Sabtu, Mei 23MAU INSTITUTE
Shadow

Uncategorized

MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

MENYOAL MIMPI MENGGUGAT LAMUNAN (Sebuah Pengantar Buku)

Aqidah, Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Dengan mengucapkan al-hamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin, akhirnya Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta kembali menyuguhkan hasil telaahnya. Adapun yang menjadi obyek kajian, adalah terkait fenomena baru yang akhir-akhir ini cukup viral di media sosial, yakni "Mimpi Muhammad Qasim" dari Pakistan. Melalui beragam sumber berupa artikel-artikel, tayangan youtube, bahkan tulisan PDF berbahasa Melayu, pengkajian ini pun dapat diselesaikan. Sebagai pengurus dan penulis sekaligus, adinda Ustadz H. Rahmat Ramadhan, Lc., M.H. bersama Tim biidznillaah telah berhasil mengkritisinya dalam sebuah buku yang diberi judul: "Penyimpangan Mimpi-mimpi Muhammad Qasim" . Tujuannya tidak lain, selain menjadi penyeimbang pandangan dalam mengedukasi ummat I...
TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

TIDAK MUDAHNYA IKHTIAR MENJADI GOLONGAN YANG SELAMAT

Aqidah, Diraasatul Adyaan wal Firaq, Manhaj, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Kata "golongan" dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, terkadang menggunakan kata jamaa'ah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang bersesuaian dengan kebenaran [al-haq], dan kata firqah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang menyelisihi kebenaran [mukhaaliful haq]. Demikian shahabat 'Abdullah bin Mas'ud dan 'Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhumaa menuturkan. Selain itu terkadang menggunakan kata thaaifah, untuk menyebut kumpulan dengan sifat atau karakteristik tertentu. Di antara kalimat populer yang bisa ditemukan adalah: kumpulan orang-orang yang mendalami pemahaman agama [thaaifah mutafaqqihiina fid diin] dan orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah 'azza wa jalla karena pembelaan terhadap agama dan ketaatan pelakunya [thaaifah manshuurah]. ...
TAFSIR AGAMA DI PERSIMPANGAN JALAN

TAFSIR AGAMA DI PERSIMPANGAN JALAN

Aqidah, Manhaj, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Sudah hampir satu bulan tidak menulis; Selain medianya mulai macet karena kepenuhan data, juga banyak objek telaah yang memerlukan perhatian untuk didahulukan. Namun demikian, ada banyak hikmah yang bisa diambil faidah. Minimalnya dapat menyimak banyak ulasan dari berbagai berita media sosial terkait semakin liarnya narasi tafsir agama yang kian mengkhawatirkan. Maraknya pandangan keagamaan yang kurang populis dan tidak familiar dalam ajaran Islam yang muktabar di kalangan ahli ilmu; Seperti halnya shalat berjarak tanpa alasan ['ilat] syari'at, adanya perempuan di tengah barisan shalat laki-laki, rencana khatib Jum'at oleh kaum Hawa, senandung salam agama tertentu yang bukan Islam, hingga dagelan atau seloroh "madzhab Bung Karno" yang menghebohkan ...
MENYUSUN KEMBALI PUZZLE KEMULIAAN YANG MULAI TERSERAK

MENYUSUN KEMBALI PUZZLE KEMULIAAN YANG MULAI TERSERAK

Da'wah, Hikmah, persatuan umat, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Menyebut kata "puzzle", mengingatkan kita pada media kreatif pengajaran yang biasa digunakan di Taman Bermain atau Taman Kanak-kanak. Bentuknya bisa beragam; Mulai dari gambar manusia, kendaraan, rumah, hewan, hingga peralatan keseharian yang sudah dipotong-potong menjadi serpihan-serpihan dan ditebar secara acak. Setelah itu, dirangkai kembali dan disusun menjadi gambar yang utuh sesuai aslinya. Dalam kehidupan pun, tidak ubahnya seperti bermain puzzle; Ada banyak kebaikan dan kemuliaan yang berserak di hadapan kita, yang terkadang tidak beraturan. Ketika kebaikan dan kemuliaan itu dibiarkan apa adanya, maka akan nampak terlihat kurang nyaman dirasakan. Namun sebaliknya apabila kebaikan dan kemuliaan itu kembali dirangkai penuh pemeliharaan, maka y...
BERCERMIN PADA KACA YANG RETAK

BERCERMIN PADA KACA YANG RETAK

Hikmah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Ada pribahasa klasik yang mengemuka di kalangan cerdik pandai, yakni "buruk muka cermin dibelah”. Frasa tersebut dialamatkan bagi mereka yang "gampangan" menyalahkan orang lain tanpa menyadari kesalahannya sendiri. Sungguh benar, cermin yang dibelah hanya akan menjadi kaca yang retak. Serpihannya bisa melukai diri dan membawa petaka bagi orang lain; Kalaulah bercermin, jangankan yang dirasakan kurang akan semakin nampak kekurangannya, yang baik sekalipun akan menjadi kurang baik karenanya. Kalau ingin mengetahui seperti apakah kita? Maka "bercerminlah!", itulah salah satu jawabnya. Bercermin merupakan suatu kondisi di mana orang ingin melihat dirinya sendiri; Akan menjadi apa dan seperti bagaimana, tergantung prilaku orang tersebut dalam bercermin. ...
MENEGUHKAN HAKIKAT FITHRAH MENEPIS GELOMBANG FITNAH (Jawaban Bijak Terhadap Fenomena Islamophobia)

MENEGUHKAN HAKIKAT FITHRAH MENEPIS GELOMBANG FITNAH (Jawaban Bijak Terhadap Fenomena Islamophobia)

Da'wah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Ikhwaani fid diin A’azzakumullaah … Saudara-saudara … kaum Muslimin yang berbahagia!! Patut disyukuri di pagi yang cerah ini; diiringi sinar mentari dan disaksikan cahaya siang, kita berkumpul di tempat ini dengan penuh kerelaan dan keikhlasan, merunduk dan tunduk di hadapan Allah yang Maha agung dengan iringan takbir, tahlil dan tahmid. Semoga semua ini, semakin menambah kekhusyuan dan khidmat kita dalam rangka menggapai nilai-nilai fithri di hari kemenangan ini. Nilai fithrah yang telah Allah 'azza wa jalla anugerahkan, hendaknya dipelihara dan dipertahankan sehingga menjadi “nilai abadi” yang dapat menyelamatkan dunia dan seisinya. Bukan saja kaum Muslimin, melainkan seluruh manusia penghuni bumi ini bisa selamat dari malapetaka [fitnah, fit...
KEMACETAN YANG “DIRINDUKAN”

KEMACETAN YANG “DIRINDUKAN”

Breaking News, Hikmah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Luar biasa sesak dan padatnya jalanan hari ini; jalan protokol dengan kendaraan yang mengular panjang, nyaris tidak bergerak terjebak kemacetan total. Apalah artinya semua itu, apabila kerinduan untuk mudik dan keinginan berlebaran di kampung halaman telah menjadi kesimpulan yang sulit ditepis dan dihilangkan. Tidak ada hukum yang pasti secara syar'i dalam menilai perilaku sosial seperti ini, melainkan hanya bisa memaklumi secara 'aadi dan 'urfi, yakni pendekatan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat yang sudah menjadi hukum bersama selama tidak ditemukan adanya pelanggaran. Berjalan dan mengalir secara alami, sehingga berubah menjadi kearifan lokal [local wisdom]. Namun, dilihat dari sisi sosiologi dan psikologi betapa perjumpaan dan perte...
MALAM MURAAQABAH SAAT TEPAT UNTUK BERMUNAJAT

MALAM MURAAQABAH SAAT TEPAT UNTUK BERMUNAJAT

Hikmah, sajak islam, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Karena sifatnya yang teramat istimewa, maka Allah 'azza wa jalla merahasiakannya. Karena begitu sangat rahasianya, maka Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk memburunya. Karena perburuannya begitu sangat berharga, maka Allah dan rasulNya menentukan waktu khususnya. Itulah i'tikaf al-'asyrul awaakhir, yang malam kemuliaan [lailatu qadar] atau malam yang lebih baik dari seribu bulan [khairun min alfi syahrin] ada di dalamnya. Turunnya para malaikat yang bertabur keberkahan, sudah pasti menjadi hiasan sepanjang malamnya. Maka sangatlah tepat, apabila anjuran untuk bisa menghidupkan malam-malam kemuliannya [ihyaa lailatil qadar] menjadi perkara amalan yang tidak boleh disia-siakan. Apabila seseorang menunaikannya karena nadzar...
NGAJI TINGKAT TINGGI ALA PERDANA MENTERI

NGAJI TINGKAT TINGGI ALA PERDANA MENTERI

Da'wah, Tokoh, Uncategorized
NGAJI TINGKAT TINGGI ALA PERDANA MENTERI // Dalam perhelatan politik Malaysia, siapa yang tidak mengenal Dato' Seri Anwar Ibrahim. Sebuah tayangan singkat mengharukan dan membanggakan, di mana Sang Perdana Menteri menyerukan agar semua pimpinan, pejabat, majelis dan stafnya memanfaatkan waktu zhuhur sebagai "ajang tadzkirah" dengan cara membaca, memahami, menelaah, menghayati, dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an. Menurutnya, lahirnya generasi Qur'ani yang unik [jiilun Qur'aaniyyun fariidun] sebagaimana generasi awal Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam hanya bisa ditempuh dengan cara tersebut. Selain mampu memisahkan antara yang hak dan yang batil, juga akan mampu menilai mana yang ma'ruf dan mana yang munkar. Semoga!!! ... 💫☪️📒✒️ (@TenRomlyQ; "Ngabeubeurang Ramadhan", Safar Menuju J...
SELAYANG PANDANG KATA SAMBUTAN

SELAYANG PANDANG KATA SAMBUTAN

Buku, persatuan umat, Tokoh, Uncategorized
Hamdan wa syukran lillaah ... Nahmadullaaha wa nasta'iinuhu wa nastaghfiruhu ... Nushallii wa nusallim 'alaa Rasuulihil kariim wa ba'du; Sejak pertemuan dengan adinda Rahmat Ramadhan, Lc., M.H. [putera ayahanda K.H. Amin Djamaluddin] di Madinah [KSA], Al-faqir menyarankan agar adinda segera menuliskan apa yang diketahui tentang ayahanda. Alhamdulillaah, setelah bahan mentah goresan adinda tersajikan dengan judul: Manhaj dan Prinsip Da'wah Ayahanda K.H. Amin Djamaluddin, Al-Faqir pun mengedit tulisan tersebut ketika disosialisasikan kembali saat satu hari setelah ayahanda Amin dipanggil ke haribaanNya. Tentu saja, sebagai keluarga, para jama'ah, para murid, para kader, bahkan ummat dan seluruh handai tolan sangat kehilangan sosok beliau. Lebih dari itu, kami masih sangat membutuhkan ...
SEMBILAN RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

SEMBILAN RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN

Kebangsaan, persatuan umat, Uncategorized
SEMBILAN RAMADHAN YANG MEMERDEKAKAN // Dengan idzin dan qadar Allah 'azza wa jalla, Jum'at tertanggal 09 Ramadhan 1444 H. kali ini, DKM Islamic Centre Kota Bekasi memberikan amanah berupa tema khutbah: Siklus Kebangkitan Ummat; Dari Mana Kita Mulai?. Sungguh tema yang cukup menggelorakan jiwa, di mana apabila kita menariknya 80 tahun mundur ke belakang, berarti kita telah menarik bentangan sejarah yang tidak terbantahkan dan bukti yang tidak mungkin dipungkiri. Itulah peristiwa dibacakannya "teks proklamasi" kemerdekaan bangsa ini oleh dua perwakilan anak bangsa, yakni Ir. Soekarno-Mohammad Hatta pada hari Jum'ah, tanggal 09 Ramadhan 1364 H [waktu Dhuha jam 10.00 WIB]. Sungguh, bulan Ramadhan dengan segala kemuliannya, telah memancarkan sinar kuat dan memantik bara yang mampu menghidupkan ...
NGABUBURIT BENAR-BENAR NGABUBURIT

NGABUBURIT BENAR-BENAR NGABUBURIT

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
NGABUBURIT BENAR-BENAR NGABUBURIT // Setelah mengikuti Reboan di Kramat Raya 45, pamit duluan karena ada tugas di salahsatu mesjid legendaris Kebayoran Lama. Sekalipun berangkat lebih awal, kondisi perjalanan tetap tidak bisa diprediksi. Namun sudahlah, masih banyak yang bisa disyukuri, di antaranya bisa "ngabuburit" sambil keliling Trans Jakarta dari halte ke halte. Masjid As-Syukur yang menjadi tujuan, masih sangat jauh jarak tempuhnya. Di tengah kemacetan, suara adzan Maghrib berkumandang memecah langit Batavia yang mendung berselimutkan awan. Satu persatu penumpang Muslim merogoh tasnya; ada yang sekadar mengambil air mineral, atau mengambil permen sebagai ta'jil. Alhamdulillaah, rasa syukur pun bertambah, ketika melihat mereka yang berbuka shaum. Benar sabda Rasulullaah shallallaahu '...
DIKSI DAN NARASI RAMADHAN MEMANG ‘AJIB

DIKSI DAN NARASI RAMADHAN MEMANG ‘AJIB

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Tidak ada diksi dan narasi yang apabila dikaitkan dengan bulan mulia Ramadhan, melainkan akan terasa elok, indah nan mempesona. Mulai pemaknaan, kandungan hikmah, hingga filosofis kehidupan. Setiapkali Ramadhan datang menyapa, tidak bosan-bosannya para cerdik pandai membincangnya. Banyak 'ibaarat, tamtsiil, dan pujian para ahli ilmu akan kedudukannya yang teramat istimewa; ada yang mengibaratkan sebagai bulan "panen raya", ada yang mengumpamakannya seperti Nabiyullaah Yusuf 'alaihis salaam di tengah dua belas anak-anak Nabiyullaah Ya'qub 'alahis salaam, serta kiasan-kiasan lainnya. Semua itu menunjukkan, betapa kehadiran bulan yang satu ini bukanlah "rutinitas biasa" yang hampa makna, melainkan sarat dengan beragam keistimewaan yang tidak terduga...
MENGGAUNGKAN PERAN GERAKAN NASIONAL ANTI ISLAMOPHOBIA

MENGGAUNGKAN PERAN GERAKAN NASIONAL ANTI ISLAMOPHOBIA

Da'wah, Kebangsaan, persatuan umat, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Gerakan Nasional Anti Islamophobia [GNAI] yang dideklarasikan satu tahun lalu di aula Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, kini menggelar perhelatannya kembali di Hotel Grand Sahid Jl. Sudirman Jakarta Pusat. Hadir beberapa perwakilan tokoh ummat; baik kalangan perwakilan Ormas Islam, Lembaga Mu'allaf, akademisi, aktivis profesi, para seniman, bahkan ada dari pihak non muslim. Selain disampaikan pandangan tokoh-tokoh GNAI yang hadir; Abdullah al-Katiri, Habib Muchsin al-Athas, Buya Risman Muchtar, juga Dr. K.H. Muhyidin Junaidi, M.A. dari MUI Pusat dan para anggota presidium Majelis Ormas Islam [MOI] yang terdiri dari PUI, PERSIS, Dewan Da'wah Islamiyyah Indonesia, Mathla'ul Anwar, Wahdah Islamiyyah, BKSPP, Al-Ittihadiyyah, dan lain...
KETIKA SANG PRIMADONA TIBA

KETIKA SANG PRIMADONA TIBA

Hikmah, Tsaqofah, Uncategorized
Oleh : Teten Romly Qomaruddien Sudah menjadi kebiasaan orang-orang mulia kalangan generasi emas [yakni salafus shaalih], apabila tiba bulan Ramadhan mereka menyambutnya jauh sebelum bulan tersebut datang menyapa. Ada yang bersiap diri sejak tiga bulan sebelum, dua bulan sebelum, atau satu bulan sebelumnya. Sebagaimana dipetik Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullaah dalam Lathaaiful Ma'aarif yang menuturkan ungkapan Abu Bakar al-Warraq al-Balkhy [ulama kelahiran Turmudz Uzbekistan, wafat 893 M.] yang mengumpamakan "tiga bulan berturut-turut" [tsalaats mutawaaliyaat]; yakni Rajab, Sya'ban, dan Ramadhan laksana pohon. شهر رجب شهر للزرع، وشعبان شهر السقي للزرع، ورمضان شهر حصاد الزرع "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam pohon, bulan Sya'ban untuk menyiram pohon, dan bulan Ra...
error: Content is protected !!