Jumat, November 15News That Matters

Bulan: September 2018

ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM

ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM

Uncategorized
ASHAALAH, SIKAP GHULUW DAN WASATHIYYAH DALAM ISLAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Puritanisme, sering dimaknai dengan gerakan yang melakukan pemurnian ajaran agama (ashaalah, purifikasi). Sebahagian lain menyebutnya dengan revivalisme, yaitu gerakan yang kembali kepada pemahaman generasi awwal secara komprehensif dan total (muhyi atsaris salaf, revivalisasi). Apabila ditambah dengan semangat pembaharuan (ishlaah, reformasi), maka itulah yang disebut sejatinya dengan tajdied. Walau berbeda sejarah, namun ada kesamaan secara esensinya, pemikiran Barat pun mengalami pergolakan, di mana kalangan Protestan yang mempertahankan injil secara literal menolak berbagai penakwilan. Menurut Dr. Muhammad 'Imarah dalam Al-Ushuuliyyah Bainal Gharbi wal Islaam, mereka menyebut diri sebagai "kaum...
MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN

Aqidah, Uncategorized
MULHIDUUN DAN DAHRIYYUUN; AKAR IDEOLOGI KAUM ANTI TUHAN Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pertanyaan besar yang sering muncul di tengah-tengah kita, mengapa manusia bisa membelot dari jalan Tuhan? Bila dikatakan sebabnya karena kurang pengetahuan agama, bukankah belakangan gelombang demikian banyak diteriakkan oleh orang-orang yang mengaku beragama. Bila dikatakan karena kurangnya ilmu, justeru belakangan paham ini banyak didukung kalangan orang yang memiliki ilmu. Semua itu tentunya, tidak dapat dilepaskan dari cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang wajib dipahaminya. Mengapa manusia ada, siapa yang mengadakan. Mengapa alam dicipta, siapa yang mencipta dan untuk apa diciptakan. Lalu apa kewajiban manusia bagi Penciptanya, kewajiban sesama manusia dan bagaimana memperlakukan ala...
MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG

MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG

Aqidah, Uncategorized
MASAAILUL JAAHILIYYAH; DULU DAN SEKARANG Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Laksana seseorang yang menggemgam bara api di malam hari; dipegang panas dan membakar, tidak dipegang menyebabkan berjalan dalam kegelapan. Sungguh sebuah kondisi yang sangat membingungkan, ketika sebagian penyeru atas nama agama menebar kedustaannya. Jangankan membela kehormatan agamanya, yang terjadi justeru sebaliknya; agama bisa menjadi rusak, ummat pun dibuat ragu karenanya. Inikah yang disebut beragama di akhir zaman? Di mana semakin banyak kaum intelektual yang berani menafsirkan agama sekehendak fikirannya. Dengan logikanya, ia bermain kata-kata dan dengan sederet gelar akademiknya bisa menyihir jiwa yang lemah pemahamannya. Berkaca pada sejarah dengan merenungkan kembali taujieh nabawi  berupa dialo
KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID

KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID

Aqidah
KASYFUS SYUBUHAAT; MENYINGKAP KEBATILAN PENENTANG TAUHID Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Setiap kali da’wah dikumandangkan, maka saat itu pula rintangan datang menghadang.Tidak terkecuali da’wah tauhid, yang setiap zaman senantiasa ada. Penentangan dan pengingkaran telah ditunjukkan dengan berbagai cara, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dari sekedar mencibir, menghina dan membuat luka sampai kepada hilangnya nyawa. Semua merupakan ujian yang sudah pasti adanya bagi siapa saja yang menegakkan kebenaran, di mana pertarungan antara haq dan bathil selalu meramaikan jagat raya ini. Di antara manusia ada yang berpihak kepada kemungkaran, namun ada pula yang senantiasa berpihak kepada kebenaran. Itulah dinamika hidup yang selalu menghiasi kehidupan da’wah dan para penyerunya (taha
AKAL DALAM TIMBANGAN ‘AQIEDAH

AKAL DALAM TIMBANGAN ‘AQIEDAH

Aqidah
AKAL DALAM TIMBANGAN 'AQIEDAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Dalam diri manusia, terdapat tiga unsur pokok yang paling menunjang dalam menentukan arah kehidupan demi tercapainya keselamatan. Apabila salah satu unsur ini berkurang fungsinya, maka hilanglah keseimbangan manusia dalam cara dan fungsi geraknya. Ketiga unsur pokok tersebut adalah: Pertama, badan (al-jasadu). Unsur ini sangat menentukan laju gerak kehidupan setiap manusia sehingga perlu pemeliharaan dan pemupukkan. Ia membutuhkan asupan berupa makanan yang dinetralisir melalui sebuah proses pemeliharaan berupa gerak badan (riyadhah). Kedua, Akal (al-'aql). Akal pun tak kalah pentingnya dalam menentukan roda kehidupan. Di samping itu, akal juga merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla, di mana akal dapat menangkap...
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA

QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA

Tarbiyah
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Melanjutkan pembahasan hakikat tazkiyatun nafs, berikutnya kita perhatikan beberapa pandangan para ulama, di antaranya: 1. Syaikh Muhammad bin Sa’ied bin Salim al-Qahthani, ketika mentahqiq kitab Tazkiyatun Nafs Ibnu Taimiyyah menjelaskan: “Tidak akan bisa merasakan keagungan dan kedalaman tazkiyah imaniyah melainkan orang yang mengetahui kejahiliyahan. Karena itu, generasi awwal merupakan generasi yang paling baik ditaqdirkan mendapatkan nikmat ini dengan sebaik-baiknya. Mereka mendapatkan pemisah yang dapat menjauhkan antara iman dan kufar, antara ibadah kepada Allah dengan ibadah kepada taghut, dan antara kebebasan dalam mensucikan jiwa kepada Rabb dan kekakuan antara rabb-rabb yang menghinaka
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK

Da'wah
SEJENAK MENENGOK KOMUNITAS WETU TELU DI LOMBOK NTB Puluhan mobil datang berombongan di kawasan itu, ada apakah gerangan? Rupanya mereka adalah rombongan yang hendak berziarah ke kawasan Desa Bayan di Lombok Utara. Rasa ingin tahu pun muncul, apa yang selama ini tanda tanya besar pun sedikit terjawab. Sebuah tulisan tentang budaya Sasak di Pulau Seribu Masjid, kurang lebih 15 tahun lalu pun teringat kembali. Oohh ini yang namanya komunitas "Islam Wetu Telu", gumamku. Diantar ustadz muda energik, al-faqier pun menyempatkan untuk melihatnya. Setiba di tempat, ternyata di lokasi sudah ramai dipadati para peziarah. Dengan membungkukkan badan, mereka pun jongkok sembari melantunkan do'a yang beragam, di samping ada pula yang mengikuti komando rombongannya. Bila dahulu, komunitas ini ide...
TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA

TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA

Tarbiyah
TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara tugas para Nabi selain membacakan ayat-ayat Allah (tilaawah) dan mengajarkan kitab serta hikmah (ta'liem) adalah membimbing agar manusia membersihkan jiwa (tazkiyah) dari kotoran-kotoran jahiliyyah. Banyak ayat Al-Qur'an menjelaskan makna tazkiyah dan fungsi kerasulan itu ada pada diri para Nabi, tidak terkecuali Nabi akhir zaman Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam. Hal ini dapat kita renungkan dalam beberapa firmanNya: 1. Kisah Nabiyullaah Ibrahim 'alaihis salaam yang mendo'akan anak cucunya "Yaa Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesun...
SPIRIT HIJRAH; API SEJARAH YANG TAK BOLEH PADAM

SPIRIT HIJRAH; API SEJARAH YANG TAK BOLEH PADAM

Aqidah
SPIRIT HIJRAH; API SEJARAH YANG TAK BOLEH PADAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Dijadikannya Muharram sebagai awwal penanggalan dalam Islam, karena di dalamnya ada momentum tepat yang layak direnungkan dan semangat yang patut diabadikan dalam sejarah, yaitu peristiwa hijrahnya Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya dari Mekkah ke Madinah. Inilah yang melatar belakangi Khalifah 'Umar bin Khathab radhiyallaahu 'anh menjadikannya titik tolak penentuan awwal bulan Hijriyyah. Walaupun data lain menyebutkan, hijrahnya kaum Muslimin terjadi awal bulan shafar sebagaimana informasi Al-Manshurfuri yang dipetik Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab sierahnya Ar-Rahiequl Makhtuum . Api sejarah dan spirit perjuangan yang tetap harus menyala; peristiwa hijrah benar-...
GEBYAR MUHARRAM; Dari Shaum Sunnah, Budaya Syi’ah, Hingga Local Wisdom

GEBYAR MUHARRAM; Dari Shaum Sunnah, Budaya Syi’ah, Hingga Local Wisdom

Aqidah
GEBYAR MUHARRAM; Dari Shaum Sunnah, Budaya Syi'ah, Hingga Local Wisdom Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Shaum Sunnah Telah dimaklumi dalam Kitabullah, bahwa dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada empat bulan mulia (QS. At-Taubah/9: 36). Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Al-Bazzar dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan, empat bulan (arba'atun hurum) yang dimaksud adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. (Ibnu Katsier, Tafsierul Qur'aanil 'Azhiem/2, hlm. 322). Kaitannya dengan shaum sunnah Muharram, di dalamnya ada hari kesembilan (tasu'a) dan hari kesepuluh ('asyura) yang hakikatnya semua bulan memiliki nama kedua hari tersebut. Namun yang dimaksud di sini adalah hari kesembilan dan kesepuluh di bulan Muharram saja. Sejak kapan penamaan itu populer?, tentunya perlu me...
ORASI ILMIAH WISUDA MAHASISWA STAI “PUBLISISTIK THAWALIB” JAKARTA  TAHUN AKADEMIK 2017-2018

ORASI ILMIAH WISUDA MAHASISWA STAI “PUBLISISTIK THAWALIB” JAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017-2018

Tarbiyah
ORASI ILMIAH WISUDA MAHASISWA STAI "PUBLISISTIK THAWALIB" JAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017-2018 Dengan Tema: BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhaarah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqaafah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turaats). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'aanul Kariem atau pun sabda Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-...
Jadwal Kajian Hari ini!

Jadwal Kajian Hari ini!

Jadwal Kajian
Bismillaah 📢 Pengumuman, pengumuman. Bidgar Dakwah PW Persis DKI Jakarta kembali mengundang ikhwatu iman para muballigh dan Keluarga Besar Persatuan Islam untuk menghadiri kajian rutin pada : 📆 Hari & Tanggal : Kamis, 6 September 2018 🕗 Pukul : 20:00-22:00 WIB 📖 Tema : Kemerdekaan dalam: Timbangan 'Aqiedah dan Sejara 🏛 : Tempat : Aula Kantor PW Persis DKI Jakarta 👲: Pembicara : H.T. Romly Qomaruddien, MA. Anggota Dewan Hisbah (Komisi 'Aqiedah) PP Persatuan Islam Ketua Bidang Ghazwul Fikri & Harakah Haddaamah Pusat Kajian Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. Ayo kita makmurkan Jam'iyyah kita dengan menghadiri acara kajian rutin malam Jum'at. Makalah dapat dibaca pada www.madrasahabi-umi.com Terimakasih. NB: Wajib dihadiri oleh semua anggota Korps Muball
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

Tarbiyah
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhaarah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqaafah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turaats). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'aanul Kariem atau pun sabda Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-Nabawyyah, merupakan warisan pokok yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan yang tidak ada bandingannya....
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI’UUN (Dahsyatnya Kalimat Istirja’ di Tengah Nestapa)

INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI’UUN (Dahsyatnya Kalimat Istirja’ di Tengah Nestapa)

Hikmah
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN (Dahsyatnya Kalimat Istirja' di Tengah Nestapa) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Itulah untaian kalimat yang mengisyaratkan di dalamnya akan ke-Mahabesaran Allah 'azza wa jalla. Tidaklah semua yang terjadi pada makhluqNya dan tidak pula yang dinikmati dan dimiliki, melainkan dari Allah dan milik Allah semata. Demikian pula akhir kejadian dan akhir kehidupan, semuanya akan kembali kepadaNya. Kalimat inilah yang dapat mengingatkan kita, siapa pun yang mendengarkannya; orang baik atau sebaliknya, sama-sama akan terperangah jiwanya. Yang kasar menjadi lembut hatinya, yang sombong menjadi remuk batinnya. Semua ini menunjukkan, betapa masih tersimpan banyak harapan untuk mengakui keagunganNya seraya merendahkan diri di hadapan Dzat yang Maha mem...

This site is protected by wp-copyrightpro.com