MENGEMBAN WASIAT KENABIAN DI TENGAH KETIADAAN SANG PANUTAN
Oleh: Teten Romly Qomaruddien
Sebagaimana diketahui, masuknya penanggalan Rabi'ul Awwal 1448 H diyakini sebagai bulan kelahiran Nabi terakhir Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. Terlepas silang pendapat para ahli sejarah terkait ketepatan waktu lahirnya, juga perbedaan pandangan para ulama kaum Muslimin tentang peringatan kelahirannya. Baik pihak yang setuju mengadakan peringatan maupun yang menolak, kedua pihak sama-sama mengaku mencintai dan memuliakan Sang panutan sebagai uswatun hasanah dalam kehidupan bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Bagi pihak yang menolak, mereka berargumen bahwa tidak adanya data yang ditemukan bahwa para shahabat ridhwaanullaah 'alaihim ajma'iin memperingatinya, padahal mereka sebagai bagian dari pelaku sejarah yang membersamai Nabi. Na...













