Minggu, September 26MAU INSTITUTE
Shadow

KULIAH ‘AQIDAH; DARI TALAQQI KE DISKUSI

KULIAH ‘AQIDAH; DARI TALAQQI KE DISKUSI// Kenangan haru menoleh masa lalu, apa yang diajarkan masih terngiang, bahkan terus dikembangkan. Di antaranya belajar ‘aqidah. Sewaktu MDA diajari Ilmu Tauhid KH. E. Abdullah, lalu kitab Tuan A. Hassan, tingkat menengah dikenalkan Kitaabut Tauhiid dan Fathul Majiid. Jumpa kembali di LPDI Jakarta dengan pendekatan berbeda, ternyata ilmu ini memiliki qaidah-qaidah seperti halnya fiqih-ushul fiqih. Mulailah mengikuti Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah fil ‘Aqiidah Syaikh ‘Abdul Karim al-‘Aql, Qaidah Manhaj Salaf Ustadz Dahlan Bashri Thahiri, Ma’aalimul Inthilaaqatil Kubraa Ahlus Sunnah Syaikh ‘Abdul Hadi al-Mishri, ‘Aqiidatul Mu’min Al-Jazaairi, Al-Walaa’ wal Baraa’ Al-Qahthani, ngaderes lagi kitab-kitab Syaikh Muhammad At-Tamimi (Al-Ushuul Ats Tsalaatsah, Kasyfus Syubuhaat, Fadhlul Islaam, hingga Masaailul Jaahiliyyah). Berikutnya, literasi kontemporer. Benar kata sang Guru, belajar ilmu ini merupakan “paling mulianya ilmu”. (@TenRomlyQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!