Jumat, November 15News That Matters

AKHBAR NEWS!

DEWAN DA’WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI)

DEWAN DA’WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI)

AKHBAR NEWS!
DEWAN DA'WAH MENGUSULKAN AGAR UU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN MEMENUHI ASAS KEUMMATAN DAN BERKEADILAN (Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI) Oleh: Teten Romly Qomaruddien (Anggota Pusat Kajian Dewan Da'wah) Untuk lebih sempurnanya UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang tengah digodok, Komisi VIII DPR RI menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para perwakilan Ormas-ormas Islam tingkat Pusat. Hadir dalam acara ini beberapa perwakilan dari PP. Muhammadiyah, PP. Persatuan Islam, PB. Nahdhatul Ulama, DPP Al-Irsyad, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, DPP Al-Washliyah, DPP Mathla'ul Anwar dan ormas lainnya. Mewakili pimpinan Dewan Da'wah, Pusat Kajian menyoroti beberapa hal yang dianggap penting di mana selama ini belum banyak tersosialisasikan dengan baik, pa...
KENANGANKU BERTEMU ALLÂHU YARHAM AL-USTÂDZ JA’FAR UMAR THÂLIB

KENANGANKU BERTEMU ALLÂHU YARHAM AL-USTÂDZ JA’FAR UMAR THÂLIB

AKHBAR NEWS!
KENANGANKU BERTEMU ALLÂHU YARHAM AL-USTÂDZ JA'FAR UMAR THÂLIB; Tidak banyak perjumpaanku dengan sosok yang dikenal "Panglima Laskar Jihad" Ahlus Sunnah wal Jama'ah ini. Namun paling tidak, sejak aktiv belajar di LPDI Jakarta sudah sering baca tulisannya, bahkan pasca lulus pesantren sempat baca goresan pena-nya di Majalah Al-Muslimun Bangil Jawa Timur, Istiqomah Jogjakarta dan Majalah Salafy. Adapun yang terpatri dalam ingatan, beliau menulis "Kembali ke Salaf" (waktu itu belum begitu booming). Lalu baca lagi tulisan lainnya, "Makna Tajdid." Ada pula tulisan lebih panjang lagi: "Sejarah Penegakkan Syari'ah Islam di Indonesia" dari mulai zaman kesulthanan Islam di Nusantara, masa perang Paderi, hingga kemunculan organisasi-organisasi Islam Modernis. Al-Faqir pun sempat baca juga buku yang c
GELIAT DU’AT LAMPUNG BEKALI DIRI MENGHADANG PEMIKIRAN MENYIMPANG DAN TANTANGAN DA’WAH KEKINIAN

GELIAT DU’AT LAMPUNG BEKALI DIRI MENGHADANG PEMIKIRAN MENYIMPANG DAN TANTANGAN DA’WAH KEKINIAN

AKHBAR NEWS!
GELIAT DU'AT LAMPUNG BEKALI DIRI MENGHADANG PEMIKIRAN MENYIMPANG DAN TANTANGAN DA'WAH KEKINIAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di sela-sela agenda awal tahun, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh unsur fungsionaris pimpinan dan para ujung tombaknya yang terdiri dari para juru da'wah dan para pegiat pendidikan. Ziyarah Da'wah dan Shilaturrahim kali ini, panitia lebih memilih tema bahasan: "Daurah Du'ât dan Mudarris se-Provinsi Lampung untuk Menghadang Pemikiran Menyimpang" dengan menghadirkan anggota Pusat Kajian Bidang Ghazwul Fikri dan Harakah Haddâmah. Tema ini diangkat, berhubung pentingnya pembekalan para da'i di lapangan, juga para guru di sekolah-sekolah, khususnya di lingkungan binaan Dewan Da'wah. H
ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

AKHBAR NEWS!
ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Berpijak pada ayat Allah 'azza wa jalla, yang termaktub dalam QS. An-Nahl/ 16: 125 : ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ "Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, tutur kata yang baik (mauizhah hasanah), dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik (mujadalah billati hiya ahsan)." Maka, cukuplah ayat tersebut menjadi pondasi yang mampu memetakan objek dakwah. Ada objek dakwah yang harus dihadapi penuh kebijakan, ada yang memang harus menggunakan tutur yang teratur dan nasihat yang tepat, juga bertukar pikiran dengan cara-cara yang baik apabil
FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

AKHBAR NEWS!
FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI) Tentang: "Pemetaan Gerakan Dakwah Khusus di Daerah Rawan Pemurtadan" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dengan memanjatkan segala puji dan rasa syukur kepada Rabbul 'Aalamiin, semoga aktivitas keummatan yang dijalankan ada dalam berkah dan lindunganNya ... Aamiin. Di antara kewajiban hamba terhadap agamanya, adalah mengawal ajaran agama tersebut di samping mempelajari dan mengamalkannya. Dalam konteks dakwah sebagai gerakan, Komite Dakwah Khusus (KDK) MUI Pusat memiliki tugas mulia, yakni mengawal aqidah ummat dan menjalankan dakwah sebagaimana mestinya (himaayat al-ummat wa ad-da'wah) secara profesional dengan tidak mengabaikan anaashir konstitusional yang berlaku. Dengan bertolak pada tugas pokok
RISALAH MERINTIS DA’WAH MELANJUTKAN

RISALAH MERINTIS DA’WAH MELANJUTKAN

AKHBAR NEWS!
RISALAH MERINTIS DA'WAH MELANJUTKAN; Agar risalah tetap berjalan dan da'wah tetap berlanjut, maka lahirnya anak-anak ideologis menjadi keharusan. Menurut Wildan Hassan, M.Pd.I (Lingkar Studi Capita Selecta), menggerakkan "ruh intiqadhi", yakni membangkitkan semangat belajar generasi akhir zaman dapat melahirkan generasi milenial yang kritis. Artawijaya (Penulis buku tentang Masyumi), menambahkan bahwa kini krisis keteladanan melanda tokoh-tokoh zaman ini; kesederhanaan dalam hidup dan teguh dalam prinsip perjuangan sudah mulai hilang. Sedangkan Tatang Muttaqin, Ph.D (Peneliti Groningen Research Centre & Direktorat PT Bappenas), mengingatkan bahwa "mewarisi semangat Natsir" harus lebih dihidupkan dari sekedar menikmati hasil yang dilahirkan. Diskusi dengan Moderator Dwi B...
BAINA HIKMATIL KIBAAR WA HAMAASATIS SYABAAB

BAINA HIKMATIL KIBAAR WA HAMAASATIS SYABAAB

AKHBAR NEWS!
BAINA HIKMATIL KIBAAR WA HAMAASATIS SYABAAB; Itulah kalimat pembuka pengarah halaqah yang mengisyaratkan betapa pentingnya kaum muda (syabaab) memupuk semangat juang dan menimba pengalaman dari sikap bijaknya generasi yang lebih senior (kibaar, syuyuukh). Mengawali halaqah Madrasah Ghazwul Fikri di awal tahun 2019 ini, MGF memulainya dengan "pewarisan nilai" dari wawasan intelektual seorang khaadimul ummah Allaahu yarham Mohammad Natsir. Dengan menghadirkan para pemateri milenial, kita sangat mengharapkan temuan mutiara berharga, berupa pandangan-pandangan Natsir yang menyegarkan ala generasi milenial. Hal ini dirasakan sangat penting kehadirannya untuk menjadi oase yang menyejukkan di tengah-tengah dahaga akan peradaban hanif yang hilang. Gharasas saabiquuna fa-akalnaa ... Afa
SELAMAT BERJUANG AL-MADINAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL

SELAMAT BERJUANG AL-MADINAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL

AKHBAR NEWS!
SELAMAT BERJUANG AL-MADINAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL; Pemandangannya indah, di tepi bukit Gunung Talang Solok, Sumatra Barat, H. Ghufrani dan kawan-kawan memulai jihad tarbiyah-nya. Setelah meluluskan satu angkatan (SMP Putra), bersama perwakilan Gubernur Sumbar, Walikota dan Bupati Solok, Kemenag Solok dan UPTD. Bersama Bapak H. Edy Setiawan (pengurus Dewan Da'wah Pusat), al-faqir berkesempatan turut serta menyampaikan orasi pembukaan dan dorongan terkait pilar kejayaan bangsa; adilnya para umara, faqihnya para ulama, dermawannya para aghniya dan beraninya para ksatria. Di samping itu, termasuk pilar kemakmuran negeri adalah do'anya fuqara dan masakin. Di tanah seluas 7 hektare ini, kini telah berdiri 1 unit 3 lantai ruang belajar, 1 unit asrama putra, 1 unit asrama putri (dala...
PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR

PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR

AKHBAR NEWS!
PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR; Bertempat di Yayasan Bung Karno Jakarta Pusat, MUI Pusat menyelenggarakan acara tersebut. Dr. H. Anwar Abbas (Sekjen) menyampaikan: "Kita kembalikan literasi kita kepada haq, bukan hoax". Menurutnya, belakangan ini pandangan "sekular fundamentalis" wajib diwaspadai, di mana mereka berupaya menjauhkan tokoh-tokoh pendiri bangsa terkesan jauh dari nilai religius. Ini dibenarkan Dr. Rusydi Husein (Yayasan Bung Karno) dengan data-data sejarah yang dibacanya. Adapun Dr. Ar-Razi Hasyim (Peneliti Darus Sunnah), memaparkan bahwa literatur sejarah hendaknya lebih selektif seperti halnya ilmu hadits. Dalam kesempatan ini, al-faqir mengajukan beberapa hal; dalam menyingkap literasi ini, harus universal dan integral. Bagaimana kaitan para pendir...
PENDIDIKAN POLITIK SANTRI

PENDIDIKAN POLITIK SANTRI

AKHBAR NEWS!
PENDIDIKAN POLITIK SANTRI Menyongsong Pemilu 2019, Pemuda PERSIS Cibatu Garut menyelenggarakan Seminar Politik. Hadir pemateri Dr. H. Muslim Mufti (Ketua Dewan Tafkir PERSIS), H. Dedi Jamaluddin, MM. (Praktisi Politik HMI) dan Moh. Reza (Caleg Daerah). Sebagai Keynote Speaker, Mudier PPI 81 memberikan beberapa kata kunci; "Antara 'aqiedah, ibadah dan siyaasah, juga da'wah dan siyaasah merupakan paket yang tak dapat dipisahkan", lalu Mudier pun memetik perkataan Allaahu yarham Dr. Moh. Natsir: "Politik kita sangat ditentukan oleh da'wah kita". Muslim mengingatkan, "Keterlibatan kader dalam kendaraan parpol sangat baik, bila siap menjadi aktor". Menurutnya, ini sudah dicontohkan oleh tokoh-tokoh pendahulu semisal KH. Moh. Isa Anshari yang menyebutkan: "Berpolitik bisa jadi fardhu 'ain, juga...
MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH

MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI’AH

AKHBAR NEWS!
MEMBEDAH AKAR TASHAWWUF DAN REKONSILIASINYA DENGAN SYARI'AH; Demikian tema FGD yang digelar Bidang Pengembangan Dakwah & Kajian Pemikiran Islam (PDKPI) PP. PERSIS, dengan menghadirkan Dr. Lathif Awaluddin (STAIPI Bandung) dan H.T. Romly Qomaruddien, MA. (Anggota DH/ Komisi 'Aqiedah). Pemateri pertama menegaskan, bahwa tashawwuf sebagai disiplin ilmu substansinya adalah "memelihara kebersihan jiwa", karena itu dirinya mengakui bahwa adanya neo sufisme, atau lebih populer dengan tashawwuf populis. Sementara pemateri kedua menuturkan, dalam pandangan ulama dan mayoritas peneliti, tashawwuf dalam perkembangannya cukup beragam; tashawwuf sunni, tashawwuf salafi, tashawwuf falsafi dan tashawwuf 'amali. Namun demikian, baik istilah tashawwuf atau pun shufi , keduanya tidak memiliki kejelas...
MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA

MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA

AKHBAR NEWS!
MENYEGARKAN PENCARIAN MODUS VIVENDI ANTAR UMMAT BERAGAMA; Pembicaraan kerukunan ummat beragama tidak pernah sepi hingga diselenggarakannya Musyawarah Antar Ummat Beragama yang penutupannya pada 30 November 1967 oleh pemerintah guna mengakhiri berbagai sengketa. Demi terciptanya kesatuan, pemimpin negara waktu itu menyerukan bagaimana menciptakan "modus vivendi" sebagai upaya "cara hidup bersama" yang dapat melahirkan kedamaian antara pemeluk agama. Karena itulah Allaahu yarham Dr. Moh. Natsir menerbitkan buku "Mencari Modus Vivendi Antar Ummat Beragama di Indonesia" (1980) sebagai upaya control terhadap perkembangan keberagamaan berikutnya. Berarti, 38 tahun yang lalu buku tersebut menjadi rujukan sebagai upaya mewujudkan toleransi. Dengan rentang waktu yang panjang itu, nampaknya buku ter
MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA;

MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA;

AKHBAR NEWS!
MENGGAGAS FORUM BINA MUALLAF INDONESIA; Jelang akhir tahun 2018, tepatnya 20/ 12/ 18 BAZNAS kembali menggelar FGD. KH. Cholil Nafis, Ph.D (Komisi Dakwah MUI Pusat) menuturkan: Prinsipnya pembinaan muallaf harus mengacu pada kaidah yassiruu walaa tu'assiruu, yakni memudahkan dan tidak menyulitkan. Sedangkan kurikulum, tidak lepas dari tiga hal pokok; materi iman/ 'aqiedah, materi ibadah/ fiqih dan akhlaq/ pengejawantahan ihsan. Sementara Shalahuddin al-Ayyubi, Lc., MA. (Muallaf Centre Baznas) memaparkan: "Perlu adanya standarisasi administrasi muallaf." Perhelatan ini dihadiri perwakilan Pusat Kajian Dewan Da'wah, perwakilan KDK MUI Pusat, perwakilan Istiqlal, Dompet Dhu'afa, PITI, KNAP dan lain-lain. Gagasan penting yang perlu diapresiasi di antaranya: menyusun Fiqih Muallaf Praktis, me
BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

BUKU “MEMULIAKAN BENDERA TAUHID” DIBEDAH

AKHBAR NEWS!
BUKU "MEMULIAKAN BENDERA TAUHID" DIBEDAH Menyongsong Reuni 212 pada hari Ahad, 2 Desember 2018, Madrasah Ghazwul Fikri menggelar bedah buku. Sebagai Keynote Speak, KH. Abdul Wahid Alwy, MA. (Musyrief Mafatiha Dewan Da'wah) menyebutkan bahwa: "Tidak ada persoalan di dunia ini, melainkan kembali pada Laa ilaaha illallaah." Sementara Drs. H. Syamsul Bahri Ismail, MH. (Sekretaris Mafatiha) yang mewakili Tim Penulis menuturkan: "Kedudukkan liwaa' dan raayat mesti didudukkan dalam bab tersendiri seperti halnya para fuqaha menuliskan bab-bab fiqih." Hal ini menunjukkan betapa urgentnya bab ini. Sedangkan KH. Dr. Jeje Zainuddin (sebagai Pembanding) memaparkan temuannya, "Bahwa liwaa' dan raayat, bisa bermakna haqiqi dan majazi; yakni fisik bendera dan makna lain seperti halnya komitmen da...

This site is protected by wp-copyrightpro.com