Sabtu, Januari 18MAU INSTITUTE

Uncategorized

KEJARLAH “DAKU” KALIAN KUSAMBUT

KEJARLAH “DAKU” KALIAN KUSAMBUT

AKHBAR NEWS!, Uncategorized
  KEJARLAH "DAKU" KALIAN KUSAMBUT... Ada banyak jalan menuju ridha Allah 'azza wa jalla dan anugerahNya. Semakin seseorang mengejarnya dengan cepat, semakin cepat pula mendapatkan sambutanNya. Apabila diminta untuk menghindari kesalahan dan selamat dari adzabNya, maka segera "berlarilah" menuju kepadaNya (QS. 51:50). Apabila dimohon agar segera menuju ampunanNya, maka "berlombalah" kalian untuk meraihnya (QS. 57:21). Apabila dipanggil segera untuk mendirikan shalat, maka "bergegaslah"  untuk bersujud mengingatNya (QS. 62:9). Dan apabila kalian bertebaran di muka bumi untuk mendapatkan rizqiNya yang melimpah, maka berjalanlah untuk mengaisnya (QS. 67:15) ... Siapa yang lebih cepat, mereka itulah yang lebih dahulu mendapatkannya ... Allâhumma faqqihnâ fid dîn ... (#Salam ta'zhiem dar
BERDAMAI DENGAN QADHA QADAR; TERAPI IDEAL MEMBANGUN NARASI OPTIMIS

BERDAMAI DENGAN QADHA QADAR; TERAPI IDEAL MEMBANGUN NARASI OPTIMIS

Aqidah, Uncategorized
BERDAMAI DENGAN QADHA QADAR; TERAPI IDEAL MEMBANGUN NARASI OPTIMIS Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sungguh mengharukan, sebuah goresan kata tak bertuan ini. Terlepas siapa yang menulisnya, namun substansinya adalah sebuah kebenaran yang dapat dirasakan. Yakni ungkapan bahasa penuh makna yang mengajak siapa pun yang membacanya lebih merasa berharga dan mulia di hadapan yang Maha kuasa. Sebuah narasi apik, jauh dari ketakabburan diri. Di dalamnya ada kepasrahan, di dalamnya pula ada ketundukkan. Bukan sekedar memotivasi diri, namun lebih jauh dari sekedar itu semua; harapan membentang dan tak mudah berputus asa, itulah pesan yang disampaikannya. Di antara goresan kata dimaksud adalah: "Kadang kita terlalu memaksakan kehendak; Menurut kita, kita ini lebih pantas bekerja ini, lebih pa...
MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

Tarbiyah, Uncategorized
MENYELAMI "FALSAFAH ATIKAN" PRAKTIS KI SUNDA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Suatu hari seperti biasanya, Guru kami Ustadzuna KH. Mohammad Iqbal Santoso Syihab mengirimkan pesan-pesan singkatnya; terkadang dengan kata-kata singkat, dialog guyonan, bahkan meme yang lucu dan mendidik. Sentilan sentilunnya yang kadang membuat diri ini tersenyum, tertawa lebar, bahkan yang memotivasi diri agar introspeksi pun ada, tanpa harus merasa digurui. Di antara kiriman yang pernah diterima murid adalah pepatah terkait pendidikan Ki Sunda berikut ini: "Budak teh modalna ti bapak, modelna ti indung. Hayang budak soleh moal bisa dadakan, tapi kudu didikan. Ngadidikna kudu dilakonan jeung dileukeunan. Nu paling penting, didik ku cinta jeung conto. Omat kudu sabar ulah kasar, make elmu lain make...
TIGA PILAR DA’WAH; KONSEPSI, SINERGI DAN AKSI

TIGA PILAR DA’WAH; KONSEPSI, SINERGI DAN AKSI

AKHBAR NEWS!, Uncategorized
TIGA PILAR DA'WAH; KONSEPSI, SINERGI DAN AKSI ... Itulah judul buku kecil besutan Majlis Fatwa dan Pusat Kajian Dewan Da'wah ini ditulis. Di dalamnya diurai terkait tiga hal penting: Mengenal Tripilar; Masjid, Pesantren & Kampus [MPK] oleh Syamsul Bahri Ismail, Silabus Terpadu Da'wah Kampus; Memelihara Semangat Binâan & Difâan oleh Teten Romly Qomaruddien, Natsir dan Gerakan Da'wah Kampus oleh Hadi Nur Ramadhan dan Peluang dan Tantangan Tiga Pilar Harakah Da'wah Islamiyah oleh Jeje Zainuddin. Penulisan risalah kutaibah ini merupakan ikhtiar Pusat Kajian dalam rangka turut ambil bagian untuk "menggairahkan" kembali semangat da'wah tiga pilar yang akan digelar pada Simposium Nasional dan Rakornas Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia di kampus UII Yogyakarta dan Asrama Haji Yogya tert
CURAHAN AYAT-AYAT HIKMAH DI BALIK GUYURAN HUJAN

CURAHAN AYAT-AYAT HIKMAH DI BALIK GUYURAN HUJAN

Hikmah, Uncategorized
CURAHAN AYAT-AYAT HIKMAH DI BALIK GUYURAN HUJAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Hari ini cuaca cukup cerah, langit pun tampak terang. Di sela-sela "berbenah" pasca banjir hebat, ada hak akal untuk terus tanpa henti memikirkan kejadian dan peristiwa alam. Merenungkan ayat-ayat hikmah di balik turunnya anugerah berupa guyuran hujan, adalah salah satunya. Dengan tetap waspada akan bahaya yang sewaktu waktu bisa melanda, serta lebih meningkatkan jiwa empatik sesama saudara kita yang tertimpa bencana, semoga husnuz zhann billâh senantiasa terpelihara agar iman dan taqwa tidak sirna dari jiwa. Di antara tadabbur yang dapat kita lakukan, adalah merenungkan kembali ayat-ayat Allah 'azza wa jalla dan bimbingan sunnah nabiNya berikut ini: 1. Hujan adalah Rezeki dari Langit الَّذِي جَعَلَ
SALING MENGHARGAI TIDAK BERARTI HARUS SALING MEMBENARKAN

SALING MENGHARGAI TIDAK BERARTI HARUS SALING MEMBENARKAN

Aqidah, Uncategorized
SALING MENGHARGAI TIDAK BERARTI HARUS SALING MEMBENARKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sumringah, berbinar, berencana, bahagia dan optimis. Itulah salah satu nuansa batin yang muncul pada sebahagian kita, bahkan sebahagian saudara-saudara kita setiap datang bulan Desember dan pergantian tahun turut ambil bagian dalam pesta pora tahunan dengan segala tradisi yang sudah mulai mengakar; mulai dari begadang hingga larut malam, bermain mercon sampai puas dengan segala jenisnya hingga lengkingan bunyi tiupan terompet yang saling bersahutan di tengah malam. Dengan segala hiruk pikuk yang terjadi, didukung oleh pandangan akan keragaman tanpa batas sering kali melahirkan pandangan turunannya, yakni harus "saling menghargai" di mana sisi kemanusiaan (insâniyah) harus lebih didahulukan ketimb
ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun)

ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit dan detik merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla. Perubahannya merupakan tanda di antara tanda-tanda kebesaranNya. Siapa yang mengambil kebaikan di setiap waktunya, maka ia berhak mendapatkan keberkahan. Siapa yang mengambil keburukan di dalamnya, maka kebinasaanlah yang ia dapatkan. Betapa Al-Qur'an sebagai panduan suci banyak berbicara akan hal ini; demi waktu (wal 'ashri), demi waktu fajar (wal fajri), demi waktu dhuha (wad dhuhâ), demi waktu malam (wal laili) dan demi waktu siang (wan nahâri). Demikian pula, Al-Qur'an pun berbicara tentang akhir kehidupan dunia yang disebut dengan as-sâ'ah dan al-qiyâmah. Seiring dengan perjalanan digulirkannya
AGAR PENGALAMAN TIDAK SEKEDAR MENJADI PENGLAMAAN (Menerawang Generasi Pemimpin Zaman)

AGAR PENGALAMAN TIDAK SEKEDAR MENJADI PENGLAMAAN (Menerawang Generasi Pemimpin Zaman)

Uncategorized
AGAR PENGALAMAN TIDAK SEKEDAR MENJADI PENGLAMAAN (Menerawang Generasi Pemimpin Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Lahirnya generasi pemimpin, bukanlah sebuah kelahiran yang tiba-tiba. Kemunculannya merupakan rentetan sanad perjalanan dari zaman yang satu ke zaman lainnya. Dalam perjalanannya ada rûhul jihâd yang satu sama lain bertemu dan senyawa, mengkristal menjadi satu kekuatan yang saling berkesinambungan. Ada pengalaman sejarah yang mengajarkan, betapa "penglamaan" waktu tanpa terasa mengajak kita untuk berbuat sesuatu yang terukur dan benar-benar dipersiapkan, yaitu kaderisasi pemimpin masa depan yang tidak boleh terputus. Ada langkah yang mesti dikayuh, ada tujuan yang mesti ditempuh. Walau terhalang zaman terhijab saat, ruh baik bertemu kembali dengan ruh baik yang
PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

Fiqih Kontemporer, Uncategorized
PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pengertian ulama Secara bahasa, kata ulama ('ulamâ`) merupakan bentuk jamak dari kata Arab 'alîm, artinya seseorang yang memiliki kualitas ilmu, pengetahuan, kearifan, sains dalam pengertian yang lebih luas. Dalam pengertian 'maha' (mubâlaghat), artinya sangat mengetahui (maka Allah bersifat 'Alîm). Menurut H.A.R. Gibb dan J.H. Kramers dalam Shorter Encyclopedia of Islam sebagaimana dikutip Dr. Rifyal Ka'bah, pemakaian kata ulama yang popular adalah bentuk jamak dari 'âlim, artinya yang memiliki pengetahuan, orang alim dan seterusnya. (Lihat: Krisis Ulama Sebagai Pewaris Para Nabi, 1988: hlm. 3) Dalam Al-Mu'jam al-Wasîth, dijelaskan bahwa al-'ilmu itu sendiri yang memberikan kualitas kepada 'ulama, di ma
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

Tarbiyah, Uncategorized
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk membeda-bedakan antara ulama dan ilmuwan. Karena secara substantif, kedua istilah tersebut sama-sama menyebutkan tentang seseorang atau lebih yang menaruh perhatian terhadap dunia ilmu. Kesungguhan keduanya dalam menyingkap tabir ilmu pengetahuan, memiliki nilai yang sama. Adapun yang membedakan keduanya adalah dalam pengambilan sumber ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pandangannya, bahwa sumber ilmu itu dibagi menjadi dua bagian; ilmu yang dibatasi sumber pengambilannya (muhaddad) dan ilmu yang tidak dibatasi sumber pengambilannya (ghairu muhaddad). Yang pertama, hanya bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan yang kedua
MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM

MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM

Uncategorized
MEMAKNAI AMANAH ILMIAH DALAM BUDAYA LITERASI ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ranah ilmiah, tidak dapat diintervensi oleh lembaga mana pun, termasuk lembaga keagamaan sekalipun. Reaksi semacam ini sebenarnya sudah lama disuarakan dalam berbagai sikap penolakkan dalam berbagai kasus "bencana keilmuan" sebelumnya di berbagai Perguruan Tinggi. Kasus disertasi UIN Jogjakarta yang mendapatkan teguran MUI Pusat menjadi salah satu contoh paling anyar. Dengan alasan, bahwa kampus memiliki otoritas keilmuan yang mandiri, maka lembaga tempat berhimpunnya ulama dan zu'ama pun tidak dibenarkan mengecamnya. Secara akademik, asal metodologinya benar, riset tidak bisa dikecam, mau riset topik apapun sah. Demikian, komentar-komentar yang berkembang di media yang balik menyalahkan MUI. Bahkan ti...
HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA’WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku “Biografi Mohammad Natsir”)

HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA’WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku “Biografi Mohammad Natsir”)

Hikmah, Uncategorized
HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA'WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku "Biografi Mohammad Natsir") Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sedikit pengetahuanku tentang dirimu; selain bukan maqam dan zaman-nya bagi diri ini untuk membincangmu, namun perjalanan hidup juangmu begitu sangat menarik untuk dikenang oleh generasi mana pun jua. Termasuk aku yang sekedar tahu dari karya-karyamu, namun sempat melihatmu pada masa-masa akhir tahun 1993an dalam usia 84 tahun. Ketika wafatmu, masih sempat menyaksikan ribuan jamaah mengantarkan jenazahmu, dan aku pun turut serta mengiringkan ke tempat peristirahatan di TPU Karet Bivak Tanah Abang Jakarta Pusat. Ketika membicarakan negara, tak lengkap rasanya tanpa menyebut keterlibatan dirimu. Ketika membahas perjuangan ummat, hambar rasa...

AROMA “TALBÎS IBLÎS” DALAM PEMIKIRAN KAUM DIABOLIS (Tanggapan Santri Terhadap Prahara Intelektual Kita)

Uncategorized
AROMA "TALBÎS IBLÎS" DALAM PEMIKIRAN KAUM DIABOLIS (Tanggapan Santri Terhadap Prahara Intelektual Kita) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pandangan seseorang sangat ditentukan oleh cara berfikirnya, dan cara berfikir seseorang sangat ditentukan oleh akalnya. Karenanya, suatu pandangan akan benar apabila cara berfikirnya benar, dan cara berfikir yang benar sangat ditentukan oleh sehat dan selamatnya akal orang tersebut. Demikian pula dengan pandangan yang keliru, sangat dipengaruhi cara berfikirnya yang salah, dan cara berfikir yang salah sangat dipengaruhi oleh akalnya yang rusak. Sehat, selamat dan rusaknya akal seseorang sangat ditentukan oleh sejauhmana kepatuhan dan ketundukkannya pada wahyu Allah 'azza wa jalla. Ungkapan tersebut, sudah diisyaratkan para ahli ilmu terdahulu (semis
GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT

GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT

Uncategorized
GHÎRAH MUHARRAM DAN KEBANGKITAN KESADARAN UMMAT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bulan Muharram, itulah nama bulan di antara 12 nama-nama bulan qamariyyah lainnya. Terlepas dari perdebatan bahwa Muharram adalah bulan tepatnya hijrah Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam dari Mekkah ke Madinah (Al-Manshurfûry berpendapat, hijrah terjadi pada awwal bulan Shafar), kerapkali bulan ini pun dijadikan landasan argumen di kemudian hari disebut-sebut sebagai bulan kebangkitan Islam. Sebenarnya, istilah "kebangkitan Islam" masih mengandung makna yang problematis; di mana Islam sebagai agama, memiliki makna yang senyawa dengan kebangkitan itu sendiri. Disebut "kebangkitan Islam" tidak berarti menunjukkan bahwa sebelumnya Islam dalam keadaan lemah dan tidak bangkit, melainkan menunjukkan kuali
FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN

FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN

Uncategorized
FUNDAMENTALISME-RADIKALISME, EKSTRIMISME DAN MODERATISME DALAM TIMBANGAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Gerakan yang melakukan pemurnian ajaran agama (ashâlah, purifikasi) sering disebut puritanisme. Sebahagian lain menyebutnya dengan revivalisme, yaitu gerakan yang berusaha untuk menghidupkan kembali kepada pemahaman generasi awwal secara komprehensif dan totalitas (muhyi atsaris salaf, revivalisasi). Apabila ditambah dengan semangat pembaharuan (ishlâh, reformasi), maka itulah yang disebut sejatinya dengan tajdîd. Walau berbeda sejarah, namun ada kesamaan secara esensinya, pemikiran Barat pun mengalami pergolakan seperti itu, di mana kalangan Protestan yang mempertahankan injil secara literal (harfiyyah) menolak berbagai penakwilan. Menurut Dr. Muhammad 'Imârah (Pemikir Mesir yang

This site is protected by wp-copyrightpro.com