Kamis, Oktober 21MAU INSTITUTE
Shadow

Tag: MUI

ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat)

AKHBAR NEWS!
ILMIAH DALAM BERHUJJAH DAN TANGKAS DALAM BERARGUMEN (Catatan Ringkas Pengantar Moderator dalam Diklat Kristologi KDK-MUI Pusat) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Berpijak pada ayat Allah 'azza wa jalla, yang termaktub dalam QS. An-Nahl/ 16: 125 : ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ "Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, tutur kata yang baik (mauizhah hasanah), dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik (mujadalah billati hiya ahsan)." Maka, cukuplah ayat tersebut menjadi pondasi yang mampu memetakan objek dakwah. Ada objek dakwah yang harus dihadapi penuh kebijakan, ada yang memang harus menggunakan tutur yang teratur dan nasihat yang tepat, juga bertukar pikiran dengan cara-cara yang baik apabil
FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI)

AKHBAR NEWS!
FORUM GROUP DISCUSSION KOMITE DAKWAH KHUSUS MAJELIS ULAMA INDONESIA (FGD-KDK MUI) Tentang: "Pemetaan Gerakan Dakwah Khusus di Daerah Rawan Pemurtadan" Oleh: Teten Romly Qomaruddien Dengan memanjatkan segala puji dan rasa syukur kepada Rabbul 'Aalamiin, semoga aktivitas keummatan yang dijalankan ada dalam berkah dan lindunganNya ... Aamiin. Di antara kewajiban hamba terhadap agamanya, adalah mengawal ajaran agama tersebut di samping mempelajari dan mengamalkannya. Dalam konteks dakwah sebagai gerakan, Komite Dakwah Khusus (KDK) MUI Pusat memiliki tugas mulia, yakni mengawal aqidah ummat dan menjalankan dakwah sebagaimana mestinya (himaayat al-ummat wa ad-da'wah) secara profesional dengan tidak mengabaikan anaashir konstitusional yang berlaku. Dengan bertolak pada tugas pokok
PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR

PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR

AKHBAR NEWS!
PENGUATAN LITERASI KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN DIGELAR; Bertempat di Yayasan Bung Karno Jakarta Pusat, MUI Pusat menyelenggarakan acara tersebut. Dr. H. Anwar Abbas (Sekjen) menyampaikan: "Kita kembalikan literasi kita kepada haq, bukan hoax". Menurutnya, belakangan ini pandangan "sekular fundamentalis" wajib diwaspadai, di mana mereka berupaya menjauhkan tokoh-tokoh pendiri bangsa terkesan jauh dari nilai religius. Ini dibenarkan Dr. Rusydi Husein (Yayasan Bung Karno) dengan data-data sejarah yang dibacanya. Adapun Dr. Ar-Razi Hasyim (Peneliti Darus Sunnah), memaparkan bahwa literatur sejarah hendaknya lebih selektif seperti halnya ilmu hadits. Dalam kesempatan ini, al-faqir mengajukan beberapa hal; dalam menyingkap literasi ini, harus universal dan integral. Bagaimana kaitan para pendir...
MUI-DEWAN DA’WAH BERSAMA HADAPI AHMADIYAH

MUI-DEWAN DA’WAH BERSAMA HADAPI AHMADIYAH

AKHBAR NEWS!
MUI-DEWAN DA'WAH BERSAMA HADAPI AHMADIYAH; Terkait sidang MK atas gugatan Ahmadiyah, ke depan keduanya diharapkan lebih memaksimumkan kesiapannya. Dibuka Ketua Bidang Hukum-Perundang-undangan MUI Pusat, Prof. Dr. H. Mohammad Baharun dan Waketum Dewan Da'wah Drs. H. Amlir Syaifa Yasin, MA., juga diikuti para pengacara dari keduanya, Pusat Kajian Dewan Da'wah Bidang Ghazwul Fikri dan Humas. (lebih…)
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

Kebangsaan
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN Notulen: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Senang rasanya dapat menyaksikan kekompakkan semua elemen ummat Islam dari berbagai ormas dan gerakan dakwah dapat hadir dalam menyokong komitmen kebangsaan MUI dan responsif atas keprihatinan terhadap berbagai masalah keummatan dan kebangsaan. Dalam bingkai dasar negara Pancasila dan NKRI, tanggung jawab terhadap agama (mas'uuliyah dieniyyah) dan tanggung jawab kebangsaan (mas'uuliyah wathaniyyah) sudah terpenuhi di dalamnya sebagai pengejawantahan hiraasatud dien wa siyaasatud dunyaa, artinya bagaimana nilai-nilai agama dapat dipelihara dan urusan-urusan dunia dapat diatur dengan baik. Demikian pula dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika, bahwa kemajemukan yang baik adalah kemajemukan yang berjalan di atas kese...
error: Content is protected !!