Jumat, November 15News That Matters

Bulan: April 2019

KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN

Hikmah
KAMI SAMBUT HADIRMU WAHAI TAMU AGUNG RAMADHAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kita awali perbincangan ini dengan sapaan syair seseorang yang tengah dihiasi rindu berat akan kehadirannya. Bukan karena ini sebuah ajaran atau sebuah anjuran Rasul teladan, melainkan kesan dan bisikan batin yang tertanam dalam sanubari tersembunyi yang membuncah menjadi telaga kegembiraan: "Kembang melati sungguhlah indah, di tengah taman jadi hiasan ... Harum ramadhan tercium sudah, salah dan khilaf mohon dimaafkan ..." "Bunga terangkai terikat tali, lama dipandang indah sekali ... Biar pun ramadhan sebentar lagi, mohon maaf setulus hati ..." Sebagai tamu agung engkau datang, tamu yang senantiasa membawa banyak kebaikan (mashâlih) dan kemanfaatan (manâfi') di dalamnya. Engkau laksana telaga atau ko
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Imâmah Menurut bahasa, imâmah berasal dari kata Arab amma, yang menurut Ibnu Manzhur artinya sesuatu yang berada di depan atau ketua. (Lihat: Ibnu Manzhûr, Lisânul ‘Arab, 1990: hlm. 12 dan 26) Sedangkan menurut istilah, adalah "Kepemimpinan dalam mengurus ummat (baik urusan agama atau pun urusan dunia sekaligus)." (Lihat: Al-Jarjâni, At-Ta’rîfât, tp. tahun: hlm. 35) Imâmah Menurut Ahlus Sunnah dan Syi'ah Dalam pandangan Ahlus sunnah, di antaranya adalah: "Imâmah merupakan pimpinan tertinggi dalam sebuah negara sebagai khilafah keNabian untuk mengawal agama dan siasat keduniaan (hirâsatud dîn wa siyâsatud dunyâ)." (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, tp. tahun: hlm. 5). Se
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Da'wah
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien   Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-
MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum’at Wadhhah ‘Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah)

MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum’at Wadhhah ‘Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da’wah)

Hikmah
MENSYUKURI NIKMAT PERJUANGAN DAN MENYIAPKAN BEKAL UNTUK MASA DEPAN (Mutiara Mimbar Jum'at Wadhhah 'Abdurrahman Al-Bahr Pusdiklat Dewan Da'wah) Disarikan dari Khutbah Jum'ah KH. Abdul Wahid Alwy, MA. pada tanggal 13 Sya'ban 1440 H./ 19 April 2019 oleh: Teten Romly Qomaruddien Dengan idzin Allah jalla jalâluh, dengan kuasaNya Al-Faqîr dapat menyimak untaian mutiara khuthbah sang guru dan sekaligus orang tua kita Ustâdzunal Fâdhil Abdul Wahid 'Alwy hafizhahullâh (Wakil Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia) yang berkesempatan menjadi khathib di majlis mulia dan ranah persemaian da'wah di kawasan Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah Jl. Kampung Bulu Setiamekar Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat ini. Tidak kurang dari 10 Mutiara Hikmah yang dapat disarikan dari tutur katanya yang berat,

MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA

Tsaqofah
MENJEMPUT KEMENANGAN DAKWAH; HAKIKAT DAN KIAT-KIATNYA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kemenangan adalah dambaan, kemenangan adalah cita dan asa, kemenangan adalah buah pengorbanan dan perjuangan, kemenangan pun merupakan gerbang masa depan. Kita dikatakan sebagai pemenang, apabila kita berhasil melepaskan berbagai ikatan yang membelenggu jiwa dengan penuh lapang untuk bisa menjalankan aturan-aturan Allah yang Maha Rahmân dan rasulNya sebagai suri tauladan. Meraih kemenangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan perlu dukungan ummat dengan personal-personal militant yang memiliki: keyakinan yang benar (al-'aqîdah as-shahîhah), pemikiran yang selamat (al-fikrah as-salîmah), amal yang sungguh-sungguh (al-'amal al-jâhid) dan moralitas yang luhur (al-akhlâq al-karîmah). Terw
PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU

PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU

Kebangsaan
PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Para cerdik pandai nampaknya sepakat, bahwa "sejarah" itu sangat penting. Ia merupakan pohon (syajarah =  شجرة/ pohon) perjalanan akan realitas kehidupan atau sebab musababnya sebuah keadaan. Demikian sosiolog besar Muslim terkemuka Ibnu Khaldun menyebutkan. Tidaklah salah, apabila seseorang akan lebih bisa bijak dan sangat menghargai sebuah proses, juga lebih mampu memaklumi keadaan seseorang atau komunitas dan gerakan apabila orang tersebut faham sejarah perjalanannya. Maka sangat wajar, banyak orang percaya bahwa: "Orang bijak adalah orang yang mau menghargai sejarah para pendahulunya atau sejarah orang lain." Al-Qur'anul Kariem, bukanlah buku sejarah, namun di dalamnya berisikan ban
DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR

DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR

Kebangsaan
DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Disampaikan di: Gedung Nusantara V DPR/ MPR RI pada tanggal 5 April 2019 dalam rangka Seminar Kebangsaan: "Mengokohkan Spirit NKRI Sebagai Nilai Fundamental Melalui Refleksi dan Deklarasi Bulan NKRI" Dustur Rabbani Membaca kembali bentangan panjang di belantara dakwah tanah air, tidak lengkap rasanya apabila tidak mentakrifkan sosok rajulud da'wah yang satu ini, yakni Allâhu yarham Mohammad Natsir. Di antara kekhassan tulisannya, adalah kekentalannya dalam mengurai bahasan dakwah. Ayat dan hadits Nabi shalallâhu 'alahi wa sallam kerapkali menjadi pijakan utama dalam membedah semua persoalan ummat. Di antara ayat-ayat yang dipetik terkait dengan; 1. Dâ'i adalah profesi termuli
ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

AKHBAR NEWS!
ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Berpijak pada ayat Allah 'azza wa jalla, yang termaktub dalam QS. An-Nahl/ 16: 125 : ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ "Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, tutur kata yang baik (mauizhah hasanah), dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik (mujadalah billati hiya ahsan)." Maka, cukuplah ayat tersebut menjadi pondasi yang mampu memetakan objek dakwah. Ada objek dakwah yang harus dihadapi penuh kebijakan, ada yang memang harus menggunakan tutur yang teratur dan nasihat yang tepat, juga bertukar pikiran dengan cara-cara yang baik apabil
MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR

MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR

Hikmah
MENJADI MANUSIA; DARI SEBANGSA TANAH HINGGA SEBANGSA AIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien "Saudara-saudaraku sebangsa tanah dan sebangsa air ..." Demikian bunyi ungkapan pembuka teralunkan (sembari guyon), di mana ungkapan tersebut terasa ganjil di telinga namun apabila dipikir ada benarnya. Memang manusia dicipta oleh Dzat yang Kuasa dari tanah dan air. Informasi qur'ani pun begitu jelas dalam bentangan ayat-ayat Allah 'azza wa jalla. Inilah gugusan firman mulia yang termaktub dalam kitabNya: 1. Sebelum menciptakan nabiyullah Adam ‘alaihis salam, Allah 'azza wa jalla memberitakan terlebih dahulu kepada malaikatNya: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (QS. Shad/ 38: 71) 2. Ketika orang-orang musyrik menunjukkan keingkaran dan kesombongannya tentang dari a

This site is protected by wp-copyrightpro.com