BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH (Catatan ke-1)

BISIKAN HATI SERPIHAN KASIH SANG MENTARI (Catatan ke-1)

Seperti selaksa cahaya
Ia datang tanpa dipaksa
Seperti seantero jagat melanglang angan
Ia pun datang tanpa dirunding
Hanyasanya
Saat hati bicara
Tak butuh kata dan aksara
Diam saja cukup menjadi saksi
Ada banyak tanya
Tak ada jawab
Ada banyak rasa
Tak ada firasat
Bahwa … hidup butuh kehidupan
Dalam resonanse harmoni
Berdoa sajalah
Sejatinya peluh kan sirna dengan sendirinya
Karna kita punya sumber mata air jiwa
Yang kan meluruh semua noda
Dalam doa segala doa

Pertanyaan yang hiba memaksa untuk menulis
Ada kata yang singgah di benak
Kekuatan cinta dan rasa percaya
Dari teman sebaya
Mengingat hati … mata … jiwa … saling bicara
Untuk mengubah peduli menjadi cinta sejati
Saat menikmati kesadaran batin fikir sahabat hati di taman sekeliling
Peluh tak pernah menjadi bulir yang tersia
Keluh tak pernah menjadi kutukan celoteh
Karena keikhlasan baluti sahaja dalam wibawa
Terimaksih atas uluran yang tak terhingga
Di atas nasib dan taqdir sahabat kita yang tercinta
Mereka adalah jantung kita saat berdegup resah
Mereka adalah nafas kita saat menderu sedan
Mereka adalah doa kita yang selalu memeluk pagi
Untukmu sahabat … We sharing … in gathering … empowering … We can built the trust … that need a years … Jangan lelah … (Diadaptasi Oleh TenRomlyQ dari Serpihan “Jentikan Jemari Rusmiati Sundari Syam”, 2015)

Print Friendly, PDF & Email
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by wp-copyrightpro.com