PENGHUJUNG RAMADHAN YANG MENDEBARKAN
Oleh: Teten Romly Qomaruddien
Ramadhan 1447 H tahun ini, dihadapkan dengan kenyataan yang sedang tidak biasa-biasa saja. Bukan karena persoalan perbedaan tanggal dan hari memulai ibadah shaum yang perkara itu sudah menjadi konsekuensi perbedaan fiqih penanggalan antara yang berpatokan pada kesatuan tempat melihat [wihdatul mathaali'] atau perbedaan tempat melihat [khilaaful mathaali'] dengan beragam teorinya; melihat dengan mata telanjang [ru'yah bil 'ain], penghitungan dengan menetapkan hilal sudah muncul [hisab wujuudul hilaal], penghitungan dengan menetapkan kemungkinan hilal bisa terlihat [hisab Imkanur ru'yah], menetapkan kesaksian secara global [ru'yah 'aalamiyah] atau perhitungan Kalender Hijriyah Global Tunggal [KHGT] yang semuanya itu telah diketahui bangunan argumennya. Na...












