Kamis, November 21News That Matters

Bulan: Maret 2019

FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

AKHBAR NEWS!
FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI) Tentang: "Pemetaan Gerakan Dakwah Khusus di Daerah Rawan Pemurtadan" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dengan memanjatkan segala puji dan rasa syukur kepada Rabbul 'Aalamiin, semoga aktivitas keummatan yang dijalankan ada dalam berkah dan lindunganNya ... Aamiin. Di antara kewajiban hamba terhadap agamanya, adalah mengawal ajaran agama tersebut di samping mempelajari dan mengamalkannya. Dalam konteks dakwah sebagai gerakan, Komite Dakwah Khusus (KDK) MUI Pusat memiliki tugas mulia, yakni mengawal aqidah ummat dan menjalankan dakwah sebagaimana mestinya (himaayat al-ummat wa ad-da'wah) secara profesional dengan tidak mengabaikan anaashir konstitusional yang berlaku. Dengan bertolak pada tugas pokok
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN “MEMAMORKAN”

Tsaqofah
TRI FUNGSI MASJID; MEMAKMURKAN, MEMAMERKAN DAN "MEMAMORKAN" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Institusi paling tua dan paling melegenda di muka bumi adalah masjid. Yakni sebuah tempat khusus, di mana di dalamnya manusia bersujud menghadap Rabbnya dengan menjalankan shalat lima waktu sebagaimana ditunjukkan Syaikh Sa'id Wahf al-Qahthany. Mengapa hanya sujud yang disebut?, Imam Az-Zarkasyi menuturkan: "Tempat tersebut disebut masjid, karena sujud merupakan rangkaian shalat yang paling mulia, mengingat betapa dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya ketika sujud" Bukan hanya dimulai sejak Nabi akhir zaman, melainkan para Nabi sebelumnya pun telah mengenalnya sejak lama. Adapun pengertian "setiap tempat di muka bumi adalah masjid", merupakan kekhususan yang Allah 'azza wa jalla anugerahka...
MA’RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA “KEKAFIRAN” BERFIKIR

MA’RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA “KEKAFIRAN” BERFIKIR

Aqidah, Manhaj
MA'RAKAH MUSTHALAHÂT; MENYOAL KEGADUHAN TEOLOGIS HINGGA "KEKAFIRAN" BERFIKIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada banyak pertempuran yang kita kenal akhir-akhir ini, di antaranya: perang opini, perang proxy, perang cyber dan perang terminologi (ma'rakah musthalahât). Perang opini; Lebih pada bagaimana menciptakan gambaran (tashawwur) sesuatu, baik berupa kesan (image) atau pencitraan dalam mengunggulkan satu kelompok dan memojokkan kelompok lain. Perang proxy;  Lebih pada peperangan dengan penggunaan pihak lain (biasa disebut pihak ketiga) untuk menghancurkan lawannya dengan berbagai cara yang mungkin dan tidak diketahui secara terbuka. Perang cyber; Lebih pada peperangan yang "tidak kentara" kerusakannya secara fisik, namun bisa dirasakan lebih pada pengrusakkan sistem dan data
HAKIKAT ILMU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF

HAKIKAT ILMU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF

Pendidikan
HAKIKAT ILMU DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF Oleh: Teten Romly Qomaruddien Islam sebagai agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, tidak diragukan lagi. Banyak argumen yang dapat dirujuk, di samping ada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam terkait diangkatnya derajat orang berilmu, juga di dalam Al-Qur’an mengandung banyak terkait rasionalisasi, bahkan menempati bagian terbesar. Hal ini diakui Meksim Rodorson (seorang penulis Marxis) ketika menelaah QS. Ali Imrãn/3: 190 – 191 dan QS. Al-Baqarah/2: 164. Menurutnya, dalam Al-Qur’an, kata 'aqala (mengandung pengertian menghubungkan sebagian pikiran dengan sebagian yang lain dengan mengajukan bukti-bukti yang nyata sebagai argumentasi yang harus dipahami secara rasional) disebut berulang kali, tidak k

This site is protected by wp-copyrightpro.com