Rabu, Januari 19MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

Hikmah, Uncategorized
DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS// Selagi menjadi mahasiswa, pernah diberi amanah mendampingi seorang mentor membedah buku Fiqhul Waaqi' karya Nashir Sulaiman al-'Umr. Sebuah panduan praktis yang mengurai bagaimana aktivis dakwah wajib memahami realita ummatnya. Seorang peserta bertanya, mengapa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika ditanya "Amal apakah yang paling mulia? Terkadang Nabi menjawab: berbuat baiklah kepada orang tua, shalatlat di awal waktu, infaqlah di jalan Allah, bahkan menjawab berjihadlah di jalan Allah". Sang mentor menjawab, "Itulah Nabi, beliau sangat memahami realita, dan tahu siapa yang bertanya, maka jawaban disesuaikan dengan kadar akal orang yang bertanya". Demikian pula dalam hal peran dakwah, semua muslim berakal dan dewasa memiliki tugas ...
LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH

LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH

Hikmah, Uncategorized
LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH// Sunnah yang terlupakan, di mana mengingatkan generasi anak cucu akan pentingnya ajaran agama merupakan kewajiban yang tak boleh diabaikan. Hisyam bin 'Urwah menceritakan nasihat ayahnya: As-sunana, as-sunana, fa innas sunana qiwaamud dien; "Perhatikan sunnah Nabimu, perhatikan sunnah Nabimu. Karena sunnah Nabi itu tiang pancang agamamu". Demikian penulis kitab Dharuuratul Ihtimaam Bis Sunanin Nabawiyyah [1414: hlm. 39] menukilkan. Siapa pun kita, tanpa membedakan satu sama lain terpanggil untuk menunaikannya. Orang tua kita doeloe berpesan: Abah mah teu nitah hidep jadi ajengan, kumaha hidep bae ka hareupna mah. Nu penting mah, ulah eureun ngaji nyiar elmuna. Supaya nyaho ka diri jeung nyaho ka Gusti. Artinya: "Ayah ngak nyu...
MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN

MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN

Hikmah, Uncategorized
MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN// Memang tak mudah untuk menjadikan diri ini sebagai tempat bersandar; Orang tua menjadi payung dan penopang bagi anak-anaknya, dan anak-anak menjadi penyejuk bagi kedua orang tuanya. Suami menjadi tiang sandar bagi isterinya, dan isteri menjadi penawar atas beban dan keluh kesah suaminya. Seorang guru mampu meyakinkan muridnya, dan murid mampu menunjukkan prestasi bagi gurunya. Seorang senior mampu mewariskan keteladanan bagi yuniornya, dan yunior mampu menunjukkan harapan bagi seniornya. Seorang komandan mampu menyemangati prajuritnya, dan prajurit berhasil menunjukkan kesetiaan dan kepatuhannya. Demikian pula dalam mengarungi urusan ummat yang lebih besar; perjuangan dakwah, berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semuanya tak lepas...
YANG TERSISA DI WAKTU SENJA

YANG TERSISA DI WAKTU SENJA

Hikmah, Uncategorized
YANG TERSISA DI WAKTU SENJA// Sungguh, penciptaan yang sempurna. Tak hanya gambarkan baqa'-nya alam akhir dengan segala yang dilaluinya, namun lukiskan pula fana'-nya dunia dengan segala yang ada di dalamnya. Di antaranya, ada siang, juga ada malam. Allah 'azza wa jalla ciptakan malam sebagai waktu untuk istirahat [libaasan; makna asal berselimut], dan jadikan waktu siang untuk mata pencaharian [ma'aasyan; makna asal penghidupan]. Demikian kalamNya memfirmankan. Ketika mentari muncul di ufuq timur, terbentanglah garis putih sirnakan bayangan hitam. Ketika kala senja, bayangan hiasan merah jingga tuntunkan mentari terbenam ke peraduan. Rembulan pun tak mau kalah, diiringi cahaya bintang gemintang berkedipan hantarkan purnama yang menakjubkan. Naiklah sebentar ke tempat ketinggian wahai...
BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

Hikmah, Uncategorized
BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA// Kata-kata bijak seringkali luluhkan hati, itulah Abu Bakar as-Shiddiq. Kata-kata digdaya penuh 'izzah pria gagah, itulah 'Umar bin Khaththab. Kata-kata yang melarutkan jiwa mampu menitikkan air mata, itulah Utsman bin 'Affan. Kata-kata cerdas membahana penuh pesona, itulah 'Ali bin Abu Thalib. Mereka adalah generasi yang Allah 'azza wa jalla ridhai, dan mereka pun meridhaiNya. Kapan gelegar kata harus mendentum hebat, dan kapan pilinan kata lembut harus lirih. Kapan kata-kata bijak harus menyeruak, dan kapan kata-kata pesona harus keluar? Semuanya ada tempatnya, seiring sejalan dengan kawalan iman. Betapa pikiran dan hati wajib senyawa, karena keduanya akan mendorong kata yang keluar dari lisan. Ternyata benar, "Membuncah kata beraroma dusta, jauh lebih m...
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

Hikmah, Uncategorized
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN// Terkadang kita banyak mengeluh, dari pada bersyukur. Lebih mengedepankan ratapan, ketimbang harapan. Lebih senang berenang di lautan amarah dan gundah, dari pada berselancar di samudera pemaafan dan kelapangan. Sikap dengki yang tak berujung hanya akan melanggengkan kesumat, sedangkan sikap penyayang menjamin datangnya cinta kasih dan persaudaraan. Benar, beragama saja tak cukup sekadar mengunggulkan keshalehan ritual yang ditampakkan. Melainkan, sejauhmana seorang hamba mampu membunuh nafsu hayawan yang membelenggu qalbu dan jiwa insan. Seorang sahabat pernah menasihati: "Belajarlah untuk bahagia atas kesuksesan saudaramu … Dan sebaliknya, sederhanakan ekspresi bahagiamu agar tidak jadi peluang tumbuhnya rasa hasad di hati saudaramu". Sungguh, akal
BELAJARLAH DARI MEREKA

BELAJARLAH DARI MEREKA

Hikmah, Uncategorized
BELAJARLAH DARI MEREKA// Tanpa bermaksud menyoal apa yang dilakukannya, namun bagi diriku "safarku adalah madrasahku". Apa yang diucapkannya mungkin biasa saja bagi kebanyakan orang, namun diriku sungguh ternasihati. Apa yang dipakainya itu, aku pun tidak begitu paham mengapa pakaian itu yang dipilihnya. Yang jelas, 'izzah dan ghirah hidupku semakin tumbuh menyaksikannya. Kesantunannya dalam menyapa, membuat aku sangat menghargainya. Dia telah mengajariku di kendaraan ini tentang hakikat, tentang substansi, dan tentang komunikasi. Pagi ini, aku harus belajar darinya; Belajar tentang bagaimana aku harus bersyukur, dan bagaimana diri harus selalu besar hati menghadapi apa yang tengah dihadapi. "Untuk menjadi orang bijak, tidaklah cukup mengisi akal pikiran semata dengan ilmu pengetahuan...
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

Hikmah, Uncategorized
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH // Apa yang Allah 'azza wa jalla tetapkan untukmu, itu lebih baik dari apa yang engkau inginkan. Bahkan, bisa jadi lebih utama dari apa yang engkau sukai, dan lebih mulia dari apa yang sering engkau semogakan. Apa pun yang terjadi dalam perjuangan hidupmu, jangan pernah menyerah. Hadapi tantangan yang menghadang, dan berikan yang terbaik bagi semua orang. Yang mendukungmu, yang mencintaimu, senantiasa menanti hasil karyamu dengan segala daya upaya, hingga ujung kemampuan yang engkau miliki. Masih ingatkah petuah yang menasihatkan? Lauw lam takunil hayaatu shu'batan … Lammaa kharajnaa min buthuuni ummahaatinaa nabkiy; "Seandainya hidup ini tidak sulit, maka kita tidak akan keluar dari rahim ibu kita dalam keadaan menangis". Berprasangka baiklah pada Rabb-mu;
TETAP “MARAHMAY” MESKIPUN KONDISI KURANG “MURUHMUY”

TETAP “MARAHMAY” MESKIPUN KONDISI KURANG “MURUHMUY”

Hikmah, Uncategorized
TETAP "MARAHMAY" MESKIPUN KONDISI KURANG "MURUHMUY"// Biasanya, kata "muruhmuy" muncul ketika mengkonsumsi makanan jenis umbi-umbian [dibakar atau direbus] yang terasa nikmat [legit, lembut] di lidah. Namun apabila kata tersebut disandarkan pada raut muka seseorang yang selalu sumringah, itulah bahasa tubuh yang dikenal dengan sebutan "marahmay". Alangkah luar biasanya seseorang yang wajahnya selalu ceria, sekalipun ujian hidup menghimpitnya. Merekalah orang-orang yang mampu menarik banyak simpatik, walaupun tak selamanya demikian. Di samping bernilai shadaqah, juga merupakan cerminan budi luhur. Bukankah Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bertutur: Innakum latasa'uunan naasa biamwaalikum, wa laakin liyasa'uhum minkum basthul wajhi wa husnul khuluq; "Kalian tak akan mam...
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan ‘Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)

Hikmah, Tarbiyah, tasqafah, Uncategorized
BERISLAM TINGKAT IMAN; RENUNGAN KESADARAN DIRI (Perkuliahan 'Aqidah Pesantren Ahad di Politeknik Al-Islam Bandung Yayasan RSI-KSWI Jawa Barat)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Berangkat dari sebuah pertanyaan, berimankah kita? Tentu jawabannya tidak semudah pertanyaannya. Pertanyaan ini mengingatkan kita pada peristiwa masa lampau, di mana hal ini terjadi di kalangan orang-orang shalih terdahulu, baik kalangan shahabat, taabi'in, atau pun generasi sesudahnya. Dikatakan oleh Ibnu Abi Najih: "Seseorang bertanya kepada Al-Hasan, apakah anda orang beriman? Kalau yang dimaksud beriman di situ adalah mengimani Allah 'azza wa jalla, para malaikatNya, para rasulNya, kitab-kitabNya, adanya hari akhir, adanya sorga, adanya hari kebangkitan, dan adanya hari penghisaban, tentu aku seorang yang b...
FALSAFAH ANAK TANGGA

FALSAFAH ANAK TANGGA

Hikmah, Uncategorized
FALSAFAH ANAK TANGGA// "Proses tak akan mengkhianati hasil", demikian seorang santri ketika ditanya kesiapannya menghadapi setelah kelulusan. Benar, apa yang dikatakannya. Memperbanyak bicara proses harus diutamakan, dari pada membicarakan hasil. Itulah kehidupan yang seharusnya dijalani, ibarat anak tangga yang tak boleh terlewatkan untuk dititi. Al-Qur'an mengisyaratkan dalam QS. Al-Insyiqaaq/84:19 berikut ini: Latarkabunna thabaqan 'an thabaqin; "Sungguh engkau akan menjalani tahapan demi tahapan [dalam kehidupan ini]". Karenanya, bersyukurlah siapa pun yang telah "merasa di atas" dalam menggapai apa yang dituju, namun janganlah lupa untuk sering-sering "menengok ke bawah", yakni anak tangga kehidupan yang pernah dilalui. Hal itu penting dilakukan, agar kita terhindar dari kejumawa...
TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH

TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
TERUSLAH MELANGKAH NAMUN JANGAN LENGAH// "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bershabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [QS. Az-Zumar/39:10]. Itulah kalam Allah 'azza wa jalla yang mengingatkan bahwa shabar itu wajib dipelihara. Tak terkecuali shabar menghadapi zaman yang semakin melaju dengan segala problematikanya. Selain ikhtiar yang tak boleh berhenti, juga shabar dalam berprinsip dan berpegang pada agama di tengah pusaran aneka kemusykilan. Maju kena, mundur pun kena. Kondisi dilematis seperti inilah yang terkadang sering menggiring kita pada sikap salah tingkah, dan berujung pada salah kaprah. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menuturkan dalam sabdanya: Ya'tii 'alan naasi zamaanun, ash-shaabiru fiihim 'alaa diinihi kalqaabidhi 'alal jamri; “Akan tiba waktuny
DARI TANAH DAN KEMBALI KE TANAH/

DARI TANAH DAN KEMBALI KE TANAH/

Hikmah, Uncategorized
(Ilustrasi) DARI TANAH DAN KEMBALI KE TANAH// Perhatikan kedua anak ini dengan seksama! "Guyang lumpur", itulah sebutan tepatnya. Sungguh apabila kita tafakkur, pemandangan ini merupakan gambaran kita yang sebenarnya. Sebuah kenyataan apa adanya, bahwa kita bukan siapa-siapa. Ya benar, bukan siapa-siapa! Hanya sebongkah tanah seperti halnya tembikar, genteng, cobekan, gentong, dan kendi. Pokoknya, serba terbuat dari tanah. Al-Qur'an dan As-Sunnah berkata benar; manusia dicipta dari tanah [QS. Shad/38:71], manusia dicipta dari tanah liat [QS. As-Shaffaat/37:11], manusia dijadikan dari saripati tanah yang menjadi air dan dititipkan pada rahim wanita [QS. Al-Mu'minuun/23:12-14], dan manusia dijadikan dari tanah liat kering dari lumpur hitam [QS. Al-Hijr/15:26]. Juga ditegaskan Rasulullaah...
SEMUA KITA “KUDU DAEK JADI GURU”

SEMUA KITA “KUDU DAEK JADI GURU”

Hikmah, Uncategorized
SEMUA KITA "KUDU DAEK JADI GURU"// 25 November dipilih sebagai hari Guru bersamaan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] yang awalnya Persatuan Guru Hindia Belanda [PGHB] sejak didirikan pada tahun 1912. Berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia [PGI] pada tahun 1932, jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada 24-25 November 1945 hari Guru mulai digaungkan seiring kongres Guru di Surakarta yang mendukung kemerdekaan Indonesia, dan pada tanggal 25 November 1945 berubah menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI]. Baru ditetapkan sebagai hari Guru Nasional berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994, juga UU Nomor 14 Tahun 2005. Dalam Islam, ada atau tidak ada hari Guru, kita ini "kudu daek" [terj. harus mau jadi Guru], karena hakikatnya secara mutlak Allah 'azza wa jalla telah ...
MIN AYYI “BARIISIN” ANTA?

MIN AYYI “BARIISIN” ANTA?

Hikmah, Uncategorized
MIN AYYI "BARIISIN" ANTA?// Kelembagaan ulama merupakan ikhtiar tepat yang telah diakui eksistensinya. Adapun maksimal dan belum maksimal, hal lumrah yang masih terbentang waktu untuk memprimakannya. Maraknya tagar "Bubarkan MUI", sangat a-historis atas upaya para tokoh dan lembaga Islam yang ada. Di samping hadirnya sebagai pengawal dan pemelihara aqidah ummat [himaayatul ummah], juga menjadi penyambung lidah dalam mewujudkan mashlahat umum pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Imam Al-Ghazali bertutur: Al-Ulamaa milhul bilaad; "Ulama itu garamnya negara". Kata Syaikh 'Abdurrahman as-Sa'di: "Mereka itu ahlul karaamah dan ahlul khasyyah; karamah karena kemuliaan ilmunya, dan khasyyah saking takut karena imannya". Demikian beliau menjelaskan: Innamaa yakhsyallaaha min 'ibaadihi al-'u...
error: Content is protected !!