Jumat, November 15News That Matters

Diraasatul Adyaan wal Firaq

MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH

Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENGENAL SEJARAH DAN AJARAN FAHAM BAHAIYYAH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam melakukan kajian apa pun, mengedepankan landasan teologis dan ideologis merupakan pendekatan yang harus dijadikan pijakan. Terlebih dalam mengkaji dan meneliti sebuah ajaran atau gerakan pemikiran. Di antara ayat Al-Qur'an yang sering dijadikan pijakan adalah: “Dan Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa.”(QS. Al-An’âm/ 06: 153) Al-Hâfizh Imam Ibnu Katsir menukilkan riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Mas’ud radhiyallâhu 'anh yang menceritakan bahwa Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam membuat garis lurus dengan tangannya, seraya berkata: “Had
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
REVOLUSI SYI’AH; DARI IMÂMAH HINGGA WILÂYATUL FAQÎH Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Imâmah Menurut bahasa, imâmah berasal dari kata Arab amma, yang menurut Ibnu Manzhur artinya sesuatu yang berada di depan atau ketua. (Lihat: Ibnu Manzhûr, Lisânul ‘Arab, 1990: hlm. 12 dan 26) Sedangkan menurut istilah, adalah "Kepemimpinan dalam mengurus ummat (baik urusan agama atau pun urusan dunia sekaligus)." (Lihat: Al-Jarjâni, At-Ta’rîfât, tp. tahun: hlm. 35) Imâmah Menurut Ahlus Sunnah dan Syi'ah Dalam pandangan Ahlus sunnah, di antaranya adalah: "Imâmah merupakan pimpinan tertinggi dalam sebuah negara sebagai khilafah keNabian untuk mengawal agama dan siasat keduniaan (hirâsatud dîn wa siyâsatud dunyâ)." (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, tp. tahun: hlm. 5). Se
“TIKUNGAN TAJAM” LOGIKA AHMADIYAH (Menjawab Resah  Membantah Gundah)

“TIKUNGAN TAJAM” LOGIKA AHMADIYAH (Menjawab Resah Membantah Gundah)

Diraasatul Adyaan wal Firaq, Uncategorized
"TIKUNGAN TAJAM" LOGIKA AHMADIYAH (Menjawab Resah Membantah Gundah) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Membersamai Ayahanda H.M. Amin Djamaluddin (Peneliti LPPI dan Kader senior Dr. Mohammad Natsir tentang Alira-aliran), di antaranya menyoal "pokok-pokok ajaran Ahmadiyah" yang tertulis dalam beberapa buku-bukunya. Di antara petikan-petikan yang ditemukannya, Madrasah Ghazwul Fikri memberikan ulasan tanggapan sebagai berikut: 1) Dalam Edaran No. 20, Fathun 1355/ Desember 1976 disebutkan: "Kita mengetahui bahwa jemaat Ahmadiyah adalah jemaat yang didirikan oleh Allah sendiri dengan perantara Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.". Tanggapannya: Allah subhaanahu wa ta'aala tidak menurunkan para Nabi dan Rasul, melainkan membawakan misi dan seruan "ani'buduullaaha wajtanibuut thaaguuta"...
KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF

KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF

Diraasatul Adyaan wal Firaq
KONSENSUS ULAMA-UMMAT TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI ALIRAN-ALIRAN DESTRUKTIF Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Ada banyak aspek permasalahan [qadhaayaa], yang satu sama lain saling berkaitan dalam merubah tatanan ummat, di antaranya: 1) Aspek sosial-budhaya; salah satunya adalah maraknya kembali sekularisme, materialisme dan nativisme. 2) Aspek pendidikan; masih adanya pandangan dikotomik terhadap ilmu, antara ilmu dunia dan ilmu agama. 3) Aspek dakwah dan informasi; terjadinya rekayasa sosial, penggiringan opini dan perang media. 4) Aspek kejama'ahan dan ukhuwwah; belum optimalnya fungsi organisasi-organisasi Islam [jam'iyyah] sebagai kekuatan jama'ah yang mampu merakit, merekat dan meroketkan ummat. 5) Aspek politik; adanya penurunan kwalitas peranan politik Islam [as-siyaas...
MENCINTAI NABI SHALALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI’AH

MENCINTAI NABI SHALALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI’AH

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq
MENCINTAI NABI SHALALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM DAN AHLUL BAITNYA TIDAK HARUS MENJADI SYI'AH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Belakangan ini, muncul anggapan kalau ingin sempurna mencintai Nabi dan keluarganya (ahlul bait) harus seperti cintanya orang syi'ah terhadap mereka. Buktinya, hanya kaum syi'ahlah yang benar-benar perhatian dan menunjukkan gelora rasa cinta dan rindunya. Berdirinya komunitas ahlul bait atau dalam bentuk ikatan jamaah ahlul bait, itulah wujud nyatanya. Tentu anggapan itu, tidak dapat dibenarkan dan mengandung kekeliruan. Mengapa demikian? Hal ini dapat diperhatikan dari beberapa persoalan berikut ini: 1. Kedustaan belaka, andaikan mereka dikatakan senagai kaum yang sangat mencintai Nabi dan keluarganya. Bagaimana mereka dikatakan cinta, apabila mereka send...

This site is protected by wp-copyrightpro.com