Jumat, November 15News That Matters

Tsaqofah

MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM

MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM

Tsaqofah
MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ranah ilmiah, tidak dapat diintervensi oleh lembaga mana pun, termasuk lembaga keagamaan sekalipun. Reaksi semacam ini sebenarnya sudah lama disuarakan dalam berbagai sikap penolakkan dalam berbagai kasus "bencana keilmuan" sebelumnya di berbagai Perguruan Tinggi. Kasus disertasi UIN Jogjakarta yang mendapatkan teguran MUI Pusat menjadi salah satu contoh paling anyar. Dengan alasan, bahwa kampus memiliki otoritas keilmuan yang mandiri, maka lembaga tempat berhimpunnya ulama dan zu'ama pun tidak dibenarkan mengecamnya. Secara akademik, asal metodologinya benar, riset tidak bisa dikecam, mau riset topik apapun sah. Demikian, komentar-komentar yang berkembang di media yang balik menyalahkan MUI. Bahkan ti...
GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT

GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT

Tsaqofah
GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bulan Muharram, itulah nama bulan di antara 12 nama-nama bulan qamariyyah lainnya. Terlepas dari perdebatan bahwa Muharram adalah bulan tepatnya hijrah Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam dari Mekkah ke Madinah (Al-Manshurfûry berpendapat, hijrah terjadi pada awwal bulan Shafar), kerapkali bulan ini pun dijadikan landasan argumen di kemudian hari disebut-sebut sebagai bulan kebangkitan Islam. Sebenarnya, istilah "kebangkitan Islam" masih mengandung makna yang problematis; di mana Islam sebagai agama, memiliki makna yang senyawa dengan kebangkitan itu sendiri. Disebut "kebangkitan Islam" tidak berarti menunjukkan bahwa sebelumnya Islam dalam keadaan lemah dan tidak bangkit, melainkan menunjukkan kuali
FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN

FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN

Tsaqofah
FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Gerakan yang melakukan pemurnian ajaran agama (ashâlah, purifikasi) sering disebut puritanisme. Sebahagian lain menyebutnya dengan revivalisme, yaitu gerakan yang berusaha untuk menghidupkan kembali kepada pemahaman generasi awwal secara komprehensif dan totalitas (muhyi atsaris salaf, revivalisasi). Apabila ditambah dengan semangat pembaharuan (ishlâh, reformasi), maka itulah yang disebut sejatinya dengan tajdîd. Walau berbeda sejarah, namun ada kesamaan secara esensinya, pemikiran Barat pun mengalami pergolakan seperti itu, di mana kalangan Protestan yang mempertahankan injil secara literal (harfiyyah) menolak berbagai penakwilan. Menurut Dr. Muhammad 'Imârah (Pemikir Mesir yang
MENGAPA KITA TIDAK UNGGUL? (Muhâsabah Akan Lemahnya Kita dan Ummat Kita)

MENGAPA KITA TIDAK UNGGUL? (Muhâsabah Akan Lemahnya Kita dan Ummat Kita)

Tsaqofah
MENGAPA KITA TIDAK UNGGUL? (Muhâsabah Akan Lemahnya Kita dan Ummat Kita) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Semua kita tentu pernah baca, bagaimana dialog inspiratif antara Syaikh Muhammad Abduh (ulama pembaharu di Mesir 1849 - 1905) dengan seorang filosof Prancis Joseph Ernest Renan (1823 - 1892) terkait dengan siapa yang lebih unggul dan lebih maju, dunia Islamkah atau dunia Barat? Akhirnya Syaikh Abduh pun membuktikannya dengan cara datang ke Prancis, ia pun tidak dapat menyembunyikan apa yang dilihat dan dirasakannya bahwa dunia Barat tampak lebih maju dan dunia Islam jauh terbelakang. Bukankah Islam itu ya'lû wa lâ yu'lâ 'alaihi; "Islam itu unggul dan tidak ada yang lebih unggul dari Islam." Jadi, Islamnya tetap unggul, namun manusia-manusia Muslimnya tidak unggul. Barat menjadi maju
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

Tsaqofah, Uncategorized
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI'AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam tradisi Sunda ada istilah "hahampuraan" atau "silih hapunten", di mana setiap lepas menunaikan ibadah shaum ramadhan yang ditutup dengan lebaran, kaum Muslimin saling meminta maaf satu sama lain. Tentu saja hal serupa terjadi pula di tempat-tempat lain di pelosok Nusantara ini. Negeri elok zamrud khatulistiwa, tidak sekadar menyimpan keragaman hayati, melainkan populis budhaya yang bhineka dan berbagai kearifan lokal (local wisdom) yang banyak jumlahnya. Sebelum masuk ramadhan, diawali dengan "kuramasan" (berkeramas) dan "rantangan" (saling mengirim makanan khas dengan tentengan rantang). Lalu diakhiri dengan lebaran yang diramaikan dengan makanan khas "kupat" (ket

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Tsaqofah
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-karîmah). Terw
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

Tsaqofah
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN "MEMAMORKAN" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Institusi paling tua dan paling melegenda di muka bumi adalah masjid. Yakni sebuah tempat khusus, di mana di dalamnya manusia bersujud menghadap Rabbnya dengan menjalankan shalat lima waktu sebagaimana ditunjukkan Syaikh Sa'id Wahf al-Qahthany. Mengapa hanya sujud yang disebut?, Imam Az-Zarkasyi menuturkan: "Tempat tersebut disebut masjid, karena sujud merupakan rangkaian shalat yang paling mulia, mengingat betapa dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya ketika sujud" Bukan hanya dimulai sejak Nabi akhir zaman, melainkan para Nabi sebelumnya pun telah mengenalnya sejak lama. Adapun pengertian "setiap tempat di muka bumi adalah masjid", merupakan kekhususan yang Allah 'azza wa jalla anugerahka...
MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

MEMAKNAI “MADZHAB” AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa)

Tsaqofah
MEMAKNAI "MADZHAB" AKAL SEHAT (Menafsir Fikir Menajam Rasa) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Istilah "akal sehat", kini mendapatkan momentumnya. Betapa sontak dan terkejutnya, apabila seseorang (termasuk kita) atau pun kelompok tertentu apabila dikatakan memiliki "akal tidak sehat". Tentu semua orang akan berupaya membela diri dan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki akal sehat itu. Tanpa membeda-bedakan satu sama lain, Allah 'azza wa jalla memberikan anugerah besar untuk manusia, di antaranya berupa diberikannya akal. Makna Wa laqad karramnaa banii aadama; "Dan Kami muliakan Bani Adam ..." yang termaktub dalam QS. Al-Isra/ 17: 70 termasuk di dalamnya "anugerah akal". (Lihat: Ibnu Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfaan Min Mashaaid as-syaithaan) Dengan adanya akal, manusia mampu meng...
‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

‘UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK

Tsaqofah
'UZLAH YANG MENGGERAKKAN; PESAN PERJUANGAN SEORANG BAPAK Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ketika mendengar atau membaca kata 'uzlah, sangatlah wajar apabila yang ada dalam pikiran adalah "menyepi" di tempat sunyi atau "meniadakan diri" dari keramaian, "menjauh" dari hiruk pikuk kesibukkan dan kehingar bingaran. Praktek semacam ini, mirip-mirip dengan mereka yang terbiasa dengan kehidupan skeptis yang menganggap urusan dunia itu hanyalah beban belaka yang tidak memiliki makna apa-apa, bahkan dinilainya sesuatu yang hina sehina-hinanya. Gerak lampah semisal ini, banyak dipraktekkan oleh mereka yang meyakini bahwa haqiqat adalah maqam tertinggi dalam pencarian "bebeneran". Kondisi semacam ini dapat kita baca dalam riwayat-riwayat hidup para shufi dan penganut ajaran suluk thariqah yang b
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

Tsaqofah
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; 'IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Sebagai kitab suci, Al-Qur'anul Kariem merekam dengan jelas, bagaimana Allah 'azza wa jalla mengisyaratkan penggalan peristiwa peperangan yang terjadi di lembah Badar dan bukit Uhud. Semua ini menjadi renungan perjalanan dari peristiwa panjang sejarah (sierah) yang mesti menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang mampu menggunakan akal sehatnya (nazhar). Kemenangan dengan segala indikatornya dan kekalahan dengan segala indikatornya, itulah yang patut jadi renungan bagaimana Allah tunjukkan ke-Maha besaranNya. Adapun menang atau pun kalah, keduanya merupakan perkara lazim dalam sebuah pertempuran. (Lihat QS. Alu 'Imran/ 3: 137) Diawali dengan menjelaskan, bahwa berkaca pada sejarah itu adala
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

Tsaqofah, Uncategorized
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara missi utama da'wah yang Allaahu yarham Dr. Mohammad Natsir tanamkan sebagai tiang pancang pondasi keummatan adalah: pembinaan ummat yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan (binaa-an), juga membentengi ummat dengan melakukan penangkalan dari berbagai penyimpangan ajaran dan pemahaman (difaa-an). Di samping itu, Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan menjadi ciri yang sangat menonjol dari gerakan da'wahnya. Hal ini tercermin begitu jelas dalam lima sifat yang sering dikumandangkan para generasi pelanjutnya sebagai gerakan "politik da'wah". Dengan berpijak pada ungkapan: "Dulu berda'wah melalui jalur politik, sekarang bepolitik melalui jalur da'wah", bersama
KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN

KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN

Tsaqofah
KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN (Saripati Kutaibat Ad-Dhawaabithul Munjiyat fiel Ayyaamil Muhlikat) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara tali ikatan iman yang menjanjikan kebaikan dunia dan akhirat adalah saling menasihati dalam kebenaran dan keshabaran sebagaimana ditunjukkan QS. Al-'Ashr/ 103: 1 - 3. Muhammad bin Shalih al-Harby menuturkan dalam prolog bukunya ini: "Saling menasihati dapat berfungsi sebagai berikut; memberi pengetahuan bagi yang tidak tahu, mengingatkan orang yang lupa dan lalai, memotivasi orang yang tahu agar berbuat dan berkelanjutan dalam perbuatannya, juga menjadi ajang pembinaan bagi ummat agar selamat dari jeratan-jeratan fitnah, (terutama) yang telah dirancangkan pihak musuh demi hancurnya ummat." Fadhielatus Syaikh Shalih...
KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama

KRITIK ULAMA MU’TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama

Tsaqofah
KRITIK ULAMA MU'TABAR TERHADAP TEOLOGI AHLUL KITAAB (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah Tentang Agama-agama Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa'ad bin Hariz al-Zar'iy ad-Dimasqi Abi Abdillah Syamduddin lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah putra seorang 'alim yang menjadi dewan kurator (al-Qayyim) Madrasah Damsyiq di Jauziyyah. Karena itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Beliau lahir di desa Zar'i (propinsi Huran) tanggal 7 Shafar 691 H./ 1292 M. dan wafat pada malam Kamis, 23 Rajab 751 H./1350 M. Kepiawaiannya dalam hal ilmu tidak diragukan lagi. Menurut Syaikh Bakar bin Abdillah Abu Zaid dalam karyanya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah; Hayaatuhu, Atsaaruhu, Mawaariduhu, lbnu Qayyim telah menulis buku sebanyak 96 buku. Di an...
AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

AL-‘IBRATUL ‘UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN

Tsaqofah
AL-'IBRATUL 'UZHMA; MENIMBA KECERDASAN PROPHETIC DARI PENCERAHAN NABI AKHIR ZAMAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Secara umum, Al-Qur'an telah membentangkan betapa Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam seorang manusia yang memiliki keagungan akhlaq (khuluqin 'azhiem) yang dengannya itulah mengantarkan dirinya memiliki keteladanan yang paripurna (uswatun hasanah). Allah 'azza wa jalla berfirman: وانك لعلى خلق عظيم "Dan sesungguhnya engkau [Muhammad] memiliki akhlaq yang agung" (QS. Al-Qalam/ 68: 4) لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة ... "Sesungguhnya pada diri Rasulullaah ada suri tauladan yang baik bagimu ... " (QS.Al-Ahzaab/ 33: 21) Banyak tafsir dalam memaknai suri tauladan Rasulullaah, baik dari sisi pedoman hidup (minhaajan, manhajan), kesungguhan dalam men
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR’AN, BIBLE DAN SEJARAH

Tsaqofah
KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; TINJAUAN AL-QUR'AN, BIBLE DAN SEJARAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Tepatnya tahun 1418 H., 22 tahun yang lalu, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jakarta Raya bersama Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI) Jakarta menyelenggarakan Seminar Sehari terkait Sejarah Kelahiran Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam. Adapun para pemateri yang dihadirkan, tiga da'i senior Dewan Da'wah yang piawai di bidangnya; Rifyal Ka'bah, MA. (Pakar Studi Islam, waktu itu belum Prof. Dr.), KH. Drs. Ramly Nawai (Kristolog, Dosen senior IAI Al-Ghuraba Jakarta) dan KH. Drs. Moh. Nabhan Husein (Dosen senior LPDI Jakarta, Pendiri Majlis Tafsir Indonesia). Kini ketiganya, telah berpulang ke rahmatullaah. Semoga Allah 'azza wa jalla menempatkan mereka pada maqaaman mahmuudan-...

This site is protected by wp-copyrightpro.com