Minggu, Agustus 1MAU INSTITUTE
Shadow

BERILMU SEBELUM BERTINDAK

BERILMU SEBELUM BERTINDAK Membaca Twitter Rashiif al-Kutub kutemukan guyonan segar yang menuturkan kisah pendek berikut: “Seorang anak laki-laki masuk kamar mandi sembari mengalunkan thala’al badru ‘alainaa min tsaniyyatil wadaa, lalu ayahnya masuk dan memukulnya hingga menangis. Datanglah ibunya seraya bertanya marah: kenapa engkau pukul anakmu? Suaminya (sang ayah si anak) menjawab: dia membaca Al-Qur’an di kamar mandi. Lho itu bukan bacaan Al-Qur’an, melainkan qashidah orang Arab, sergah isterinya. Tiba-tiba suaminya menangis serius. Dengan herannya isterinya bertanya: sekarang kenapa engkau yang menangis? Dengan sedikit malu suaminya menjawab: selama 30 tahun ini justeru aku membaca qashidah ini dalam shalat”, ujarnya. Kisah humor ini mengingatkan kita pada kitab klasik berjudul Akhbaarul Hamqaa wal Mughfiliin karya Ibnul Jauzi (ulama psikologi) yang banyak menuturkan perilaku “orang-orang dungu dan lalai”. Memang benar, terkadang di balik kedunguan, ada pelajaran berharga … (@TenR😊mlyQ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!