Jumat, November 15News That Matters

Uncategorized

PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU

Fiqih Kontemporer, Uncategorized
PENGERTIAN ‘ULAMA DAN KARAKTERISTIK AHLI ILMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pengertian ulama Secara bahasa, kata ulama ('ulamâ`) merupakan bentuk jamak dari kata Arab 'alîm, artinya seseorang yang memiliki kualitas ilmu, pengetahuan, kearifan, sains dalam pengertian yang lebih luas. Dalam pengertian 'maha' (mubâlaghat), artinya sangat mengetahui (maka Allah bersifat 'Alîm). Menurut H.A.R. Gibb dan J.H. Kramers dalam Shorter Encyclopedia of Islam sebagaimana dikutip Dr. Rifyal Ka'bah, pemakaian kata ulama yang popular adalah bentuk jamak dari 'âlim, artinya yang memiliki pengetahuan, orang alim dan seterusnya. (Lihat: Krisis Ulama Sebagai Pewaris Para Nabi, 1988: hlm. 3) Dalam Al-Mu'jam al-Wasîth, dijelaskan bahwa al-'ilmu itu sendiri yang memberikan kualitas kepada 'ulama, di ma
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional)

Tarbiyah, Uncategorized
MENANTI GENERASI ULAMA YANG ILMUWAN (Kado Spesial di Hari Santri Nasional) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk membeda-bedakan antara ulama dan ilmuwan. Karena secara substantif, kedua istilah tersebut sama-sama menyebutkan tentang seseorang atau lebih yang menaruh perhatian terhadap dunia ilmu. Kesungguhan keduanya dalam menyingkap tabir ilmu pengetahuan, memiliki nilai yang sama. Adapun yang membedakan keduanya adalah dalam pengambilan sumber ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pandangannya, bahwa sumber ilmu itu dibagi menjadi dua bagian; ilmu yang dibatasi sumber pengambilannya (muhaddad) dan ilmu yang tidak dibatasi sumber pengambilannya (ghairu muhaddad). Yang pertama, hanya bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan yang kedua
HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA’WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku “Biografi Mohammad Natsir”)

HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA’WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku “Biografi Mohammad Natsir”)

Hikmah, Uncategorized
HAYAT JUANGMU INSPIRASI DA'WAH KAMI (Apresiasi Generasi Anak Bawang Atas Terbitnya Buku "Biografi Mohammad Natsir") Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sedikit pengetahuanku tentang dirimu; selain bukan maqam dan zaman-nya bagi diri ini untuk membincangmu, namun perjalanan hidup juangmu begitu sangat menarik untuk dikenang oleh generasi mana pun jua. Termasuk aku yang sekedar tahu dari karya-karyamu, namun sempat melihatmu pada masa-masa akhir tahun 1993an dalam usia 84 tahun. Ketika wafatmu, masih sempat menyaksikan ribuan jamaah mengantarkan jenazahmu, dan aku pun turut serta mengiringkan ke tempat peristirahatan di TPU Karet Bivak Tanah Abang Jakarta Pusat. Ketika membicarakan negara, tak lengkap rasanya tanpa menyebut keterlibatan dirimu. Ketika membahas perjuangan ummat, hambar rasa...

AROMA “TALBÎS IBLÎS” DALAM PEMIKIRAN KAUM DIABOLIS (Tanggapan Santri Terhadap Prahara Intelektual Kita)

Uncategorized
AROMA "TALBÎS IBLÎS" DALAM PEMIKIRAN KAUM DIABOLIS (Tanggapan Santri Terhadap Prahara Intelektual Kita) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pandangan seseorang sangat ditentukan oleh cara berfikirnya, dan cara berfikir seseorang sangat ditentukan oleh akalnya. Karenanya, suatu pandangan akan benar apabila cara berfikirnya benar, dan cara berfikir yang benar sangat ditentukan oleh sehat dan selamatnya akal orang tersebut. Demikian pula dengan pandangan yang keliru, sangat dipengaruhi cara berfikirnya yang salah, dan cara berfikir yang salah sangat dipengaruhi oleh akalnya yang rusak. Sehat, selamat dan rusaknya akal seseorang sangat ditentukan oleh sejauhmana kepatuhan dan ketundukkannya pada wahyu Allah 'azza wa jalla. Ungkapan tersebut, sudah diisyaratkan para ahli ilmu terdahulu (semis
MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan)

MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan)

Kebangsaan, Uncategorized
MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien 74 tahun sudah, negeri ini diproklamirkan sebagai bangsa yang merdeka; Sebuah usia yang telah cukup memenuhi syarat untuk menjadi bangsa yang jauh lebih dewasa dan maju dalam keadilan dan kemakmuran sebagaimana layaknya bangsa-bangsa yang telah merdeka sejak lama. Agar tidak menjadi anak bangsa yang melupakan sejarahnya, atau generasi lupa diri akan "purwadaksi" pengorbanan masa lalu pendahulunya, merupakan sikap yang tepat apabila kita merenungkan bagaimana caranya agar kemerdekaan yang ada tetap terpelihara dan jangan sampai terampas kembali oleh pihak-pihak yang ingin merebutnya. Seperti halnya banyak disampaikan orang-orang bijak; "Api peradaban tida...
QURBAN DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Mengokohkan Tauhîd Menuju Keshalihan Sosial)

QURBAN DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Mengokohkan Tauhîd Menuju Keshalihan Sosial)

Fiqih Kontemporer, Uncategorized
QURBAN DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (Mengokohkan Tauhîd Menuju Keshalihan Sosial) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagai agama yang rahmatan lil 'âlamîn, Islam tidak sekedar mengajarkan pada penganutnya akan pentingnya keshalihan peribadi saja (individual), melainkan keshalihan sosial yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian yang asasi. Di antara ajaran tersebut, adalah pelaksanaan qurban yang di dalamnya mengandung banyak nilai-nilai rabbani dan mausiawi sekaligus. Dustur Rabbâni sebagai landasan teologis dan realita ummat dalam kehidupan yang sebenarnya sebagai pijakan sosiologis menjadi bukti kuat bahwa keduanya tidak dapat dipisahkan. Allah 'azza wa jalla berfirman: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْ
KULIAH PEMIKIRAN ISLAM BERSAMA PROF. DR. ALI GARISYAH

KULIAH PEMIKIRAN ISLAM BERSAMA PROF. DR. ALI GARISYAH

Manhaj, Uncategorized
KULIAH PEMIKIRAN ISLAM BERSAMA PROF. DR. ALI GARISYAH* Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bagi aktivis dakwah tahun 1980an, siapa yang tidak mengenal Prof. Dr. Ali Garisyah (tertulis dalam ejaan Arabnya: علي جريشة). Penulis sendiri mengenali tulisannya tahun 1988 - 1990an selagi masih di Madrasah Aliyah. Ingat beliau, ingat salah satu karyanya Manhajut Tafkîr al-Islâmy walaupun karya beliau sudah tentu bukan ini saja. Buku asli yang diterbitkan tahun 1986 oleh penerbit Wahbah Mesir ini, diterjemahkan Salim Basyarahil dari Gema Insani Press Jakarta tahun 1989. Pemikir yang lahir tahun 1935 ini, sebenarnya seorang ahli hukum dengan beberapa jabatan keahlian yang dijalaninya (baik sebagai dosen, hakim dan asisten Jaksa Agung). Karena kekritisannya, beliau harus mengalami penjara militer Me
FITNAH DAJJAL; PETAKA TERBESAR KEKISRUHAN ZAMAN AKHIR

FITNAH DAJJAL; PETAKA TERBESAR KEKISRUHAN ZAMAN AKHIR

Aqidah, Uncategorized
FITNAH DAJJAL; PETAKA TERBESAR KEKISRUHAN ZAMAN AKHIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Membaca kembali literatur para ahli ilmu, terkait petaka terbesar zaman akhir (fitnatul kubrâ). Maka kita akan menemukan beragam berita kenabian yang cukup mengerikan; sebuah huru-hara yang tidak pernah terjadi sebelumnya, petaka terdahsyat sepanjang sejarah yang akan melanda ummat manusia. Jika dibandingkan dengan berbagai kekisruhan yang pernah terjadi di muka bumi, semua itu belumlah sebanding dengan fitnah yang satu ini. Itulah fitnah kemunculan dajjal. Ada ragam sikap dan pandangan mengenai peristiwa tidak lazim ini, tidak kurang berbagai interpretasi (tafsîr, ta'wîl) pun bermunculan, termasuk pandangan-pandangan di luar Islam. Artikel yang cukup menarik dari Hendra Saputra yang diedit Yunan
ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

ISTIQOMAH DALAM DA’WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN “PANCAROBA”

Da'wah, Uncategorized
ISTIQOMAH DALAM DA'WAH DAN TARBIYAH; KIAT UMMAT HADAPI ZAMAN "PANCAROBA" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Kalaulah bukan karena kegigihan para Nabi dan Rasul, maka agama tauhîd tidak akan pernah berdiri tegak di muka bumi. Kalaulah bukan karena kerja keras generasi emas, maka mutiara sunnah tidak akan pernah kita dapatkan dalam kehidupan. Kalaulah bukan karena da'wah dan tarbiyah para penyeru keduanya, maka ummat pun akan kehilangan pijakan dan kompas hidupnya. Semua itu bermuara pada satu kata universal yang mengokohkan dan menyimpan banyak harapan di sepanjang kehidupan. Itulah Istiqomah. Karenanya, jawaban Rasûlullâh shalallâhu 'alahi wa sallam sangat tepat, ketika seorang shahabat bertanya kepada dirinya terkait amalan mulia yang yang sangat luar biasa dahsyatnya. Perkara ini pern
PERISTIWA GERHANA; ANTARA MITOS, MU’JIZAT ILMIAH DAN AJARAN SYARI’AT Oleh: Teten Romly Qomaruddien

PERISTIWA GERHANA; ANTARA MITOS, MU’JIZAT ILMIAH DAN AJARAN SYARI’AT Oleh: Teten Romly Qomaruddien

Hikmah, Uncategorized
PERISTIWA GERHANA; ANTARA MITOS, MU’JIZAT ILMIAH DAN AJARAN SYARI'AT Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dialah Allah 'azza wa jalla, yang dengan kekuasaanNya diciptakan langit dan bumi dengan segala isinya. Tidak terkecuali penciptaan matahari (as-syams) dan bulan (al-qamar) dengan segala keistimewaan keduanya. Di antaranya terjadinya gerhana matahari (kusuf) dan gerhana bulan (khusuf) merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Dzat Maha pencipta. Demikian pula yang akan terjadi malam ini, bertepatan dengan hari Rabu, 14 Dzulqa'dah 1440 H./ 17 Juli 2019 M. yang secara astronomi awal gerhana dimulai jam 03:01:45 WIB., pertengahan gerhana terjadi jam 04.30.44 WIB. dan akhir gerhana terjadi pada jam 05:59:44 WIB. (Lihat: Surat Edaran Persatuan Islam, Tentang Gerhana Bulan Sebagian, N
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA’WAH

Manhaj, Uncategorized
KAJIAN ZHUHUR MASJID WADHHAH ABDURRAHMAN AL-BAHR PUSDIKLAT DEWAN DA'WAH KUTAIBAT: Ad-Dînus Samâwy Huwal Islâm Karya Dr. Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy (Bagian ke-4) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Fikratut Taqrîb Bainal Adyân wa Kamâlur Risâlah al-Khâtimah Setelah penulis buku kecil ini (Syaikh Abdul Azîz bin Abdillâh al-Humaidy rahimahullâh) memaparkan latar belakang mengapa beliau menuliskan goresan pena yang ringkas ini, dilanjutkan pembahasan terkait bahwa Islam adalah sejatinya ad-dîn, beliau pun menguraikan dengan jelas bahwa Islam merupakan agamanya seluruh para Nabi dan Rasul. Selain itu, penulis pun menegaskan, para Nabi dan Rasul memiliki agama yang sama (yakni al-Islâm) sekalipun tata cara bagaimana mereka beribadah (syarâ'i) berbeda-beda. Sebagai bahasan pamungk
KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

KHUTBAH UDHHIYYAH | RISÂLAH ‘IEDUL ADHHA 1440 H | FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA

Hikmah, Tarbiyah, Uncategorized
KHUTBAH UDHHIYYAH RISÂLAH 'IEDUL ADHHA 1440 H. FALÂ TAMÛTUNNA ILLÂ WA ANTUM MUSLIMÛN; MENEGASKAN KEMBALI IDENTITAS KEISLAMAN KITA Bersama: Teten Romly Qomaruddien Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Lâ Ilâha Illallâh, Wallâhu Akbar, Allâhu Akbar, Walillâhilhamd Ikhwânie fid dîn a'azzakumullâh ... Kita berkumpul di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, seakan semua menjadi saksi betapa rendah dan hinanya kita di hadapan Pencipta yang Maha agung dan Maha perkasa. Patut disyukuri, atas kasih dan sayangnya Allah 'azza wa jalla pula sampai saat ini kita semua berada dalam nikmat Iman, Islam dan Ihsan, yaitu kenikmatan hidup di bawah lindungan anugerah Allah dengan bimbingan kehanifan ajaranNya. Namun demikian, kenikmatan tersebut; damai dan sejahterany
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU

Uncategorized
DUHAI NEGERIKU, KEMBALILAH PADA FITHRAHMU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tidak akan ada seorang anak bangsa mana pun yang rela mendengarkan atau menyaksikan bangsanya sendiri berada di tepi jurang kehancuran. Sebaliknya, anak bangsa mana pun akan dibuat senang karenanya, apabila mendengar dan menyaksikan, bahkan merasakan bangsanya ada dalam limpahan keberkahan, kemakmuran, kesejahteraan, damai, aman dan tentram ... Gemah ripah loh jinawi tata tengtrem kertaraharja ... baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafûr. Cerminan negeri bermartabat, sangat tergantung pada masyarakatnya yang bermartabat pula dan masyarakat yang bermartabat sangat ditentukan oleh anak bangsanya yang bermartabat pula. Hubungan harmonis ini akan lebih dapat dirasakan apabila dibangun di atas sinergisitas antara para
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

Hikmah, Uncategorized
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN PETA BUMI INTELEKTUAL ALUMNI PESANTREN PERSATUAN ISLAM YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS (Orasi Ilmiah Pelepasan dan Perpisahan Santri Mu'allimien Angkatan XXXIV Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Garut) Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhârah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqâfah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turâts). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'ânul Kariem atau pun sabda Nabi shalallâhu 'alaihi wa sallam 
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI’AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal)

Tsaqofah, Uncategorized
SYAWWALAN ANTARA ADAT DAN SYARI'AT (Menjunjung Sunnah di Tengah Kearifan Lokal) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dalam tradisi Sunda ada istilah "hahampuraan" atau "silih hapunten", di mana setiap lepas menunaikan ibadah shaum ramadhan yang ditutup dengan lebaran, kaum Muslimin saling meminta maaf satu sama lain. Tentu saja hal serupa terjadi pula di tempat-tempat lain di pelosok Nusantara ini. Negeri elok zamrud khatulistiwa, tidak sekadar menyimpan keragaman hayati, melainkan populis budhaya yang bhineka dan berbagai kearifan lokal (local wisdom) yang banyak jumlahnya. Sebelum masuk ramadhan, diawali dengan "kuramasan" (berkeramas) dan "rantangan" (saling mengirim makanan khas dengan tentengan rantang). Lalu diakhiri dengan lebaran yang diramaikan dengan makanan khas "kupat" (ket

This site is protected by wp-copyrightpro.com