Minggu, April 21MAU INSTITUTE
Shadow

BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU

BUANGLAH KESUMATMU, HADIRKAN CINTA TULUSMU // Ketika seseorang merasa tersakiti, biasanya syaithan gerak cepat meniupkan api kesumat [khushuumat; perseteruan]. Hal itu terjadi karena terkadang kurang pandai mengambil hikmah, dan sirnanya ketulusan diri dalam menerima kekurangan. Dengan bismillaah, senyum penuh syukur, mendo’akan orang yang terlibat dalam hidup kita dengan baik, merupakan ikhtiar dalam menampakkan hidup bahagia. Imam Ad-Dzahabi rahimahullaah bertutur: “Seorang mukmin apabila diuji, dia bersabar, menerima nasihat, beristighfar, dan tidak menyibukkan diri dengan mencela orang yang menyakitinya. Karena Allah ‘azza wa jalla Hakim yang adil, dia akan memujiNya, dan dia tahu bahwa hukuman di dunia lebih ringan dan lebih baik baginya.” (Lihat: Siyaru A’laamin Nubalaa’, 8/81). Jadi, hidup ini bukanlah menunggu badai berlalu, melainkan bagaimana belajar menari di tengah hujan atau berpirau di tengah ombak. “Manusia selalu ada dalam kebaikan, selama tidak saling menghasud”. πŸ’«πŸŒΈπŸ’Ÿβœ’οΈ (@TenRomlyQ)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!