarnya. Ternyata, tak ada yang lebih dahulu tiba, melainkan sang calon Rasul. Sekalipun beli...
MANHAJ DAN PRINSIP DAKWAH AYAH AMIN DJAMALUDDIN (Catatan Seorang Anak)

MANHAJ DAN PRINSIP DAKWAH AYAH AMIN DJAMALUDDIN (Catatan Seorang Anak)

Aqidah, Tokoh, Uncategorized
MANHAJ DAN PRINSIP DAKWAH AYAH AMIN DJAMALUDDIN (Catatan Seorang Anak) A. Pendahuluan Ketika masih kuliah di Madinah, saya pernah diundang ke pernikahan puteranya Syaikh Ibrahim an-Nughaymsyi di daerah Qasim, Buraydah, Kerajaan Saudi Arabia. Qaddarallaah putera beliau ini adalah teman sekelas saya, sejak SD-SMA di Sekolah Al-Haramain Saudi Academi. Setelah selesai dari acara pernikahan tersebut, malam harinya saya mengikuti acara ramah tamah di sebuah Villa milik keluarga Syaikh Ibrahim. Ternyata acara ramah tamah ini dihadiri oleh para pejabat yang dahulu pernah menduduki jabatan di Kedutaan Saudi Arabia, seperti mantan Dubes Saudi Arabia untuk Indonesia, Dr. Abdurrahman Al-Khayyat dan tokoh-tokoh lainnya.Ketika mereka mengetahui saya merupakan putera dari seorang M. Amin Djama...
NGALAP BERKAH SANG “KYAI PABRIK”

NGALAP BERKAH SANG “KYAI PABRIK”

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
NGALAP BERKAH SANG "KYAI PABRIK" // Bicara Ustadz H. Kahfi Amin, pria Betawi yang identik dengan pabrik atau perusahaan otomotif yang digelutinya itu menjadi menarik untuk dibincang. Pasalnya, sejak banyak belajar kepada para sesepuh; KH. Eman Sar'an, KH. Hasan Ishaq, KH. Amir Musthafa, KH. Ismail Fikri, KH. Moh. Si'in, KH. Ramundi, H.E.A. Hamid, H.A. Sukayat, dan lainnya, sosok "ngustadznya" lebih kentara dari pada seorang petinggi perusahaan. Bersama rekan-rekan; H.M. Lathif Nurdin, H. Soewardi Sulaiman, H. Nano, H. Nuh, H. Adjuk, H. Maknun, H. Sukardjo, dan lainnya lebih memilih menyibukkan diri di kancah dakwah ibukota memperkuat bangunan Jam'iyyah Persatuan Islam dibersamai asatidz senior lulusan PPI sebayanya. Di sela-sela minum kopi dan jeruk hangat [sebelum pengajian], al-faqi...
PELAJARAN BERHARGA DARI “ABU THULAAB”

PELAJARAN BERHARGA DARI “ABU THULAAB”

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
PELAJARAN BERHARGA DARI "ABU THULAAB" // Setelah mengetahui Ummu Thulaab, tak sempurna rasanya apabila kita tak memungut gaharu rindu keteladanan sang Abu Thulaab K.H. Sjihabuddin [Pimpinan Ponpes PPI Tarogong]. Pria Yogya ini dikenal disiplin dalam segala hal, ribuan alumni pasti mengenal karakternya. "Merawat itu tak semudah membangun, walau merintis itu pun ngak mudah juga", ujar Kyai Sepuh pesantren yang diresmikan Mr. Mohammad Roem [Mewakili Dr. Mohammad Natsir] ini dengan dialek khasnya. Di hadapannya semua santri sama; ngak ada santri kaya, santri miskin, anak pangkat, atau masyarakat biasa. Yang penting, tutur beliau: "Maraneh dididik teh supaya jadi jalma bageur, bener, pinter, cageur, jeung jalinger" [artinya: "Kalian belajar itu agar menjadi orang baik, jujur, pintar, sehat...
“UMMU THULAAB” DALAM KENANGAN

“UMMU THULAAB” DALAM KENANGAN

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
"UMMU THULAAB" DALAM KENANGAN // Sebagai santri yang pernah nyorog kepada beliau, banyak menyimpan kenangan. Hal serupa, dialami pula santri lain tentunya. Selama menjadi murid, Ustadzah Hj. Aminah Dahlan jarang memberikan pelajaran banyak-banyak, lebih banyak menasihati dan mempraktekkan "ilmu terapan" yang diperagakannya langsung, baik di kelas, di asrama, dan tempat lainnya. Dari sekian nasihat paling terngiang adalah: "Mun hoyong pinter kedah daek ngajar nyaa!!!" [artinya: "Kalau ingin pintar harus mau mengajar yaahh!!!"]. Suatu sore, beliau memanggil ke rumah hanya sekadar menunjukkan foto yang tertera di kamus Al-Munjid [karya Louis Ma'luf & Bernard Tottel, 1908]. "Ten, perhatoskeun gambar ieu. Ieu teh karuhun Ibu" [Ten, perhatikan gambar ini, foto ini nenek moyang Ibu]. Ter...
MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU

MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU

Hikmah, Tokoh, Uncategorized
MUTIARA BERKILAU DARI RANAH MINANGKABAU // Kini usianya 87 tahun [Lahir di Koto Gadang Agam, 1935]. Apabila menyimak taujieh dan mencermati bodylanguage-nya, sungguh tak terlihat tanda-tanda ketuaan. Dengan fasih Buya H. Mas'oed Abidin, ulama kharismatik [penulis buku: "Mentawai dalam Pelukan Muhtadin"] ini menyuguhkan sajian nasihatnya pada Rakornas Dewan Da'wah yang digelar bersama Gubernur Sumatra Barat. Menurutnya: "Sekalipun zaman berubah, musim berganti, menggelindingkan da'wah ilallaah adalah kewajiban. Tantangan dakwah hari ini bukan sekedar penetrasi budaya, melainkan infiltrasi budaya yang harus dijawab dengan budaya syari'at". Dalam hal ini, petuah Minang "Adat basandi syara', Syara' basandi Kitaabullaah. Adat mangato, Syara' mamakai" merupakan jawabannya. Buya pun menginga...
ANAK RANTAU DARI ‘AQABAH BUKIT TINGGI

ANAK RANTAU DARI ‘AQABAH BUKIT TINGGI

Hikmah, Pendidikan, Tokoh, Uncategorized
ANAK RANTAU DARI 'AQABAH BUKIT TINGGI // Pria kelahiran Palembang 1954 ini, sebenarnya keluarga Minang dengan gelar Imam Sinaro. Beliau H. Amlir Syaifa Yasin, M.A. [Dosen Ilmu Dakwah LPDI Jakarta, kini Waketum Dewan Da'wah]. Yang menarik dari obrolan dhuha [sambil menunggu hasil Antigen di RSI Ibnu Sina], yaitu "bijak memaknai sebuah kegagalan". Ketika lulus dari Thawalib Parabek 1975, berlanjut ke 'Aqabah 1976 [Pimpinan Buya Muslim 'Aboud Ma'ani sebelum memimpin Al-Azhar Kebayoran]. Dalam usianya 26 tahun merantau ke Jakarta dikarenakan "gagal faktor usia" mendaftar di Universitas Islam Madinah [1983], alternatifnya beralih pada penawaran studi di Daarul 'Uluum miliknya Sayyid Abul Hassan Ali al-Hasani an-Nadawy [India]. Lagi-lagi "gagal" karena tidak keluar visa. Pak Natsir pun mena...
GELOMBANG JUANG ULAMA SUMATERA BARAT YANG KUKENAL

GELOMBANG JUANG ULAMA SUMATERA BARAT YANG KUKENAL

Tokoh, Tsaqofah, Uncategorized
GELOMBANG JUANG ULAMA SUMATERA BARAT YANG KUKENALOleh:Teten Romly Qomaruddien Melanjutkan catatan perjalanan Merak-Bakauhuni Lampung, kemudian terselang rehat panjang di atas kendaraan bis hingga Palembang, alhamdulillaah jauhnya jarak tempuh menuju Jambi bisa melanjutkan catatannya sambil sekali-kali melirik pemandangan indah hamparan perkebunan sawit sepanjang jalan. Bayangan pun menerawang jauh ke alam masa silam, bagaimana ulama-ulama terdahulu [khususnya yang terlahir dari ranah Minang] berpacu dalam gelombang dakwah. Kulak-keloknya jalan yang menguji adrenalin Pak Sopir MMJ Trans yang membawa rombongan Rakornas 2022 Dewan Da'wah di kota Padang, membuat diri ini pun tak mau ketinggalan untuk menemaninya dengan sekedar mencurahkan apa yang pernah diketahui dari literatur yan...
PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL

PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Tokoh, Uncategorized
PENDEKAR DAKWAH ITU DIPANGGIL SAAT UMMAT BANYAK YANG MEMANGGIL // Kembali dunia dakwah dibuat pilu, harus rela kehilangan putera terbaiknya; Beliau bapaknya para da'i [abud du'aat], tumpuan curhat para kader [abul ghawaadir], teman yang membersamai rekan-rekan muda [abus syabaab]. Bahkan lebih dari sekedar itu, tak segan bagi dirinya bercanda, berkelakar, tanpa kehilangan substansi walau sering diulang. Beliau bilang: "Anggap saja radio yang diputar ulang!!", ujarnya setiap kali menutup obrolan pewarisan nilai penuh riang dan semangat [baik di kediamannya atau sedang dalam forum umum]. Di tengah-tengah ujian sakit yang Allah 'azza wa jalla anugerahkan, rupanya Dzat Rahmaan dan Rahiim ingin lebih menyempurnakan untuk mengantarkan sampai waktu "penjemputannya" di hari yang penuh barakah...
error: Content is protected !!