Jumat, Mei 1MAU INSTITUTE
Shadow

Tarbiyah

MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital)

Tarbiyah
MENUNTUT ILMU AGAMA (Dari Talaqqi Syaikh Hingga Talaqqi Digital) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA Seputar Talaqqi Syaikh Banyak yang bertanya, apakah yang dimaksud dengan manhaj talaqqi dan bagaimana konsep menuntut ilmu yang seharusnya di era sekarang?. Ada yang mewajibkan tetap mesti talaqqi, bahkan tidak sedikit yang "mengharamkan" dan tidak mau mengambil ilmu kalau bukan karena talaqqi atau "sembarangan" mengambil ilmu kepada orang yang tidak bertalaqqi. Ada pula yang menilai, bahwa talaqqi merupakan methode yang pernah ada dalam sejarah intelektual Islam. Apabila dikaitkan dengan perkembangan hari ini, tentu saja pemaknaan terhadap metode ini menjadi berkembang. Secara maknawi, talaqqi memiliki pengertian "saling bertemu", maksudnya mengambil ilmu langsung dari guru. Dik...
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien)

Tarbiyah
PETUAH TARBAWI SANG PERINTIS (Tujuh Pesan Moral Untuk Para Pencari Oase Tafaqquh fied Dien) Oleh: Teten Romly Qomaruddien Secercah Iftitah Renungan Sejarah "Sungguh telah berlalu pengalaman ummat sebelum kalian; maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat yang dialami oleh orang-orang yang suka mendustakan." (QS. Ali Imraan/ 3: 137) Firman Allah 'azza wa jalla yang mulia ini mengisyaratkan pada kita bahwa dalam perjalanan (sunanun, bentuk jamak dari sunnatun) kita ini tidak lepas dari pembabakan sejarah. Ada generasi terdahulu (mutaqaddimien), ada pula generasi belakangan (muta'akhirien) atau kontemporer (mu'aashirien). Dalam bahasa para ulama, ada generasi salafiyyien, ada pula generasi khalafiyyin. Artinya adalah ada generasi masa silam dan ada ju...
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional)

Tarbiyah
IKHTIAR MENJADI PENDIDIK IDEAL (Suplemen Hari Guru Nasional) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Pendahuluan Ada istilah yang mengemuka di kalangan orang-orang bijak terdahulu mengenai pendidikan. Kata mereka: “Didikan itu bukan dadakan”. Lalu ada lagi ungkapan lain mengenai pendidiknya, yaitu "Guru" yang mengandung arti (dalam nasihat Sunda) "digugu jeung ditiru", satu lagi adalah kata "Murid". Dikatakan murid, terkait dengan semangat belajar seseorang tanpa keterpaksaan. Sekalipun nampak kurang jelas asal usulnya, namun ada benarnya apabila diartikan seperti itu, di mana kata murid dalam bahasa arab merupakan isim fâ’il dari araada yuriedu iraadatan fahuwa muriedun (artinya: orang yang memilik kehendak belajar). Apabila direnungkan dari kata didikan, guru dan murid memang ketiga...
SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR’ANIC PARENTING: “MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK”

SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR’ANIC PARENTING: “MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK”

Tarbiyah
SEKUNTUM MAWAR PEMBUKA SEMINAR QUR'ANIC PARENTING: "MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK" Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Alhamdulillaahil ladzie bini'matihi tatimmus shaalihaat ... wa ba'du: Gembira rasanya, dalam kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam rangka membincangkan satu pembahasan, "proyek raksasa" yang sangat penting. Mengapa sangat penting? Karena kita akan menyiapkan anak-anak kita benar-benar sebagai anak yang layak hidup di zamannya. Marilah kita berpikir 10, 20, 30, 40 bahkan 50 tahun ke depan. Akankah anak-anak kita mampu menjadi pemimpin? Pemimpin bagi dirinya, pemimpin bagi lingkungan keluarganya, pemimpin bagi masyarakatnya, pemimpin bagi bangsanya dan pengawal bagi agamanya. Al-Qur'an yang mulia, banyak mengisyaratkan adanya berbagai...
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA

QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA

Tarbiyah
QAD AFLAHA MAN ZAKKAAHAA WA QAD KHAABA MAN DASSAAHAA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Melanjutkan pembahasan hakikat tazkiyatun nafs, berikutnya kita perhatikan beberapa pandangan para ulama, di antaranya: 1. Syaikh Muhammad bin Sa’ied bin Salim al-Qahthani, ketika mentahqiq kitab Tazkiyatun Nafs Ibnu Taimiyyah menjelaskan: “Tidak akan bisa merasakan keagungan dan kedalaman tazkiyah imaniyah melainkan orang yang mengetahui kejahiliyahan. Karena itu, generasi awwal merupakan generasi yang paling baik ditaqdirkan mendapatkan nikmat ini dengan sebaik-baiknya. Mereka mendapatkan pemisah yang dapat menjauhkan antara iman dan kufar, antara ibadah kepada Allah dengan ibadah kepada taghut, dan antara kebebasan dalam mensucikan jiwa kepada Rabb dan kekakuan antara rabb-rabb yang menghinaka...
TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA

TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA

Tarbiyah
TAZKIYATUN NAFS; MENUJU HAKIKAT KEBERSIHAN JIWA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara tugas para Nabi selain membacakan ayat-ayat Allah (tilaawah) dan mengajarkan kitab serta hikmah (ta'liem) adalah membimbing agar manusia membersihkan jiwa (tazkiyah) dari kotoran-kotoran jahiliyyah. Banyak ayat Al-Qur'an menjelaskan makna tazkiyah dan fungsi kerasulan itu ada pada diri para Nabi, tidak terkecuali Nabi akhir zaman Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam. Hal ini dapat kita renungkan dalam beberapa firmanNya: 1. Kisah Nabiyullaah Ibrahim 'alaihis salaam yang mendo'akan anak cucunya "Yaa Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesun...
ORASI ILMIAH WISUDA MAHASISWA STAI “PUBLISISTIK THAWALIB” JAKARTA  TAHUN AKADEMIK 2017-2018

ORASI ILMIAH WISUDA MAHASISWA STAI “PUBLISISTIK THAWALIB” JAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017-2018

Tarbiyah
ORASI ILMIAH WISUDA MAHASISWA STAI "PUBLISISTIK THAWALIB" JAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017-2018 Dengan Tema: BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhaarah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqaafah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turaats). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'aanul Kariem atau pun sabda Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-...
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS

Tarbiyah
BUDAYA LITERASI DALAM MEMBANGUN SARJANA PENDIDIKAN DAN DAKWAH YANG MANDIRI DAN BERKUALITAS Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. A. Muqaddimah Di antara keagungan Islam, adalah adanya warisan yang ditinggalkannya; baik berupa peninggalan fisik yang menunjukkan adanya peradaban (hadhaarah) atau pun warisan yang bersifat kebudayaan (tsaqaafah) yang lebih menampilkan tingkah laku dan tradisi. Di sisi lain ada warisan agung berupa peninggalan intelektual yang lebih memperlihatkan adanya sejumlah karya para ilmuwan (turaats). Warisan agung dalam makna kitab suci atau firman Tuhan berupa Al-Qur'aanul Kariem atau pun sabda Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam berupa kumpulan As-sunnah an-Nabawyyah, merupakan warisan pokok yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan yang tidak ada bandingannya....
MEMELIHARA FITHRAH; AMANAH ASASI PENDIDIKAN ISLAM

MEMELIHARA FITHRAH; AMANAH ASASI PENDIDIKAN ISLAM

Tarbiyah
MEMELIHARA FITHRAH; AMANAH ASASI PENDIDIKAN ISLAM Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA.   Di antara sekian nikmat yang Rabbul 'Aalamien anugerahkan kepada manusia adalah nikmat diberikannya fithrah, dan nikmat paling besar yang dianugerahkanNya adalah nikmat beragama. Walau selain manusia mendapatkan fithrahNya, namun yang diterima manusia jauh lebih besar dari makhluk lainnya, terutama fithrah beragama (fithrah dieniyyah) yang telah menjadi amanah paling agung. Para ulama menyebutnya "amanah agung" atau "amanah agama" (al-amaanah al-uzhmaa, al-amaanah as-syar'iyyah). Fithrah menurut kitab-kitab kamus (ma'ajim) beragam maknanya; bersih, suci, asal kejadian, awal penciptaan, tabiat asli dan lain-lain. Semua itu benar, mengingat kata "fithrah" di dalam al-Qur'an tidak kurang dari 20 ka...
MENSYUKURI NIKMAT FITHRAH

MENSYUKURI NIKMAT FITHRAH

Tarbiyah
MENSYUKURI NIKMAT FITHRAH Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Di antara sekian nikmat yang Rabbul 'Aalamien anugerahkan kepada manusia adalah nikmat diberikannya fithrah. Walau selain manusia pun mendapatkannya, namun yang diterima manusia jauh lebih besar dari makhluk lainnya. Fithrah menurut kitab-kitab kamus beragam maknanya; bersih, suci, asal kejadian, awal penciptaan, tabiat asli dan lain-lain. Semua itu benar, mengingat kata "fithrah" di dalam al-Qur'an tidak kurang dari 20 kata dengan segala varian yang beragam maknanya. Terkait dengan manusia, Allah 'azza wa jalla ungkapkan dalam firmannya: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama [Allah]; Tetaplah atas fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah, itu...
SHAUM SYAWWAL DAN “LEBARAN KETUPAT”

SHAUM SYAWWAL DAN “LEBARAN KETUPAT”

Tarbiyah
SHAUM SYAWWAL DAN "LEBARAN KETUPAT" Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Shaum enam hari di bulan syawwal, tidak diragukan lagi kesunnahannya. Hal ini bersandar pada hadits Rasulullah shalallaahu 'alahi wa sallam riwayat Al-Jamaa'ah dan Imam Muslim dari shahabat Abu Ayyub al-Anshari radhiyallaahu 'anh yang menyebutkan: "Barangsiapa yang menunaikan shaum ramadhan, lalu diikuti dengan shaum enam hari di bulan syawwal, kedudukkannya laksana shaum satu tahun lamanya". Dalam Al-Ilmaam Fie Adaabin wa Ahkaamis Shiyaam dijelaskan: "Pengertian tsumma atba'ahu (lalu diikuti), meliputi dua makna; berturut-turut pelaksanaannya (mutataaba'ah) dan berpisah atau berselang pelaksanaannya (mutafarraqah, munfashalah), tentu saja selama tidak keluar dari bulan syawwal. Keduanya boleh dilakukan, satu s...
“TAQABBALALLAAHU MINNAA WA MINKUM”. Bila Ada Mutiara, Mengapa Harus Memilih Tembaga ?!?

“TAQABBALALLAAHU MINNAA WA MINKUM”. Bila Ada Mutiara, Mengapa Harus Memilih Tembaga ?!?

Tarbiyah
TAQABBALALLAAHU MINNAA WA MINKUM " ... Bila Ada Mutiara, Mengapa Harus Memilih Tembaga ?!? ..." Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. "Euceu, akang, teteh, bibi, uwa ... Abdi nyanggakeun samudaya kalepatan". Lirih seseorang sambil memberikan tangannya untuk salaman (mushaafahah). Lalu gayung pun bersambut dengan jawaban: "Nampii ... ku euceu ditarima kalayan ikhlas caang bulan opat welas", tuturnya riang. Demikianlah salahsatu pemandangan yang sering terjadi di tengah-tengah kita. Walau pun tidak bermaksud saling "melimpahkan" kesalahan, namun bila dimaknai dengan cermat justeru itulah maknanya. "Abang, kakak, tanteu, bibi ... Saya serahkan kesalahan ini padamu semuanya". Maka dijawabnya: "Aku terima kesalahanmu semuanya". Aneh bukan? Mengapa kesalahannya dilimpahkan. Lebih aneh lag...
BAHAGIA DI PENGHUJUNG BULAN PENUH CINTA

BAHAGIA DI PENGHUJUNG BULAN PENUH CINTA

Tarbiyah
BAHAGIA DI PENGHUJUNG BULAN PENUH CINTA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Bahagia dan cinta merupakan dua pekerjaan hati yang saling berkoneksi. Ekspresi kepuasan batin yang sulit disembunyikan dan ungkapan rasa senang yang tidak bisa dihalang. Bermula dari proses cinta dan berakhir di ujung bahagia. Bila diibaratkan pasangan, shaum dan kebahagiaan merupakan pasangan yang ideal dengan segala pernak pernik ujian di dalamnya; mulai dari menahan rasa lapar dan haus yang sangat, berpantang dari segala keinginan dan dorongan kesenangan, hingga harus menekan gelora dan ledakan syahwat jiwa. Semuanya berjalan dan mengalir laksana air seiring dengan kesabaran dan kegigihan diri hingga berhasil memetik hasilnya. Suatu saat kelak, buah kesungguhan itu, akhirnya akan menjadi indah pada waktun...
“KARANTINA JIWA” DI PENGHUJUNG BULAN MULIA

“KARANTINA JIWA” DI PENGHUJUNG BULAN MULIA

Tarbiyah
"KARANTINA JIWA" DI PENGHUJUNG BULAN MULIA Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Tanpa terasa gerbang penutup bulan mulia sudah dibuka, perlahan tapi pasti sesuai jadwal yang telah ditentukan Rabb-nya. Ada pertemuan, tentu akan ada perpisahan. Sudah tentu, memaksimalkan kesempatan yang tersisa merupakan sikap yang tepat dan benar untuk menjadikan suasana akhir lebih terasa indah dan mengesankan. Benar para ulama kita mengingatkan: Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullaah berkata: يا عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إِلّا قليل فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى "Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan ini akan segera pergi dan tidaklah tersisa waktunya kecuali sedikit, maka siapa saja yang sudah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia ...
MEREKA YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

MEREKA YANG “BERSAING” KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia)

Tarbiyah
MEREKA YANG "BERSAING" KETAT DALAM BERINFAQ (Jihad Harta di Penghujung Bulan Mulia) Oleh: H.T. Romly Qomaruddien, MA. Sudah dimaklumi, di samping ramadhan sebagai bulan berkah dan bulan penuh semangat, juga ramadhan menjadi bulan yang menjadi faktor penggerak (driving factor) dalam beragam amal kebaikan. Di antara amalan yang dilipat gandakan itu adalah memperbanyak shadaqah dan infaq (taktsierus shadaqaat wal infaaq), karena itu pula ramadhan menutup aktivitas amaliahnya dengan zakat fithri. Yaitu zakat badan yang dikeluarkan setiap Muslim (baik laki-laki atau perempuan, dewasa atau anak-anak, bahkan anak yang masih dalam kandungan) di penghujung bulan. Betapa para shahabat yang mulia berlomba-lomba dan bersaing ketat untuk mendapatkan keutamaan yang satu ini. Satu sama lain seola...
error: Content is protected !!