Rabu, Januari 19MAU INSTITUTE
Shadow

Uncategorized

MENATA KEMULIAAN MENYAMBUT HARI ESOK YANG PENUH KEBERKAHAN

MENATA KEMULIAAN MENYAMBUT HARI ESOK YANG PENUH KEBERKAHAN

tasqafah, Uncategorized
MENATA KEMULIAAN MENYAMBUT HARI ESOK YANG PENUH KEBERKAHAN// Tak ada silang pandangan di kalangan pemburu ilmu dan amal [thaalibul 'ilmi wal 'amal], bahwa hari jum'at adalah hari yang penuh hiasan keberkahan. Karenanya, menata kemuliaan merupakan sesuatu yang niscaya dilakukan. Di antaranya ada empat capaian kemuliaan yang diinginkan: Afdhalul qalbi qalbun shaadiqun; Menjadi pemilik hati paling mulia, yaitu hamba yang selalu berusaha menjaga ketulusan. Afdhalun naas man lan yansaaka liannahu yuhibbuka fillaah; Menjadi sebaik-baiknya manusia, yaitu seseorang yang tak pernah melupakanmu karena dirinya mencintaimu karena Allah 'azza wa jalla. Afdhalul ayyaam yaumun yamurru bika bilaa dzanbin; Menjadi seseorang yang sukses menapak hari, yaitu hari-hari yang dilewati tanpa kubangan perbuat...
MANUSIA DAN AGAMA BUKAN UNTUK DIBENTURKAN

MANUSIA DAN AGAMA BUKAN UNTUK DIBENTURKAN

Aqidah, Uncategorized
MANUSIA DAN AGAMA BUKAN UNTUK DIBENTURKAN// Sebagian kalangan, ada yang berpandangan: "Belajarlah anda menjadi manusia sebelum belajar agama, agar kelak ketika membela agama tetap menjadi manusia, tidak bertindak sebagai Tuhan". Untaian kalimat ini tentu ada benarnya, apabila yang dimaksudkan pentingnya memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dalam memahamkan agama. Namun, apabila yang dimaksudkan menyalahkan manusia yang tengah berikhtiar menegakkan kebenaran agama dengan tuduhan menggantikan fungsi Tuhan, tentu tak dapat dibenarkan. Apa yang menjadi hak Tuhan, dan mana yang menjadi kewajiban manusia, sudah sangat jelas dituntunkan. Karenanya, keduanya tak elok untuk dibenturkan. Justeru yang patut kita wanti-wantikan adalah: "Ajarilah anak-anak kita ngaji yang benar, agar sudah besar ...
DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS

Hikmah, Uncategorized
DALAM DAKWAH SEMUANYA EMAS; TAK ADA ANAK EMAS// Selagi menjadi mahasiswa, pernah diberi amanah mendampingi seorang mentor membedah buku Fiqhul Waaqi' karya Nashir Sulaiman al-'Umr. Sebuah panduan praktis yang mengurai bagaimana aktivis dakwah wajib memahami realita ummatnya. Seorang peserta bertanya, mengapa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika ditanya "Amal apakah yang paling mulia? Terkadang Nabi menjawab: berbuat baiklah kepada orang tua, shalatlat di awal waktu, infaqlah di jalan Allah, bahkan menjawab berjihadlah di jalan Allah". Sang mentor menjawab, "Itulah Nabi, beliau sangat memahami realita, dan tahu siapa yang bertanya, maka jawaban disesuaikan dengan kadar akal orang yang bertanya". Demikian pula dalam hal peran dakwah, semua muslim berakal dan dewasa memiliki tugas ...
LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH

LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH

Hikmah, Uncategorized
LELAH BERPETUAH BERARTI TURUT ANDIL SIAPKAN GENERASI LEMAH// Sunnah yang terlupakan, di mana mengingatkan generasi anak cucu akan pentingnya ajaran agama merupakan kewajiban yang tak boleh diabaikan. Hisyam bin 'Urwah menceritakan nasihat ayahnya: As-sunana, as-sunana, fa innas sunana qiwaamud dien; "Perhatikan sunnah Nabimu, perhatikan sunnah Nabimu. Karena sunnah Nabi itu tiang pancang agamamu". Demikian penulis kitab Dharuuratul Ihtimaam Bis Sunanin Nabawiyyah [1414: hlm. 39] menukilkan. Siapa pun kita, tanpa membedakan satu sama lain terpanggil untuk menunaikannya. Orang tua kita doeloe berpesan: Abah mah teu nitah hidep jadi ajengan, kumaha hidep bae ka hareupna mah. Nu penting mah, ulah eureun ngaji nyiar elmuna. Supaya nyaho ka diri jeung nyaho ka Gusti. Artinya: "Ayah ngak nyu...
TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUT

TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUT

Pendidikan, Tarbiyah, Uncategorized
TAUTSIEQUL HIMMAH; IKHTIAR MENGOKOHKAN BUDAYA ILMU SANTRI AKHIR PESANTREN PERSATUAN ISLAM CIBATU-GARUTOleh:Bidang Publikasi dan Dokumentasi Untuk memberikan pembekalan bagi santri akhir, Pesantren Persatuan Islam 81 Cibatu Garut telah menyelenggarakan program "pematangan" berupa daurah santri selama sepekan lamanya. Selain santri Rijaalul Ghad dan Ummahaatul Ghad dimatangkan kembali ingatan kognetif, afektif, dan psikomotoriknya, juga diberikan berbagai wawasan kekinian lainnya. A. Dialog Pendidikan Islam Dengan menghadirkan Dr. H. Adian Husaini, M.Si [Kaprodi doktoral Pendidikan Islam UIKA Bogor, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia] yang didampingi Mudier 'Aam Pesantren, suguhan pembahasan lebih diarahkan kepada bagaimana santri harus merasa bangga dan mulia menjadi ...
15 MENIT DARI MIMBAR PERADABAN BAGHASASI

15 MENIT DARI MIMBAR PERADABAN BAGHASASI

Da'wah, Uncategorized
15 MENIT DARI MIMBAR PERADABAN BAGHASASIOleh:Teten Romly Qomaruddien Mengakhiri Jum'at pamungkas tahun 2021 di Masjid Islamic Center Bekasi-Jawa Barat, pengurus DKM menyodorkan tema: "Pesan Peradaban dari Pergantian Tahun untuk Ummat". Dalam durasi singkat tersebut, khatib hanya bisa menyampaikan pesan-pesan berikut: Pertama; Tak ada yang lebih istimewa dari pergantian tahun [baik qamariyyah atau pun syamsiyyah] selain bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan, juga tadabbur akan tanda-tanda kebesaran Allah 'azza wa jalla. Kedua; Potret perjalanan setahun [kaleidoskop] merupakan "sunnatul mudaawalah" yang akan terus bergulir sepanjang waktu. Selain muhaasabah, maka yang paling penting dilakukan adalah fa idzaa faraghta fanshab; "Apabila telah selesai merampungkan suatu agenda,...
MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN

MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN

Hikmah, Uncategorized
MENUMBUHKAN ITU BUKAN MELUMPUHKAN// Memang tak mudah untuk menjadikan diri ini sebagai tempat bersandar; Orang tua menjadi payung dan penopang bagi anak-anaknya, dan anak-anak menjadi penyejuk bagi kedua orang tuanya. Suami menjadi tiang sandar bagi isterinya, dan isteri menjadi penawar atas beban dan keluh kesah suaminya. Seorang guru mampu meyakinkan muridnya, dan murid mampu menunjukkan prestasi bagi gurunya. Seorang senior mampu mewariskan keteladanan bagi yuniornya, dan yunior mampu menunjukkan harapan bagi seniornya. Seorang komandan mampu menyemangati prajuritnya, dan prajurit berhasil menunjukkan kesetiaan dan kepatuhannya. Demikian pula dalam mengarungi urusan ummat yang lebih besar; perjuangan dakwah, berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semuanya tak lepas...
YANG TERSISA DI WAKTU SENJA

YANG TERSISA DI WAKTU SENJA

Hikmah, Uncategorized
YANG TERSISA DI WAKTU SENJA// Sungguh, penciptaan yang sempurna. Tak hanya gambarkan baqa'-nya alam akhir dengan segala yang dilaluinya, namun lukiskan pula fana'-nya dunia dengan segala yang ada di dalamnya. Di antaranya, ada siang, juga ada malam. Allah 'azza wa jalla ciptakan malam sebagai waktu untuk istirahat [libaasan; makna asal berselimut], dan jadikan waktu siang untuk mata pencaharian [ma'aasyan; makna asal penghidupan]. Demikian kalamNya memfirmankan. Ketika mentari muncul di ufuq timur, terbentanglah garis putih sirnakan bayangan hitam. Ketika kala senja, bayangan hiasan merah jingga tuntunkan mentari terbenam ke peraduan. Rembulan pun tak mau kalah, diiringi cahaya bintang gemintang berkedipan hantarkan purnama yang menakjubkan. Naiklah sebentar ke tempat ketinggian wahai...
BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA

Hikmah, Uncategorized
BAHASA ADALAH JEMBATAN RASA// Kata-kata bijak seringkali luluhkan hati, itulah Abu Bakar as-Shiddiq. Kata-kata digdaya penuh 'izzah pria gagah, itulah 'Umar bin Khaththab. Kata-kata yang melarutkan jiwa mampu menitikkan air mata, itulah Utsman bin 'Affan. Kata-kata cerdas membahana penuh pesona, itulah 'Ali bin Abu Thalib. Mereka adalah generasi yang Allah 'azza wa jalla ridhai, dan mereka pun meridhaiNya. Kapan gelegar kata harus mendentum hebat, dan kapan pilinan kata lembut harus lirih. Kapan kata-kata bijak harus menyeruak, dan kapan kata-kata pesona harus keluar? Semuanya ada tempatnya, seiring sejalan dengan kawalan iman. Betapa pikiran dan hati wajib senyawa, karena keduanya akan mendorong kata yang keluar dari lisan. Ternyata benar, "Membuncah kata beraroma dusta, jauh lebih m...
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN

Hikmah, Uncategorized
REDUPNYA MASIH SISAKAN KEINDAHAN// Terkadang kita banyak mengeluh, dari pada bersyukur. Lebih mengedepankan ratapan, ketimbang harapan. Lebih senang berenang di lautan amarah dan gundah, dari pada berselancar di samudera pemaafan dan kelapangan. Sikap dengki yang tak berujung hanya akan melanggengkan kesumat, sedangkan sikap penyayang menjamin datangnya cinta kasih dan persaudaraan. Benar, beragama saja tak cukup sekadar mengunggulkan keshalehan ritual yang ditampakkan. Melainkan, sejauhmana seorang hamba mampu membunuh nafsu hayawan yang membelenggu qalbu dan jiwa insan. Seorang sahabat pernah menasihati: "Belajarlah untuk bahagia atas kesuksesan saudaramu … Dan sebaliknya, sederhanakan ekspresi bahagiamu agar tidak jadi peluang tumbuhnya rasa hasad di hati saudaramu". Sungguh, akal
BELAJARLAH DARI MEREKA

BELAJARLAH DARI MEREKA

Hikmah, Uncategorized
BELAJARLAH DARI MEREKA// Tanpa bermaksud menyoal apa yang dilakukannya, namun bagi diriku "safarku adalah madrasahku". Apa yang diucapkannya mungkin biasa saja bagi kebanyakan orang, namun diriku sungguh ternasihati. Apa yang dipakainya itu, aku pun tidak begitu paham mengapa pakaian itu yang dipilihnya. Yang jelas, 'izzah dan ghirah hidupku semakin tumbuh menyaksikannya. Kesantunannya dalam menyapa, membuat aku sangat menghargainya. Dia telah mengajariku di kendaraan ini tentang hakikat, tentang substansi, dan tentang komunikasi. Pagi ini, aku harus belajar darinya; Belajar tentang bagaimana aku harus bersyukur, dan bagaimana diri harus selalu besar hati menghadapi apa yang tengah dihadapi. "Untuk menjadi orang bijak, tidaklah cukup mengisi akal pikiran semata dengan ilmu pengetahuan...
DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM

DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM

Jadwal Kajian, Uncategorized
DILEMA MULTITAFSIR WASATHIYYATUL ISLAAM// Istilah wasathiyyatul Islaam, merupakan musthalahat syar'i yang termaktub dalam kalam Allah 'azza wa jalla [Lihat QS. Al-Baqarah/2: 143]. Abu Sa'id al-Khudri radhiyallaahu 'anh menjelaskan, bahwa Allah bertanya kepada Nabiyullah Nuh 'alaihis salaam terkait risalah yang disampaikan pada ummatnya, dan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam kelak menjadi saksinya. Demikian Imam Bukhari meriwayatkan [8/141, no.4487]. Adapun disematkannya ummatan wasathan terhadap ummat Rasul, merupakan anugerah atas kepercayaan Allah sebagai ummat pilihan yang adil dan seimbang. Diskursus berikutnya, kini istilah ini berkembang maknanya dengan beragam penafsiran. Yang jelas, para ulama memaknainya dengan karakteristik istiqamah di antara dua tarikan yang ujung...
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH

Hikmah, Uncategorized
JANGAN PESIMIS, OPTIMISLAH // Apa yang Allah 'azza wa jalla tetapkan untukmu, itu lebih baik dari apa yang engkau inginkan. Bahkan, bisa jadi lebih utama dari apa yang engkau sukai, dan lebih mulia dari apa yang sering engkau semogakan. Apa pun yang terjadi dalam perjuangan hidupmu, jangan pernah menyerah. Hadapi tantangan yang menghadang, dan berikan yang terbaik bagi semua orang. Yang mendukungmu, yang mencintaimu, senantiasa menanti hasil karyamu dengan segala daya upaya, hingga ujung kemampuan yang engkau miliki. Masih ingatkah petuah yang menasihatkan? Lauw lam takunil hayaatu shu'batan … Lammaa kharajnaa min buthuuni ummahaatinaa nabkiy; "Seandainya hidup ini tidak sulit, maka kita tidak akan keluar dari rahim ibu kita dalam keadaan menangis". Berprasangka baiklah pada Rabb-mu;

BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN

imamah, Tarbiyah, Uncategorized
BERAMAL DI TENGAH KEFANAAN// Selain maknanya dekat, sementara, kata ad-dunyaa beririsan makna dengan diinun [agama] dan dainun [utang]. Keduanya bermuara kepada kata al-jazaau, maknanya "balasan". Karenanya, kenikmatan dunia bersifat sementara. Ath-Thabari rahimahullaah berkata: Aku pernah mendengar Abu Bakar Asy-Syibli mengatakan: "Jika engkau melihat dunia dengan segala kemewahannya, maka lihatlah tempat pembuangan sampah, seperti itulah dunia. Jika engkau ingin melihat hakikat dirimu, maka ambillah segenggam tanah, karena engkau diciptakan darinya, akan kembali menjadi tanah, dan dibangkitkan pun ketika engkau sedang terkubur tanah. Dan jika engkau ingin melihat keadaan dirimu, maka lihatlah apa yang keluar dari isi perutmu ketika engkau ada di kakus. Siapa saja yang keadaannya sep...
AGAMA TELAH SEMPURNA; “NGAGUAR” WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMAN

AGAMA TELAH SEMPURNA; “NGAGUAR” WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMAN

tasqafah, Uncategorized
AGAMA TELAH SEMPURNA; "NGAGUAR" WARISAN EMAS PERADABAN NABI AKHIR ZAMANOleh:Teten Romly Qomaruddien A. Pengakuan Kesempurnaan Ada seorang Yahudi menghampiri ‘Umar bin Khaththab radhiyallaahu anhu, lalu berkata: "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian membaca sebuah ayat dalam kitab kalian. Jika ayat tersebut diturunkan kepada kami, niscaya hari turunnya ayat itu sudah kami jadikan sebagai Hari Raya." Ayat yang mana?’ tanya ‘Umar. Yahudi itu pun menjawab, yaitu firman Allah 'azza wa jalla: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا "… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu." (Al-Maaidah/5: 3) Maka ‘
error: Content is protected !!