MUSYAAHADAH; MUARA CINTA PARA ULAMA
Oleh: Teten Romly Qomaruddien
"Cinta itu saling menguatkan, bukan melemahkan". Demikian pesan ulama pujangga kebanggaan negeri zamrud khatulistiwa. Tadabbur ulang terhadap karya sastra legendaris seperti "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" atau "Di Bawah Lindungan Ka'bah" karya Buya Hamka, mengingatkan akan butiran nasihat emas ulama terdahulu. Salah satunya ulama abad pertengahan dari Andalusia Imam Ibnu Hazm al-Andalusiy [seorang faqih dan teolog Muslim ternama pada masa keemasan Islam Eropa yang wafat 456 H.].
Dengan latar belakang kaum bangsawan dan keluarga terdidik, karya demi karyanya lahir dari pengembaraan berpikir dan renungannya. Tidak terkecuali goresan sastrawi yang menakjubkan "Thuuqul Hamaamah" [bermakna: "Untaian Kalung Merpati"], yang di dalamnya sarat gejolak jiw...












