Jumat, Februari 21MAU INSTITUTE

Uncategorized

TUAN PROFESOR … PANCASILA YANG MANA YANG TUAN MAKSUD? (Pertanyaan Santri untuk Guru Besar)

TUAN PROFESOR … PANCASILA YANG MANA YANG TUAN MAKSUD? (Pertanyaan Santri untuk Guru Besar)

Kebangsaan, Uncategorized
TUAN PROFESOR ... PANCASILA YANG MANA YANG TUAN MAKSUD? (Pertanyaan Santri untuk Guru Besar) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Mungkin Tuan sudah menyaksikan sendiri, jagad bumi tercinta yang berketuhanan ini berguncang dahsyat ketika Tuan menyampaikan pernyataan bahwa "Musuh utama Pancasila adalah Agama" sebagaimana dipetik banyak media. Sebagai santri tentunya, pernyataan Tuan ini sangat membingungkan kami. Di samping sangat membahayakan keutuhan bangsa, juga sangat ahistoris dan sangat menodai agama. Di mana apa yang Tuan sampaikan sangat tidak sesuai dengan apa yang kami pelajari dan kami baca selama ini. Sekedar turut serta dalam menunjukkan rasa tanggung jawab sebagai anak bangsa yang beragama, maka kami ingin berbagi bacaan dengan Tuan dalam rangka tabâyun 'ilmiyyah dan taw
AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN

AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN

Buku, Tarbiyah, Uncategorized
AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN "Kembang melati sungguhlah indah ... Di tengah taman jadi hiasan ... Harum Ramadhan tercium sudah ... Salah dan khilaf mohon dimaafkan ..." "Bunga terangkai terikat tali ... Lama dipandang indah sekali ... Biar pun Ramadhan sebentar lagi ... Mohon maaf setulus hati ..." Tiada ungkapan yang lebih mulia yang dapat kita lafalkan saat Ramadhan tiba, selain kata syukur ke hadhirat Allah 'azza wa jalla. Ramadhan hadir bagai hadiah dari Allah untuk orang-orang beriman, Hadiyyah Rabbâniyyah agar kita bisa membenahi diri menjadi peribadi yang lebih baik. Ia datang selalu tepat waktu ... Kehadirannya sangatlah ditunggu ... Bulan mulia Ramadhan, kini akan hadir kembali ... Menyapa siapa pun dari insan beriman yang berburu takwa dan
DHA’ ‘AINAIYKA BIL HADAF; “HADAPKAN KEDUA MATAMU TERTUJU TAJAM MEMANDANG KE DEPAN …”

DHA’ ‘AINAIYKA BIL HADAF; “HADAPKAN KEDUA MATAMU TERTUJU TAJAM MEMANDANG KE DEPAN …”

Hikmah, Uncategorized
DHA' 'AINAIYKA BIL HADAF; "HADAPKAN KEDUA MATAMU TERTUJU TAJAM MEMANDANG KE DEPAN ..." Kata-kata itulah yang masih terngiang di telinga ini begitu sangat dekatnya. Dituturkan penuh semangat dan kedalaman jiwa ... Retorika yang lincah dengan aroma literasi yang kuat, begitu menghunjam membedah cakrawala ilmu yang begitu luas. Perawakannya yang tidak besar, namun tidak sekecil apa yang tersimpan dalam benak fikirannya. Pakaiannya yang khas; terkadang stelan safari, terkadang pula kemeja plus peci hitamnya (sesekali terkadang dengan kepala terbuka). Dengan memainkan jari dan jempol ke ujung daun telinga kanannya sambil berjalan di depan para mahasiswanya, keluarlah bahasan deras mengalir dari lisannya. Kami mengenalnya, kalau sudah demikian adanya, itu tandanya pembahasan diskusi kelas ...
MARHABAN BIL KITÂBIL JADÎD WAL ‘ILMIN NÂFI’ IN SYÂ ALLÂH

MARHABAN BIL KITÂBIL JADÎD WAL ‘ILMIN NÂFI’ IN SYÂ ALLÂH

AKHBAR NEWS!, Breaking News, Buku, Uncategorized
MARHABAN BIL KITÂBIL JADÎD WAL 'ILMIN NÂFI' IN SYÂ ALLÂH ... "Seni dan budaya, semuanya bisa sirna dengan sendirinya seiring perjalanan hidup manusia. Yang akan terpatri dalam jiwa seseorang itu, hanyalah keyakinan seseorang terhadap agama ..." Kurang lebih seperti itulah ungkapan seorang Henry Louis Bergson (1859-1941). Sebagai seorang filosof Prancis basteran Inggris dan Polandia ini, akhirnya mengakui, bahwa yang abadi itu adalah "keyakinan". Itulah yang menyebabkan dirinya disebut-sebut seorang filosof etika, walaupun sebenarnya sebahagian kalangan menyebutnya seorang berdarah Yahudi yang atheis. 'Ibrah yang bisa kita petik adalah: "Betapa beruntungnya kita, ketika iman, Islam dan ihsan masih tertanam kuat dalam jiwa. Fithrah Tauhîd yang Allah 'azza wa jalla anugerahkan untuk manus
WAHAI SAHABAT … KANDA, DINDA … KITA HARUS TETAP OPTIMIS

WAHAI SAHABAT … KANDA, DINDA … KITA HARUS TETAP OPTIMIS

Hikmah, Uncategorized
WAHAI SAHABAT ... KANDA, DINDA ... KITA HARUS TETAP OPTIMIS لاتيأس من حياة أبكت قلبك ... قل ياالله عوضني خيرا ... فالحزن يرحل بسجدة ... والفرح يأتي بدعوة ... "Janganlah engkau menjadi orang yang mudah berputus asa dari kehidupan yang membuat hatimu menangis ... Bertuturlah engkau: "Wahai Allah, gantikan untukku (dari sesuatu yang hilang) dengan yang lebih baik" ... Duka lara hanya akan sirna dengan bersujud ... Sebagaimana suka cita hanya bisa ada dengan untaian do'a ..." Shahabat mulia Abu Dzar al-Ghifari radhiyallâhu 'anh pernah berkisah: أوصاني خليلي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم بأربع كلمات هن إليّ أحب من الدنيا ومافيها ... قال لي: 《يا أباذر أحكم السفينة فإنّ البحر عميق ... واستكثر الزاد فإنّ السفر طويل ... وخفف ظهرك فإنّ العقبة كؤود ... وأخلص العمل فإنّ الناقد بصير ... 》
ISLÂMIYYATUL MA’RIFAH; IKHTIAR MENUJU ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN

ISLÂMIYYATUL MA’RIFAH; IKHTIAR MENUJU ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN

Tarbiyah, Uncategorized
ISLÂMIYYATUL MA'RIFAH; IKHTIAR MENUJU ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sejak pertama kali wahyu diturunkan di gua Hira Makkah, Al-Qur'ânul Karîm mengawali ayatnya dengan perintah membaca dan membaca secara berulang. Ini menunjukkan betapa kitab suci sangat perhatian terhadap kunci ilmu pengetahuan tersebut. Allah 'azza wa jalla berfirman: اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)5 "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam, Dia mengajar kepada manusia apa
LIMA PERKARA YANG SELALU DIINGAT DAN SERING DILUPAKAN KAUM PRIA, BENARKAH ??? (Khushûshan Lir Rijâli Faqath)

LIMA PERKARA YANG SELALU DIINGAT DAN SERING DILUPAKAN KAUM PRIA, BENARKAH ??? (Khushûshan Lir Rijâli Faqath)

Hikmah, Parenting, Uncategorized
LIMA PERKARA YANG SELALU DIINGAT DAN SERING DILUPAKAN KAUM PRIA, BENARKAH ??? (Khushûshan Lir Rijâli Faqath) ●)) Lima Perkara yang Selalu Diingat Kaum Pria: 1. Inna kaiydahunna 'azhîmun ... "Sesungguhnya tipu daya mereka (kaum wanita) itu sangatlah kuat" 2. Fankihû mâ thâba lakum minan nisâi matsnâ wa tsulâtsa wa rubâ'a ... "Nikahilah mereka (para wanita); boleh dua, tiga dan empat" 3. An-Nisâu nâqishâtu 'aqlin wa dînin ... "Wanita itu memiliki akal yang pendek dan agama yang kurang" 4. Ar-rijâlu qawwâmûna 'alan nisâi ... "Kaum pria itu pemimpinnya (qawwâm) kaum wanita" 5. Lid dzakari mitslu hazhzhil untsayaîn ... "(Tentang warisan); untuk seorang pria bagiannya dapat dua bagian wanita" ●)) Lima Perkara yang Sering Dilupakan Kaum Pria: 1. Wa 'âsyirûhunna bil ma'
AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

tasqafah, Uncategorized
AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sejarah mencatat, tegaknya bangunan jamâ’ah dan imâmah di masa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam merupakan sebuah bukti keberhasilan akan perjuangan dan pengorbanan manusia-manusia mulia yang mendapatkan bimbingan langsung dari seorang manusia teladan yang terpelihara (ma’shûm) dari berbagai kesalahan. Dia adalah Nabi akhir zaman yang seluruh kehidupannya patut dijadikan panutan. Banyak ayat menyebutkan, dalam kapasitasnya sebagai Rasûlullâh, beliau memiliki kewajiban-kewajiban pokok yang paling mendasar (sebagaimana pernah dibahas sebelumnya); di samping membangun peradaban manusia dengan akhlaq yang agung (shâlihul akhlâq, makârimul akhlâq), j
DESIGN THINKING; BIKIN IDE JADI ADA

DESIGN THINKING; BIKIN IDE JADI ADA

Parenting, Uncategorized
DESIGN THINKING; BIKIN IDE JADI ADA Oleh: Yazied T. Ahmad RQ. Mereka sudah Punya Ide ... Forum Indonesia Muda (FIM) berisikan pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki gagasan dan aksi nyata. Mereka berkumpul dan bertemu satu sama lain di forum ini. Perkenalan dengan peserta FIM menjadi sesi paling menarik dan wajib di acara ini, bayangkan saja jika sehari berkenalan dengan teman baru di forum ini sebanyak tiga orang, kita bisa mengulik dan mendapatkan tiga cerita menarik, lengkap dengan wawasan baru yang praktis dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Sebut saja pertemuan yang saya alami bersama Bang Dian, Teh Liea dan Mas Fathin. Bang Dian sedang menjalankan gagasan besarnya yang memadukan Teknologi dengan Pertanian melalui perusahaan rintisannya yaitu Habibi Garden. Saat itu ia ceri...
BAHAGIA BENAR-BENAR MILIK INSAN BERTAKWA

BAHAGIA BENAR-BENAR MILIK INSAN BERTAKWA

Hikmah, Uncategorized
BAHAGIA BENAR-BENAR MILIK INSAN BERTAKWA ... Siapa pun di antara kita, tanpa memandang "siapa kita", lalu tercatat sebagai "muttaqîn" di sisi Allah 'azza wa jalla, kita berhak mendapatkan semua ini: Allah memberikan jalan keluar semua urusan kita (QS. At-Thalâq/ 65: 2), Allah menganugerahkan rizqi yang tiada terduga pada kita (QS. At-Thalâq/ 65: 3), Allah memudahkan semua urusan kita (QS. At-Thalâq/ 65: 4), Allah melipat gandakan pahala kita (QS. At-Thalâq/ 65: 5) dan Allah pun menghapus kesalahan-kesalahan  kita(QS. At-Thalâq/ 65: 5). Yâ Rabbanâ ... jadikan kami dan orang-orang yang kami cintai karena Allah, menjadi hamba-hambaMu di dalamnya ... Amsainâ wa amsal mulku lillâh ... wal 'izzatu wal qudratu lillâh ... amsainâ 'alâ fithratil Islâm ... wa kalimatil ikhlâsh ... wa 'alâ dîni na
PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN ‘AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi)

PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN ‘AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi)

tasqafah, Uncategorized
PRAKTEK JAMÂ’AH DAN IMÂMAH DALAM TIMBANGAN 'AQÎDAH (Sebuah Pendekatan Literasi) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jatuh bangunnya penegakkan agama (iqâmatud dîn) dari masa ke masa senantiasa berjalan terus, seiring dengan lajunya semangat kaum Muslimin untuk tetap menjaga dan memelihara nilai agung ini; kerinduannya untuk dapat melaksanakan hukum syari’at merupakan dambaannya, hidup damai di bawah payung satu imâmah merupakan sesuatu yang diimpi-impikan. Mutiara indah yang pernah menghiasi ratusan tahun ke belakang, kini tinggal kenangan jatuh di atas tumpukan peradaban zaman yang semakin banyak mengalami perubahan. Akankah kaum Muslimin menemukan kembali jejak sejarah yang hilang itu? Bukankah Rasûlullâh shallallaahu 'alaihi wa sallam telah memberikan isyaratnya, bahwasanya kaum M
KHILÂFAH; ANTARA FITHRAH, IRÂDAH DAN IKHTIYÂR

KHILÂFAH; ANTARA FITHRAH, IRÂDAH DAN IKHTIYÂR

Uncategorized
KHILÂFAH; ANTARA FITHRAH, IRÂDAH DAN IKHTIYÂR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara kewajiban pokok Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam, di samping mewujudkan peradaban manusia dengan keluhuran moral (mashâlihul akhlâq), juga melanjutkan penyampaian wahyu (tablîgh), penerapan ajaran (tanfîzh), pembentukkan manusia seutuhnya (takwîn) dan penegakkan, serta pengawalan agama (iqâmah). Semua itu, tentu sangat membutuhkan bingkai yang memayunginya di mana langkah-langkah strategis (al-khuthuwât al-istirâtijiyyât) perlu dijalankan. Itulah kekuatan al-jamâ'ah (jamâ'atul muslimîn), yang Imam As-Syâthibi dalam Al-I'tishâm dan Al-Muwâfaqât menyebutnya sebagai "idzâ ijta'amatil ummah 'alâ amîrin wâhid", yaitu apabila ummat sepakat atas satu kepemimpinan. Ketika pemimpin itu kosong, maka
KEJARLAH “DAKU” KALIAN KUSAMBUT

KEJARLAH “DAKU” KALIAN KUSAMBUT

AKHBAR NEWS!, Uncategorized
  KEJARLAH "DAKU" KALIAN KUSAMBUT... Ada banyak jalan menuju ridha Allah 'azza wa jalla dan anugerahNya. Semakin seseorang mengejarnya dengan cepat, semakin cepat pula mendapatkan sambutanNya. Apabila diminta untuk menghindari kesalahan dan selamat dari adzabNya, maka segera "berlarilah" menuju kepadaNya (QS. 51:50). Apabila dimohon agar segera menuju ampunanNya, maka "berlombalah" kalian untuk meraihnya (QS. 57:21). Apabila dipanggil segera untuk mendirikan shalat, maka "bergegaslah"  untuk bersujud mengingatNya (QS. 62:9). Dan apabila kalian bertebaran di muka bumi untuk mendapatkan rizqiNya yang melimpah, maka berjalanlah untuk mengaisnya (QS. 67:15) ... Siapa yang lebih cepat, mereka itulah yang lebih dahulu mendapatkannya ... Allâhumma faqqihnâ fid dîn ... (#Salam ta'zhiem dar
BERDAMAI DENGAN QADHA QADAR; TERAPI IDEAL MEMBANGUN NARASI OPTIMIS

BERDAMAI DENGAN QADHA QADAR; TERAPI IDEAL MEMBANGUN NARASI OPTIMIS

Aqidah, Uncategorized
BERDAMAI DENGAN QADHA QADAR; TERAPI IDEAL MEMBANGUN NARASI OPTIMIS Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sungguh mengharukan, sebuah goresan kata tak bertuan ini. Terlepas siapa yang menulisnya, namun substansinya adalah sebuah kebenaran yang dapat dirasakan. Yakni ungkapan bahasa penuh makna yang mengajak siapa pun yang membacanya lebih merasa berharga dan mulia di hadapan yang Maha kuasa. Sebuah narasi apik, jauh dari ketakabburan diri. Di dalamnya ada kepasrahan, di dalamnya pula ada ketundukkan. Bukan sekedar memotivasi diri, namun lebih jauh dari sekedar itu semua; harapan membentang dan tak mudah berputus asa, itulah pesan yang disampaikannya. Di antara goresan kata dimaksud adalah: "Kadang kita terlalu memaksakan kehendak; Menurut kita, kita ini lebih pantas bekerja ini, lebih pa...
MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

Tarbiyah, Uncategorized
MENYELAMI "FALSAFAH ATIKAN" PRAKTIS KI SUNDA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Suatu hari seperti biasanya, Guru kami Ustadzuna KH. Mohammad Iqbal Santoso Syihab mengirimkan pesan-pesan singkatnya; terkadang dengan kata-kata singkat, dialog guyonan, bahkan meme yang lucu dan mendidik. Sentilan sentilunnya yang kadang membuat diri ini tersenyum, tertawa lebar, bahkan yang memotivasi diri agar introspeksi pun ada, tanpa harus merasa digurui. Di antara kiriman yang pernah diterima murid adalah pepatah terkait pendidikan Ki Sunda berikut ini: "Budak teh modalna ti bapak, modelna ti indung. Hayang budak soleh moal bisa dadakan, tapi kudu didikan. Ngadidikna kudu dilakonan jeung dileukeunan. Nu paling penting, didik ku cinta jeung conto. Omat kudu sabar ulah kasar, make elmu lain make...

This site is protected by wp-copyrightpro.com