Minggu, April 19MAU INSTITUTE
Shadow

persatuan umat

SEMBILAN RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

SEMBILAN RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

Kebangsaan, persatuan umat, Uncategorized
SEMBILAN RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN // Dengan idzin dan qadar Allah 'azza wa jalla, Jum'at tertanggal 09 Ramadhan 1444 H. kali ini, DKM Islamic Centre Kota Bekasi memberikan amanah berupa tema khutbah: Siklus Kebangkitan Ummat; Dari Mana Kita Mulai?. Sungguh tema yang cukup menggelorakan jiwa, di mana apabila kita menariknya 80 tahun mundur ke belakang, berarti kita telah menarik bentangan sejarah yang tidak terbantahkan dan bukti yang tidak mungkin dipungkiri. Itulah peristiwa dibacakannya "teks proklamasi" kemerdekaan bangsa ini oleh dua perwakilan anak bangsa, yakni Ir. Soekarno-Mohammad Hatta pada hari Jum'ah, tanggal 09 Ramadhan 1364 H [waktu Dhuha jam 10.00 WIB]. Sungguh, bulan Ramadhan dengan segala kemuliannya, telah memancarkan sinar kuat dan memantik bara yang mampu menghidupkan ...
MENGGAUNGKAN PERAN GERAKAN NASIONAL ANTI ISLAMOPHOBIA

MENGGAUNGKAN PERAN GERAKAN NASIONAL ANTI ISLAMOPHOBIA

Da'wah, Kebangsaan, persatuan umat, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Gerakan Nasional Anti Islamophobia [GNAI] yang dideklarasikan satu tahun lalu di aula Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, kini menggelar perhelatannya kembali di Hotel Grand Sahid Jl. Sudirman Jakarta Pusat. Hadir beberapa perwakilan tokoh ummat; baik kalangan perwakilan Ormas Islam, Lembaga Mu'allaf, akademisi, aktivis profesi, para seniman, bahkan ada dari pihak non muslim. Selain disampaikan pandangan tokoh-tokoh GNAI yang hadir; Abdullah al-Katiri, Habib Muchsin al-Athas, Buya Risman Muchtar, juga Dr. K.H. Muhyidin Junaidi, M.A. dari MUI Pusat dan para anggota presidium Majelis Ormas Islam [MOI] yang terdiri dari PUI, PERSIS, Dewan Da'wah Islamiyyah Indonesia, Mathla'ul Anwar, Wahdah Islamiyyah, BKSPP, Al-Ittihadiyyah, dan lain...

AGAR KACANG TIDAK MUDAH LUPA PADA KULITNYA

Hikmah, persatuan umat, Tsaqofah
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Dalam setiap kehidupan manusia tidak lepas dari "jalan cerita" masing-masing yang mungkin pernah dialaminya; Ada yang merasa kebahagian yang diraihnya seolah-olah tidak ada hubungan dengan orang lain, ada yang semula tidak turut serta berperas keringat tiba-tiba muncul jadi penguasa, ada yang sama sekali tidak ikut berjuang dalam waktu sekejap tampil menjadi pahlawan. Bahkan, ada pula yang dirinya merasa terusik ketika orang lain sukses atau bisa mengunggulinya sehingga harus berusaha keras untuk menyikut dan meminggirkannya. Adanya matahari kembar, merupakan sesuatu yang sangat tidak diinginkannya. Bukankah setiap taqdir itu ada masanya? Pepatah Arab mengingatkan: يسخر الله لك كل شيىء بوقته "Segala sesuatu akan ditetapkan Allah 'azza wa jalla p...
DATANG DAN PERGINYA SEBUAH GENERASI

DATANG DAN PERGINYA SEBUAH GENERASI

persatuan umat, Uncategorized
DATANG DAN PERGINYA SEBUAH GENERASI // Setiap Allah 'azza wa jalla mengutus para Nabi, maka Allah jadikan pula para pengikut setia yang siap melanjutkan misi sucinya. Di masa para Nabi dikenal dengan hawaariyyuun, sedangkan di masa Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam dikenal dengan ashhaabun. Untuk lebih berjalin berkelindannya khittah juang, maka mewujudkan semangat "Risalah merintis Dakwah melanjutkan" adalah keniscayaan. Datang dan perginya sebuah generasi merupakan sunnatullaah dalam perjuangan yang wajib diestafetkan, bukan untuk diabadikan sebagai puing kebanggaan dan fosil peradaban belaka. Itulah sejatinya sikap bijak generasi pelanjut yang wajib tertanam dalam relung batin yang teramat dalam. Benar Al-Qur'an mewartakan: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang...
error: Content is protected !!