Jumat, November 15News That Matters

Kebangsaan

MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan)

MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan)

Kebangsaan, Uncategorized
MEMELIHARA JIHAD ILMU DAN ILMU JIHAD (Kiat Tepat Merawat dan Mengawal Kemerdekaan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien 74 tahun sudah, negeri ini diproklamirkan sebagai bangsa yang merdeka; Sebuah usia yang telah cukup memenuhi syarat untuk menjadi bangsa yang jauh lebih dewasa dan maju dalam keadilan dan kemakmuran sebagaimana layaknya bangsa-bangsa yang telah merdeka sejak lama. Agar tidak menjadi anak bangsa yang melupakan sejarahnya, atau generasi lupa diri akan "purwadaksi" pengorbanan masa lalu pendahulunya, merupakan sikap yang tepat apabila kita merenungkan bagaimana caranya agar kemerdekaan yang ada tetap terpelihara dan jangan sampai terampas kembali oleh pihak-pihak yang ingin merebutnya. Seperti halnya banyak disampaikan orang-orang bijak; "Api peradaban tida...
PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU

PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU

Kebangsaan
PAKAIAN SEJARAH; DARI JAS MERAH, JAS MEWAH HINGGA JAS HIJAU Oleh: Teten Romly Qomaruddien Para cerdik pandai nampaknya sepakat, bahwa "sejarah" itu sangat penting. Ia merupakan pohon (syajarah =  شجرة/ pohon) perjalanan akan realitas kehidupan atau sebab musababnya sebuah keadaan. Demikian sosiolog besar Muslim terkemuka Ibnu Khaldun menyebutkan. Tidaklah salah, apabila seseorang akan lebih bisa bijak dan sangat menghargai sebuah proses, juga lebih mampu memaklumi keadaan seseorang atau komunitas dan gerakan apabila orang tersebut faham sejarah perjalanannya. Maka sangat wajar, banyak orang percaya bahwa: "Orang bijak adalah orang yang mau menghargai sejarah para pendahulunya atau sejarah orang lain." Al-Qur'anul Kariem, bukanlah buku sejarah, namun di dalamnya berisikan ban
DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR

DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR

Kebangsaan
DAKWAH ISLAM INDONESIA DALAM PENGABDIAN DAN PERJUANGAN MOHAMMAD NATSIR Oleh: Teten Romly Qomaruddien Disampaikan di: Gedung Nusantara V DPR/ MPR RI pada tanggal 5 April 2019 dalam rangka Seminar Kebangsaan: "Mengokohkan Spirit NKRI Sebagai Nilai Fundamental Melalui Refleksi dan Deklarasi Bulan NKRI" Dustur Rabbani Membaca kembali bentangan panjang di belantara dakwah tanah air, tidak lengkap rasanya apabila tidak mentakrifkan sosok rajulud da'wah yang satu ini, yakni Allâhu yarham Mohammad Natsir. Di antara kekhassan tulisannya, adalah kekentalannya dalam mengurai bahasan dakwah. Ayat dan hadits Nabi shalallâhu 'alahi wa sallam kerapkali menjadi pijakan utama dalam membedah semua persoalan ummat. Di antara ayat-ayat yang dipetik terkait dengan; 1. Dâ'i adalah profesi termuli
FIQIH BITHAANAH (Memilih dan Memilah Keberpihakan)

FIQIH BITHAANAH (Memilih dan Memilah Keberpihakan)

Kebangsaan
FIQIH BITHAANAH (Memilih dan Memilah Keberpihakan) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Di antara istilah Al-Qur'an untuk menyebut "kawan dekat" adalah dengan menggunakan kata bithaanah. Lalu, seperti apa pandangan ulama Islam dalam memaknainya? Mengetahui hal ini menjadi sangat penting, dikarenakan dalam kondisi-kondisi tertentu ummat merasa butuh dan merasa teredukasi betapa memilih pertemanan, kekerabatan dan keberpihakan itu akan sangat berdampak pada kehidupan seseorang. Bersandar pada ayat Allah 'azza wa jalla yang menyebutkan: “… Janganlah kalian menjadikan selain orang-orang yang beriman sebagai bithaanah ...”(QS. Alu 'Imran/ 3: 118) para ulama menguraikan asal maknanya sebagai berikut: "Bithaanah menurut bahasa memiliki banyak pengertian; di antaranya samar, tersembunyi, mengetah
MENDUDUKKAN DEMOKRASI; ANTARA FIQIH HUKUM DAN FIQIH REALITA

MENDUDUKKAN DEMOKRASI; ANTARA FIQIH HUKUM DAN FIQIH REALITA

Kebangsaan
MENDUDUKKAN DEMOKRASI; ANTARA FIQIH HUKUM DAN FIQIH REALITA Oleh; H.T. Romly Qomaruddien, MA. Dalam pandangan sebahagian pemikir Barat, Samuel P. Huntington dan Francis Fukuyama misalnya, beranggapan bahwa demokrasi lebih tepat dipraktekkan di negara-negara sekuler ketimbang di negeri-negeri Muslim, bahkan menurut mereka Islam bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Berbeda dengan Robert N. Bellah atau Ernest Gallner yang menemukan, justeru prinsip-prinsip persamaan (egaliter) dan keterlibatan masyarakat (partisipatif) ada dalam pemerintahan Islam sejak awal berdiri negara Madinah (622 M) yang ditandai dengan "Piagam Madinah" (mietsaq madienah, medina charter). Bahkan mereka menyebut, daulah Madinah sebagai sebuah sistem pemerintahan yang teramat modern untuk ukuran zamannya. S...
PERSATUAN UMMAT SEBUAH KENISCAYAAN

PERSATUAN UMMAT SEBUAH KENISCAYAAN

Kebangsaan
PERSATUAN UMMAT SEBUAH KENISCAYAAN; Allaahu yarhamh Mohammad Natsir pernah menggoreskan kata-katanya. Banyaknya organisasi dan kelompok Muslimin bukanlah penyebab perpecahan ummat, namun menurutnya perpecahan ummat lebih disebabkan karena "hati".   Hati yang bersih, sekalipun banyak kelompoknya tetap tidak akan mampu mengoyak persatuan. Sebaliknya, hati yang kotor sekalipun ada dalam satu kelompok, sangat mudah melahirkan perpecahan. Ketika upaya menyatukan seluruh komponen bangsa dengan "mossi integral" yang mampu meluruhkan semua hati yang berkepentingan, beliau mengajarkan agar anak bangsa mampu memanage jiwa untuk "jujur dalam perbedaan". Ketika beliau berikhtiar meyakinkan teman juangnya Imam SM. Kartosuwiryo agar kembali ke pangkuan negerinya. Sekalipun akhirnya ...
Mendamaikan Perselisihan Ulama dan Umara

Mendamaikan Perselisihan Ulama dan Umara

Kebangsaan
MENDAMAIKAN PERSELISIHAN ULAMA DAN UMARA;  Itulah kesimpulan risalah 'Iedul Fithri 1438/ 2017 yang dipaparkan Allaahu yarhamh Bapak A.M. Fatwa di halaman Kampus Perbankan Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara Jakarta Pusat. Laki-laki kelahiran Bone (1939) yang dikenal dengan politisi senior ini termasuk aktivis kritis lintas zaman; mulai orde lama, orde baru hingga orde reformasi. Dedikasi politiknya dalam menyuarakan aspirasi ummat, ditunjukkannya dalam perjuangan orde-orde berikutnya di Gedung MPR-RI . Banyak karya yang diwariskannya, di samping pengalamannya yang malang melintang. Sekedar mengetahui pola pikirnya dalam bersiasat, dapat dipahami dari khutbah 'iedul fithri yang terakhirnya itu. Dengan mengambil tema: Belajar dari Perselisihan Ulama dan Umara pemilik nama Andi Mapetahang (A.M
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

Kebangsaan
MUI DAN TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN Notulen: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Senang rasanya dapat menyaksikan kekompakkan semua elemen ummat Islam dari berbagai ormas dan gerakan dakwah dapat hadir dalam menyokong komitmen kebangsaan MUI dan responsif atas keprihatinan terhadap berbagai masalah keummatan dan kebangsaan. Dalam bingkai dasar negara Pancasila dan NKRI, tanggung jawab terhadap agama (mas'uuliyah dieniyyah) dan tanggung jawab kebangsaan (mas'uuliyah wathaniyyah) sudah terpenuhi di dalamnya sebagai pengejawantahan hiraasatud dien wa siyaasatud dunyaa, artinya bagaimana nilai-nilai agama dapat dipelihara dan urusan-urusan dunia dapat diatur dengan baik. Demikian pula dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika, bahwa kemajemukan yang baik adalah kemajemukan yang berjalan di atas kese...

This site is protected by wp-copyrightpro.com