Jumat, Mei 22MAU INSTITUTE
Shadow

Diraasatul Adyaan wal Firaq

KETIKA BADAI FITNAH KIAN BERKOBAR; MEMOTRET FAKTA DAN KELEMAHAN KITA

KETIKA BADAI FITNAH KIAN BERKOBAR; MEMOTRET FAKTA DAN KELEMAHAN KITA

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Belakangan ini, dampak perbedaan cara menyikapi perang Israel-Amerika versus Iran telah menggelinding seperti bola liar. Pro kontra beragam pihak terhadap peristiwa ini telah menyeret semua terlibat dalam kancah beradu klaim satu sama lain. Saling tuduh dan menjatuhkan pun tidak bisa dihindari di antara pihak yang berlawanan; Sesama teman sendiri atau bahkan sesama satu halaqah pengajian. Jamaah sesama jamaah, ustadz sesama ustadz, juga ustadz dengan jamaahnya. Admin group sesama admin, anggota group sesama anggota dan admin berhadapan dengan anggota groupnya sendiri. Tema-tema yang diperselisihkan tidak lepas dari beberapa sub titik tengkar yang menggugah perdebatan satu sama lain. Di antaranya adalah: Israel-Amerika adalah dalang dari semua kekacau...
SISI LAIN PERANG ISRAEL-AMERIKA VS IRAN; MENGAGUMI TEKNOLOGI TIDAK HARUS MENGGESER PETA ‘AQIDAH ISLAM

SISI LAIN PERANG ISRAEL-AMERIKA VS IRAN; MENGAGUMI TEKNOLOGI TIDAK HARUS MENGGESER PETA ‘AQIDAH ISLAM

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Sebuah Prolog Ibarat seorang preman kawasan yang tidak pernah memiliki lawan, saat ada jagoan lain yang mampu menumbangkannya maka dengan sendirinya sang penumbang akan mendapatkan banjir pujian dari para penonton yang melihat langsung kejadian. Saat kejahatan dan angkara murka sulit dihentikan, kekuatan logika diabaikan, maka hanya logika kekuatan yang bisa meredam. Itulah yang terjadi di hadapan umat sekarang ini; Ketika diplomasi yang dibangun di atas kepentingan itu gagal total, maka jalan yang ditempuh adalah "perang hancur-hancuran". Sebagai penonton yang bijak, adil dan tidak kehilangan "purwadaksi ideologi" hendaklah waspada dan berhati-hati dalam memotret peristiwa yang tengah terjadi hingga tidak menjadi "badai euforia" yang merugikan. ...
KILAU PANCARAN ‘AQIDAH YANG MENUNTUN JALAN PETUNJUK

KILAU PANCARAN ‘AQIDAH YANG MENUNTUN JALAN PETUNJUK

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Namanya sangat masyhur di belantara ahli ilmu, para ulama negeri Syam khususnya banyak memuji dan istifaadah 'ilmiyyah terhadap karya-karya yang ditulisnya, kezuhudan hidupnya dan kepiawaian dalam memerankan diri sebagai ulama panutan menjadi teladan para ulama zamannya. Sekaliber Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Al-Hafizh Ibnu Qayyim al-Jauwziyyah, Al-Hafizh Ibnu Katsir ad-Dimasqi, Imam Ibnu Shalah, Imam Adz-Dzahabi dan Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahumullaah banyak melayangkan pujian terhadap ulama yang satu ini. Dialah Imam Abu Muhammad 'Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi rahimahullaah [w. 620 H.], seorang ulama besar yang mendapat julukan Muwaffaquddiin. Tokoh ini mengikuti jejak dan metode fiqih Imam Ahmad bin Hanbal rahimahull...
KALEIDOSKOP 2025; MEMOTRET ZAMAN MENJAWAB TANTANGAN ‘AQIDAH UMAT

KALEIDOSKOP 2025; MEMOTRET ZAMAN MENJAWAB TANTANGAN ‘AQIDAH UMAT

AKHBAR NEWS!, Aqidah, Da'wah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Memaknai Kaleidoskop 2025 Meminjam uraian singkat KBBI, kaléidoskop adalah alat optik yang bentuk luarnya seperti keker, dilengkapi dengan dua kaca persegi panjang yang dipasang di lapisan dalam pada salah satu ujungnya, sehingga dapat memperlihatkan pelbagai gambaran yang indah dan simetris dari kepingan barang berwarna yang diletakkan di antaranya apabila dilihat dari ujung yang lain. Dalam makna lain, didefinisikan sebagai aneka peristiwa yang telah terjadi dan disajikan secara singkat. Apabila dilihat dari sisi fungsi, kaleidoskop merupakan alat yang digunakan untuk membidik sesuatu agar tampak lebih fokus, lebih baik dan lebih indah. Sebahagian kalangan biasa menyebutnya dengan teropong, dan dalam pembahasan ini bisa dimaknai dengan "bidika...
MENDUKUNG JIHAD ISLAMI PALESTINA DAN MEWASPADAI HEGEMONI KEBANGKITAN SYI’AH PERSIA RAYA

MENDUKUNG JIHAD ISLAMI PALESTINA DAN MEWASPADAI HEGEMONI KEBANGKITAN SYI’AH PERSIA RAYA

AKHBAR NEWS!, Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bukanlah perkara mudah ketika kebenaran ingin ditegakkan di tengah-tengah zaman yang berselimutkan asap tebal [dakhanun], tidak terkecuali dalam memilih dan memilah siapa kawan perjuangan; Di saat keutuhan dan kemanusiaan terkoyak rapuh dengan banyaknya kepentingan, dalam waktu bersamaan kekuatan kegelapan pun bangkit menghunjam memanfaatkan keadaan. Siapa membela siapa dan untuk kepentingan apa, menjadi pertanyaan di benak pikiran. Itulah sekadar kegundahan terhadap pemandangan perang yang sempat dipertontonkan dan sedikit sulit untuk disimpulkan. Hujan rudal lebih dari satu pekan di jantung negeri bedebah penjajah yang membuat mata dunia tertuju padanya, seolah "menyihir" keadaan yang sebenarnya. Kembang api mematikan menghiasi langit negeri para d...
DARI BAITUL MAQDIS HINGGA DAMASKUS: TAHNIAH KEMENANGAN ATAS PEMBEBASAN BUMI ISRA MI’RAJ

DARI BAITUL MAQDIS HINGGA DAMASKUS: TAHNIAH KEMENANGAN ATAS PEMBEBASAN BUMI ISRA MI’RAJ

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam catatan sejarah, selain Isra Mi'raj peristiwa penting lainnya yang pernah terjadi di bulan Rajab adalah pembebasan Baitul Maqdis yang terjadi pada 27 Rajab, 583 H./ 1187 M. di bawah perjanjian "Shulh al-Ramlah" pada masa Sulthan Shalahuddin al-Ayyubi. Mengingatkan kembali peristiwa terakhir tersebut, menjadi lebih bermakna apabila dikaitkan dengan gelora pembebasan negeri Syam awal tahun 2025 ini. Membicarakan Isra' Mi'raj, maka tidak bisa dilepaskan dari pembahasan bumi Syam yang mulia. Terutama Masjidul Aqsha, yang karena keberkahannya tidak diragukan. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menganjurkan, agar umatnya berziarah ke masjid tersebut: لا تشد الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِى هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ...
MENJAUH DARI SIKAP TASYABBUH BERARTI MENJAGA KEHORMATAN AGAMA

MENJAUH DARI SIKAP TASYABBUH BERARTI MENJAGA KEHORMATAN AGAMA

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Adanya keinginan untuk meniru atau menyerupai suatu perkara yang menjadi objek peniruan atau penyerupaan dengan segala variannya merupakan suatu hal yang sudah menjadi watak manusia. Melalui proses peniruan inilah manusia bisa belajar beragam aspek dari luar dirinya; gaya hidup [life style], budaya [culture], cara pandang [world view], dan lainnya. Bagi seorang Muslim, semua itu terikat erat dengan 'aqidah dan syari'at yang terkait dengan segala batasannya. Adapun sabda Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang menuturkan "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka", masih mengandung makna umum yang membutuhkan pemetaan; Mana yang disepakati keharamannya, dan mana yang masih diperselisihkan? Jika ada tasyabbuh dalam Mu'am...
MA’RIFATUL ‘AALAM; KIAT SELAMAT DARI JEBAKAN NATIVISME

MA’RIFATUL ‘AALAM; KIAT SELAMAT DARI JEBAKAN NATIVISME

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak ada yang mampu menyangkal, betapa Allah 'azza wa jalla itu Maha mengatur segalanya; Bumi yang kita pijak dan langit yang kita junjung dengan segala asesoris galaksi dan taburan andromeda yang menghiasi angkasanya, itu merupakan tanda-tanda kebesaran-Nya. Demikian pula daratan dengan semua hutan dan gunung-gunung yang berdiri dengan kokohnya, serta hamparan lautan lepas sejauh mata memandang. Beragam makhluk daratan, seluruh biota laut, juga tumbuh-tumbuhan yang tidak terhitung jumlahnya. Semua itu merupakan gugusan ayat-ayat yang menunjukkan kuasa-Nya. Bagaimana Allah 'azza wa jalla menciptakan langit dan bumi, menggulirkan siang dan malam, menurunkan hujan dan menghidup suburkan bumi yang tadinya mati, mewujudkan segala bentuk kemanfaatan bagi...
ANCAMAN NIHILISME DAN BAHAYANYA TERHADAP ‘AQIDAH ISLAM

ANCAMAN NIHILISME DAN BAHAYANYA TERHADAP ‘AQIDAH ISLAM

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Belakangan ini viral di media sosial berbagai letupan berpikir yang sangat mengkhawatirkan; Mulai dari munculnya kelompok yang menamakan diri "gerakan menolak masuk sorga", gagasan membuat "komunitas Islam KTP", tuntutan hak konstitusi bagi warga negara agar mendapatkan perlindungan hukum "untuk tidak beragama", hingga seloroh berlebihan "reuni di neraka". Narasi-narasi liar seperti ini bukan tanpa argumen; Kelompok pertama beralasan bahwa amalan seseorang dengan mengharapkan masuk sorganya Allah 'azza wa jalla, berarti perbuatan tersebut tidak ikhlas. Kelompok kedua menganggap bahwa agama tidak lebih dari sekadar identitas belaka [simbol atau merk], artinya tidak ada kaitan dengan keyakinan dan kepercayaan. Kelompok ketiga berpandangan bahwa beragam...
BERATNYA MENJADI KHALAF DI TENGAH GELOMBANG ZAMAN PENUH KHILAF DAN INHIRAAFAAT

BERATNYA MENJADI KHALAF DI TENGAH GELOMBANG ZAMAN PENUH KHILAF DAN INHIRAAFAAT

Aqidah, Da'wah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Untuk menyebut generasi terbaik masa lampau yang disandarkan pada tiga zaman kemuliaan [masa shahabat, taabi'in, dan taabi'ut taabi'in], para ulama menyebutnya dengan istilah as-salafus shaalih atau panggilan ringkasnya salaf. Sedangkan generasi belakangan yang mewarisi kebaikan masa lalu, mereka disebut khalaf. Landasan teologis yang menunjukkan adanya istilah salaf ini adalah peryataan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sendiri yang menyebutkan bahwa mereka merupakan "sebaik-baiknya manusia" [khairun naas], "sebaik-baiknya zaman" atau "sebaik-baiknya abad" [khairul quruun]. Sedangkan landasan teologis adanya sebutan generasi khalaf, adalah pernyataan Rasulullaah terkait akan datangnya "generasi belakangan yang adil" [khalafun 'uduulun] yan...
TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Kata "golongan" dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, terkadang menggunakan kata jamaa'ah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang bersesuaian dengan kebenaran [al-haq], dan kata firqah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang menyelisihi kebenaran [mukhaaliful haq]. Demikian shahabat 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhumaa menuturkan. Selain itu terkadang menggunakan kata thaaifah, untuk menyebut kumpulan dengan sifat atau karakteristik tertentu. Di antara kalimat populer yang bisa ditemukan adalah: kumpulan orang-orang yang mendalami pemahaman agama [thaaifah mutafaqqihiina fid diin] dan orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah 'azza wa jalla karena pembelaan terhadap agama dan ketaatan pelakunya [thaaifah manshuurah]. ...
MADRASAH DAKWAH BINAA-AN DAN DIFAA’AN; KIAT JITU LAWAN ISLAMOPHOBIA

MADRASAH DAKWAH BINAA-AN DAN DIFAA’AN; KIAT JITU LAWAN ISLAMOPHOBIA

AKHBAR NEWS!, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Kebangsaan, Uncategorized
MADRASAH DAKWAH BINAA-AN DAN DIFAA'AN; KIAT JITU LAWAN ISLAMOPHOBIAOleh:Teten Romly Qomaruddien Memupuk rasa takut yang berlebih, hingga melahirkan stigma kebencian dan pandangan ekstrim terhadap Islam, serta ajarannya merupakan kesalahan besar dalam menilai Islam. Ketika Islamophobia dikobarkan di beberapa negara Barat dan banyak memangsa korban yang tidak sedikit, justeru masyarakat dalam ketidak tahuan mereka terhadap agama ini. Dengan lantang dan memukau, Imran Khan delegasi Pakistan menyampaikan pidatonya atas nama OKI di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB]. Tak segan-segan, dirinya mengajak seluruh peserta sidang lainnya untuk bisa memahamkan masyarakat dunia memahami ajaran Islam yang sebenarnya. Dan itu adalah tugas kita semua, ujarnya. Menyinggung soal pelecehan...
“TAK KENAL MAKA TA’ARUF” (Mengenal Thuruq Al-Istinbaath Dewan Hisbah Persatuan Islam)

“TAK KENAL MAKA TA’ARUF” (Mengenal Thuruq Al-Istinbaath Dewan Hisbah Persatuan Islam)

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Tsaqofah, Uncategorized
"TAK KENAL MAKA TA'ARUF" (Mengenal Thuruq Al-Istinbaath Dewan Hisbah Persatuan Islam) Bersama: Teten Romly Qomaruddien 1. Sebagai lembaga ilmiah yang berfungsi merumuskan pelbagai hukum Islam di lingkungan Persatuan Islam (PERSIS), Dewan Hisbah (yang semula sejarah awalnya Majelis Ulama Persatuan Islam; zaman Tuan Ahmad Hassan, Al-Ustadz Abdul Qadir Hassan, KH. Munawwar Chalil, Al-Ustadz Abdul Hamid Hakim, Tengku Hasbi As-Shiddiqi, KH. Mohammad Isa Anshary dan sejumlah tokoh lainnya) dalam menjalankan tugasnya, berpegang pada qaidah ilmiah sebagaimana dilakukan para fuqaha dari kalangan ulama Salaf. Maka tidak dapat dibenarkan, apabila ada anggapan pandangan-pandangannya bertolak belakang dengan qaidah ilmiah mereka. 2. Dalam merumuskan berbagai masalah hukum, Dewan Hisbah memand...
FENOMENA MARAKNYA ALIRAN DAN GERAKAN SEMPALAN ISLAM KONTEMPORER (Telaah Pengantar Madrasah Ghazwul Fikri)

FENOMENA MARAKNYA ALIRAN DAN GERAKAN SEMPALAN ISLAM KONTEMPORER (Telaah Pengantar Madrasah Ghazwul Fikri)

Diraasatul Adyaan wal Firaq
FENOMENA MARAKNYA ALIRAN DAN GERAKAN SEMPALAN ISLAM KONTEMPORER (Telaah Pengantar Madrasah Ghazwul Fikri) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Selayang Pandang Keagamaan dan Ideologi Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dengan ukuran sebesar 1.904.569 km2. Jumlah penduduknya terdiri dari +270 juta yang bertebaran di seluruh wilayah tanah air dengan +17.508 pulau dan +1.128 etnis/ suku yang menggunakan +750 bahasa daerah. Adapun dinamika keagamaan di dalamnya terdiri dari penduduk Muslim 87,21%, Kristen 6,96%, Katolik 2,91%, Hindu 1,69%, Budha 0,72% dan Konghuchu 0,05%. Selain itu ada ratusan keyakinan dan kepercayaan lokal yang berkembang hampir di seluruh pelosok. Seiring dengan terjadinya euforia kebebasan dan demokratisasi, pasca reformasi 1998 bermunculanlah aliran dan ge...
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam melakukan kajian apa pun, mengedepankan landasan teologis dan ideologis merupakan pendekatan yang harus dijadikan pijakan. Terlebih dalam mengkaji dan meneliti sebuah ajaran atau gerakan pemikiran. Di antara ayat Al-Qur'an yang sering dijadikan pijakan adalah: “Dan Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.”(QS. Al-An’âm/ 06: 153) Al-Hâfizh Imam Ibnu Katsir menukilkan riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Mas’ud radhiyallâhu 'anh yang menceritakan bahwa Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam membuat garis lurus dengan tangannya, seraya berkata: “Had...
error: Content is protected !!