Sabtu, Agustus 22MAU INSTITUTE
Shadow

Kebangsaan

RENUNGAN KALAM YANG PATUT DIULANG DI HARI KEMERDEKAAN

RENUNGAN KALAM YANG PATUT DIULANG DI HARI KEMERDEKAAN

Kebangsaan, persatuan umat, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Perayaan demi perayaan kemerdekaan, senatiasa ditunjukkan masyarakat sebagai luapan kegembiraan. Bukan hanya sekadar merasa merdeka dari penjajahan bangsa asing [al-istiqlaal], juga merdeka jiwa dari berbagai himpitan hidup yang menelikung diri yang menyesakkan [al-hurriyyah]. Sepertinya, keduanya belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh semua lapisan masyarakat; Kalaupun ada yang telah merasakan hidup berkecukupan, namun masih jauh lebih banyak mereka yang masih merasakan beragam beban hidup yang memberatkan. Agar tidak dilupakan zaman, maka memutar ingatan dan berkaca diri terhadap kehidupan para pendahulu pendiri bangsa merupakan pewarisan nilai yang mesti terus dilakukan. Masa lalu yang panjang bukanlah sekadar kisah mati yang tidak berguna, melainka...
PALESTINA KITA; SATU UKHUWAH SATU DARAH UNTUK MERDEKA

PALESTINA KITA; SATU UKHUWAH SATU DARAH UNTUK MERDEKA

AKHBAR NEWS!, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Bersyukur malam ini [Ahad, 9/08/2026], bisa menghadiri acara "Malam Ta'aakhi" bersama rekan-rekan peduli Palestina; Tidak ada kata lelah, apalagi bosan untuk membincangkan perkara yang teramat penting, yakni "Palestina Merdeka". Suasana semakin hangat dan bergairah ketika pertemuan ini dihadiri langsung oleh Syaikh Dr. Marwan Abu Ros [Lajnah Al-Quds] bersama aktifis lainnya dari Persatuan Ulama Palestina. Sejumlah tokoh nasional dari para pimpinan Ormas Islam dan pegiat kemanusiaan pun turut hadir di Al-Jazeera Cipinang Cempedak Jakarta Timur pada malam yang penuh berkah ini. Sudah menjadi rahasia Allah 'azza wa jalla, di balik peristiwa demi peristiwa yang terjadi mengenai bumi qiblat pertama ini, selalu ada kuasa-Nya yang senantiasa memberikan jawa...
MENYAMBUNG HARAPAN DI LEMBAH DAKWAH AMANUBAN

MENYAMBUNG HARAPAN DI LEMBAH DAKWAH AMANUBAN

Kebangsaan, persatuan umat, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien “Tait Amaf Amaf Fani’ Letaf Nao Kibit Ma Fenekat Neu Ummat He Nao Mat". Itulah tema besar yang diusung pihak penyelenggara safari dakwah akhir tahun 2025 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia bersama lembaga dakwah lainnya yang dikonsentrasikan di kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Tema yang bermakna: “Mewujudkan Peran Tokoh Sebagai Teladan, Pembimbing dan Fasilitator Dalam Kebaikan Umat” merupakan upaya panitia lokal dalam rangka membekali para Da'i dengan wawasan ilmu, juga menyapa binaan sebagai ummatud da'wah dan ummatul ijaabah sekaligus. Umat dakwah berarti siapa saja yang menjadi objek dakwah, sedangkan umat ijaabah adalah mereka yang telah menerima dakwah itu sendiri. Perhelatan ini berjalan dengan baik atas kerjasama Dewan Dakwah Provinsi Nusa Teng...
TADABBUR KEMERDEKAAN; WASIAT PARA SALAF PENDIRI BANGSA YANG TERABAIKAN

TADABBUR KEMERDEKAAN; WASIAT PARA SALAF PENDIRI BANGSA YANG TERABAIKAN

Hikmah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Genap sudah bangsa ini di usia kemerdekaannya yang ke-80. Usia yang telah melewati lebih setengah abad, sudah tentu banyak mengabadikan pengalaman hidup berbangsa dan bernegara yang sangat beragam; Zaman perebutan kemerdekaan dengan segala tantangan dan pengorbanannya, zaman revolusi dengan semua kecamuk pertarungan ideologi di dalamnya, zaman setelah pengakuan kedaulatan dengan semua dinamikanya, zaman awal pembangunan nasional [baik masa orde lama atau pun orde baru], hingga zaman reformasi dan setelah reformasi. Mulai dari persatuan dan kesatuan bangsa, kedaulatan negara, kesejahteraan rakyat, hingga kemajuan yang menjadi cita-cita luhur semua para pendiri negeri hingga kemakmuran anak bangsa menjadi bunga pembahasan yang kerap kali dibincangkan dari...
PERADABAN RABBANI; DARI DAKWAH PEDALAMAN HINGGA PENDALAMAN

PERADABAN RABBANI; DARI DAKWAH PEDALAMAN HINGGA PENDALAMAN

Kebangsaan, persatuan umat, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Selayang Pandang Likulli zamaanin wa makaanin madrasatun wa hadhaaratun; "Setiap zaman dan tempat ada pelajaran dan peradabannya masing-masing". Sepertinya narasi ini sangat tepat untuk mengawali pembicaraan kita. Selain rasa syukur kepada Allah 'azza wa jalla, juga menjadi bahan pelajaran untuk lebih bisa diselaraskan menjadi tambahan pengalaman yang membutuhkan penglamaan. Dalam konteks da'wah ilallaah, kaum Muslimin di tanah air wajib bersyukur dengan semakin tumbuhnya kesadaran kaum muda terpelajar untuk menjadi pembimbing masyarakat; Dengan semangat ke-Islaman dan ke-Indonesiaan, mereka rela meninggalkan kampung halaman menuju pulau-pulau terpencil, terasing, dan terluar untuk mengemban risalah dakwah. Selain itu, marak pula di tengah-teng...
PERSATUAN ITU RAHMAT; NARASI LANGIT YANG SELALU DIRINDUKAN

PERSATUAN ITU RAHMAT; NARASI LANGIT YANG SELALU DIRINDUKAN

Da'wah, Kebangsaan, persatuan umat, Tsaqofah
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Al-jamaa'atu rahmatun wal furqatu adzaabun; "Persatuan itu adalah rahmat dan perpecahan itu adalah adzab". Demikian pesan singkat Nabi akhir zaman sebagaimana banyak dinukilkan para ulama dalam berbagai karyanya. Imam Ahmad, Imam Ath-Thabraani dan Imam Al-Bazzar meriwayatkan dari shahabat Nu'man bin Basyir radhiyallaahu 'anh. (Lihat: Syaikh Al-Albani, Takhriij Kitab As-Sunnah, hlm. 93. Hadits tersebut derajatnya hasan) Sebagai agama yang rahmatan lil 'aalamiin, Allah 'azza wa jalla menganugerahkan umat manusia berupa para utusan-Nya. Di antaranya seorang Nabi yang memiliki sifat kelembutan dan kasih sayang [rahmah] itu adalah Muhammad Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana Imam Ibnu Manzhur [w. 711 H.] menuturkan, yang dinamakan ra...
PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Umat dan Penguasa)

PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Umat dan Penguasa)

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Parenting, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tingginya angka kemiskinan yang mendera suatu negeri, bisa terjadi karena banyak sebab. Keterbelakangan pendidikan, sempitnya lapangan kerja, merajalelanya penyalahgunaan amanah sebagian penguasa dan semakin meningkatnya pembayaran pajak yang harus dibayar masyarakat. Itulah yang sering dibahas para pengamat pada umumnya dengan menghubungkannya pada sumber daya alam yang dimilikinya. Selain itu, banyak pula kalangan yang berpandangan bahwa kemiskinan identik dengan prilaku masyarakat semata, yakni mereka dinilai kurang memperhatikan pengaturan kelahiran hingga mengabaikan kesejahteraan dan pendidikan anak-anaknya. Alasan terakhir ini sangat logis dan bisa jadi ada benarnya, namun dirasa kurang tepat dan sangat paradoks apabila dihadapkan pada kenya...
PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Ummat dan Penguasa)

PENGENTASAN KEMISKINAN TIDAK HARUS MENGORBANKAN ATURAN AGAMA (Saran Sederhana Anak Bangsa Untuk Ummat dan Penguasa)

Da'wah, Hikmah, Kebangsaan, Parenting, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Tingginya angka kemiskinan yang mendera suatu negeri, bisa terjadi karena banyak sebab. Keterbelakangan pendidikan, sempitnya lapangan kerja, merajalelanya penyalahgunaan amanah sebagian penguasa dan semakin meningkatnya pembayaran pajak yang harus dibayar masyarakat. Itulah yang sering dibahas para pengamat pada umumnya dengan menghubungkannya pada sumber daya alam yang dimilikinya. Selain itu, banyak pula kalangan yang berpandangan bahwa kemiskinan identik dengan prilaku masyarakat semata, yakni mereka dinilai kurang memperhatikan pengaturan kelahiran hingga mengabaikan kesejahteraan dan pendidikan anak-anaknya. Alasan terakhir ini sangat logis dan bisa jadi ada benarnya, namun dirasa kurang tepat dan sangat paradoks apabila dihadapkan pada kenyata...
HUJJAH SYAR’IYYAH KEHARAMAN SEORANG MUSLIM MENDOAKAN JENAZAH NON MUSLIM

HUJJAH SYAR’IYYAH KEHARAMAN SEORANG MUSLIM MENDOAKAN JENAZAH NON MUSLIM

Aqidah, Da'wah, Kebangsaan, persatuan umat, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Muqaddimah Sebagai agama yang rahmatan lil 'aalamiin, Islam memiliki panduan hidup yang menyeluruh dan sinergis/ terpadu satu sama lain [syumuliyah, mutakaamilah]; Bukan sekadar menuntun manusia dengan perkara-perkara yang bersifat ibadah ritual semata [mahdhah], melainkan perkara-perkara yang berhubungan dengan kemanusiaan dan kehidupan sosial [insaaniyyah, ijtimaa'iyyah]. Yang terakhir ini, termasuk Islam memberikan aturan dan panduan terkait hubungan antar sesama Muslim, hubungan antar sesama manusia, hubungan antar sesama umat beragama, bahkan hubungan antar negara sebagai perwujudan globalisasi Islam ['auwlamatul Islaam]. Karena itulah, persoalan saling menghormati dan toleran [tasaamuh] dalam masalah kehidupan berbangsa dan bernegara bukanla...
KALEIDOSKOP BIDANG KAJIAN DAN GHAZWUL FIKRI; REKAM JEJAK MADRASAH LANTAM MENARA DAKWAH

KALEIDOSKOP BIDANG KAJIAN DAN GHAZWUL FIKRI; REKAM JEJAK MADRASAH LANTAM MENARA DAKWAH

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien A. Selayang Pandang Sejalan dengan visi Bidang Kajian dan Ghazwul Fikri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia [selanjutnya ditulis Dewan Dakwah], yaitu: "Terwujudnya bidang kajian yang menjunjung tinggi integritas moral, literasi ilmiah, edukatif, hikmah dan wasathiyyah", maka bidang ini pun merincikan beberapa tujuan pencapaian yang ingin dituju dengan misi-misi berikut: 1] Mengawal umat dengan panduan ilmu yang benar, 2] Mencerahkan umat dengan bimbingan berpikir yang selamat, 3] Mengajak umat menjalankan dakwah binaa'an dan difaa'an dengan penuh hikmah, 4] Menghidupkan pola wasathiyyah dalam manhaj 'aqidah, ibadah, dan akhlaq dalam bingkai ahlus sunnah wal jamaa'ah, dan 5] Mengokohkan sinergi perjuangan yang berteraskan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. ...
KHITTAH DAKWAH; MENALAR ZAMAN MENAKAR MASA

KHITTAH DAKWAH; MENALAR ZAMAN MENAKAR MASA

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sesuai makna asalnya, khittah diambil dari kata Arab khiththah yang mengandung arti garis, rencana, rancangan, sketsa, desain dan proyek. Dikatakan khittah dakwah, berarti garis pedoman dakwah. Maka secara istilah, khittah dakwah adalah garis besar dan pedoman perjuangan gerakan dakwah itu sendiri. Dalam sejarah kemunculan gerakan dakwah di tanah air, tidak dapat dilepaskan dari khittah ini. Muhammadiyah [1912] yang telah menjadikan khittah-nya sebagai landasan dalam menjalankan fungsi dakwah dan tajdid sebagai gerakan Islam, demikian pula Nahdhatul Ulama [1926] yang pada tahun 1983 akhirnya berhasil mengembalikan dan mengokohkan garis perjuangannya sebagai jam'iyyah diiniyyah ijtimaa'iyyah dengan tokohnya KH. Achmad Siddiq Situbondo. Juga Persatuan ...
MENGISI KEMERDEKAAN DAN RUMITNYA MENJADI PAHLAWAN YANG PAHALAWAN

MENGISI KEMERDEKAAN DAN RUMITNYA MENJADI PAHLAWAN YANG PAHALAWAN

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Masih dalam suasana "Agustusan", selain masih nampak di sebelah kanan-kiri ruas jalan Merah-Putih berkibar tertiup angin bersama umbul-umbul beraneka ragam warna dan bentuk, juga beragam tulisan bernada semangat nasionalisme menyala menghiasi setiap belokan, pertigaan, perempatan, atau simpang lima. Iring-iringan pawai dirgahayu kemerdekaan, senantiasa hadir dalam rutinitas yang sudah diwajarkan ini. Dipimpin tokoh masyarakat, warga pun dengan sukarela dan penuh antusias untuk mewujudkan acara tahunan ini; mulai beragam atraksi seni hingga beragam perlombaan rakyat. Pada wajah mereka, nampak sumringah ketika seluruh lapisan masyarakat berbaur dengan hiruk pikuk lagu-lagu perjuangan. Terutama kaum pelajar, tidak terkecuali kaum santri dikerahkan par...
PETAKA SYAHWAT ITU BERMULA DARI COMPREHENSIVE SEXUALITY EDUCATION (Menimbang Ulang PP 28/ 2024)

PETAKA SYAHWAT ITU BERMULA DARI COMPREHENSIVE SEXUALITY EDUCATION (Menimbang Ulang PP 28/ 2024)

Da'wah, Kebangsaan, Tarbiyah, Tsaqofah
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Sebagaimana viral dalam pemberitaan media, tanggal 26 Juli 2024, Presiden RI Joko Widodo telah menanda tangani Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 terkait Pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Di antaranya tentang kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja, pelayanan aborsi dan konsepsi perilaku seksual yang sehat, aman dan bertanggung jawab sebagaimana tercantum dalam Pasal 103 ayat (4) huruf e, Pasal 104 ayat (2) huruf b dan Penjelasannya, serta Pasal 129 ayat (2) huruf d. (Lihat: Forum Keadilan.Com, Kamis 1 Agustus 2024). Dalam pemberitaan yang berbeda, Wakil Presiden RI, Prof. K.H. Ma'ruf Amin [dalam keterangan persnya di Bantul Yogyakarta, 7/8/2024] menegaskan, bahwa: "Dalam penerapan PP, selain nantinya me...
BELAJAR MENJADI TEMAN DAN PEMBISIK YANG BAIK

BELAJAR MENJADI TEMAN DAN PEMBISIK YANG BAIK

Da'wah, Kebangsaan, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Ada narasi yang telah popular di masyarakat, khususnya kalangan aktivis politik praktis, atau minimalnya simpatisan dari sebuah kendaraan politik. "Tidak ada pertemanan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi". Demikian kalimat ini sering muncul, terutama jelang perhelatan hajat demokrasi. Bagaimana Islam memandang persoalan ini? Sebagai ummat Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam tentunya hal ini menjadi sangat penting untuk dikritisi. Pertama; Dalam Al-Qur'anul Kariim digambarkan, bahwa pertemanan orang-orang bertaqwa itu abadi hingga hari akhir. Allah 'azza wa jalla berfirman: الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين "Pertemanan di hari itu [hari qiyamat] satu sama lain menjadi musuh, kecuali orang-orang bertaqwa." (QS. Az-Zukhruf/ 43:...
MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

MENJADI WARGA PENUH ETIK DI TAHUN POLITIK

Da'wah, Kebangsaan, Tarbiyah, Uncategorized
Oleh: Teten Romly Qomaruddien Pemimpin yang baik terlahir dari masyarakat atau warga yang baik, demikian juga masyarakat yang baik terlahir dari komunitas keluarga yang baik, dan keluarga yang baik cerminan dari pasangan yang baik. Semua kebaikan itu, tidak dapat dilepaskan dari sosok-sosok induk entitas manusia yang baik pula. Pemimpin [imaam], adalah sosok yang benar-benar mampu menjadi orang terdepan [amaam] dalam menata kebaikan. Lalu, untuk apa ia harus selalu di garda depan? Jawabnya, karena ia memiliki peran dan tanggung jawab mengatur urusan masyarakat yang dipimpinnya [ummat]. Pola seperti ini tentu saja bukan hal yang mudah terjadi begitu saja, melainkan ada harmoni yang telah terbina sebelumnya melalui proses yang disebut "berpasang-pasangan" [azwaaj]. Dari sinilah, be...
error: Content is protected !!