Minggu, Agustus 1MAU INSTITUTE
Shadow

Tarbiyah

MENYALAKAN SEMANGAT PENGORBANAN DI TAHUN KESEDIHAN (Risalah ‘Iedul Adhha 1442 H.)

MENYALAKAN SEMANGAT PENGORBANAN DI TAHUN KESEDIHAN (Risalah ‘Iedul Adhha 1442 H.)

Da'wah, Materi Kajian, Tarbiyah, tasqafah, Uncategorized
MENYALAKAN SEMANGAT PENGORBANAN DI TAHUN KESEDIHAN (Risalah 'Iedul Adhha 1442 H.)Oleh:Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah حمدا و شكرا لله نحمده ونستعينه و نستغفره، نصلي و نسلم على رسول الكريم، وعلى اله و أصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين … أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد: Ma'aasyiral Muslimiin A'azzakumullaah Atas idzin dan qudrah Allah 'azza wa jalla. Sekalipun ada di tengah-tengah suasana duka dan keprihatinan yang mendalam, sampai hari ini kita masih bisa menikmati dan merasakan suasana bahagia, di mana alunan takbir, tahlil, dan tahmid masih dapat bergema. Mememecah kesunyian alam, menambah 'izzah diri, semangat bertahan untuk menjalani kehidupan, dan selalu siap untuk berkorban demi kegemilangan masa depan. Diiring
BERILMU SEBELUM BERTINDAK

BERILMU SEBELUM BERTINDAK

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
BERILMU SEBELUM BERTINDAK … Membaca Twitter Rashiif al-Kutub kutemukan guyonan segar yang menuturkan kisah pendek berikut: "Seorang anak laki-laki masuk kamar mandi sembari mengalunkan thala'al badru 'alainaa min tsaniyyatil wadaa, lalu ayahnya masuk dan memukulnya hingga menangis. Datanglah ibunya seraya bertanya marah: kenapa engkau pukul anakmu? Suaminya (sang ayah si anak) menjawab: dia membaca Al-Qur'an di kamar mandi. Lho itu bukan bacaan Al-Qur'an, melainkan qashidah orang Arab, sergah isterinya. Tiba-tiba suaminya menangis serius. Dengan herannya isterinya bertanya: sekarang kenapa engkau yang menangis? Dengan sedikit malu suaminya menjawab: selama 30 tahun ini justeru aku membaca qashidah ini dalam shalat", ujarnya. Kisah humor ini mengingatkan kita pada kitab klasik berjudul
PESAN LEMBUT DI BALIK KERASNYA “AYAT BESI” (Mencari Oase di Tengah Gurun)

PESAN LEMBUT DI BALIK KERASNYA “AYAT BESI” (Mencari Oase di Tengah Gurun)

Tarbiyah, tasqafah, Uncategorized
PESAN LEMBUT DI BALIK KERASNYA "AYAT BESI" (Mnencari Oase di Tengah Gurun)Oleh:Teten Romly Qomaruddien Semua orang yang membaca Al-Qur'an pasti tahu, ada Surat yang namanya Al-Hadiid, artinya Surat Besi. Betapa Kalam Allah yang mulia ini sangatlah menarik perhatian, sehingga mengundang rasa selera ingin tahu apa rahasianya di balik namanya yang unik. Jumlah ayatnya terdiri dari 29 ayat, dengan bilangan surat ke-57 dari 114 surat. Sekalipun terbilang surat pendek (qashiir), namun surat ini tergolong pada surat Madaniyyah. Apabila dilihat dari pembabakan tematiknya, surat ini dibagi menjadi tiga bagian; Dari ayat 1 sampai dengan ayat 24, menjelaskan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah 'azza wa jalla, tidaklah semua yang terjadi melainkan telah digoreskan taqdirnya. Dari ayat 2...
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia)

QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA (Ikhtiar Bersih Jiwa Jangan Lupa Hidup Bahagia) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Melanjutkan bahasan halaqah sebelumnya terkait "Fiqih Kegundahan; Sebuah Terapi Hawa Nafsu", berikutnya mari kita perhatikan secara seksama beberapa panuturan para ulama kita tentang pentingnya upaya bersih jiwa: 1. Syaikh Muhammad bin Sa’ied bin Salim al-Qahthani, ketika mentahqiq kitab Tazkiyatun Nafs Ibnu Taimiyyah yang menjelaskan: “Tidak akan bisa merasakan keagungan dan kedalaman kesucian iman (tazkiyah imaaniyyah) melainkan orang yang menyadari akan kejahilan diri. Karena itu, generasi awwal merupakan generasi paling baik yang ditaqdirkan mendapatkan nikmat yang satu ini dengan sebaik-baiknya. Mereka menemukan pemisah yang dapat menjauhkan anta
DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

DU’ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak)

Da'wah, Tarbiyah, Uncategorized
DU'ÂT RABBÂNI DI ERA DISRUPSI (Menanti Aksi Mengharap Gerak) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Waktu terus melaju, zaman semakin berubah. Perkembangan demi perkembangan semakin dapat dirasakan, betapa kemajuan ini bukanlah tanpa resiko, melainkan menuntut adanya konsekuensi yang harus segera dilakukan seiring dengan perubahan yang ada. Sebuah zaman, kini sudah hadir di depan mata. Yakni sebuah era yang menjadikan ummat manusia bisa terlindas dan ditinggalkan, apabila kurang sigap menyikapinya. Kurang fokus, tidak perhatian, enggan melibatkan dalam kancah perubahan ini, bisa berakibat fatal karenanya. Itulah sebuah era yang para ahli abad ini menyebutnya dengan disrupsi (disruption era). Guru besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, salah satu tokoh yang mempopuler
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH “DRAMA” MENJADI REALITA

Tarbiyah
EPISODE KELUARGA IBRAHIM; MENGUBAH "DRAMA" MENJADI REALITA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Keutamaan bulan Dzulhijjah kini sudah berlalu; Terhitung tanggal 1 hingga 13 (mulai dari memperbanyak amal kebaikan sejak pekan pertama, shaum 'arafah, tarwiyah di Mina yang dilanjutkan wuquf bagi yang menunaikan ibadah haji, juga pelaksanaan shalat 'iedul adhha dan penyembelihan hewan qurban hingga tiga hari tasyriq). Datangnya bulan mulia ini, laksana sebuah episode "drama" yang terus diputar ulang untuk mengingatkan para pemirsa, yakni ummat manusia akan pengorbanan sosok-sosok agung teladan sepanjang zaman. Mereka itulah nabiyullâh Ibrahim 'alaihis salâm, bunda Sarah yang melahirkan nabiyullâh Ishaq 'alaihis salâm yang akan melahirkan sosok nabiyullâh Ya'qub 'alaihis salâm bersama ke
TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

TA’LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT

Tarbiyah
TA'LIM TARBAWI PEMUDA PERSIS CIBATU-PPI 81 CIBATU GARUT HALAQAH KE-2 Bersama: KH. Teten Romly Qomaruddien, MA. (Mudier 'Aam) Saripati Taujieh: "Gigih dalam Menuntut Ilmu; Pengorbanan Terbesar Pelajar Sejati" A. Dalil dalam Menuntut Ilmu 1) Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 28: وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ "Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supa
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut)

Tarbiyah
ISLAM DAN SUNNAH; DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAH (Kuliah Iftitah Virtual Santri Baru Pesantren Persatuan Islam Cibatu Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien “Sesungguhnya kalian akan menjumpai banyak kaum yang menyangka bahwa mereka sedang menyeru kepada Kitâbullâh, padahal mereka sedang membuangnya ke belakang punggung mereka sendiri. (Kalau sudah kondisi demikian) maka kalian wajib berilmu, berhati-hati dari kebid’ahan dan sikap berlebih-lebihan, serta berdalam-dalam pada suatu urusan (yang tidak perlu). Dan hendaknya kalian berpegang pada peninggalan yang original (yaitu Sunnah).” (Lihat: Sunan Ad Dârimi I/ 54) Buahnya ilmu adalah amal, demikianlah orang-orang bijak menuturkan. Betapa tidak, sesungguhnya ilmu dimaksudkan untuk diamalkan dan ilmu adalah petunjuk amal. Nam
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta)

Tarbiyah, Uncategorized
TAUJÎH TARBAWI KAMPUS PERJUANGAN DAKWAH (Segenggam Harap Dari Webinar ke-1 STAI PERSIS Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagai lembaga Pendidikan Tinggi, hadirnya STAI PERSIS Jakarta di tengah-tengah Ibu Kota menjadi harapan baru dalam melengkapi kehidupan intelektual di ranah metropolitan. Bukan sekedar menunjukkan adanya kesadaran terhadap ilmu secara umum pada setiap anak bangsa, melainkan adanya keinginan keras dari para aktivis pendidikan dan dakwah dalam mewujudkan masyarakat pembelajar yang menginginkan kepahaman terhadap agamanya. Sebagaimana termaktub dalam program jihad jam'iyah (QA Bab II Pasal 6 ayat 1, 2 dan 3) bahwa program tersebut mencakup: "Pertama; Mengembangkan dan memberdayakan potensi jam'iyah demi terwujudnya jam'iyah Persis sebagai shûratun mushagh
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah ‘Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta)

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah ‘Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta)

Tarbiyah, Uncategorized
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MUTAFAQQIH FID DÎN DAN BERWAWASAN KEKINIAN (Tahniah 'Ilmiyyah Atas dibukanya Prodi KPI STAI PERSIS Jakarta) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Karîm atau pun sabda Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-Nabawiyyah, merupakan warisan
RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ’AH

RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ’AH

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
RAMADHAN KITA; ANTARA TAQDÎR DAN MAQÂSHIDUS SYARÎ'AH Oleh: Teten Romly Qomaruddien   Membicarakan ajaran agama, maka sudah pasti akan masuk pada bahasan 'aqîdah sebagai landasan pokok keyakinan (ashlun, ushûl) dan masuk bahasan syarî'ah sebagai praktek ritual (far'un, furû'). Sinergi keduanya merupakan keniscayaan, sedangkan keberpisahan keduanya merupakan kemustahilan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan: إعلم أن الإيمان والإسلام يجتمع فيهما الدين كله "Ketahuilah! Sesungguhnya Islam dan Iman itu keduanya bersatu padu." (Lihat: Kitâbul Imân, hlm. 3) Lalu, Imam Muhammad 'Ali As-Syaukâni merincikan terkait kesinambungan ini dengan menukil ayat QS. As-Syûra/ 42: 13 berikut ini: "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya ke
MEMAKSIMALKAN MADRASAH KELUARGA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

MEMAKSIMALKAN MADRASAH KELUARGA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

Parenting, Tarbiyah, Uncategorized
MEMAKSIMALKAN MADRASAH KELUARGA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membincangkan peran ayah dan peran ibu, tentu sangatlah mulia. Namun akan lebih mulia apabila peran keduanya dilihat dari sisi yang lebih menonjolkan sentuhan pemeliharaan keturunan (hifzhun nasab) dalam bahasa fiqih, atau pelestarian generasi (naqlul ajyâl) dalam bahasa sosial, yang keduanya dikaitkan dengan pemeliharaan agama (hifzhud dîn). Karena dengan agamalah semuanya menjadi bernilai dan memiliki kedudukkan yang amat terhormat. "Indung nu ngandung jeung bapa nu ngayuga, indung tunggul rahayu jeung bapa tangkalna darajat". Seorang ibu, dialah sosok wanita yang mengandung kita, dan bapak karena sosok dialah yang menyebabkan kita menjadi ada -atas idzin Allah 'azza wa jalla
MEMAKSIMALKAN MADRASAH ORANG TUA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

MEMAKSIMALKAN MADRASAH ORANG TUA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona)

Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
MEMAKSIMALKAN MADRASAH ORANG TUA (Ikhtiar Wajib Belajar di Zaman Corona) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membincangkan peran ayah dan peran ibu, tentu sangatlah mulia. Namun akan lebih mulia apabila peran keduanya dilihat dari sisi yang lebih menonjolkan sentuhan pemeliharaan keturunan (hifzhun nasab) dalam bahasa fiqih, atau pelestarian generasi (naqlul ajyâl) dalam bahasa sosial, yang keduanya dikaitkan dengan pemeliharaan agama (hifzhud dîn). Karena dengan agamalah semuanya menjadi bernilai dan memiliki kedudukkan yang amat terhormat. "Indung nu ngandung jeung bapa nu ngayuga, indung tunggul rahayu jeung bapa tangkalna darajat". Seorang ibu, dialah sosok wanita yang mengandung kita, dan bapak karena sosok dialah yang menyebabkan kita menjadi ada -atas idzin Allah 'azza wa jall
SEMBILAN WASIAT SURAT AL-HUJURÂT TERKAIT ETIKA PERGAULAN SESAMA MANUSIA

SEMBILAN WASIAT SURAT AL-HUJURÂT TERKAIT ETIKA PERGAULAN SESAMA MANUSIA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
SEMBILAN WASIAT SURAT AL-HUJURÂT TERKAIT ETIKA PERGAULAN SESAMA MANUSIA Pertama; Senantiasa mengedepankan klarifikasi dan cermat dalam menerima berita (tabâyun), terlebih datangnya dari orang-orang fasiq. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurât/ 49: 6) Kedua; Senantiasa mengedepankan rasa keadilan (al-qisth) dalam memutuskan segala perkara dan pertikaian. وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِ
AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN

AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN

Buku, Tarbiyah, Uncategorized
AGAR RAMADHAN LEBIH MENGGERAKKAN DAN BERPERADABAN "Kembang melati sungguhlah indah ... Di tengah taman jadi hiasan ... Harum Ramadhan tercium sudah ... Salah dan khilaf mohon dimaafkan ..." "Bunga terangkai terikat tali ... Lama dipandang indah sekali ... Biar pun Ramadhan sebentar lagi ... Mohon maaf setulus hati ..." Tiada ungkapan yang lebih mulia yang dapat kita lafalkan saat Ramadhan tiba, selain kata syukur ke hadhirat Allah 'azza wa jalla. Ramadhan hadir bagai hadiah dari Allah untuk orang-orang beriman, Hadiyyah Rabbâniyyah agar kita bisa membenahi diri menjadi peribadi yang lebih baik. Ia datang selalu tepat waktu ... Kehadirannya sangatlah ditunggu ... Bulan mulia Ramadhan, kini akan hadir kembali ... Menyapa siapa pun dari insan beriman yang berburu takwa dan
error: Content is protected !!