Senin, Oktober 18MAU INSTITUTE
Shadow

Hikmah

NGAGUAR PANGALAMAN K.H. USMAN SHALEHUDDIN; “JANGAN REMEHKAN DO’A GURU!!!”

NGAGUAR PANGALAMAN K.H. USMAN SHALEHUDDIN; “JANGAN REMEHKAN DO’A GURU!!!”

Hikmah, Uncategorized
NGAGUAR PANGALAMAN K.H. USMAN SHALEHUDDIN; "JANGAN REMEHKAN DO'A GURU!!!"// Masih terngiang dalam ingatan, lintasan pengalaman dari "pengajian" Ustadz Usman. Di antaranya, beliau membuka cerita sambil menitikkan air mata. "Suatu saat, tak kurang 10 santri senior diajak menemani K.H. E. Abdurrahman untuk memenuhi "undangan pangaosan". Seperti biasa, tentu saja para santri senang, di samping dapat ilmu, "bakal milu dahar". Sepulang pengajian tersebar berita cukup heboh, karena hampir semua yang ikut mengalami sakit perut yang serius hingga harus dirawat di Rumah Sakit, dan dinyatakan keracunan (entah apa penyebab utamanya, yang jelas setelah menyantap makanan yang disuguhkan malamnya). Tak lama kemudian, K.H. E. Abdurrahman datang menengok satu persatu murid-murid yang disayanginya. Sam...
SAAT RINDU TAK BISA DIBENDUNG

SAAT RINDU TAK BISA DIBENDUNG

Hikmah, Uncategorized
SAAT RINDU TAK BISA DIBENDUNG … Kriiing, kriiing … Handphone pun berbunyi nyaring berkali-kali, "Ustadz, kapan kembali mengajar? Kawan-kawan dah rindu berkumpul, belajar bersama seperti dulu". Demikian pesan by phone seorang jamaah mengingatkan dengan penuh antusias. Memang benar, ada banyak ragam keuntungan ketika kita berada di tengah majelis ilmu; bisa berjumpa langsung dengan kawan-kawan sehingga shilaturrahim benar-benar dapat dirasakan, menuntut ilmu bersama, diskusi bareng, dan bertanya langsung ke Guru. Lebih dari itu langkah mereka tercatat sebagai sabiilillaah, dan perkumpulannya dinaungi malaikat rahmat. Betapa dahsyatnya keutamaan bermajelis dengan orang-orang shalih, menurut Ibnu Qayyim memiliki enam dampak perubahan; dari ragu menjadi yakin, riya' menjadi ikhlas, lalai m
HUMOR INTELEK K.H. ACENG ZAKARIA

HUMOR INTELEK K.H. ACENG ZAKARIA

Hikmah, Uncategorized
HUMOR INTELEK K.H. ACENG ZAKARIA … Siapa pun yang membaca buku ini, akan ternasehati dan terhibur. Ada 73 anekdot menggelitik, dan membuat "nyerengeh" (tertawa kecil) penuh makna. Itulah buku terbaru dari seorang Kyai mumpuni, Ustadz sepuh yang luhung ilmu. Tak bermaksud berlebihan, sudah 103 buku, dan 209 masalah hukum Islam beliau putuskan. Bahkan da'i muda Dr. Firanda Andirja (sebelum studi ke Madinah) sangat mengagumi metode pengajaran Nahwiyah-nya karena mudah dicerna. Demikian pula para kyai dan asatidz lintas ormas dan halaqah berbondong-bondong mempelajarinya. Kini "Kyai sepuh" yang sekaligus Ketua Umum Persatuan Islam ini, sekalipun sudah berusia, masih bergairah menyodorkan tulisan-tulisan hangatnya. "Panggeuing Jeung Pepeling; Kempelan Anekdot Sunda" [terj.: Nasihat dan Per
KISAH MESIN TIK DAN EMPAT KITAB RUJUKAN

KISAH MESIN TIK DAN EMPAT KITAB RUJUKAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
KISAH MESIN TIK DAN EMPAT KITAB RUJUKAN// 23 tahun telah berlalu, waktu itu selain terus bershilaturrahim ke tokoh-tokoh "Kabul" [sebutan Kampung Bulu Tambun Bekasi] hingga satu tahun [1998-1999]. Pengajian anak-anak, pemuda/i, dan pengajian masyarakat mulai dijajaki. Itulah modal awal lahirnya pendidikan TK/RA, MDA, Dasar, dan Menengah Dewan Da'wah. Ketika mau mengawali aktivitas publik, qaddarallaah belum ada alat apa-apa, akhirnya Ustadz Syuhada Bahri menghadiahkan mesin Tik bekas. Agenda pun berjalan, walau kondisi jamaah masjid baru hitungan jari. Untuk lebih terarahnya pembinaan, selalu ada "pengawalan ilmiah" berupa literasi pokok. Atas saran Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, dimulailah dengan tafsir Surat Yasin, Surat Luqman dalam Tafsir Ibnu Katsir, fiqih dan haditsnya dengan Syar...
TAHU DAN KENALMU CERMINAN WAJAH DAN WIJHAHMU

TAHU DAN KENALMU CERMINAN WAJAH DAN WIJHAHMU

Hikmah, Uncategorized
TAHU DAN KENALMU CERMINAN WAJAH DAN WIJHAHMU … Ketika kita mengetahui seseorang atau sesuatu sekedar fisiknya, berarti kita baru tahu sebatas wajah, atau rupa dan bendanya. Apabila kita mengenal sifat dan karakternya, berarti kita telah mengenal wijhah, atau sosok dengan segala variannya. Mengetahui belum tentu mengenal, tapi mengenal sudah tentu mengetahui. Inilah mengapa sebahagian cerdik pandai membedakan antara "ilmu" dan "ma'rifah" sekalipun keduanya saling beririsan. Ilmu hanya sebatas tahu apa adanya, sedangkan ma'rifah melebihi dari sekedar tahu biasa (alias tau bingit istilah milenial). Karenanya, dalam menghadapi persoalan apa pun, kita dituntut untuk lebih mengenal, bukan sekedar mengetahui. Bukankah kesuksesan atau kegagalan seorang panglima perang, terkadang disebabkan ka
NGAJI TAFSIR BERSAMA USTADZAH HJ. AMINAH DAHLAN

NGAJI TAFSIR BERSAMA USTADZAH HJ. AMINAH DAHLAN

Da'wah, Hikmah, Uncategorized
NGAJI TAFSIR BERSAMA USTADZAH HJ. AMINAH DAHLAN// Guru wanita yang mempengaruhi hidupku, selain mamah dan isteri adalah Ustadzah Aminah Dahlan, seorang wanita 'Arab-Sunda dari keluarga Dahlan. Bersuamikan K.H. Sjihabuddin, pria Sleman Yogyakarta. Banyak wejangan dari keduanya, di antaranya pengajaran Tafsir yang merujuk pada Shafwatut Tafaasir dan Rawaa'iul Bayaan Syaikh Mohammad 'Ali as-Shabuni. Jujur, ngaji sama "ibu" lebih banyak dinasehatinya ketimbang ngaderes-nya. Serasa ngak nambah bahasan dan diulang-ulang, namun itulah yang diingat terus. Ketika menjelaskan la'ibun wa lahwun, dengan nada khasnya, beliau bertutur: "Kita ini hidup seperti bermain-main saja; ke pasar beli labuh pasti yang besar-besar, setelah sampai rumah malah dipotong-potong jadi kecil lagi. Kalau beli wortel ...
“MULUNGAN ELMU” TI KANG DEDDY

“MULUNGAN ELMU” TI KANG DEDDY

Hikmah, Uncategorized
"MULUNGAN ELMU" TI KANG DEDDY// Saat Haflah Imtihan 2010, PPI 81 mengundang seseorang yang tak asing bagi kaum Muslimin Jawa Barat, khususnya Kota Kembang tahun 1980an. Sejak SD, ayahku telah bercerita: "Kalau jadi jagoan kayak Deddy Rahman, bapaknya ulama besar. Singa itu, sekarang akan ceramah". Pria tegap, gagah, dan berwibawa. Itulah Ustadz Deddy Rahman (putra KH. E. Abdurrahman). Waktu itu ditaqdirkan dapat ber-muwajahah dengannya, ustadz pun memulai cerita: "Dulu saya sering dicari pihak berwajib, gara-gara suka bikin gaduh. Setelah sadar masih dicari juga. Bedanya, dulu diburu karena badung, sekarang karena dakwah saya katanya keras". Berikutnya, ustadz pun bertutur: "Rumasa baheula bedegong ka kolot, maraneh mah bersyukur jadi santri". Maksudnya: "Saya mengaku, dulu ngak patuh...
JADILAH ALUMNI YANG ‘ALLIMNII

JADILAH ALUMNI YANG ‘ALLIMNII

AKHBAR NEWS!, Hikmah
JADILAH ALUMNI YANG 'ALLIMNII// Semilir angin iringi pagi, hantarkan tekad jiwa-jiwa pembelajar menuju perhelatan akbar wisuda … Wisuda bukanlah tujuan, wisuda bukanlah segalanya, dan wisuda bukanlah akhir segalanya. Wisuda merupakan proses akhir kegiatan akademik yang ditandai dengan pelantikan pengukuhan sebuah jenjang. Dengan berakhirnya strata 1, maka para mahasiswa kini menjadi alumni. Suasana sakral ini, mengingatkan kita akan nasihat emas K.H. E. Abdurrahman terkait makna hakikat alumni. Menurutnya, "Menjadi alumni, hakikatnya adalah harus selalu 'allimnii". Artinya, para lulusan selalu merasa haus belajar. 'Allimnii, maknanya adalah "Ajarilah aku!!!". Semua civitas akademika STAIPI Jakarta, menghaturkan selamat dan sukses atas keberhasilannya. "Perbaharuilah bahtera kalian, ka
MENGENAL “KEBENARAN”

MENGENAL “KEBENARAN”

Hikmah, Uncategorized
MENGENAL "KEBENARAN"// Kata "benar" dalam Al-Qur'an ditulis dengan "al-haqq", artinya ketetapan, kewajiban, bagian tertentu, atau kebalikan "al-baathil". Dikatakan "hakikatnya" (fil haqiiqah), maknanya "kebenaran sesungguhnya". Al-Jarjani menarasikannya dengan: Ats-tsaabitu al-ladzii laa yusawwighu inkaarahu, "ketetapan yang tidak membenarkan penolakan" (Lihat: At-Ta'riifaat, hlm. 89). Dalam pemetaannya, ada kebenaran atas dasar keyakinan, kepercayaan, atau credo. Itulah kebenaran religius. Yang bersandar pada rumusan-rumusan, metode, dan kesimpulan. Itulah kebenaran ilmiah. Dan yang bersandar pada pencarian apa, bagaimana, dan seperti apa hasilnya. Itulah kebenaran filosofis. Sebagaimana dijelaskan para ulama, semisal Al-Ghazaly, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, dan lainnya; Ketika mengur...
TIGA PENGALAMAN BELAJAR BERSAMA PROF. AHMAD TAFSIR

TIGA PENGALAMAN BELAJAR BERSAMA PROF. AHMAD TAFSIR

Hikmah, Uncategorized
TIGA PENGALAMAN BELAJAR BERSAMA PROF. AHMAD TAFSIR// Pertama; Dalam sebuah workshop, beliau menuturkan: "Maksimalkan membaca itu sampai S2, kalau S3 waktunya menuangkan apa yang dipikir. Karena setelah itu, tak ada lagi S4, S5, dan seterusnya." Kedua; Dalam seminar kelas, beliau cerita terkait cucunya: "Kakek, lihat dech kek nilaiku bagus, tapi ada merahnya" (sambil menunjuk buku nilai yang ada beberapa angka 5-nya). Sang kakek menjawab sambil memeluk sayang: "Iya yah, bagus ada nilai berwarnanya. Ngak apa-apa, dulu juga kakek pernah ponten 5, sekarang kakek jadi profesor." Ketiga; Masih dalam seminar kelas, beliau menasehati: "Guru itu murabbi (pembimbing), mursyid (pemandu). Ada juga yang berlebihan, harus mendekati "sifat ketuhanan" (saking harus sempurnanya). Makanya di Jepang, Gu...
BELAJAR TANGGUH DARI SANTRI THALIBAN

BELAJAR TANGGUH DARI SANTRI THALIBAN

Hikmah, Uncategorized
BELAJAR TANGGUH DARI SANTRI THALIBAN … Tak bermaksud berlebihan terhadap mereka, namun setidaknya seorang Muslim patut bersyukur, di mana Afghanistan sebagai negeri Muslim yang sekian lama dijajah dua negara "super power" [menurut manusia], bisa berlepas dari keduanya. Negeri multietnik dan etnolinguistik, di mana Islam datang ke gurun ini [642 M] dibawa Muslim Arab. Dengan asam garam pengalaman menghadapi imperialis, kini mereka tengah "berbenah" menata rumahnya sendiri, walaupun bukan hal mustahil musuh-musuhnya tengah mengendap-endap untuk merusaknya. Tugas kita adalah; bukan mencurigai, acuh, bahkan nyinyir. Melainkan memohon pada Rabbul 'Aalamiin dengan do'a-do'a terbaik, agar mereka bisa bersatu padu, menghilangkan konflik internal, selamat dari tipu daya musuhnya, dan berdaulat
AGAR KEBAIKAN TETAP ABADI

AGAR KEBAIKAN TETAP ABADI

Hikmah, Uncategorized
AGAR KEBAIKAN TETAP ABADI … Tak ada manusia yang luput dari keburukan, kecuali yang dijaga (ma'shuum) Allah 'azza wa jalla. Karena itulah misi al-amru bil ma'ruuf wan nahyu 'anil munkar, menjadi sunnatullah para Nabi dan RasulNya. Selain itu, Islam mengajarkan konsep khair, dan hasan. Yang pertama bersifat konkret, bisa terlihat langsung dengan mata inderawi. Sementara yang kedua bersifat abstrak, tak dapat langsung bisa diindera. "Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan" (fastabiquu al-khairaat), maka beragam kebaikan semisal shalat, shadaqah, zakat, dan ibadah lain yang serupa, bisa terlihat gerak dan bendanya. Adapun baik budi pekerti (husnul khuluq), berbaik sangka (husnuz zhann), atau akhir kehidupan yang baik (husnul khaatimah), merupakan ragam kebaikan yang bukan hanya terlihat s
TARBIYAH DZAATIYYAH DI PAGI JUM’AH …

TARBIYAH DZAATIYYAH DI PAGI JUM’AH …

Hikmah, Uncategorized
TARBIYAH DZAATIYYAH DI PAGI JUM'AH … Tak selamanya hidup ini ada dalam kesuksesan, terkadang kita menerawang dari kejauhan akan keberhasilan orang lain. Dengan kedamaian dan kesejahteraan mereka, lalu muncul kesimpulan teramat dalam bahwa mereka benar-benar ada pada zona keshalehan paripurna. Namun ironinya, kita hanya bisa menjadi penonton dari kesuksesan orang lain, tanpa berikhtiar meneladaninya. Ibarat menemukan oase di tengah gurun gersang, ketika bisikan nasehat berhembus semilir angin menembus raga. "Saudaraku yang dicintai karena Allah … Ingat, mereka yang terlihat bahagia dan shaleh menurutmu, bisa jadi mereka itu orang-orang yang sedang berusaha menghapus dosa-dosa dan kesalahannya sepertimu di masa lalu yang kita tidak tahu … Melakukan introspeksi, mendekatkan diri pada Ila
AHLUL MUSHIBAH YANG SUKSES; MENGUBAH DUKA MENJADI AMAL NYATA

AHLUL MUSHIBAH YANG SUKSES; MENGUBAH DUKA MENJADI AMAL NYATA

Hikmah, Uncategorized
AHLUL MUSHIBAH YANG SUKSES; MENGUBAH DUKA MENJADI AMAL NYATAOleh:Teten Romly Qomaruddien Di antara manusia, ada yang diuji Allah 'azza wa jalla dengan perkara yang baik-baik (bil khair); tak pernah kekurangan harta, kedudukan cukup terhormat, relasi sangat mendukung, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Ada pula yang diuji dengan perkara yang buruk-buruk (bis syarr); kurangnya harta benda, tak memiliki status kehormatan, sulitnya mendapatkan peluang, dan kekurangan-kekurangan lainnya. Keduanya merupakan kehendak yang Maha pencipta, sekalipun jalannya berbeda; ada yang bersifat langsung dikarenakan Allah benar-benar ingin menguji (mushiibah), atau ujian itu datang karena akibat ulah manusia (balaa'). Selain itu, ada pula peristiwa dahsyat yang dialami tanpa memandang beriman atau tidak...
MENJADI ORANG BAIK YES, MERASA PALING SUCI NO …

MENJADI ORANG BAIK YES, MERASA PALING SUCI NO …

Hikmah, Uncategorized
MENJADI ORANG BAIK YES, MERASA PALING SUCI NO … Sebesar atau sekecil apa pun amalan seseorang, ia akan melihat hasilnya. Kata kuncinya, berlindung kepada Allah ' azza wa jalla, sekalipun dalam keadaan sulit. Syaikh 'Abdul 'Aziz Thuraifi mengingatkan: "Manusia paling lalai, yaitu yang tak mau berlindung pada Allah di kala sulit. Manusia paling sadar, yaitu yang tetap berlindung kepadaNya sekalipun berlimpah kenikmatan. Musibah demi musibah yang menimpa, akan membangkitkan hati selama hatinya hidup dan tidak tersandera kemegahan". Betapa rahasianya kesucian, kita tak mampu menilai satu sama lain, bahkan Al-Qur'an yang agung melarang kita "merasa paling suci" (QS. An-Najm/ 53:32). Al-Munawi menasehatkan: "Hendaknya tidak dibiasakan merendahkan orang lain, karena bisa jadi orang tersebut
error: Content is protected !!