Kamis, November 21News That Matters

Fiqh Ikhtilaf

MENGGAPAI ISTIJÂBAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan Mengedepankan Kelapangan)

MENGGAPAI ISTIJÂBAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan Mengedepankan Kelapangan)

Fiqh Ikhtilaf, Fiqih Kontemporer
MENGGAPAI ISTIJÂBAH DI HARI ‘ARAFAH (Memelihara Kekhusyuan Mengedepankan Kelapangan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Jabal 'Arafah Itulah nama sebuah bukit sekitar 25 km dari Mekkah. Tempat ini menjadi sangat penting bila dikaitkan dengan ibadah haji, sehubungan dengan wukuf di tempat itu. Rasûlullâh shalallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Al-hajju ‘arafah,” Artinya: “Haji adalah ‘Arafah.” (HR. Ahmad dan Ashhâbus Sunnan). Dalam riwayat yang lain disebutkan, Rasûlullâh bersabda: “Tidak ada hari yang ketika itu Allah lebih banyak membebaskan hamba dari siksa neraka selain hari ‘arafah, dan sungguh ia telah dekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat, seraya berfirman: Mâ arâda hâulâi (apa yang mereka kehendaki?)” (HR. Muslim). Bukit ‘arafah, berada pada ket
TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran)

TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran)

Fiqh Ikhtilaf
TAQABBALALLÂHU MINNÂ WA MINKUM (Ungkapan Terdahsyat Dalam Suasana Lebaran) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, di mana penduduknya (waktu itu) memiliki dua tradisi hari raya (yang biasa mereka rayakan), di dalamnya mereka bermain-main dengan gembira, maka beliau bersabda: "Sungguh Allah 'azza wa jalla telah mengganti untuk kalian dengan hari raya yang lebih baik dari dua hari raya itu, yakni hari raya adhha dan hari raya fithri." (HR. Abu Dâwud dan an-Nasâ'i dari shahabat Anas radhiyallaahu 'anh dalam Bulûghul Marâm, hadits no. 482) 'Iedul Fithri Tiba Setiap orang yang mengaku beragama dan memiliki peradaban, biasanya mempunyai hari yang diagungkan atau hari raya dengan masing-masing keragaman ritualnya. Di hari itu pemeluknya
BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya)

BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya)

Fiqh Ikhtilaf
BIJAK DALAM BERLEBARAN (Menimba Pelajaran dari Perbedaan Hari Raya) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Selalu ada hikmah di balik peristiwa dan senantiasa ada pelajaran dari sebuah kejadian. Demikian pula perbedaan hari raya, baik 'iedul fithri atau pun 'iedul adhha. Semua itu, tidaklah membuat kita harus berputus asa atau pun menimbulkan sikap acuh terhadap persoalan agama apalagi mengabaikannya. Kalau pun ada sikap gundah seperti ini sangatlah wajar terjadi pada keumuman kaum Muslimin dengan berbagai faktor dan alasan tentunya, di antaranya: Pertama; Adanya harapan yang sangat tinggi di mana kaum Muslimin dapat menunaikan hari raya secara bersama-sama sehingga tidak mengurangi kebahagiaan di hari kemenangan itu, sebahagian sudah berbuka sementara yang lain masih shaum. Kedua; Tidak sem
FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI

FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI

Fiqh Ikhtilaf
FIQIH PRAKTIS ZAKAT FITHRI Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Definisi dan Hukum Zakat fithri adalah zakat badan yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan berupa makanan pokok sebanyak satu sha' (2,5 kg atau 3,5 liter). Mulai diperintahkan kepada Rasûlullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam pada tahun ke-2 H. Hukumnya wajib berdasarkan keterangan banyak hadits, di antaranya: "Rasûlullah shalallâhu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri satu sha' kurma atau gandum atas hamba sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa dari orang Islam." (HR. Al-Bukhâri 3/ 473 No. 1511 dan Muslim 2/ 677 No. 984 dari 'Abdullah bin Umar radhiyallâhu 'anh) Adapun penyebutannya, para ulama lebih condong dengan sebutan zakat fithri, karena dikaitkan dengan mi
BERHIZB, BERMANHAJ DAN BERMADZHAB (Memilah Kelompok Mengurai Keberpihakan)

BERHIZB, BERMANHAJ DAN BERMADZHAB (Memilah Kelompok Mengurai Keberpihakan)

Fiqh Ikhtilaf
BERHIZB, BERMANHAJ DAN BERMADZHAB (Memilah Kelompok Mengurai Keberpihakan) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Ada pertanyaan yang sering muncul di tengah-tengah ummat; "apakah kamu punya golongan?", "manhaj kamu apa?" atau "kamu madzhabnya siapa?". Semua ini menjadi penting untuk didudukkan agar tidak salah faham karena disebabkan tidak tepat menggunakan istilah. (lebih…)
NGAJI FIQIH PERSATUAN UMMAT BERSAMA PAK NATSIR

NGAJI FIQIH PERSATUAN UMMAT BERSAMA PAK NATSIR

Fiqh Ikhtilaf, Uncategorized
Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Butiran hikmah dan permata mauizhah Pak Natsir (Dr. Mohammad Natsir Allaahu yarhamh), kini terbukti di bumi pertiwi. Tak cukup sampai di sini, jalan membentang panjang masih menanti. Bapak ummat ini berpesan, memberi pelajaran tentang hal-hal penting bagi generasi kini, menurutnya: 1) Jadikan iman sbg dasar persatuan 2) Persatuan itu adalah soal hati 3) Timbulnya tafarruq bukanlah karena besarnya jumlah organisasi 4) Beda pendapat itu mutu berfikir dan mutu kecerdasan selama ada dalam bingkai kejujuran 5) Persatuan yang dipaksakan, karena tidak memahami sumber-sumber tafarruq tidak akan kekal 6) Kalau belum mampu mengusahakan persatuan ummat yang menyeluruh, jadilah organisasi ummat yang diridhai Alloh Jalla Jalaaluh 7) Menurutnya (konte...

This site is protected by wp-copyrightpro.com