Minggu, April 21MAU INSTITUTE
Shadow

Tarbiyah

HISAB, MUHAASABAH, YAUMUL HISAAB, HINGGA ILMU HISAAB

HISAB, MUHAASABAH, YAUMUL HISAAB, HINGGA ILMU HISAAB

Da'wah, Fiqh Ikhtilaf, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kata Hisaab merupakan istilah dalam Islam yang merujuk pada proses perhitungan atau penilaian Allah 'azza wa jalla atas amal perbuatan manusia. Dikatakan Allah itu syarii'ul hisaab, maknanya Dia-lah Allah yang Maha cepat penghitungannya. Dalam diksi hisaab, mengandung dua makna yang saling bertalian; yakni bilangan atau hitungan [al-'addu] dan perhitungan [al-muhaasabah]. Titik singgung keduanya, terletak pada bagaimana seseorang dapat menghitung dan menimbang amalan dirinya untuk dipertanggung jawabkan di hari perhitungan kelak atau alam hisab. Dalam hal ini, Allah 'azza wa jalla berfirman: وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl/ 16: 93). الْيَوْمَ ...
MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

Da'wah, Kebangsaan, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pemimpin yang baik terlahir dari masyarakat atau warga yang baik, demikian juga masyarakat yang baik terlahir dari komunitas keluarga yang baik, dan keluarga yang baik cerminan dari pasangan yang baik. Semua kebaikan itu, tidak dapat dilepaskan dari sosok-sosok induk entitas manusia yang baik pula. Pemimpin [imaam], adalah sosok yang benar-benar mampu menjadi orang terdepan [amaam] dalam menata kebaikan. Lalu, untuk apa ia harus selalu di garda depan? Jawabnya, karena ia memiliki peran dan tanggung jawab mengatur urusan masyarakat yang dipimpinnya [ummat]. Pola seperti ini tentu saja bukan hal yang mudah terjadi begitu saja, melainkan ada harmoni yang telah terbina sebelumnya melalui proses yang disebut "berpasang-pasangan" [azwaaj]. Dari sinilah, b...
SUASANA LEBARAN MEMANG HARUS BANYAK MENAHAN LISAN

SUASANA LEBARAN MEMANG HARUS BANYAK MENAHAN LISAN

Fiqih Parenting, Parenting, Tarbiyah, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Bagi kalangan tertentu, bisa jadi suasana lebaran memang sangat mengasyikkan, namun bagi sebahagian kalangan lain bisa sebaliknya; menjadi sesuatu yang menyesakkan dada, bahkan menjadi petaka yang tidak terduga, terlebih ketika musim mudik tiba. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah hari lebaran menjanjikan rasa senang dan bahagia? Bagi seorang anak muda yang sukses, ketika berjumpa dengan keluarga besarnya atau pun kerabat dan handai taolan yang menyodorkan pertanyaan "Bagaimana kabarmu sekarang; kuliah atau bekerja?" Tentu jawabannya gayung bersambut dengan bahasa tubuh yang membanggakan. Tapi apabila pertanyaan tadi tertuju pada anak muda yang belum beruntung, responnya akan jauh berbeda. Bagi pasangan tertentu yang dianugerahi kehangatan ha...

ANEH, HARI GINI “NGGAK DOYAN” NGAJI ? (Renungan Sepanjang Jalan Tol)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Diiringi semilir angin pagi, gerimis rintik hujan yang membasahi bumi, ditambah lagi antrian kendaraan padat merayap yang selalu menghiasi jalanan setiap hari. Sembari tadabbur dan tafakkur, diri ini pun terhentak dengan pemberitaan media yang tengah membincang seorang tokoh publik dikarenakan pernyataannya terkait keterlibatan kaum ibu yang semakin ramai dalam pengajian-pengajian. Terlepas apakah itu terpeleset lidah atau disengaja, yang jelas menggugah hati ini menerawang panjang nasihat para orang tua dahulu yang justru sebaliknya; selalu mengingatkan anak cucu, generasi kemudian, dan handaitolan untuk mengingat tujuan hidup, menjadi orang benar dan pintar, juga lebih dekat dengan ahli agama dan ahli taubat. Sambil mengelus dada dan menghibur...

ILMU DAN MAHABBATULLAAH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh : Mahasantri MAU Institute Narasi ini digoreskan untuk siapapun yang bergelar ahsanul khaaliqiin, untuk mereka yang pada pundaknya penuh dengan amanah dakwah, untuk mereka yang menggenggam tugas sebagai penyampai risalah, untuk mereka yang siklus detik demi detiknya bersahabat dengan ilmu sebagai "washilah khidmat", yang setia menjadi pemburu ilmu dalam setiap putaran waktu, bahkan kalimat ini juga ditujukan termasuk untuk siapapun yang belum terbangun dari tidur panjang bahwa ilmu adalah pijar yang sinar dan nyalanya tidak akan pernah pudar. Pada paragraf singkat yang tersaji ini, kita tidak akan berbicara tentang ilmu secara definitif, karena tentu jutaan pena sudah jauh lebih dahulu menuliskan perihal itu, begitu pun jutaan maktabah-maktabah ilmiah sudah sesak dengan ka...
SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASA

SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
SIERAH BAATHINIYYAH; GORESAN PENGEMBARAAN ALAM RASAOleh:Teten Romly Qomaruddien Sebagai makhluq yang diberikan perasaan oleh Dzat Maha Pencipta [homo somatica], setiap insan akan mengarungi kehidupannya dengan hiasan semilir batinnya itu [esoteris]. Menghidupkan perasaan itu bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan insan, karena hal itu sudah menjadi anugerah Allah 'azza wa jalla. Ibarat titik-titik air embun yang senantiasa melapisi benda yang ditemuinya, terutama dedaunan pepohonan yang tumbuh di muka bumi ini. Karena itulah setiap tumbuhan menjadi tampak lebih hidup dibuatnya. Wajarlah apabila bisikan batin ini bergumam seperti ini: "Jadilah tetesan embun di dedaunan, agar ia tetap tumbuh segar menyongsong harapan …" Dahsyatnya perasaan melebihi dari segalanya, se...
HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA

HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYAOleh:HUSNUZ ZHAN BILLAAH; KIAT TEPAT MENJEMPUT TAQDIR-NYA Berangkat dari sebuah pepatah Arab yang menasihatkan pada kita, di mana hidup ini diibaratkan dengan lembaran kisah drama yang berubah-ubah. Setiap episode memiliki alur cerita yang berbeda-beda, demikian pula dengan kehidupan kita masing-masing yang memiliki keragaman taqdir yang berbeda-beda pula. مثل الحياة مثل قصة قصيرة، فلا تقف عند الشطر الحزين منها "Kehidupan ini seperti cerita pendek, maka janganlah engkau berhenti pada episode yang menyedihkan." Agar hidup jauh dari bayangan gelap dan selalu melihat sisi yang terang, maka yang mesti dilakukan seseorang itu menjaga keseimbangan. Artinya adalah; senang atau pun susah, bahagia atau pun sengsara, dan sumringah ...
MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)

MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
MENJADI PEMILIK MENTAL PENGGERAK DAN JIWA PEMENANG (Refleksi Awal Tahun 1444 H.)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Biasanya, ketika seseorang merasa kalah dan lemah dalam hidupnya, maka lillaah dan 'izzah pun kian terasa tidak mendapat tempat dalam dirinya. Agar jiwa-jiwa itu merasakan marwah-nya sebagaimana orang-orang shalih yang layak jadi pemenang, maka permohonan kekuatan dan sapaan menjadi bagian yang tidak boleh terlewatkan dalam menjemput tahni'ah kemuliaan. Tertanamnya sikap ikhlas, kelapangan, tawakkal, ikhtiar serta iringan do'a yang tulus dan tidak terputus menjanjikan bentangan harapan dan penawar jiwa untuk hidup yang lebih berghairah menuju masa depan. Satu hal yang penting jadi catatan, "Menang saja tidaklah cukup, apabila tidak disertai dengan kelapangan". Untuk ke...
SESAAT YANG MENGINGATKAN JIWA

SESAAT YANG MENGINGATKAN JIWA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
SESAAT YANG MENGINGATKAN JIWAOleh:Teten Romly Qomaruddien Tepat hari Selasa yang lalu [27/06] pekan terakhir bulan Mei 2022 ini, mencoba untuk menyapa para mahasiswaku di STAIPI Jakarta untuk belajar secara offline [sebahagian online]. Seperti biasa, belajar pun dimulai penuh kehangatan dan bersemangat. Terlebih materi kuliahnya "Studi Literasi dan falsafah Tokoh Dakwah", yang tibalah saatnya seorang mahasiswa menyajikan bagaimana sosok Imam Hassan al-Bashri yang begitu sangat ikhlas dan shabar dalam mengarungi kehidupan yang fana' ini. Beragam tingkah manusia ia saksikan, bermacam polah insan ia rasakan. Namun semua itu, tidaklah menjadikan sikap dirinya berubah untuk memahami orang lain yang dilihatnya. Betapa pandainya seorang Al-Hassan menjaga sikap pemaaf ['iffah] bagi saud...
MENJADI YANG TERBAIK TANPA MERASA PALING BAIK

MENJADI YANG TERBAIK TANPA MERASA PALING BAIK

Hikmah, Tarbiyah
MENJADI YANG TERBAIK TANPA MERASA PALING BAIK // Di antara analogi paling berbahaya, suka membandingkan sesuatu dengan yang lain atas dasar kesombongan. Inilah yang melatar belakangi Imam As-Syafi'i rahimahullaah berani menegaskan dalam tutur katanya: Awwalu man qaasa ibliisu; "Yang pertama kali membuat analogi adalah iblis". Demikian pula dua ulama terkemuka, yakni Imam Ibnul Jauzy rahimahullaah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullaah melakukan analisis tajam terhadap persoalan ini. Yang pertama memunculkan narasi agar kita selamat dari "belitan iblis" [talbiisu ibliis], sementara yang kedua mengajak untuk menyelamatkan hati dari tipu daya setan [ighaatsatul lahfaan min mashaaidis syaithaan]. Ketika "keangkuhan" bersemayam dalam jiwa, maka ia akan menganggap semua di luar dirinya ...
MARHABAN BI-WASHIYYATI RASUULILLAAHI SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

MARHABAN BI-WASHIYYATI RASUULILLAAHI SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
MARHABAN BI-WASHIYYATI RASUULILLAAHI SHALLALLAAHU 'ALAIHI WA SALLAM Tak ada yang lebih membahagiakan diri di hari ini, selain melepas kader ummat yang sangat ditunggu kehadirannya. Kita tak bisa melihat hasilnya hari ini, namun setidaknya kita telah menitipkan harapan pada mereka bahwa di pundak merekalah rekam jejak kehidupan akan dilanjutkan, pengalaman dan penglamaan akan diwariskan, dan tongkat komando perjuangan dakwah, serta tarbiyah akan diserah terimakan. Karena itulah, mengapa Allah 'azza wa jalla mengunggulkan manusia sebagai ahsanul khaaliqiin di antara makhluqNya? Bahkan di banding malaikat sekalipun, manusia masih memiliki kelebihan. Untaian kalimat emas mengingatkan: Khalaqallaahul malaaikata 'uquulan bilaa syahwatin, wa khalaqal hayawaanaati syahwatan bilaa 'uquul...
CAHAYA HAFLAH IMTIHAN

CAHAYA HAFLAH IMTIHAN

AKHBAR NEWS!, Tarbiyah, Uncategorized
CAHAYA HAFLAH IMTIHAN // Di antara pesta tahunan yang ditunggu para santri adalah "Haflah Imtihan", dan itu sangat al-faqir rasakan saat tempo doeloe "nyantren". Menyaksikan para bocil manggung bernasyid dan parade hafalan, usia menengah menyuguhkan puisi, khutbah bahasa asing, dan theatrical, juga usia dewasa gelar seminar dan bedah buku. Tak ketinggalan semarak bazzar, perlombaan rakyat, hingga pentas seni rijaalul ghad dan ummahaatul ghad menjadi ajang kreasi yang menghibur lahir-batin. Nasyaath tarbawi semacam ini sangat membantu dalam menumbuhkan talenta dan kecerdasan intelektual [IQ], spiritual [SQ], emosional [EQ], dan kecerdasan menghadapi masalah serta mencari solusinya [adversity quotient]. Seiring gaung konstitusi PBB terkait Combat Islamophobia, sebagai Mudier 'Aam PPI 81...
BELAJAR CEMBURU PADA SANG NENEK

BELAJAR CEMBURU PADA SANG NENEK

Aqidah, Da'wah, Tarbiyah, Uncategorized
BELAJAR CEMBURU PADA SANG NENEKOleh:Teten Romly Qomaruddien Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis Palestina, selalu menyimpan arsip yang unik. Wilayah yang ada di jantung negeri "akhir zaman" ini, selalu menghadirkan pesona cerita. Kali ini, kita akan haturkan sekelumit kisah seorang nenek Al-Aqsha yang memiliki cemburu yang teramat dahsyat pada agamanya. Itulah yang disebut dengan "ghirah". Postingan hidup yang sahabat kirimkan ke layar handphone ini, membuat ketagihan untuk memutar berulang-ulang saat seorang nenek renta bertongkat menghalau "barisan kunyuk" zionist yang merangsek masuk ke dalam kawasan masjid qiblat kaum Muslimin pertama itu. Sungguh menarik perhatian, dengan tergopoh-gopoh sang nenek "menggebah" dengan tongkatnya. Kuunuu qiradatan khaasi-iin; "Jadilah kalian k...
KETIKA HATI HARUS BISA MENJADI MUFTI

KETIKA HATI HARUS BISA MENJADI MUFTI

Tarbiyah, Uncategorized
KETIKA HATI HARUS BISA MENJADI MUFTIOleh:Teten Romly Qomaruddien Bukan perkara mudah, ketika seseorang harus menentukan sikapnya di kala hati gundah gulana. Banyak faktor yang mempengaruhi, mengapa sang primadona jasad ini sulit memecahkan persoalannya. Meminjam istilah shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu 'anh, bahwa hati merupakan panglimanya tubuh [amiirul badan]. Walaupun ia hanya "seketul daging" [mudhghah] secara fisik, namun mengandung rekaman gerak batin yang tiada tandingnya; Apabila ia baik, baiklah seluruh tubuhnya. Sebaliknya jika ia buruk, buruklah seluruh jiwa raganya. Karenanya, sangatlah wajar apabila ada ungkapan: "Jika pedang lukai tubuh, masih ada harapan untuk sembuh. Namun jika kata dan sikap lukai hati, kemana obat hendak dicari?". Jadi, seberapa kuat...
KELUARGA BERMARTABAT GARDA PERADABAN MASA DEPAN

KELUARGA BERMARTABAT GARDA PERADABAN MASA DEPAN

Parenting, Tarbiyah
KELUARGA BERMARTABAT GARDA PERADABAN MASA DEPANOleh:Teten Romly Qomaruddien Ada banyak contoh yang dibentangkan Allah 'azza wa jalla dalam Al-Qur'an tentang beragamnya sifat dan karakter "keluarga" yang diperlihatkan oleh generasi masa lampau. Dan semua itu bukanlah cerita bualan yang mengada-ada [hadiitsan yuftaraa], melainkan kisah yang benar adanya. Mulai dari model keluarga Fir'aun yang dirinya sangat ingkar, namun istrinya Asiyah binti Muzaahim merupakan wanita yang sangat memegang teguh rahasia ketauhidan [Lihat: QS. At-Tahriem/ 66: 11], dan berhasil merawat keberlangsungan hidupnya bayi Musa. Model keluarga Nabiyullaah Nuh dan Nabiyullaah Luth 'alaihimas salaam yang gigih dalam berdakwah, namun anggota keluarganya justeru memperlihatkan pembangkangannya yang sangat nyata ...
error: Content is protected !!