Kamis, November 21News That Matters

Bulan: Januari 2019

PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR

PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR

AKHBAR NEWS!
PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR; Bertempat di Yayasan Bung Karno Jakarta Pusat, MUI Pusat menyelenggarakan acara tersebut. Dr. H. Anwar Abbas (Sekjen) menyampaikan: "Kita kembalikan literasi kita kepada haq, bukan hoax". Menurutnya, belakangan ini pandangan "sekular fundamentalis" wajib diwaspadai, di mana mereka berupaya menjauhkan tokoh-tokoh pendiri bangsa terkesan jauh dari nilai religius. Ini dibenarkan Dr. Rusydi Husein (Yayasan Bung Karno) dengan data-data sejarah yang dibacanya. Adapun Dr. Ar-Razi Hasyim (Peneliti Darus Sunnah), memaparkan bahwa literatur sejarah hendaknya lebih selektif seperti halnya ilmu hadits. Dalam kesempatan ini, al-faqir mengajukan beberapa hal; dalam menyingkap literasi ini, harus universal dan integral. Bagaimana kaitan para pendir...
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; ‘IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD

Tsaqofah
KEMENANGAN DAN KEKALAHAN; 'IBRAH PENGALAMAN BADAR-UHUD Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Sebagai kitab suci, Al-Qur'anul Kariem merekam dengan jelas, bagaimana Allah 'azza wa jalla mengisyaratkan penggalan peristiwa peperangan yang terjadi di lembah Badar dan bukit Uhud. Semua ini menjadi renungan perjalanan dari peristiwa panjang sejarah (sierah) yang mesti menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang mampu menggunakan akal sehatnya (nazhar). Kemenangan dengan segala indikatornya dan kekalahan dengan segala indikatornya, itulah yang patut jadi renungan bagaimana Allah tunjukkan ke-Maha besaranNya. Adapun menang atau pun kalah, keduanya merupakan perkara lazim dalam sebuah pertempuran. (Lihat QS. Alu 'Imran/ 3: 137) Diawali dengan menjelaskan, bahwa berkaca pada sejarah itu adala
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018)

Tsaqofah, Uncategorized
DARI MADRASAH GHAZWUL FIKRI UNTUK UMMAT (Kaleidoskop Kajian Pemikiran dan Peradaban 2017-2018) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara missi utama da'wah yang Allaahu yarham Dr. Mohammad Natsir tanamkan sebagai tiang pancang pondasi keummatan adalah: pembinaan ummat yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan (binaa-an), juga membentengi ummat dengan melakukan penangkalan dari berbagai penyimpangan ajaran dan pemahaman (difaa-an). Di samping itu, Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan menjadi ciri yang sangat menonjol dari gerakan da'wahnya. Hal ini tercermin begitu jelas dalam lima sifat yang sering dikumandangkan para generasi pelanjutnya sebagai gerakan "politik da'wah". Dengan berpijak pada ungkapan: "Dulu berda'wah melalui jalur politik, sekarang bepolitik melalui jalur da'wah", bersama
KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN

KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN

Tsaqofah
KIAT SELAMAT DI HARI-HARI YANG PENUH KETEGANGAN (Saripati Kutaibat Ad-Dhawaabithul Munjiyat fiel Ayyaamil Muhlikat) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara tali ikatan iman yang menjanjikan kebaikan dunia dan akhirat adalah saling menasihati dalam kebenaran dan keshabaran sebagaimana ditunjukkan QS. Al-'Ashr/ 103: 1 - 3. Muhammad bin Shalih al-Harby menuturkan dalam prolog bukunya ini: "Saling menasihati dapat berfungsi sebagai berikut; memberi pengetahuan bagi yang tidak tahu, mengingatkan orang yang lupa dan lalai, memotivasi orang yang tahu agar berbuat dan berkelanjutan dalam perbuatannya, juga menjadi ajang pembinaan bagi ummat agar selamat dari jeratan-jeratan fitnah, (terutama) yang telah dirancangkan pihak musuh demi hancurnya ummat." Fadhielatus Syaikh Shalih...
CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH

CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH

Hikmah
CINTAILAH NEGERIMU DENGAN SEMANGAT MEMEGANG AMANAH ALLAH Negeri idaman, adalah negeri barakah. Negeri yang penuh kebaikan dan limpahan kasih sayang dan ampunan Allah jalla jalaaluh... Bukan sekedar karena kemakmurannya semata, melainkan penduduknya yang menghiasi diri dengan iman ... Bila tiang tiang pancang 'aqidah tetap tertanam dalam jiwa, nafas juang selalu bergelora dan menyala ... Selama itu pula, keberkahan tak akan sirna dan kemenangan kan pasti datang ... Wahai sahabat, berjuang dan berkhidmat itulah pegangan, berdoa dan berbuat itulah hiasan. Untuk melepas penat, yuk kita bersenandung untuk menang ... Semoga senandung ini dapatlah kiranya meringankan kelelahan dan menambah 'izzah dan ghirah kita ... Allaahumma a'izzal Islaama wal muslimien ... Aamiin بلادي بلادي
PENDIDIKAN POLITIK SANTRI

PENDIDIKAN POLITIK SANTRI

AKHBAR NEWS!
PENDIDIKAN POLITIK SANTRI Menyongsong Pemilu 2019, Pemuda PERSIS Cibatu Garut menyelenggarakan Seminar Politik. Hadir pemateri Dr. H. Muslim Mufti (Ketua Dewan Tafkir PERSIS), H. Dedi Jamaluddin, MM. (Praktisi Politik HMI) dan Moh. Reza (Caleg Daerah). Sebagai Keynote Speaker, Mudier PPI 81 memberikan beberapa kata kunci; "Antara 'aqiedah, ibadah dan siyaasah, juga da'wah dan siyaasah merupakan paket yang tak dapat dipisahkan", lalu Mudier pun memetik perkataan Allaahu yarham Dr. Moh. Natsir: "Politik kita sangat ditentukan oleh da'wah kita". Muslim mengingatkan, "Keterlibatan kader dalam kendaraan parpol sangat baik, bila siap menjadi aktor". Menurutnya, ini sudah dicontohkan oleh tokoh-tokoh pendahulu semisal KH. Moh. Isa Anshari yang menyebutkan: "Berpolitik bisa jadi fardhu 'ain, juga...
MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum’atan Pertama 2019)

MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum’atan Pertama 2019)

Hikmah
MERENUNGI SUNNATUL MUDAAWALAH (Renungan Jum'atan Pertama 2019) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit dan detik merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla. Perubahannya merupakan tanda di antara tanda-tanda kebesaranNya. Siapa yang mengambil kebaikan di setiap waktunya, maka ia berhak mendapatkan keberkahan. Siapa yang mengambil keburukan di dalamnya, maka kebinasaanlah yang ia dapatkan. Betapa Al-Qur'an sebagai panduan suci banyak berbicara akan hal ini; demi waktu, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, demi waktu malam dan demi waktu siang. Demikian pula, Al-Qur'an pun berbicara tentang akhir kehidupan dunia yang disebut dengan as-saa'ah dan al-qiyaamah. Seiring dengan perjalanan digulirkannya matahari dan bulan, sejalan pula manusia...
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA

Da'wah
DZUL WAJHAIN; PETUALANG SANG PENGADU DOMBA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Hammad bin Salamah radhiyallaahu 'anh pernah bercerita: "Ada seorang laki-laki yang menjual seorang budak, dia berkata kepada pembelinya; tak ada cacat pada diri budak ini, melainkan suka memfitnah. Sang pembeli mengabaikan pemberitahuan tersebut, ia pun tetap membelinya. Beberapa hari bersama majikannya, budak ini pun mulai menebar kebiasaannya. Si budak mendatangi isteri majikannya seraya berkata; Sesungguhnya suamimu tidak menyukaimu, bahkan akan menjadikanmu seorang budak. Apakah engkau ingin agar ia mencintaimu? Wanita itu menjawab; ya. Sang budak pun berkata padanya; ambillah sebilah pisau kecil dan potonglah rambut bagian dalam janggut suamimu saat tertidur. Dalam waktu yang sama, si budak mendatangi m...
MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH

MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH

AKHBAR NEWS!
MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI'AH; Demikian tema FGD yang digelar Bidang Pengembangan Dakwah & Kajian Pemikiran Islam (PDKPI) PP. PERSIS, dengan menghadirkan Dr. Lathif Awaluddin (STAIPI Bandung) dan H.T. Romly Qomaruddien, MA. (Anggota DH/ Komisi 'Aqiedah). Pemateri pertama menegaskan, bahwa tashawwuf sebagai disiplin ilmu substansinya adalah "memelihara kebersihan jiwa", karena itu dirinya mengakui bahwa adanya neo sufisme, atau lebih populer dengan tashawwuf populis. Sementara pemateri kedua menuturkan, dalam pandangan ulama dan mayoritas peneliti, tashawwuf dalam perkembangannya cukup beragam; tashawwuf sunni, tashawwuf salafi, tashawwuf falsafi dan tashawwuf 'amali. Namun demikian, baik istilah tashawwuf atau pun shufi , keduanya tidak memiliki kejelas...
MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA

MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA

AKHBAR NEWS!
MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA; Pembicaraan kerukunan ummat beragama tidak pernah sepi hingga diselenggarakannya Musyawarah Antar Ummat Beragama yang penutupannya pada 30 November 1967 oleh pemerintah guna mengakhiri berbagai sengketa. Demi terciptanya kesatuan, pemimpin negara waktu itu menyerukan bagaimana menciptakan "modus vivendi" sebagai upaya "cara hidup bersama" yang dapat melahirkan kedamaian antara pemeluk agama. Karena itulah Allaahu yarham Dr. Moh. Natsir menerbitkan buku "Mencari Modus Vivendi Antar Ummat Beragama di Indonesia" (1980) sebagai upaya control terhadap perkembangan keberagamaan berikutnya. Berarti, 38 tahun yang lalu buku tersebut menjadi rujukan sebagai upaya mewujudkan toleransi. Dengan rentang waktu yang panjang itu, nampaknya buku ter
MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA;

MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA;

AKHBAR NEWS!
MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA; Jelang akhir tahun 2018, tepatnya 20/ 12/ 18 BAZNAS kembali menggelar FGD. KH. Cholil Nafis, Ph.D (Komisi Dakwah MUI Pusat) menuturkan: Prinsipnya pembinaan muallaf harus mengacu pada kaidah yassiruu walaa tu'assiruu, yakni memudahkan dan tidak menyulitkan. Sedangkan kurikulum, tidak lepas dari tiga hal pokok; materi iman/ 'aqiedah, materi ibadah/ fiqih dan akhlaq/ pengejawantahan ihsan. Sementara Shalahuddin al-Ayyubi, Lc., MA. (Muallaf Centre Baznas) memaparkan: "Perlu adanya standarisasi administrasi muallaf." Perhelatan ini dihadiri perwakilan Pusat Kajian Dewan Da'wah, perwakilan KDK MUI Pusat, perwakilan Istiqlal, Dompet Dhu'afa, PITI, KNAP dan lain-lain. Gagasan penting yang perlu diapresiasi di antaranya: menyusun Fiqih Muallaf Praktis, me

This site is protected by wp-copyrightpro.com