Minggu, April 5MAU INSTITUTE

Tag: khilafah

AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis)

tasqafah, Uncategorized
AKANKAH MUTIARA KEKHILAFAHAN ITU MUNCUL KEMBALI? (Sebuah Renungan Historis dan Introspeksi Teologis) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sejarah mencatat, tegaknya bangunan jamâ’ah dan imâmah di masa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam merupakan sebuah bukti keberhasilan akan perjuangan dan pengorbanan manusia-manusia mulia yang mendapatkan bimbingan langsung dari seorang manusia teladan yang terpelihara (ma’shûm) dari berbagai kesalahan. Dia adalah Nabi akhir zaman yang seluruh kehidupannya patut dijadikan panutan. Banyak ayat menyebutkan, dalam kapasitasnya sebagai Rasûlullâh, beliau memiliki kewajiban-kewajiban pokok yang paling mendasar (sebagaimana pernah dibahas sebelumnya); di samping membangun peradaban manusia dengan akhlaq yang agung (shâlihul akhlâq, makârimul akhlâq), j
KHILÂFAH; ANTARA FITHRAH, IRÂDAH DAN IKHTIYÂR

KHILÂFAH; ANTARA FITHRAH, IRÂDAH DAN IKHTIYÂR

Uncategorized
KHILÂFAH; ANTARA FITHRAH, IRÂDAH DAN IKHTIYÂR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara kewajiban pokok Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam, di samping mewujudkan peradaban manusia dengan keluhuran moral (mashâlihul akhlâq), juga melanjutkan penyampaian wahyu (tablîgh), penerapan ajaran (tanfîzh), pembentukkan manusia seutuhnya (takwîn) dan penegakkan, serta pengawalan agama (iqâmah). Semua itu, tentu sangat membutuhkan bingkai yang memayunginya di mana langkah-langkah strategis (al-khuthuwât al-istirâtijiyyât) perlu dijalankan. Itulah kekuatan al-jamâ'ah (jamâ'atul muslimîn), yang Imam As-Syâthibi dalam Al-I'tishâm dan Al-Muwâfaqât menyebutnya sebagai "idzâ ijta'amatil ummah 'alâ amîrin wâhid", yaitu apabila ummat sepakat atas satu kepemimpinan. Ketika pemimpin itu kosong, maka

This site is protected by wp-copyrightpro.com