Jumat, April 12MAU INSTITUTE
Shadow

Aqidah

REKAM JEJAK KERUSAKAN BERAGAMA DAN KEJAHATAN KEMANUSIAAN

REKAM JEJAK KERUSAKAN BERAGAMA DAN KEJAHATAN KEMANUSIAAN

Aqidah, Tsaqofah, Uncategorized
REKAM JEJAK KERUSAKAN BERAGAMA DAN KEJAHATAN KEMANUSIAAN// 1) Penyandang gelar al-maghdhuub [manusia yang dimurkai], 2) Penyandang gelar mu'ridhuun [karakter penolak, culas dan pembelot], 3) Pelaku yuharrifuunal kalima min ba'di mawaadhi'ihi [karakter pengubah Kalam suci], 4) Pelaku yakfuruuna bi aayaatillaahi [karakter pengingkar wahyu], 5) Pelaku yaqtuluunal anbiyaa bi ghairi haqqin [karakter jagal pembunuh para Nabi, sekalipun pemimpinnya], 6) Penobatan dzaalika bimaa 'ashauw wa kaanuu ya'taduuna [pengumbar dan pengobar kedurhakaan yang melampaui batas], 7) Pemilik sifat latufsidunna fiil ardhi [kejahatan kemanusiaan yang paling diwaspadakan]. Apabila Al-Qur'an telah mengingatkan seperti itu, masih percayakah kita kepada sosok David Ben Gurion, Golda Meir, Yitzak Rabin, Menachem Be...
HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN

HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN

Aqidah, Da'wah, Uncategorized
HIJRAH DARI PENYIMPANGAN DAN KESESATAN// Untuk menyebut kata "sesat", terkadang Al-Qur'an menggunakan kalimat zayghun [condong pada kesesatan], ghayyun [jalan menuju kesesatan], dan dhalaalun [terperosok dalam kesesatan]. Memang benar, penyimpangan dan kesesatan itu terjadi, biasanya berawal dari rasa simpatik dan kecenderungan hati, diiringi dengan "mencoba-coba" untuk masuk, dan berakhir dengan ketergelinciran yang mapan. Selagi kita berada di bulan yang sarat inspirasi sejarah penuh semangat, yakni bulan mulia Muharram; Nampaknya "berhijrah" dari berbagai ragam keburukan, adalah suatu yang niscaya dilakukan. Tidak terkecuali berpindah posisi [intiqaal], meninggalkan suasana [tark], bergerak tempat [harakat], ataupun perubahan sikap [taghyiir] dari mencekam menjadi aman sentosa, dar...
MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

MENAKAR NALAR PENGUMBAR NARASI LIAR

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara sifat yang bisa merusak ajaran agama adalah mengikuti kehendak nafsu [ittibaa'ul hawaa], berburuk sangka kepada Allah 'azza wa jalla [suu'uz zhan billaah], dan berlebihan dalam memahami agama tanpa piranti ilmu [al-ghuluw fid diin]. Selain itu, sikap menyombongkan diri [takabbur] yang menyebabkan seseorang terbiasa menolak kebenaran [batharul haq], dan senang merendahkan orang lain [ghamthun naas]. Menarik untuk direnungkan, timbulnya beragam kegaduhan dan penyimpangan dalam beragama tidak lepas dari sifat yang telah disebutkan. Ketika akal pikiran dipertuhankan, menyangka bahwa Allah 'azza wa jalla memiliki banyak kelemahan sehingga menempatkan diri berhak untuk menafsirkan, kemudian memaksakan kehendak diri dalam menyimpulkan pemahaman a...
MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Dengan mengucapkan al-hamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin, akhirnya Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta kembali menyuguhkan hasil telaahnya. Adapun yang menjadi obyek kajian, adalah terkait fenomena baru yang akhir-akhir ini cukup viral di media sosial, yakni "Mimpi Muhammad Qasim" dari Pakistan. Melalui beragam sumber berupa artikel-artikel, tayangan youtube, bahkan tulisan PDF berbahasa Melayu, pengkajian ini pun dapat diselesaikan. Sebagai pengurus dan penulis sekaligus, adinda Ustadz H. Rahmat Ramadhan, Lc., M.H. bersama Tim biidznillaah telah berhasil mengkritisinya dalam sebuah buku yang diberi judul: "Penyimpangan Mimpi-mimpi Muhammad Qasim" . Tujuannya tidak lain, selain menjadi penyeimbang pandangan dalam mengedukasi ummat ...
TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Kata "golongan" dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, terkadang menggunakan kata jamaa'ah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang bersesuaian dengan kebenaran [al-haq], dan kata firqah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang menyelisihi kebenaran [mukhaaliful haq]. Demikian shahabat 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhumaa menuturkan. Selain itu terkadang menggunakan kata thaaifah, untuk menyebut kumpulan dengan sifat atau karakteristik tertentu. Di antara kalimat populer yang bisa ditemukan adalah: kumpulan orang-orang yang mendalami pemahaman agama [thaaifah mutafaqqihiina fid diin] dan orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah 'azza wa jalla karena pembelaan terhadap agama dan ketaatan pelakunya [thaaifah manshuurah]. ...
TAFSIR AGAMA DI PERSIMPANGAN JALAN

TAFSIR AGAMA DI PERSIMPANGAN JALAN

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Sudah hampir satu bulan tidak menulis; Selain medianya mulai macet karena kepenuhan data, juga banyak objek telaah yang memerlukan perhatian untuk didahulukan. Namun demikian, ada banyak hikmah yang bisa diambil faidah. Minimalnya dapat menyimak banyak ulasan dari berbagai berita media sosial terkait semakin liarnya narasi tafsir agama yang kian mengkhawatirkan. Maraknya pandangan keagamaan yang kurang populis dan tidak familiar dalam ajaran Islam yang muktabar di kalangan ahli ilmu; Seperti halnya shalat berjarak tanpa alasan ['ilat] syari'at, adanya perempuan di tengah barisan shalat laki-laki, rencana khatib Jum'at oleh kaum Hawa, senandung salam agama tertentu yang bukan Islam, hingga dagelan atau seloroh "madzhab Bung Karno" yang menghebohkan...
MEREKA MENABUH GENDERANG PERANG DAN MERUSAK SUMBER KESEJUKAN HATI KITA

MEREKA MENABUH GENDERANG PERANG DAN MERUSAK SUMBER KESEJUKAN HATI KITA

Aqidah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Merendahkan, melecehkan, dan menghinakan berbagai simbol agama [syi'aarud diin] merupakan bentuk penentangan yang nyata terhadap Dzat Yang Maha Pencipta. Terlebih syi'ar suci berupa kalamNya seperti halnya Mushhaful Qur'aan yang wajib dirawat dan dipelihara. Ada banyak bentuk penodaan yang dilakukan; mulai dari merusak fisik mushhaf, menyamakan ayatNya dengan qaul manusia, melantunkan ayatNya dengan alunan permainan hiburan, membaca ayatNya bukan pada tempatnya [termasuk di gereja, klenteng, atau tempat pemujaan lainnya], membacanya di tempat-tempat kotor dan terlarang, atau memposisikan tulisan ayatNya pada tempat yang tidak layak [di toilet, di bawah telapak sandal/sepatu, dan lain-lain], juga menafsirkan Al-Qur'an dengan sekehendak nafsu tanpa p...
ZAMAN GORO-GORO

ZAMAN GORO-GORO

Aqidah, Uncategorized
ZAMAN GORO-GORO // Di kala jagat raya gonjang-ganjing penuh keburukan, itu pertanda Batara Kolo murka; Di tengah-tengah kesemrawutan tersebut [Kolo Bendhu], diharapkan segera hadirnya sosok juru selamat, itulah "Satrio Piningit" yang ditunggu-tunggu. Demikian, keyakinan ini dipercaya oleh mereka yang mendasarkan pandangannya pada kebatinan. Dalam menafsir zaman, sudah tentu bagi seorang Muslim memiliki bimbingan tersendiri, terutama 'aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaa'ah yang mengajarkan akan adanya sosok pemimpin adil, meluruskan ummat manusia dari penyimpangan. Dia adalah Al-Mahdi yang dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih dan kitab-kitab mu'tabar para ulama. Karena sifatnya masih ghaib dan bagian dari tanda besar akhir zaman yang masih terhijab, maka tidak patut kita menerk...
MODERASI DAN PEMBAHARUAN BUKANLAH PERKARA YANG SALING TERPISAH

MODERASI DAN PEMBAHARUAN BUKANLAH PERKARA YANG SALING TERPISAH

Aqidah, Tsaqofah, Uncategorized
MODERASI DAN PEMBAHARUAN BUKANLAH PERKARA YANG SALING TERPISAHOleh:Teten Romly Qomaruddien Dua bulan yang lalu, tepatnya Jum'at, 26 Agustus 2022. Lembaga Kaderisasi Ulama Istiqlal di bawah pembinaan Prof. Dr. Nazaruddin Umar, Prof. Dr. Quraisy Syihab, dan Prof. Dr. Ahmad Thib Raya menyelenggarakan perhelatan ilmiah berupa multaqaa dengan mengundang tokoh Ulama Mesir kelahiran Jeddah [turunan Yaman], yakni Syaikh Al-Habib 'Ali Zainal 'Abidin al-Jufri yang didampingi tokoh sepuh Syaikh Prof. Idris al-Jufri al-Maghribi dari Universitas Qarawiyin Maroko. Seminar Internasional dalam rangka Kaderisasi Ulama untuk mewujudkan "para mujahid moderat" [meminjam bahasa Prof. Nazaruddin] sebagaimana disampaikan pembinanya ini, mengambil tajuk: دور العلماء لترسيخ التوسط في التدين و إعادة إ...
MERAWAT IMAN TAUHID MENCEGAH PEMURTADAN

MERAWAT IMAN TAUHID MENCEGAH PEMURTADAN

Aqidah, Uncategorized
MERAWAT IMAN TAUHID MENCEGAH PEMURTADAN // Dengan menghadirkan KH. DR. Muhyiddin Junaidi, KH. Dr. Amirsyah Tambunan, KH. Abu Deedat Syihab, MH., KH. Teten Romly Qomaruddien, H. Fadhlan Garamatan, H. Dondy Tan, dan H. Sholahuddin Al-Ayubi, M.A. Maka FGD LDK MUI yang dihadiri berbagai utusan Ormas Islam dan Lembaga Muallaf Centre ini, diharapkan mampu mewujudkan agenda sinergis dalam menghadang laju pemurtadan dari berbagai lini. Selain menghadapi modus konvensional, di forum tersebut diserukan pula agar para cendikiawan dan pegiat dakwah berikhtiar keras untuk memperkaya literasi dalam meluruskan diksi dan narasi miring, di mana terminologi agama menjadi sasaran pengkaburan makna. Istilah-istilah semisal kalimatun sawaa, al-hanifiyyah as-samhah, ummatan wasathan, rahmatan lil 'aalamiin...
PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRAN

PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRAN

Aqidah, Tokoh, Uncategorized
PIKIRAN PROF. DR. AZYUMARDI AZRA YANG MASIH TERUS KEPIKIRANOleh:Teten Romly Qomaruddien Setelah mempertimbangkan layak dan tidaknya untuk ditulis, sepertinya tetap harus ditulis sekalipun terlambat. Tentu ditulis masih lebih baik, dibanding tidak sama sekali. Adapun pertimbangan terlambat menulis; Selain bukan maqam-nya untuk menggoreskan kata-kata tentang sang begawan sejarah ini, juga menghindari kekhawatiran penilaian "kurang piknik" dari sebagian besar pengagum pemikirannya, termasuk kerabat dari rekan-rekan diskusi [baik sesama alumni pesantren, insan kampus, juga komunitas digital]. Sebenarnya, al-faqir sendiri mengagumi dan banyak tercerahkan oleh paparan historiografi-nya yang sangat mumpuni dan memukau. Namun demikian, sebagai pemikir sejarah yang par excellence, tidak ...
‘AQIDAH YO TAUHID, OJO DIBANDING-BANDINGKE

‘AQIDAH YO TAUHID, OJO DIBANDING-BANDINGKE

Aqidah, Uncategorized
'AQIDAH YO TAUHID, OJO DIBANDING-BANDINGKEOleh:Teten Romly Qomaruddien Mengapa manusia begitu mudah berpaling ke lain hati dalam meyakini ajaran Tauhidnya? Atau senang memelihara kecintaan ganda dari Rabb-nya. Tentu di antara jawaban umum yang sering mengemuka, adalah karena keimanan seseorang itu bersifat fluktuatif, yakni tidak kokoh alias labil [ghair mustahkim]. Kondisi semacam ini, tidak dapat dilepaskan dari liarnya akal pikiran seseorang dalam menetapkan sesuatu tanpa batas. Bermula dari sekadar membandingkan [muqaaranah], berkembang menjadi kecondongan dan kecenderungan [az-zaigh], hingga berujung dengan keberpihakan. Mengikuti kehendak akal pikiran semata, tanpa pengawalan wahyu, maka itulah cikal bakal lahirnya keraguan akut [syubuhaat] yang dapat melahirkan kesesatan...
BELAJAR CEMBURU PADA SANG NENEK

BELAJAR CEMBURU PADA SANG NENEK

Aqidah, Da'wah, Tarbiyah, Uncategorized
BELAJAR CEMBURU PADA SANG NENEKOleh:Teten Romly Qomaruddien Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis Palestina, selalu menyimpan arsip yang unik. Wilayah yang ada di jantung negeri "akhir zaman" ini, selalu menghadirkan pesona cerita. Kali ini, kita akan haturkan sekelumit kisah seorang nenek Al-Aqsha yang memiliki cemburu yang teramat dahsyat pada agamanya. Itulah yang disebut dengan "ghirah". Postingan hidup yang sahabat kirimkan ke layar handphone ini, membuat ketagihan untuk memutar berulang-ulang saat seorang nenek renta bertongkat menghalau "barisan kunyuk" zionist yang merangsek masuk ke dalam kawasan masjid qiblat kaum Muslimin pertama itu. Sungguh menarik perhatian, dengan tergopoh-gopoh sang nenek "menggebah" dengan tongkatnya. Kuunuu qiradatan khaasi-iin; "Jadilah kalian k...
DA’WAH BIL HIKMAH ALA BROTHER LIM JOOI SOON DARI NEGERI TETANGGA

DA’WAH BIL HIKMAH ALA BROTHER LIM JOOI SOON DARI NEGERI TETANGGA

Aqidah, Uncategorized
DA'WAH BIL HIKMAH ALA BROTHER LIM JOOI SOON DARI NEGERI TETANGGAOleh:Teten Romly Qomaruddien Merupakan kehormatan yang sangat berharga, dapat mengantarkan diskusi hangat saudara kita dari negeri jiran Malaysia ini. Brother Lim, demikian panggilan akrab Tuan Lim Jooi Soon biasa disapa oleh kerabat dan para penyimak paparan bahasannya di chanel-chanel TV di kotanya dan media sosial yang telah menyebar. Turut membersamai lawatan ini, Ustadz Fadhli Burhan yang memang sudah menjadi rutinitasnya keliling Benua dalam rangka pembinaan para Muallaf. Turut hadir Ustadz Ahmad Kainama yang menjadi wasielah pertemuan ini, dibersamai oleh para aktivis dakwah lainnya. Hadir Ustadzah Nevy Amaliah Nanlohy [mantan pegiat Lembaga Pengkajian Bible], An-Nisa Theresia [mantan pegiat Gereja], dan Arie...
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH

Aqidah, Tarbiyah, Uncategorized
TERNYATA CINTA SEJATI ITU HANYA MAHABBATULLAAH // Ada ungkapan popular dalam bahasa 'Arab: Yabqaa alhubbu kalimatan hattaa ya'tiya syakhshuhaa wa ya'thiihaa ma'nan; "Cinta hanya sekadar untaian kalimat belaka, hingga seseorang datang mengisinya dan memberinya makna". Artinya, tak ubahnya bejana kosong tanpa makna, ia akan tetap menjadi diksi tanpa narasi hakiki. Mahabbatullaah itulah substansi Ilahi, sedangkan yang didapat manusia dengan sesamanya hanyalah bentuk perhatian semata. Ahli hikmah menasihatkan: "Janganlah berkeinginan untuk dicintai manusia seutuhnya, karena sifat dan karakter hati manusia itu sendiri bolak-balik [mutaqallabah] sifatnya; hari ini ia bisa mencintaimu, besok hari bisa saja sebaliknya. Hendaklah luruskan fokus keinginanmu untuk dicintai Allah, karena dicintai...
error: Content is protected !!