Senin, Januari 27MAU INSTITUTE

Tarbiyah

MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

MENYELAMI “FALSAFAH ATIKAN” PRAKTIS KI SUNDA

Tarbiyah, Uncategorized
MENYELAMI "FALSAFAH ATIKAN" PRAKTIS KI SUNDA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Suatu hari seperti biasanya, Guru kami Ustadzuna KH. Mohammad Iqbal Santoso Syihab mengirimkan pesan-pesan singkatnya; terkadang dengan kata-kata singkat, dialog guyonan, bahkan meme yang lucu dan mendidik. Sentilan sentilunnya yang kadang membuat diri ini tersenyum, tertawa lebar, bahkan yang memotivasi diri agar introspeksi pun ada, tanpa harus merasa digurui. Di antara kiriman yang pernah diterima murid adalah pepatah terkait pendidikan Ki Sunda berikut ini: "Budak teh modalna ti bapak, modelna ti indung. Hayang budak soleh moal bisa dadakan, tapi kudu didikan. Ngadidikna kudu dilakonan jeung dileukeunan. Nu paling penting, didik ku cinta jeung conto. Omat kudu sabar ulah kasar, make elmu lain make...
ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun)

ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun)

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
ZAMAN TERUS BERGULIR (Sebuah Renungan Akhir Tahun) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pergantian tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit dan detik merupakan anugerah Allah 'azza wa jalla. Perubahannya merupakan tanda di antara tanda-tanda kebesaranNya. Siapa yang mengambil kebaikan di setiap waktunya, maka ia berhak mendapatkan keberkahan. Siapa yang mengambil keburukan di dalamnya, maka kebinasaanlah yang ia dapatkan. Betapa Al-Qur'an sebagai panduan suci banyak berbicara akan hal ini; demi waktu (wal 'ashri), demi waktu fajar (wal fajri), demi waktu dhuha (wad dhuhâ), demi waktu malam (wal laili) dan demi waktu siang (wan nahâri). Demikian pula, Al-Qur'an pun berbicara tentang akhir kehidupan dunia yang disebut dengan as-sâ'ah dan al-qiyâmah. Seiring dengan perjalanan digulirkannya

SILABUS TERPADU DAKWAH KAMPUS; IKHTIAR MERAWAT SEMANGAT BINÂAN DAN DIFÂAN

Tarbiyah
SILABUS TERPADU DA'WAH KAMPUS; IKHTIAR MERAWAT SEMANGAT BINÂAN DAN DIFÂAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Definisi Universal Da'wah Sebagaimana tertuang dalam buku Fiqhud Da'wah, secara universal Allâhu yarham Mohammad Natsir mendefinisikan da'wah sebagai berikut: "Da'wah merupakan satu kewajiban yang harus dipikul oleh setiap Muslim dan Muslimah dalam arti al-amru bil ma'rûf wan nahyu 'anil munkar." (M. Natsir, Fiqhud Da'wah, Jakarta: Sinar Media Abadi, 2017, cet. XIV, hlm. 121) Dalam definisi yang lebih lengkap, "Da'wah pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengubah seseorang, sekelompok atau suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik, sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan RasulNya. Da'wah terhadap ummat Islam Indonesia, adalah segala upaya untuk mengubah pos
KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA

KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA

Tarbiyah
KETIKA RASUL YANG MULIA DINISTA MANUSIA HINA Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak syak lagi, kemuliaan Nabi akhir zaman Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam bukan sekedar memiliki dalil-dalil yang pasti (qath'iyud dalâlah), melainkan mengundang rasa ingin tahu yang mendalam para peneliti, pengkaji, bahkan para Islamolog yang terdiri dari para sejarawan Timur dan Barat. Sebagai Muslim, tidak ada alasan untuk tidak meyakini bahwa dalam dirinya memiliki sifat dan karakteristik prima. Sekalipun sama-sama manusia, tentu tidak dapat disamakan dengan manusia pada umumnya. Ada banyak ayat Allah 'azza wa jalla mengisyaratkan tentang keutamaan dan kemuliannya. Di antara ayat-ayat dimaksud adalah: 1. Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam disebut-sebut sebagai manusia yang paling
PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Tarbiyah
PENDIDIKAN NILAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ketika membicarakan nilai dalam perspektif agama (dalam hal ini Islam), berarti kita sedang mendiskusikan sebuah keyakinan yang menjadi pilihan dalam melakukan tindakan dengan patokan normatif yang telah ditentukan oleh wahyu Allah ‘azza wa jalla dan sabda NabiNya. Tidak kurang dari 15 definisi terkait nilai, Rohmat Mulyana menariknya menjadi satu kesimpulan definisi yang mewakili, yaitu: "Rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan." (Lihat: Mengartikulasikan Pendidikan Nilai, 2004: hlm. 8 - 11) Kaitannya dengan pendidikan nilai adalah bagaimana Islam memiliki aturan, norma, keyakinan, pegangan, moral, etika dan lain-lain yang harus diberikan dalam dunia pendidikan berdasarkan paradigma wahyu dan sabda
MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Menyoal Issue Meluruskan Fungsi)

MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Menyoal Issue Meluruskan Fungsi)

Tarbiyah
MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Menyoal Issue Meluruskan Fungsi) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membicarakan manusia, berarti berbicara tentang unsur-unsur yang ada pada diri manusia. Mengetahui hal ini menjadi penting, terkait dengan hajat hidup manusia yang mendapatkan kepercayaan Tuhan sebagai makhluq yang harus mengarungi kehidupan di muka bumi. Keberadaannya tidaklah muncul secara tiba-tiba dengan sendirinya, melainkan ada yang mencipta. Karenanya, mengetahui asal kejadian manusia dan bagaimana penciptaannya serta untuk apa manusia dicipta, akan memberikan jawaban mengapa manusia harus ada dan apa hakikat manusia itu? Hubungannya dengan pendidikan, dikarenakan pendidikan itu hakikatnya kehidupan. Dan setiap kehidupan tidak dapat dilepaskan dari berbagai macam pengaruh yang dapat memp...
INDIKATOR SEKOLAH BERMUTU BAIK (Mencari Solusi Berbagi Obrolan Kegundahan)

INDIKATOR SEKOLAH BERMUTU BAIK (Mencari Solusi Berbagi Obrolan Kegundahan)

Tarbiyah
INDIKATOR SEKOLAH BERMUTU BAIK (Mencari Solusi Berbagi Obrolan Kegundahan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara agenda yang harus terus dijalankan dalam dunia pendidikan hari ini, adalah mewujudkan masyarakat terdidik. Banyak upaya telah dilakukan pemerintah, di samping merupakan amanah konstitusional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 tentang tujuan dibentuknya negara Republik Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, juga merupakan tuntutan zaman yang terus kian berubah. Menurut Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, selama perjalanan berbangsa dan bertanah air, dirinya telah mencatat dan mencermati empat indikator perkembangan sistem pendidikan nasional; popularisasi pendidikan melalui gerakan education for all (di antaranya tahun 1984 menerapkan wajib belajar 6 ...
MENYOAL KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN

MENYOAL KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN

Tarbiyah
MENYOAL KEMBALI DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membicarakan pendidikan tidak lepas dari membicarakan dasar dan tujuan pendidikan, karena keduanya merupakan pintu pokok untuk dapat memahami kemana arah suatu pendidikan akan diarahkan. Dalam konteks Indonesia, sudah tentu yang harus dijadikan dasar pendidikan itu adalah falsafah negara, Undang-Undang Dasar 1945 serta ketentuan-ketentuan lainnya sebagai aturan tata pelaksanaannya. Menentukan dasar pendidikan, menjadi sesuatu yang sangat penting, di mana tujuan pendidikan sangat ditentukan oleh pandangan hidup (way of life) orang yang mendesainnya. Pandangan hidup itu sangat ditentukan pula oleh kecenderungan-kecenderungan warisan nilai yang ada padanya, baik kecenderungan agama, filsafat maupun pandangan nen...
SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik)

Tarbiyah
SEKULARISASI PENDIDIKAN (Sebuah Catatan Kritik) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan Islam itu adalah agar manusia menggapai "kebahagiaan dunia" dan "kebahagiaan akhirat." Kedua-duanya bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan satu sama lainnya (antagonis), melainkan harus diseimbangkan dan diselaraskan, serta disikapi dengan adil. Baik kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat (sa'âdatud dârain), keduanya harus ditempuh dengan ilmu. Maka lahirlah apa yang disebut "ilmu dunia" dan "ilmu akhirat." Dengan ilmu dunia manusia dapat mengelola dan memelihara bumi dengan segala isinya, juga dengan ilmu akhirat manusia dapat mengetahui tujuan akhir hidupnya. Meminjam istilah Syaikh Abdurrahman Nâshir Sa'di, ilmu syar'i bersifat langsung tujuan
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar)

Tarbiyah
PENDIDIKAN INTEGRAL (Sebuah Pengantar) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Salah satu tantangan pendidikan Islam, adalah masih terjadinya dikotomi ilmu. Artinya, terjadinya pemisahan antara ilmu-ilmu dunia (‘ulûmud dunyâ) dengan ilmu-ilmu agama (‘ulûmus syar’i) yang saling menafikan satu sama lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terhadap kondisi ini, di antaranya hilangnya spirit atau semangat keagamaan, bahkan meragukan dan menganggap bahwa agama bukanlah jalan keluar untuk dapat selamat dari permasalahan duniawi dan juga diperkuat dengan adanya ketidakjelasan mengenai konsep kehidupan di akhirat kelak. Cara pandang semacam ini, jelas akan berpengaruh besar terhadap sikap seseorang dalam memandang ilmu. Di samping ilmu menjadi tidak utuh, juga menjadi bebas nilai. Untuk mengembalik
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

Tarbiyah, Uncategorized
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk membeda-bedakan antara ulama dan ilmuwan. Karena secara substantif, kedua istilah tersebut sama-sama menyebutkan tentang seseorang atau lebih yang menaruh perhatian terhadap dunia ilmu. Kesungguhan keduanya dalam menyingkap tabir ilmu pengetahuan, memiliki nilai yang sama. Adapun yang membedakan keduanya adalah dalam pengambilan sumber ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pandangannya, bahwa sumber ilmu itu dibagi menjadi dua bagian; ilmu yang dibatasi sumber pengambilannya (muhaddad) dan ilmu yang tidak dibatasi sumber pengambilannya (ghairu muhaddad). Yang pertama, hanya bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan yang kedua
KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH UDHHIYYAH RISÂLAH 'IEDUL ADHHA 1440 H. FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA Bersama: Teten Romly Qomaruddien Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Lâ Ilâha Illallâh, Wallâhu Akbar, Allâhu Akbar, Walillâhilhamd Ikhwânie fid dîn a'azzakumullâh ... Kita berkumpul di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, seakan semua menjadi saksi betapa rendah dan hinanya kita di hadapan Pencipta yang Maha agung dan Maha perkasa. Patut disyukuri, atas kasih dan sayangnya Allah 'azza wa jalla pula sampai saat ini kita semua berada dalam nikmat Iman, Islam dan Ihsan, yaitu kenikmatan hidup di bawah lindungan anugerah Allah dengan bimbingan kehanifan ajaranNya. Namun demikian, kenikmatan tersebut; damai dan sejahterany
“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

“NYOROG ELMU ATIKAN” (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung)

Tarbiyah
"NYOROG ELMU ATIKAN" (MENIMBA ILMU PENDIDIKAN) BERSAMA PROF. H. ATIP LATIFUL HAYAT, SH, LLM, Ph.D. (Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran Bandung) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Hari-hari bulan syawwal masih diselimuti suasana mudik dan nuansa lebaran, namun qaddarallâh hampir di semua desa yang di situ ada lembaga pendidikan (madrasah, pesantren) diramaikan pula dengan Haflah Imtihan (berupa hiburan rakyat yang ditampilkan anak-anak santri dalam rangka perpisahan dan taujih umum untuk masyarakat). Di antara taujih umum kali ini, senior kami Kang Atip cukup menarik perhatian. Di samping sudah sangat lama teu pendak, rasanya sangat penting pula untuk turut serta nyipuh ilmu pangaweruh nyuprih pangarti bersama beliau. Di antara mutiara yang dapat kami ringkaskan dari pemaparannya adala
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu’allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut)

Tarbiyah
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam ber
KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

KHUTBAH PERADABAN RISALAH ‘IEDUL FITHRI 1440 H : “MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH” (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman)

Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH PERADABAN RISALAH 'IEDUL FITHRI 1440 H. "MENEPIS FITNAH MENGGAPAI AGUNGNYA FITHRAH" (Jawaban Bijak Fenomena Akhir Zaman) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ikhwâni fid dîn A’azzakumullâh ... Saudara-saudara … kaum muslimin yang berbahagia, Patut disyukuri di pagi yang cerah ini, diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan Takbir, Tahlil dan Tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah ‘Azza wa Jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia da

This site is protected by wp-copyrightpro.com