Rabu, Februari 18MAU INSTITUTE
Shadow

Tarbiyah

WA QAD KHAABA MAN IFTARAA; DAN SUNGGUH MERUGI ORANG YANG SUKA MENGADA-ADA

WA QAD KHAABA MAN IFTARAA; DAN SUNGGUH MERUGI ORANG YANG SUKA MENGADA-ADA

Da'wah, Fiqh Ikhtilaf, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Belakangan ada narasi popular di kalangan anak-anak muda, "Jangan suka mengadi-ngadi". Apabila ditelusuri, kalimat tersebut tidak akan ditemukan dalam KBBI dan tidak dibenarkan pula oleh kaidah bahasa yang baik dan benar. Namun sekarang, kenyataannya banyak sekali bahasa gaul yang muncul ke permukaan. Tidak bermaksud memperpanjang bahasan tentang kalimat itu yang memang sudah menjadi trend sebahagian "anak-anak zaman sekarang". Secara substansi menarik untuk diketahui, bahkan bisa dipedomani bahwa inti dari kalimat tersebut adalah untuk tidak bertingkah mengada-ada sesuatu di luar "nurul" [maksudnya: di luar nalar]. Apabila ditelusuri bentangan panjang ayat Al-Qur'an, akan ditemukan gugusan ayat yang semisal dan menunjukkan betapa meruginya kelak ora...
LANGKAH PERSIAPAN DAN KESIAGAAN JELANG BULAN PANEN RAYA

LANGKAH PERSIAPAN DAN KESIAGAAN JELANG BULAN PANEN RAYA

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Targhiib-Tarhiib dan Pujian Ramadhan Laksana mata rantai yang tidak terputus, saat para ulama menggambarkan keutamaan bulan-bulan yang menjadi pengiring bulan mulia Ramadhan. Tidak kurang para shahabat, taabi'iin dan taabi'ut taabi'iin, serta para salafunas shaalihiin dalam menumpahkan kegirangannya menyambut tamu agung yang ditunggu-tunggu. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullaah [w. 795 H.] menukilkan ungkapan emas Abu Bakar Waraq al-Balkhi dalam kumpulan mutiara nasihatnya Lathaaiful Ma'aarif yang mengumpamakan kemuliaan tiga bulan berturut-turut bagaikan memelihara pohon. شهر رجب شهر للزرع وشعبان شهر السقى ورمضان شهر حصاد الزرع "Rajab merupakan bulan menanam pohon, Sya'ban bulan menyiram, sedangkan Ramadhan bulan memanen." Bahkan dita...
SAAT MANUSIA TIDAK BISA MENGELAK DARI KESALAHAN YANG PERNAH DIPERBUAT

SAAT MANUSIA TIDAK BISA MENGELAK DARI KESALAHAN YANG PERNAH DIPERBUAT

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bukan perkara mudah bagi seseorang untuk mengakui dan menyadari kesalahannya, namun akhirnya semua orang akan menerima kenyataan bahwa ada satu masa yang manusia tidak bisa lagi beralasan untuk menutupi kesalahan yang pernah diperbuat dirinya. Semua itu terjadi tidak lain karena masing-masing diri telah menjadi saksi utama dari apa yang pernah dilakukannya. Maka dengan sendirinya, setiap diri memberikan kesaksiannya. Allah 'azza wa jalla berfirman: يُنَبَّؤُا۟ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ "Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya." (QS. Al-Qiyaamah: 13) بَلِ ٱلْإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ "Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri." (QS. Al-Qiyaama...
ILMU AMALIAH DAN AMAL ILMIAH; MENATA HIKMAH MERENDA AMALAN

ILMU AMALIAH DAN AMAL ILMIAH; MENATA HIKMAH MERENDA AMALAN

Da'wah, Hikmah, Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Selalu ada mutiara di setiap zaman; Yakni pelita peradaban yang senantiasa menunjukkan jalan, mengawal kehidupan dengan pengetahuan dan memberikan keteladanan dengan amalan. Pengetahuan di atas pengetahuan, atau dalam bahasa akademisnya "ilmu yang telah terverifikasi". Itulah mutiara hikmah. Begitu pula asam garam kehidupan yang dipertunjukkan oleh orang-orang mulia, yang bukan sekadar tebar pesona dan isapan jempol pencitraan yang minim ketulusan. Bagaimana seseorang mampu "menibakan makna kepada jiwa", keselarasan antara ucapan dan perbuatan, kesesuaian ilmu dan amalan; Semuanya sangat tergantung kepada kemampuan orang tersebut dalam mensenyawakan semua itu dengan landasan iman dalam satu tarikan nafas yang tidak terputus. Ucapan [al-qaul], pengeta...
MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk [ahsanu takwiin], diberikan anugerah Allah 'azza wa jalla berupa organ tubuh yang sempurna, di antaranya pendengaran [as-sam'u], penglihatan [al-basharu] dan hati [al-fu'aadu]. Dengan ketiganya itulah cakrawala pengetahuan bisa diketahui, padahal sebelumnya manusia tidak mengetahui apa-apa. Al-Qur'an mewartakan dalam firman-Nya: وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberikanmu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl/ 16: 78). Tig...
MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

MEDIA ILMU UTAMA MANUSIA YANG MESTI DIPELIHARA

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk [ahsanu takwiin], diberikan anugerah Allah 'azza wa jalla berupa organ tubuh yang sempurna, di antaranya pendengaran [as-sam'u], penglihatan [al-basharu] dan hati [al-fu'aadu]. Dengan ketiganya itulah cakrawala pengetahuan bisa diketahui, padahal sebelumnya manusia tidak mengetahui apa-apa. Al-Qur'an mewartakan dalam firman-Nya: وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberikanmu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl/ 16: 78). Tig...
KEMBALI KE PESANTREN; MENJALIN UKHUWWAH DAN MENGUATKAN PERAN

KEMBALI KE PESANTREN; MENJALIN UKHUWWAH DAN MENGUATKAN PERAN

Pendidikan, Tarbiyah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Suasana lebaran, seperti halnya 'Iedul Fithri 1446 H tahun ini. Bagi "insan pesantren", merupakan kesempatan dan memiliki makna tersendiri. Bukan persoalan modern atau tradisional, juga bukan masalah perkotaan atau pedesaannya. Yang jelas pesantren, yakni tempat para santri menimba ilmu dan menempa pengalaman hidup. Bahkan bukan sekadar aktivitas apektif, kognetif dan psikomotorik terbatas dalam ruang lingkup kawasan pesantren semata, melainkan kawasan yang melibatkan masyarakat luas. Sebagai lumbung kader, tempat persemaian dan pembibitan calon pemimpin umat, maka tempat ini layak apabila dimasukkan sebagai "pilar kekuatan umat" di antara dua pilar lainnya [yaitu masjid dan kampus]. Allaahu yarhamh Dr. Mohammad Natsir [sang maestro dakwah tanah air], m...
RAMADHAN SEBAGAI BULAN LITERASI DAN TAFAQQUH FID DIIN

RAMADHAN SEBAGAI BULAN LITERASI DAN TAFAQQUH FID DIIN

Da'wah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada banyak keutamaan dan kesempatan bagi umat Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam memaksimalkan setiap derap langkah dan waktu di bulan Ramadhan; Mulai dari peningkatan amal ibadah kepada Allah 'azza wa jalla [at-tarqiyyah fii 'ubuudiyyatillaah], menggiatkan amal sosial dengan aktivitas yang mensejahterakan umat [al-mujaahadah fii a'maalil khair bi izdihaaril ummah], serta memakmurkan keilmuan Islam dengan pendalaman agama [at-ta'miirul 'ilmiyyah fit tafaqquh bid diin]. Rangkaian ibadah sebagai paket Ramadhan; Shaum di siang hari, qiyaamu ramadhaan di malam hari, ifthaar shaum dan bersantap sahur, menghidupkan tilawah Al-Qur'an, berburu laiylatul qadar, i'tikaf sepuluh hari dan malam terakhir [al-'asyrul awaakhir], hingga menunaikan umrah d...
UNTUKMU, SANTRIKU YANG TELAH MENUNJUKAN KESUNGGUHAN

UNTUKMU, SANTRIKU YANG TELAH MENUNJUKAN KESUNGGUHAN

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Terkadang manusia tidak sadar, bahwa "guyonan" atau "candaan" bisa menyebabkan terpelesetnya tindak tutur seseorang yang dapat mengarah pada "dugaan penistaan agama". Misalnya seorang pemuka agama tertentu yang pernah menuturkan: "Boleh bayar 2,5% tapi sembahyang lima kali sehari, iya dong enak aja cuma 2,5% mau seminggu sekali. Eee beda kelas!". Demikian ujaran tersebut dituturkan dalam salah satu paparannya. Tentu kasus seperti ini penting untuk dicermati, termasuk para penyampai pesan keagamaan lainnya, tidak terkecuali para muballigh. Biidznillaah, kini Ukhtukum fillaah Dinda Kholifah, M.Li berhasil menuntaskan telaahnya dalam masalah ini. Dengan mengambil judul: "Ujaran Kebencian Sara dan Penistaan Agama Pada Khotbah Pendeta Gilbert Lamoindong; Kajian Pragmatik dalam Hukum" berhasi...
KETIKA CINTA BERLABUH DI TEPIAN LAUTAN IMAN

KETIKA CINTA BERLABUH DI TEPIAN LAUTAN IMAN

Aqidah, Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dari sekian banyak anugerah Allah 'azza wa jalla yang diberikan kepada manusia, di antaranya adalah dikaruniakannya rasa cinta [mahabbah]. Selain rasa cinta itu kuasa Dzat yang Maha menggenggam cinta, juga "nikmat rasa yang paling rahasia" dan tidak kentara [baathiniy, sirriy]. Betapa dalamnya makna cinta, banyak para ulama yang menarasikannya dengan beragam pendekatan; Mulai dari yang meletakannya dengan sebuah kejujuran, kepuasan, hingga perjumpaan. Di antaranya kalimat-kalimat emas seperti ini: Imam Abu Hamid al-Ghazali menuturkan: الحُبُّ عِبارَةٌ عَنْ مَيْلِ الطَّبْعِ إِلىَ الشَّيْءِ المُلَذِّ “Cinta adalah ungkapan dari ketertarikan watak terhadap sesuatu yang dianggap lezat.” (Lihat: Ihyaa Uluumiddiin/5, hlm. 183). إن حب القَلْبِ ل...
KEGIGIHAN MENYINGKAP MISTERI TAQDIR HIDUP

KEGIGIHAN MENYINGKAP MISTERI TAQDIR HIDUP

Hikmah, Parenting, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Nahmadullaaha wa nasykuruhu 'alaa ni'amihi atas segala yang telah dianugerahkan-Nya, di antaranya diberikan kesempatan berharga untuk mengantarkan sebuah buku yang diharapkan "si empunya cerita" bisa menjadi nasihat dan pengalaman untuk anak cucunya kelak. Atas idzinnya pula, kisah unik hidupnya bisa memberi pelajaran bagi generasi muda bahwa kesabaran menghadapi ujian dan kegigihan seseorang dalam menapaki karir kesuksesan tidak selamanya harus ditempuh melalui jalan kemewahan yang serba ada, melainkan keuletan dan mau belajar dari kekurangan diri. Tahun 2022, qaddarallaah al-faqir dipertemukan kembali dengan seorang jamaah umrah yang sudah lama tidak berjumpa; Dari raut mukanya terpancar sangat sumringah penuh kebahagiaan. Bagaimana tidak, tertunai...
PETAKA SYAHWAT ITU BERMULA DARI COMPREHENSIVE SEXUALITY EDUCATION (Menimbang Ulang PP 28/ 2024)

PETAKA SYAHWAT ITU BERMULA DARI COMPREHENSIVE SEXUALITY EDUCATION (Menimbang Ulang PP 28/ 2024)

Da'wah, Kebangsaan, Tarbiyah, Tsaqofah
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagaimana viral dalam pemberitaan media, tanggal 26 Juli 2024, Presiden RI Joko Widodo telah menanda tangani Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 terkait Pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Di antaranya tentang kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja, pelayanan aborsi dan konsepsi perilaku seksual yang sehat, aman dan bertanggung jawab sebagaimana tercantum dalam Pasal 103 ayat (4) huruf e, Pasal 104 ayat (2) huruf b dan Penjelasannya, serta Pasal 129 ayat (2) huruf d. (Lihat: Forum Keadilan.Com, Kamis 1 Agustus 2024). Dalam pemberitaan yang berbeda, Wakil Presiden RI, Prof. K.H. Ma'ruf Amin [dalam keterangan persnya di Bantul Yogyakarta, 7/8/2024] menegaskan, bahwa: "Dalam penerapan PP, selain nantinya me...
HISAB, MUHAASABAH, YAUMUL HISAAB, HINGGA ILMU HISAAB

HISAB, MUHAASABAH, YAUMUL HISAAB, HINGGA ILMU HISAAB

Da'wah, Fiqh Ikhtilaf, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kata Hisaab merupakan istilah dalam Islam yang merujuk pada proses perhitungan atau penilaian Allah 'azza wa jalla atas amal perbuatan manusia. Dikatakan Allah itu syarii'ul hisaab, maknanya Dia-lah Allah yang Maha cepat penghitungannya. Dalam diksi hisaab, mengandung dua makna yang saling bertalian; yakni bilangan atau hitungan [al-'addu] dan perhitungan [al-muhaasabah]. Titik singgung keduanya, terletak pada bagaimana seseorang dapat menghitung dan menimbang amalan dirinya untuk dipertanggung jawabkan di hari perhitungan kelak atau alam hisab. Dalam hal ini, Allah 'azza wa jalla berfirman: وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl/ 16: 93). الْيَوْمَ ن...
MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

Da'wah, Kebangsaan, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pemimpin yang baik terlahir dari masyarakat atau warga yang baik, demikian juga masyarakat yang baik terlahir dari komunitas keluarga yang baik, dan keluarga yang baik cerminan dari pasangan yang baik. Semua kebaikan itu, tidak dapat dilepaskan dari sosok-sosok induk entitas manusia yang baik pula. Pemimpin [imaam], adalah sosok yang benar-benar mampu menjadi orang terdepan [amaam] dalam menata kebaikan. Lalu, untuk apa ia harus selalu di garda depan? Jawabnya, karena ia memiliki peran dan tanggung jawab mengatur urusan masyarakat yang dipimpinnya [ummat]. Pola seperti ini tentu saja bukan hal yang mudah terjadi begitu saja, melainkan ada harmoni yang telah terbina sebelumnya melalui proses yang disebut "berpasang-pasangan" [azwaaj]. Dari sinilah, be...
SUASANA LEBARAN MEMANG HARUS BANYAK MENAHAN LISAN

SUASANA LEBARAN MEMANG HARUS BANYAK MENAHAN LISAN

Fiqih Parenting, Parenting, Tarbiyah, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Bagi kalangan tertentu, bisa jadi suasana lebaran memang sangat mengasyikkan, namun bagi sebahagian kalangan lain bisa sebaliknya; menjadi sesuatu yang menyesakkan dada, bahkan menjadi petaka yang tidak terduga, terlebih ketika musim mudik tiba. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah hari lebaran menjanjikan rasa senang dan bahagia? Bagi seorang anak muda yang sukses, ketika berjumpa dengan keluarga besarnya atau pun kerabat dan handai taolan yang menyodorkan pertanyaan "Bagaimana kabarmu sekarang; kuliah atau bekerja?" Tentu jawabannya gayung bersambut dengan bahasa tubuh yang membanggakan. Tapi apabila pertanyaan tadi tertuju pada anak muda yang belum beruntung, responnya akan jauh berbeda. Bagi pasangan tertentu yang dianugerahi kehangatan had...
error: Content is protected !!