DARI SHILATURRAHIM DEWAN DA’WAH BEKASI RAYA UNTUK UMMAT

DARI SHILATURRAHIM DEWAN DA’WAH BEKASI RAYA UNTUK UMMAT
(Reportase Singkat H.T. Romly Qomaruddien, MA.)

Mengawali aktivitas dakwahnya di bulan Syawwal 1439 H, Ahad pagi ini, 01 Juli 2018 Dewan Da’wah Bekasi Raya menggelar Shilaturrahim ‘Iedul Fithri di markaznya Masjid Jami’ Al-Muslimun Jl. Sultan Agung, Medan Satria Pondok Ungu Kota Bekasi.

Acara yang disiarkan langsung Radio Dakta FM ini, langsung dipimpin H. Dani Wahab (presenter senior Radio Dakta) dan dibuka Ketua Panitia Ustadz Bernard Abdul Jabbar.

Dengan mengusung tema: “Mensyukuri Fithrah, Pererat Ukhuwwah Demi Tegaknya Syari’ah” ini, menghadirkan beberapa tokoh senior dan junior di kota Bekasi, di samping menghadirkan para pembicara tamu dan dihadiri pejabat pemerintahan kota Bekasi. Beberapa hikmah yang dapat dipetik, adalah sebagai berikut:

KH. Shobri Lubis (Ketua Umum Front Pembela Islam Pusat), yang tampil menjadi pemateri pertama menyampaikan; “Satu hal yang membahahagiakan akhir-akhir ini adalah gerakan Al-Qur’an, siapa pun orangnya dan di mana pun sedang tumbuh kecintaan dan kebanggaan ummat terhadap kitab sucinya”. Karenanya, membentengi agama dari para penistanya di atas persatuan ke-Imanan dan ke-Islaman merupakan sesuatu yang wajib dijaga. Menyoal pemilukada yang baru saja usai digelar secara serentak, Kyai Shobri mengingatkan bahwa ummat sudah berikhtiar, adapun hasilnya diserahkan kepada Allah subhaanahu wa ta’ala, imbuhnya.

KH. Sulaeman Zachawerus (mewakili Majlis Syura Dewan Da’wah) menyampaikan pesan singkatnya: “Taqwa tidaklah sekedar hadir di bulan ramadhan saja, melainkan hadir di setiap waktu”. Dengan gaya kelakarnya, beliau mengumpamakan, “Kalau mau menolak suap jangan di bulan ramadhan saja, tidak berarti di luar ramadhan suapnya menjadi boleh diterima karena tidak membatalkan puasanya”, paparnya.

Hadir pula KH. Syarifin Maloko (Bakal Calon DPR-RI untuk Dapil DKI Jakarta dari Partai Bulan Bintang), dirinya mengingatkan: “Kemungkaran struktural, hanya bisa dihadapi dengan kekuasaan”. Beliau mencontohkan, sekelas Kramat Tunggak di Jakarta Utara bisa ditutup bi idznillaah melalui tangan kekuasaan Gubernur, sekelas Dolly di Surabaya bisa ditutup melalui kebijakkan kekuasaan Wali kota, dan lain-lainnya. Masih menurutnya, “Perjuangan itu seperti shalat, harus memiliki kejelasan imam; apabila imam ruku’ maka ruku’lah, apabila imam sujud maka sujudlah. Karenanya imam atau pemimpin harus yang mengerti agama, kalaulah dia kurang mengerti agama maka dia harus mendengarkan kata ulama sebagai ahli agama”, tegasnya.

Karena diminta panitia, penulis pun berupaya memenuhi amanah permohonan itu untuk menyampaikan materi “Mensyukuri Nikmat Fithrah”. Apa yang disampaikan, persis sama seperti yang dituangkan dalam www.madrasahabi-umi.com (dapat di baca pada : http://madrasahabi-umi.com/2018/06/30/mensyukuri-nikmat-fithrah/). Terlebih-lebih, pemateri pokok yang sudah dijadwalkan Dr. KH. Daud Rasyid Sitorus, MA. berhalangan hadir, karena baru tiba jaulah da’wah dari luar kota.

Para pejabat daerah yang memberi sambutan, H. Muzani (Kepala Kandepag Kota Bekasi) yang memberikan berita gembira; Terjadinya penambahan kuota haji untuk Bekasi dan kemudahan untuk administrasi menikah (biaya gratis) asalkan dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) selama pada waktu jam kerja, selorohnya.

Sementara itu, Dr. H. Ahmad Yani (Kesos Kota Bekasi), menyampaikan: “Dewan Da’wah sebagai salahsatu ormas yang ada di kota Bekasi, semoga semakin eksis dan diperhitungkan”, kenangnya.

Sebagai pembicara akhir, disampaikan oleh KH. Ahmad Syaikhu, di samping dirinya sebagai salahsatu pasangan calon peserta pemilukada Gubernur Jawa Barat (pasangan Asyik), beliau pun tercatat sebagai anggota Dewan Syura Dewan Da’wah Jawa Barat. Dengan mengutip dan mengalunkan beberapa ayat QS. At-Thuur/ 52: 21 – 26, beliau mengingatkan: “Menegakkan keshalehan itu tidak bisa sendirian, dan keluarga sangat mempengaruhi terhadap kebijakkan kekuasaan”. Beliau pun menegaskan: “Jangan berikan peluang korupsi pada anggota keluarga kita …”, ingatnya.

Sebagai kalimat penutup, dihaturkan langsung Ketua Umum Dewan Da’wah Bekasi Raya KH. Ahmad Salimin Dani, MA. yang mengingatkan hadirin akan beberapa hal; “Dewan Da’wah hadir di tengah-tengah ummat harus mampu menjadi perekat, sebagai wadah yang di dalamnya berkumpul para ulama dari berbagai ormas harus mampu menyatukan, sebagai waratsatul anbiyaa jangan sampai ulama tidak bisa menyatukan”. Beliau pun berharap, semoga shilaturrahim yang digelar setiap tahunnya mampu menjadi sesuatu yang menggerakkan ummat yang lebih baik. Di sela-sela do’a ikhtitamnya, tidak lupa Ustadz Salimin pun mengajak para jama’ah agar terus turut berikhtiar dengan mendo’akan pasangan dukungan ulama-ummat paslon Asyik agar diberikan keberkahan kemenangan, di samping harapan kemashlahatan ummat di seluruh penjuru negeri khususnya dan dunia Islam umumnya. Aamiin yaa Mujiebas saailin
______

✍ Ditulis langsung di Masjid Al-Muslimun (Sekretariat Dewan Da’wah Islamiyah Bekasi Raya) Medan Satria Kota Bekasi Jawa Barat, berakhir tepat adzan zhuhur.*

Print Friendly, PDF & Email

1 Komentar

  1. Alhamdulillah wa sykrulillah atas segala persatuan yang senantiasa dipegang oleh ulama-umara-wa ummat. Acara silaturrahmi ini bisa menjadi wadah bagi kita semua. Mudah-mudahan bisa diambil langkah-langkah strategis ke depannya, terutama menghadapi invasi kaum kuffar ke negeri muslim.Termasuk Indonesia, betapa banyak Tenaga Kerja Asing ilegal yang menguras kekayaan alam Indonesia.Ingatlah kita akan firman Allah QS Ali Imran ayat 102-103 yang mungkin sudah mahsyur di kalangan kaum muslimin…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*