Jumat, April 12MAU INSTITUTE
Shadow

TERIMA KASIH KAWAN, ENGKAU TELAH MENASIHATIKU…!!!

TERIMA KASIH KAWAN, ENGKAU TELAH MENASIHATIKU … !!! // Di sela-sela percaturan Whatsapp group, seorang shahib ilmiahku yang berinisial GN menghaturkan kiriman koleksi literasi terbarunya berupa dua kitab karya ulama yang disebut-sebut sebagai ulama hadits kontemporer. Nama ‘alim yang dimaksud adalah Syaikh Mahmud Sa’id bin Muhammad Mamduh rahimahullaah [ulama bermadzhab Syafi’i dan berhaluan ‘aqidah Asy’ariyah, lahir di Cairo 1372 H./ 1953 M. dari keturunan Turki dan Asyraf Husaini Mesir]. Yang menjadi percikan bara hikmahnya [tanwiirul miqbaas] adalah pesan singkat sang ahli ilmu kepada muridnya. “Hidup ini singkat, jangan habiskan dengan perkara yang tidak prioritas”, tuturnya demikian. Terlepas dari silang pandangan manhaj yang dianutnya di kalangan para ulama, sari pati nasihatnya sangat menyentuh qalbu menggugah jiwa, terlebih menghadapi beragam persoalan keummatan saat ini. Mulai dari masalah kesepahaman rumusan cara beragama [dhawaabithul manhaj], rumusan langkah persaudaraan [dhawaabithul ukhuwwah], dan rumusan strategi dan soliditas ummat [dhawaabithul istiraatijiyyaat wat tamkiin]. Kembali kepada nasihat singkat, betapa menimbang prioritas [auwlaawiyaat] menjadi perkara penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan ummat. Benar kata pepatah para orang tua: “Kita jangan mau menjadi kayu bakar untuk menanak nasi orang lain”. Artinya, “Ummat kita jangan mau menjadi korban dan tumbal dari adu domba yang dilakukan pihak lain”. Al ahamm tsummal muhimm … (@TenRomlyQ, Transj Bekasi-Jakarta: Dhuha, 13/12/2023).

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!